Be Happy Nae Sarang part 1

Standar

Author : Shin Min Tae aka Ye_Vi

Cast     : Lee Donghae

Kim Hyo Ra

Kim Jong Woon

Park Hye Mi

Other and super junior

Genre  : Friendship, Romance, Gaje (?)

Length : 1/?

Annyeong readers……..#lambai2 bareng Yeppa…..

Author datang lagi ne dengan FF terbaru # ga nanya….

Mian kalau ceritanya gaje………

Jangan lupa RCL yaa……..Gomawo^^

Happy Reading~~~

Kim Hyo Ra pov

 

“Ra-ya,,,chukkae” teriak seseorang yang sontak membuatku terbangun dari tidurku. Ku coba bangun dan mengucek mataku pelan dan ku lihat seseorang di depanku sedang tersenyum manis kepadaku.

“Yak! Kenapa kau teriak pagi-pagi hah? Aku kan masih ngantuk” ucapku pada yeoja yang bernama Hye Mi. Dia menatapku dan memelukku erat. Kenapa yeoja ini? Apa dia sedang mendapat sesuatu yang besar?

“Chukkae Rara,,,kau mendapat beasiswa di Paran High School. Chukkae……” ucapnya yang membuat detak jantungku berhenti sejenak. Apa benar program beasiswaku diterima? Ah, apakah iya? Aku kan hanya dari sekolah yang biasa-biasa saja. Aku melepas pelukannya dan menatapnya tajam.

“Kau tak usah menghiburnya Mi-ah. Kau tahu aku sangat ingin sekolah disana. Tapi aku tidak terlalu berharap sejauh itu. Kau kan tahu, sangat susah diterima disana” jawabku dan menundukkan kepalaku.

“Apa kau kira aku sedang bercanda? Aku tidak bercanda. Kau itu pintar. Mana mungkin kau tidak diterima? Kau saja masuk kelas akselerasi. Aku tadi mendapat kabar dari Jung seonsaengnim kalau kau mendapat beasiswa disana” ucapnya. Kali ini aku yang memeluknya. Aku sangat bahagia mendengar ucapannya.

“Tapi,,,apa aku bisa sekolah disana? Aku ini hanya anak desa. Pasti tidak akan ada yang mau berteman denganku” ucapku. Ya, aku tinggal di sebuah desa yang jauh dari Seoul. Mana mungkin ada yang mau berteman denganku.

“Kau itu kesana untuk belajar. Aku yakin pasti kau punya banyak teman karena kau orang yang baik. Jangan takut, arra? Kau kan bisa menghubungiku jika kau butuh teman. Aku akan selalu menemanimu” aku tersenyum mendengar jawaban sahabatku ini. Kami telah berteman sejak aku pindah ke tempat ini untuk tinggal bersama nenekku. Appa dan eommaku tinggal di Jepang karena appaku memiliki perusahaan disana. Hye Mi adalah sahabat terbaikku. Dia juga seperti eonniku sendiri yaa walaupun kini aku satu tingkat di atasnya karena aku adalah siswa akselerasi.

“Aku akan tinggal dimana disana? Kau kan tahu kalau aku tak mempunyai keluarga maupun kenalan disana” tanyaku. Aku juga bingung kenapa aku memilih PHS. Sekolah itu kan jauh dari tempat tinggalku. Aku juga tidak punya keluarga disana. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

“Kau tenang saja. Kau bisa tinggal dengan sepupuku disana. Namanya Park Chan Mi. Dia juga sekolah di PHS. Aku akan menghubunginya. Dia yeoja yang baik. Kau tidak perlu khawatir” ucapnya padaku. Aku benar-benar beruntung memiliki sahabat seperti dia. Dia benar-benar baik.

***

Hari ini aku dan Hye Mi pergi mengunjungi sepupunya di Seoul. Rencananya kami akan menginap karena ingin jalan-jalan dulu disana. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih enam jam akhirnya kami sampai juga di apartemen Chan Mi eonni. Chan Mi eonni tidak bisa menjemput kami karena dia ada acara di sekolahnya. Untung saja Chan Mi eonni menitipkan kunci apartemennya ke satpam yang berjaga. Kami tidak perlu menunggu lama di depan apartemennya. Ku dengar dari Hye Mi, Chan Mi eonni adalah anak dari pengusaha terkenal di Korea. Appanya memiliki banyak cabang perusahaan di setiap negara maju. Appa dan eommanya ada di New York. Oleh karena itu, Chan Mi eonni tinggal di apartemen yang mewah ini sendiri. Aku menghempaskan tubuhku di sofa begitu masuk ke dalam apartemennya dan Hye Mi pun melakukan hal yang sama.

Kim Hyo Ra pov end

 

 

Park Hye Mi pov

“Kau pasti capek. Tadi Chan Mi eonni mengirimiku sms. Dia akan pulang telat karena acaranya belum selesai. Kita bisa tidur di kamar itu” tunjukku pada Rara yang nampak lelah karena perjalanan yang cukup lama. Aku bangkit dari sofa dan membawa barang-barang ku dan Rara ke dalam kamar.

“Hye Mi-ah, apa ini tidak terlalu berlebihan? Apartemen ini sangat mewah” ucap Rara padaku. Aku hanya tersenyum padanya dan menyuruhnya untuk duduk di tempat tidur tepat di sebelahku.

“Sudahlah. Kau tak perlu berlebihan seperti itu. Kau tahu? Eonni sangat senang ketika aku memberitahunya kalau kau akan tinggal disini. Dia tidak akan kesepian kalau kau ada disini” jawabku.

Aku menyuruh Rara mandi agar lebih segar sedangkan aku sibuk menata barang-barang kami. Setelah Rara selesai, aku juga mandi dan setelah itu memasak ramen karena kami sangat lapar. Hanya ada ramen di dapur eonni. Mungkin eonni tidak sempat belanja. Aku memutuskan untuk menonton televisi sambil menunggu eonni pulang. Ku lirik jam dinding tepat di atas televisi.

“Sudah jam sembilan. Kenapa eonni belum pulang ya? Dan ponselnya tak dapat aku hubungi sejak tadi. Semoga saja tidak terjadi sesuatu padanya” gumamku.

“Kau tidak tidur Mi-ah. Sudah malam. Kau harus tidur, apa kau tidak capek setelah perjalanan selama enam jam tadi?” tanya Rara yang telah duduk di sampingku.

“Aku ingin menunggu Chan Mi eonni dulu” jawabku singkat. Ku dengar pintu apartemen dibuka oleh seseorang. Ketika pintu itu terbuka, muncullah sosok yeoja yang sangat aku rindukan. Aku langsung berlari ke arahnya dan memeluknya. Dia membalas pelukanku dan kami berjalan bersama ke sofa.

“Eonni, kenapa kau lama sekali? Dan kenapa nomormu tak bisa aku hubungi?” tanyaku pada Chan Mi eonni.

“Mianhae saeng, ponselku mati. Tadi aku masih mempersiapkan keperluan untuk perpisahan besok. Aku adalah salah satu panitia, jadi aku harus bekerja sebaik mungkin agar acara besok bisa berjalan lancar” jawabnya dan tersenyum ke arahku. Kemudian dia melirik ke arah Rara yang duduk di sampingku.

“Ah iya eonni, dia adalah Rara, Kim Hyo Ra. Dia yang akan tinggal bersamamu” ucapku pada Chan Mi eonni.

“Annyeong eonni. Naneun Kim Hyo Ra imnida. Eonni bisa memanggilku Rara” ucap Rara sambil membungkuk ke arah eonni. Eonni bangkit dan juga membungkuk pada Rara.

“Annyeong Rara-ssi. Akhirnya aku tidak akan tinggal sendiri lagi” balas Chan Mi eonni dan tertawa kecil. Chan Mi eonni adalah anak tunggal. Wajar saja kalau dia sangat senang akan tinggal bersama Rara. Selama ini dia tinggal sendiri.

“Ah, iya. Apa kalian sudah makan? Aku lupa belanja karena akhir-akhir ini aku sibuk. Kalian ganti baju, aku ingin mengajak kalian makan di luar. Palli” ucap Chan Mi eonni. Sebenarnya aku sudah kenyang. Tapi karena eonni memintanya, aku tak dapat menolak. Pasti eonni belum makan. Aku dan Rara langsung masuk kamar dan mengganti baju kami. Tak lama kemudian kami keluar dan ku lihat Chan Mi eonni juga telah mengganti bajunya. Kami keluar dari apartemen dan menuju restoran yang tak begitu jauh dari apartemen.

Park Hye Mi pov end

 

 

Kim Hyo Ra pov

Chan Mi eonni sangat baik. Tak terasa sudah tiga hari aku tinggal bersamanya. Hari ini aku harus pulang ke rumah karena aku harus mempersiapkan segala kebutuhan dan perlengkapanku selama tinggal di Seoul nanti.

“Aku pulang” teriakku ketika sampai di rumah. Aku mendengar tawa seseorang dari ruang keluarga. Aku segera berlari ke ruang keluarga yang letaknya di samping ruang makan. Ku lihat seorang namja dan yeoja setengah baya sedang tertawa riang bersama nenek. Sepertinya aku sangat mengenali suara tawa itu.

“Eomma,,,appa” panggilku. Seketika mereka menoleh ke arahku. Aku masih tidak percaya kalau eomma dan appaku ada disini. Mereka jarang sekali mengunjungiku. Ku dengar appa sangat bekerja keras disana. Appa dan eomma menghampiriku dan memelukku erat.

“Kau sudah besar Ra-ya. Chukkae atas keberhasilanmu. Kau memang anak yang cerdas” ucap appa dan mengacak rambutku pelan. Aku hanya tersenyum ke arah mereka. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku benar-benar bahagia. Eomma menuntunku dan mendudukkanku di sofa.

“Ra-ya, kami akan membawa nenek ke Jepang. Usaha appamu berkembang pesat disana dan appamu sudah membuka cabang di Eropa juga Amerika. Eomma dengar kau sudah mendapat tempat tinggal di Seoul. Kami akan mengunjungimu mungkin tiap bulan. Jadi kau tidak usah sedih, arra? Eomma tidak ingin meninggalkan nenek sendirian. Eomma harap kau bisa mengerti” ucap eomma. Pada awalnya aku shock. Tapi pada akhirnya aku bisa memahami bahwa apa yang eomma katakan benar. Tidak mungkin nenek tinggal disini sendirian.

“Ne eomma, aku bersyukur jika eomma dan appa akan menjaga nenek. Aku sangat khawatir jika meninggalkannya sendiri disini” balasku. Eomma menarikku dalam pelukannya.

“Kau benar-benar sudah dewasa Ra-ya. Jika kau mau, kau juga bisa ikut kami pindah ke Jepang. Eomma khawatir jika kau disini” ucap eomma. Aku merasakan cairan bening jatuh tepat di atas tanganku. Eomma menangis, menangis karenaku. Aku melepaskan pelukan eomma, menatap  matanya dalam dan menghapus air matanya dengan kedua ibu jariku.

“Eomma, eomma kan tahu aku ingin sekali sekolah di PHS. Aku sudah mendapat beasiswa disana. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini eomma. Eomma tidak perlu khawatir. Chan Mi eonni adalah yeoja yang baik. Selama di Seoul, aku akan tinggal bersamanya” ucapku pada eomma. Eomma kembali memelukku. Aku benar-benar menyayangi eommaku ini. Meskipun kami jarang bertemu karena kami tinggal di tempat yang berbeda. Tapi itu tidak mengurangi rasa sayangku padanya, tapi rasa sayangku semakin besar padanya.

***

Hari ini aku akan pindah ke apartemen Chan Mi eonni.

“Rara, apa persiapanmu sudah selesai? Jangan sampai ada yang tertinggal. Arra?” tanya eomma padaku sebelum aku berangkat ke Seoul. Semua sudah aku persiapkan. Dan aku pastikan tidak ada yang tertinggal.

“Ne eomma. Sepertinya sudah selesai” jawabku. Eomma dan appa membantuku mengeluarkan barang-barangku dan memasukkannya ke begasi mobil.

“Ra-ya….” panggil seseorang yang tak lain adalah Hye Mi. Dia berlari ke arahku dan memelukku erat. Aku membalas pelukannya. Aku akan berpisah dengan sahabatku ini. Aku pasti akan sangat merindukannya.

“Hye Mi-ah,,,aku pasti akan sangat merindukanmu” ucapku. Tak terasa air mataku jatuh. Aku tidak bisa membendungnya lagi.

“Nado Ra-ya. Kau harus mengunjungiku arra? Jangan sampai kau melupakan aku. Akan ku bunuh kau jika melupakan sahabat semanis diriku” balasnya. Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya. Aku melepaskan pelukanku dan menatap matanya. Mata orang yang selalu menenangkanku, membuatku tersenyum dan bahagia. Kini aku akan berpisah dengannya.

“Arra,,,arra…kau juga harus mengunjungiku. Aku tidak akan pernah melupakanmu Hye Mi-ah” Aku melepas kalung berliontin merpati dan ku pakaikan ke lehernya.

“Kau sangat cantik dengan kalung itu. Itu sebagai tanda persahabatan kita. Jangan kau lepaskan arra?” ucaku. Dia hanya mengangguk pelan.

“Mianhae, aku tak bisa mengantarmu. Di rumah sedang tidak ada orang. Jadi aku harus menjaga rumah” ucapnya dengan sedikit menyesal.

“Arrasseo. Aku pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik” ucapku dan memeluknya kembali sebelum berpisah dengannya.

***

Ini adalah hari pertamaku di PHS. Siswa disini sungguh luar biasa. Penampilan mereka sangat anggun. Aku berjalan mencari kelasku. Chan Mi eonni tidak bisa menemaniku mencari kelasku karena dia sedang ada penelitian di daerah Busan dengan timnya. Aku terus berjalan mencari kelasku tanpa sengaja aku menabrak seseorang.

“Mianhamnida” ucapku sambil membungkukkan badanku. Aku harap orang yang aku tabrak tidak memarahiku. Aku hanya bisa memejamkan mataku dan menunduk. Berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi padaku.

“Ne, gwenchana” jawabnya. Omo~ dia seorang namja. Aku berusaha untuk melihat wajahnya.

DEG!

Dia begitu manis. Senyumnya membuatku meleleh (?). Aku membalas senyumannya.

“Kau sedang apa?” tanyanya.

“A….Ak….Aku sedang mencari kelasku” jawabku gugup. Aku benar-benar gugup berhadapan dengan namja manis seperti dia. Tak ada namja semanis dia di sekolahku dulu.

“Kau kelas berapa? Mungkin aku bisa bantu” jawabnya dan masih tersenyum padaku. Dia baik sekali. Padahal tadi aku tak sengaja menabraknya.

“Kelas I-III” jawabku. Dia mengangguk dan menyuruhku mengikutinya. Aku mengikutinya dari belakang.

“Ini kelasmu. Selamat menjalani hari ini. Aku pergi dulu” jawabnya. Ku lihat dia telah berlalu dari hadapanku. Siapa namja itu? aigoo~ dia begitu manis. Kalau seperti ini, sepertinya aku akan semangat terus untuk sekolah. Hehe….. aku segera masuk ke kelasku. Kelas ini sangat ramai. Dan semua kursi telah terisi. Untung saja ada kursi di depan yang belum terisi. Aku langsung menuju kursi itu dan duduk disana.

TBC

Siapakah namja manis itu?

Apakah mereka akan berteman?

Bagaimana keadaan Hye Mi setelah ditinggal Hyo Ra?

Nantikan ceritanya di part selanjutnya…#plak

Jangan lupa RCL……saran kalian sangat dibutuhkan demi kelanjutan ceritanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s