Bad Love #Part1

Standar

Author/twitter: Nolina/@Nolina91

Cast: Cha HyeJin (sebagai Me), Shim JaeHyun (seperti Popo Jae yong), Kwon Yong (Ditjen BB), Jaejoong (JYJ)

___HEPI REDING___

Semilir angin sore menghembuskan melodi rendah, bergesekan sampai menimbulkan nada-nada semu.Pesona jingga kemilau permadani barisan awan Sirus ber arak pelan mendekati mentari yang tenggelam di peraduan.

Rambut itu, cokelat pekat bak surai-surai emas, dibiarkannya terterpa semilir angin sepoi-sepoi.

Kwon Jiyong, telah menampakan siluetnya. Membuat hatiku tergerak riak lincah, melangkah mendekatinya.

“Berdiri di atap gedung.” Ucapku,

“Apa kau berniat untuk bunuh diri?”

Sontak Jiyong membalikkan posisinya, lalu sedetik kemudian pandangannya telah tertuju lurus pada wajahku, alisnya pun Menaut satu sama lain, lalu lengannya sudah menggelung manis dipinggang ku, “Apa kau pikir aku akan melakukannya?”

“Eo, aku berpikir begitu. Tapi aku yakin kau tidak akan lari dari tanggung jawabmu, ahjussi..”Ku lapas lengannya secara perlahan. “Lebih baik kau pulang , kak Jaehyun lebih membutuhkanmu.”

Jiyong mendesah, “Yang lebih membutuhkan ku bukan dia tapi kau,Hyejin. Bukan begitu?”

Deg! Apa mungkin dia benar?? Tidak!! Tidak!! Tidak!! TIDAAKKKK!!! Bukan ini yang aku inginkan!!!

“Jangan egois! Dia istrimu. Sedang aku?? Siapa?? Aku bukan siapa-siapa. Ingat ahjussi, aku sudah mengatakan ini puluhan kali. Lebih baik kita akhiri semuanya.”Noktah bening tlah sukses membobolkan harga diriku didepannya. Aku menangis? Ya aku menangis!

Kemudian, Jiyong menatapku tajam, “Jaejoong, apa ini semua karnanya, eh?”

“JANGAN MENGALIHKAN PEMBICARAAN, AHJUSSI!!!”

“Lantas kenapa kau ingin sekali mengakhiri semuanya???”

“Karna hubungan ini salah. Berikut salah ahjussi!! Ini salah!!! Kita tidak bisa melukai perasaan kak Jaehyun. Bagaimana pun juga dia saudaraku. Dia kakak sepupuku. Aku lelah, ahjussi! Dan aku takut pada penyesalan.” Tubuhku bergetar, sedetik kemudian aku tlah hanyut dalam dekapan hangat seorang Kwon Jiyong, “Sudah cukup! Jangan bicara lagi!” Jiyong memper erat pelukannya, “Aku tahu ini berat bagimu, Hyejin. Tapi percayalah, aku tidak akan pernah membuatmu merasa takut pada penyesalan . ”

Deg! “Ahjussi ..”

Kilas balik

2 bulan yang lalu,

Aku membuka handel pintu apartemen kak Jaehyun. Sedetik kemudian kakiku sudah membawa tubuhku kedalam apartemen, lalu ku edarkan pandanganku kesetiap penjuru ruang apartemen. Namun, apa yang terjadi?, “Ahjussi??!” Seketika aku terhenyak diam terpaku ditempat setelah melihat foto pernikahan kak Jaehyun yang terpajang di dinding. Bukan fotonya yang membuatku terhenyak tapi lebih ke sosok pedamping pria nya.

10tahun aku menantimu, tapi k-kau ..

“Hyejin-ah .. Kau sudah datang sayang?”Seruan lantang dari ambang pintu apartemen memecah keterpakuanku.

“Kakak??!” Segera ku alihkan pandanganku, kemudian aku berlari kecil ke arah pemilik suara tersebut.Shim Jaehyun, dialah si pemilik suara.

“Jin-ah .. Aku sangat merindukanmu.” Katanya seraya menarikku dalam dekapan rindu.

“Kau jahat!” Umpatku berpura-pura kesal. Sontak Jaehyun melepaskan pelukannya, dan menaikan satu alisnya lalu memandangku dengan siratan penuh keheranan, “Jahat?”

“Tsk,” Ku picingkan kedua mataku, kemudian ku tuntun dia untuk berjalan ke arah foto pernikahannya yang terpajang di dinding, yang sebelumnya sudah kulihat. “Yaa!! Kau sudah menikah???” lagi, aku berpura-pura kesal.

Jaehyun tertawa renyah, “Bukankah kau sudah mengetahui hal ini?? Hei!! Bangun sayang!! Aku sendiri yang memberitahu mu, kau lupa?” Jaehyun meluncurkan toyorannya di keningku.

Seketika bibirku mengerucut, aku ingat kak. Bahkan aku ingat sekali, sebenarnya bukan itu yang aku maksud. Tapi yang ku maksud adalah .. `Kenapa kau menikah” dengannya “?`

Tiba-tiba saja seseorang menengahi pembicaraan antara aku dan kak Hyejin, “Ada apa ini?”

Suara itu .. Ya Tuhan! Betapa aku sangat merindukannya!

“Yong-ah .. Lihat! Siapa yang datang.” Jaehyun melangkah mendekati Jiyong `suaminya`. Sementara Jiyong terlihat sedikit terperangah dengan kehadiranku di apartemennya.

Deg! Hatiku berdesir, “Ahjussi ..” Panggilku berusaha bersikap sesuai.

Jiyong melangkah kecil menghampiriku, “Cha Hyejin?”

#####

10 Tahun yang lalu,

Seorang gadis kecil berusia 10 tahun secara terang-terangan tengah menyatakan cintanya pada seorang laki-laki yang usianya terpaut 10 tahun lebih tua darinya.

“Ahjussi, jangan menertawaiku!” Perintah gadis kecil itu dengan bibirnya yang sudah mengerucut.

“Oops!” Laki-laki itu menghentikan tawanya

“Bagaimana?? Apa kau bersedia menungguku selama 10 tahun kedepan, ahjussi??” Todong gadis kecil itu dengan air wajah seserius mungkin. Lalu dia menghela napas panjang, kemudian berkata, “Ahjussi, percayalah. Kelak, aku akan tumbuh menjadi gadis yang baik untukmu.”

Laki-laki dewasa itu sedikit terperangah dengan apa yang telah di ucapkan oleh gadis kecil itu. Bahkan di usianya yang sebelia ini, ia sudah mampu mengatakan apa yang seharusnya belum pantas untuk ia katakan. Tsk! Apa ini yang di namakan cinta sesungguhnya? “Eo, apa yang kau katakan barusan akan ku pegang. Aku percaya, kelak kau akan tumbuh menjadi gadis yang baik. Dan aku siap menunggumu, Jin-ah. Nah sekarang, sudah waktunya kau berkemas bukan? Ayah dan ibumu sudah menunggumu dirumah.” laki-laki yang disapa ahjussi itu menepuk pelan ujung kepala Hyejin.

Lalu kemudian, Hyejin melayangkan kelingkingnya tepat di wajah ahjussi, “Janji?” Ucap Hyejin

“Janji.” Jawab ahjussi mantap seraya menautkan kelingkingnya di kelingking Hyejin. Hyejin pun tersenyum senang.

#####

TBC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s