Be Happy Nae Sarang #Part 2

Standar

Author : Shin Min Tae

Cast     : Lee Donghae

Kim Hyo Ra

Kim Jong Woon

Park Hye Mi

Lee Hye Sung

Other and super junior

Genre  : Friendship, Romance, Gaje (?)

Length : 2/?

Annyeong~~~~author datang lagi ne bawa next part be happy nae sarang….

Adakah yang menunggu FF ini???? pasti banyak yaa???#ngarep.com

Langsung jaa ya readers…jangan lupa RCL..OK….

Happy Reading~~~~

Sebelumnya…..

“Ini kelasmu. Selamat menjalani hari ini. Aku pergi dulu” jawabnya. Ku lihat dia telah berlalu dari hadapanku. Siapa namja itu? aigoo~ dia begitu manis. Kalau seperti ini, sepertinya aku akan semangat terus untuk sekolah. Hehe….. aku segera masuk ke kelasku. Kelas ini sangat ramai. Dan semua kursi telah terisi. Untung saja ada kursi di depan yang belum terisi. Aku langsung menuju kursi itu dan duduk disana.

Author pov

 

Yeoja yang tak lain adalah Hyo Ra itu masuk ke dalam kelasnya dan duduk di bangku yang masih tersisa. Dia sangat gugup masuk ke ruang kelasnya. Penampilannya yang sangat sederhana, rambutnya dikuncir dan dia menggunakan kacamata yang cukup besar mengundang perhatian siswa-siswa disana. Dia terlihat tidak modis dan aneh bagi siswa disana. Tapi itu semua tidak bisa menutupi kecantikan wajahnya.

“Annyeong~~~” sapa seorang yeoja di sampingnya. Dia menoleh dan tersenyum.

“Hye Sung imnida” ucapnya dan mengulurkan tangannya. Hyo Ra membalas uluran tangan Hye Sung.

“Hyo Ra imnida. Kau bisa memanggilku Rara” balas Hyo Ra. Hye Sung hanya mengangguk tanda setuju. Bel masuk pun berbunyi. Kini Jung seonsaengnim masuk ke kelas. Kelas yang awalnya ramai menjadi tenang.

“Baiklah, karena hari ini adalah hari pertama kalian, aku akan memperkenalkan diri. Naneun Jung seonsaengnim. Aku mengajar matematika. Bangaeupsemnida” ucap Jung seonsaengnim memperkenalkan diri pada siswa baru. Semua siswa hanya mengangguk mendengar penjelasan Jung seonsaengnim. Setelah pelajaran matematika, kami mendapat pelajaran fisika dan kimia. Tak terasa waktu pulang sudah tiba. Semua siswa bersorak bahagia saat bel pulang berbunyi dan mereka berhambur keluar kelas. Tidak dengan Hyo Ra. Dia masih menunggu semua siswa keluar. Dia tidak ingin berdesak-desakan dengan siswa yang lain.

“Rara, kau pulang dengan siapa?” tanya Hye Sung. Rara tak cepat menjawab pertanyaan Hye Sung. Nampaknya dia sedang berpikir.

“Aku pulang naik bus” jawab Hyo Ra setelah berpikir bagaimana dia pulang. Tadi pagi dia diantar Chan Mi sebelum Chan Mi berangkat ke Busan.

“Kau tinggal dimana?” tanya Hye Sung.

“Aku tinggal di apartemen dekat sini” jawab Hyo Ra. Hye Sung mengangguk kemudian tersenyum.

“Kau ikut aku saja. Kajja!” ucap Hye Sung sambil menarik tangan Hyo Ra. Hyo Ra hanya menurut saja. Kini mereka telah berada di parkiran.

“Kita tunggu seseorang sebentar ya!” ucap Hye Sung pada Hyo Ra. Hyo Ra hanya mengangguk. Hye Sung mengajak Hyo Ra untuk menunggu di depan mobil audi biru. Muncullah seorang namja dari arah berlawanan dengan mereka berdua. “Oppa~” panggil Hye Sung dan mendekati namja yang sedang berjalan ke arahnya. Hye Sung menggandeng tangan namja itu. Hyo Ra yang tadi menunduk tiba-tiba mengangkat kepalanya saat mendengar Hye Sung berteriak. Matanya membulat sempurna saat dia melihat Hye Sung menggandeng tangan seorang namja yang dia temui tadi pagi.

“Ternyata dia sudah punya yeojachingu” gumam Hyo Ra. Hye Sung dan namja yang sedang digandengnya itu menghampiri Hyo Ra yang tengah berdiri di samping mobilnya.

“Rara, kenalkan. Dia Donghae oppa” ucap Hye Sung mengenalkan Donghae pada Hyo Ra.

“Annyeong oppa. Naneun Kim Hyo Ra imnida” sapa Hyo Ra sambil membungkuk pada Donghae.

“Annyeong Hyo Ra. kajja kita pulang” balas Donghae. Hyo Ra duduk di belakang. Sementara Hye Sung duduk di depan, di samping Donghae. Selama perjalanan pulang Hyo Ra melihat Donghae dan Hye Sung yang begitu akrab. Sesekali Hyo Ra membuang muka ke samping dan menghembuskan napasnya.

“Oppa. Berhenti di depan” ucap Hyo Ra tiba-tiba. Donghae pun langsung menghentikan mobilnya. Hyo Ra pun keluar setelah mengucapkan terimakasih pada Donghae dan Hye Sung.

“Hye Sung-ah, oppa, gomawo telah mengantarku pulang. annyeong~” ucap Hyo Ra. Mobil Donghae perlahan menjauhi Hyo Ra yang masih berdiri di depan bangunan berlantai 25 ini.

Hyo Ra berjalan dengan gontai menuju apartemen yang ditempatinya sekarang. Kini dia telah sampai di depan pintu apartemen Chan Mi. Dia membuka pintu dan merebahkan tubuhnya di sofa.

Author pov end

 

Hyo Ra pov

Tadi Hye Sung mengajakku pulang bersama. Kami masih menunggu seseorang di parkiran. Betapa terkejutnya aku ketika melihat siapa yang sedang kita tunggu. Ternyata namja yang menolongku tadi pagi. Hye Sung menggandeng tangannya dengan mesra. Mungkin mereka pasangan kekasih. Mereka terlihat sangat cocok. Namja yang tak ku tahu namanya itu sangat manis dan Hye Sung sangat cantik. Pantas saja jika mereka adalah pasangan kekasih.

“Rara, kenalkan. Dia Donghae oppa” ucap Hye Sung mengenalkan namja yang digandengnya padaku. Ternyata namanya Donghae oppa.

“Annyeong oppa. Na Kim Hyo Ra imnida” sapa ku dan membungkuk ke arahnya.

“Annyeong Hyo Ra. kajja kita pulang” balas Donghae oppa. Aku masuk ke dalam mobilnya dan duduk di belakang. Hye Sung duduk di depan. Selama perjalanan pulang, Hye Sung dan Donghae oppa terlihat sangat akrab. Aku pun membuang muka ke samping dan menghembuskan napas berkali-kali melihat pemandangan di depanku.

“Oppa berhenti di depan” ucapku begitu melihat apartemen yang aku tempati sekarang. Donghae oppa menghentikan mobilnya.

“Hye Sung-ah, Oppa, gomawo telah mengantarku pulang” ucapku pada keduanya sebelum aku keluar. Aku pun langsung keluar dan perlahan mobil Donghae oppa meninggalkan aku yang tengah berdiri di depan gedung 25 lantai ini. Aku segera menuju apartemen Chan Mi eonni. Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa begitu masuk ke dalam apartemen. Pikiranku masih tertuju pada Donghae oppa dan Hye Sung. Aku mengacak-acak rambutku karena kesal.

“Kau kenapa Rara?” tanya seseorang tiba-tiba. Aku kaget karena setahuku aku hanya sendiri disini.

“Ya! Kenapa kau jadi takut begitu?” tanya seseorang yang kini sudah duduk disampingku.

“Eonni? Chan Mi eonni?” tanyaku masih tak percaya.

“Apa kau kira aku ini hantu?” tanyanya dan terkekeh. Aku hanya tersenyum gaje (?)

“Sejak kapan eonni ada disini? Bukankah eonni ada di Busan sekarang?” tanyaku yang membuatnya tertawa kecil. Aku mengerutkan keningku mendengar tawanya.

“Apa kau tidak lihat aku masuk kesini tadi?” aku hanya menggeleng.

“Pantas saja. Kau kan sedang melamun dan tiba-tiba mengacak rambutmu seperti itu. Apa yang terjadi? Bagaimana hari pertamamu di sekolah?” tanya Chan Mi eonni padaku.

“Menyenangkan eonni. Eonni, apa aku boleh tanya sesuatu?” tanyaku ragu. Chan Mi eonni meletakkan gelas yang sejak tadi dipegangnya ke meja dan kini menatapku seakan-akan bertanya, mau tanya apa. Aku mengambil napas panjang dan menghembuskannya.

“Hhmm,,,apa,,,apa eonni,,hhmm,,,mengenal Donghae oppa?” tanyaku. Akhirnya keluar juga kata-kata itu. Untuk sesaat Chan Mi eonni hanya diam. Satu menit kemudian tawanya pecah. Aku semakin tak mengerti. Apa Chan Mi eonni ini kerasukan setan di Busan? Kenapa dia jadi aneh seperti ini?

“Kau menyukainya?” deg! Pertanyaannya bagaikan sebuah palu yang tepat menghantam kepalaku. Pertanyaan apa itu? apa iya aku menyukai seorang namja yang baru aku temui tadi?

“Ya! Kenapa eonni bertanya seperti tiu?” tanyaku penasaran.

“Siapa yang tidak menyukai namja seperti dia? Kau tahu? Dia adalah salah satu idola di sekolah. Banyak yang menyukainya” jelas Chan Mi eonni. Wah, beruntung sekali Hye Sung bisa menjadi yeoja chingu Donghae oppa, pikirku.

“Owh…” jawabku. Karena tak tahu harus bicara apa.

“Tapi dia belum punya yeoja chingu. Apa kau mau mencalonkan diri menjadi yeoja chingunya?” goda Chan Mi eonni padaku.

“Ya! Eonni apa-apaan sih? Aku kan hanya tanya saja. Ga lebih. Lagian dia sudah punya yeoja chingu” ucapku. Oopz, aku keceplosan.

“Jinja? Nugu? Setahuku dia tidak punya yeoja chingu” tanya Chan Mi eonni. Aish, Rara, paboya! Aku harus jawab apa pada Chan Mi eonni.

“Aku hanya mengira-ngira saja eonni” jawabku asal. Aku tahu jawabanku sangat tidak masuk akal.

“Owh…arrasseo. memang banyak yang mendekatinya. Tapi dia tidak pernah mau dengan yeoja-yeoja itu” jawab Chan Mi eonni. Aku heran kenapa dia bisa tahu begitu?

“Kenapa eonni begitu mengetahui tentang dirinya? Jangan-jangan yeoja chingunya itu eonni” ucapku yang langsung mendapat hadiah jitakan dari Chan Mi eonni.

“Kau itu jangan asal. Aku sudah punya tunangan. Mana mungkin aku mau pacaran dengan namja lain” ucapnya yang membuatku membulatkan mata. tunangan? Chan Mi eonni sudah bertunangan?

“Ceritanya begini……….” Chan Mi eonni menjelaskan panjang lebar sampai telingaku panas mendengarnya. Aku tahu sekarang. Ternyata Donghae oppa adalah sahabat Chan Mi eonni. Makanya dia tahu semua tentang Donghae oppa. Setelah puas mendengar cerita Chan Mi eonni, aku masuk ke kamarku untuk istirahat.

“Eon, aku ke kamar dulu ya. Aku mau istirahat” ucapku dan beranjak dari sofa.

“Ne. Nanti malam kau harus ikut aku makan malam” ucapnya. Aku hanya mengangguk tanpa menoleh padanya.

***

“Eon, sebenarnya kita mau makan malam dimana? Kemana harus berdandan seperti ini?” tanyaku pada Chan Mi eonni. Aku harus memakai dress hanya untuk makan malam. Melepas kacamataku dan juga membiarkan rambutnya tergerai bebas.

“Aku akan malam bersama keluarga tunanganku. Tidak enak rasanya kalau aku sendiri. Aku jadi malu dan canggung. Kau terlihat berbeda dan sangat cantik malam ini” ucap Chan Mi eonni. Aku jadi malu mendengarnya.

“Kita sudah sampai. Kajja!” ucap Chan Mi eonni begitu sampai di depan rumah yang sangat mewah. Aku dan Chan Mi eonni pun keluar dari mobil dan masuk ke dalam.

“Annyeong~” sapa Chan Mi eonni begitu pintu dibuka.

“Chan Mi-ssi, kajja masuk” ucap seorang ajhumma yang aku yakini adalah calon mertua Chan Mi eonni. Kami berdua masuk dan langsung menuju meja makan. Disana ada dua namja. Satunya memakai kemeja warna biru dan satunya memakai kemeja warna hijau. Aku mengira-ngira bahwa yang memakai kemeja warna biru adalah tunangan Chan Mi eonni karena dia terlihat lebih tua dibandingkan yang memakai kemeja warna hijau. Aku dan Chan Mi eonni langsung duduk berhadapan dengan kedua namja itu.

“Chan Mi-ssi. Lama tak berjumpa” ucap namja paruh baya yang masih terlihat tampan. “Ne ajhussi” jawab Chan Mi eonni.

“Sudah berapa kali aku bilang padamu. Jangan panggil aku ajhussi lagi. Kau itu sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga ini” balas ajhussi itu. Chan Mi eonni hanya mengangguk. Sedangkan namja yang memakai kemeja biru itu hanya tersenyum.

“Dia siapa?” tanya ajhussi itu sambil menunjukku. Chan Mi eonni mengikuti arah tunjuknya.

“Dia Kim Hyo Ra, sahabatku yang sudah ku anggap yeodongsaengku” ucap Chan Mi eonni. Ajhussi itu hanya manggut-manggut.

“Sudah, jangan ngobrol terus. Kajja makan” ucap ajhumma yang tadi membukakan pintu. Kami semua langsung makan dengan lahap. Masakan disini benar-benar enak. Selesai makan, kami semua duduk di ruang keluarga tapi Chan Mi eonni pamit untuk keluar sebentar dengan tunangannya.

“Rara, aku tinggal sebentar ya. Aku mau bicara dengan Jungso oppa dulu” ucap Chan Mi eonni. Aku hanya mengangguk mengiyakan. Sebenarnya aku gugup berada di tengah-tengah keluarga yang tidak aku kenal. Ani, baru aku kenal. Tapi demi Chan Mi eonni yang begitu baik padaku, apa boleh buat. Chan Mi eonni langsung keluar bersama Jungso oppa.

“Ehmm…” terdengar seseorang berdehem. Aku pun mencari arah deheman itu. Ternyata seorang namja yang memakai kemeja hijau. Siapa dia? Chan Mi eonni tadi bercerita bahwa Jungso oppa hanya mempunyai noona. Dia tidak memiliki dongsaeng ataupun hyung. “Maukah kau keluar sekadar mencari angin denganku?” tanyanya. Aku memandang sekelilingku. Aku melihat ajhussi dan ajhumma yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ajhussi sedang membaca buku dan ajhumma menonton TV. Aku pun mengangguk dan beranjak dari sofa. Daripada aku mati bosan disini, mendingan aku keluar dengan namja ini. Kami berjalan-jalan mengelilingi rumah ini. Suasananya hening. Tak ada yang membuka percakapan diantara kami. Aku tidak tahu harus bicara apa padanya.

“Kita duduk disitu. Kajja” ucapnya padaku dan menunjuk sebuah ayunan yang terletak di halaman belakang. Aku mengangguk dan duduk disana bersamanya. Aku merasa canggung duduk berdua dengan seorang namja. Apalagi jarak antara kami sangat dekat.

“Siapa namamu?” tanyanya membuka percakapan.

“Hyo Ra. Kim Hyo Ra imnida” jawabku. Dia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Neo?” tanyaku. Dia menatapku dan mengulurkan tangannya.

“Kim Jong Woon imnida. Aku adalah sepupu dari Jungso hyung” jawabnya. Pantas saja Chan Mi eonni tidak menyebutnya. Ternyata dia sepupunya Jungso oppa.

“Kau masih sekolah?” tanyanya. Aku hanya mengangguk.

“Ne, aku masih sekolah di PHS. Hari ini adalah hari pertamaku. Kalau oppa?” tanyaku tiba-tiba. oppa? Kenapa aku jadi sok akrab dengannya? Aku benar-benar malu. Pasti mukaku sudah merah sekarang.

“Aku sudah kuliah. Aku kuliah di tempat yang sama dengan Jungso hyung. Aku baru semester tiga. Sedangkan dia sudah semester lima” jelasnya. Aku hanya manggut-manggut saja.

“Kau tinggal dimana?” tanya Jong Woon oppa. Entah mengapa aku merasa sangat senang mengobrol dengannya.

“Aku tinggal bersama Chan Mi eonni di apartemennya” jawabku.

“Oh” balasnya. Tiba-tiba dia merogoh saku celananya dan mengambil sebuah ponsel.

“Aku permisi sebentar” pamitnya padaku. Aku mengangguk mengiyakan.

“Sepertinya kita harus kembali. Chan Mi mencarimu” ucap Jong Woon oppa. Aku dan Jong Woon oppa langsung masuk kembali ke rumah Jungso oppa.

“Rara-ya, ku kira kau pergi kemana. Kajja kita pulang” ajak Chan Mi eonni. Aku dan Chan Mi eonni berpamitan pada keluarga Jungso oppa dan juga Jong Woon oppa. Aku langsung tidur begitu sampai di apartemen.

Kim Hyo Ra pov end

Kim Jong Woon pov

 

Hari ini Jungso hyung mengajakku makan malam di rumahnya. Dia bilang Chan Mi, tunangannya akan makan malam disana. Chan Mi datang dengan seorang yeoja yang sangat cantik. Aku tidak mengenalnya. Aku menyenggol tangan Jungso hyung. Jungso hyung menatapku. Aku mengalihkan pandanganku pada yeoja yang tengah duduk di depanku ini. Jungso hyung mengangkat bahunya tanda tak mengetahui siapa yeoja yang datang bersama tunangannya itu.

“Chan Mi-ssi. Lama tak berjumpa” sapa Park ajhussi pada Chan Mi. “Ne ajhussi” jawab Chan Mi. Aku masih memandang yeoja yang tak ku kenal ini.

“Sudah berapa kali aku bilang padamu. Jangan panggil aku ajhussi lagi. Kau itu sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarga ini” balas Park ajhussi. Chan Mi hanya mengangguk. Dan kulihat Jungso hyung tersenyum.

“Dia siapa?” tanya appa Jungso hyung pada Chan Mi sambil menunjuk yeoja yang duduk di sebelahnya. Aku baru melihat yeoja ini. omo~ dia benar-benar sangat cantik.

“Dia Kim Hyo Ra, sahabatku yang sudah ku anggap yeodongsaengku” jawab Chan Mi. Kim Hyo Ra? nama yang bangus, pikirku.

“Sudah, jangan ngobrol terus. Kajja makan” ucap ajhumma yang melihat ajhussi mengobrol dengan Chan Mi. Selama acara makan malam berlangsung, aku selalu memperhatikan yeoja yang tengah duduk di depanku ini. Selesai makan kami semua ke ruang tamu. Ku lihat Jungso hyung keluar bersama Chan Mi dan Hyo Ra duduk sendiri di ruang tamu. Aku pun menghampirinya.

“Ehmm…” aku berdehem agar dia menoleh ke arahku. Dia pun melihatku.

“Maukah kau keluar sekadar mencari angin denganku?” tanyaku. Dia melihat sekelilingnya kemudian beranjak dari duduknya dan keluar bersamaku. Aku mengajaknya berkeliling rumah ini. selama perjalanan tak ada yang bicara diantara kami. Kemudian aku melihat sebuah ayunan di halaman belakang rumah Jungso hyung.

“Kita duduk disitu. Kajja” ajakku dan menunjuk sebuah ayunan yang terletak di halaman belakang. Dia mengangguk dan duduk disana bersamaku.

“Siapa namamu?” tanyaku membuka percakapan. Sebenarnya aku sudah tahu namanya. Tapi aku bingung mau mulai darimana, jadi aku tanya namanya saja.

“Hyo Ra. Kim Hyo Ra imnida” jawabnya. Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku. Aku tak tahu harus bagaimana.

“Neo?” tanyanya. Ah iya, dia tak tahu namaku. Aku menatapnya dan mengulurkan tanganku. Dia membalas uluran tanganku.

“Kim Jong Woon imnida. Aku adalah sepupu dari Jungso hyung” jawabku.

“Kau masih sekolah?” tanyaku. Dia hanya mengangguk.

“Ne, aku masih sekolah di PHS. Hari ini adalah hari pertamaku. Kalau oppa?” tanyanya tiba-tiba. oppa? Apa aku tidak salah dengar? Dia memanggilku oppa? Awal yang baik, pikirku.

“Aku sudah kuliah. Aku kuliah di tempat yang sama dengan Jungso hyung. Aku baru semester tiga. Sedangkan dia sudah semester lima” jelasku.

“Kau tinggal dimana?” tanyaku lagi.

“Aku tinggal bersama Chan Mi eonni di apartemennya” jawabnya. Jadi dia tinggal bersama Chan Mi? Aku bisa main-main kesana. Hehe…

“Oh” balasku. Tiba-tiba ponselku bergetar. Aku pun segera merogoh saku celana dan mengambil ponselku.

“Aku permisi sebentar” pamitku. Dia mengangguk mengiyakan. Aku pun menjauh beberapa langkah darinya untuk menerima panggilan yang ternyata dari Jungso hyung.

“Sepertinya kita harus kembali. Chan Mi mencarimu” ucapku begitu kembali. Aku dan dia langsung masuk kembali ke dalam rumah Jungso hyung.

“Rara-ya, ku kira kau pergi kemana. Kajja kita pulang” ajak Chan Mi. Kenapa dia pulang? aku kan masih ingin mengobrol dengannya. Mereka pun pamit dan pulang.

“Kau tidak pulang?” tanya Jungso hyung saat mereka telah berlalu dari hadapanku.

“Ya hyung! Kau mengusirku?” tanyaku dan memasang wajah kesal.

“Haha, wajahmu lucu kalau seperti itu” jungso hyung malah menertawakanku.

“Hyung, aku menginap disini ya” pelasku. Aku malas pulang.

“Ne. Aku ke kamar dulu” ucap jungso hyung. Aku pun mengejarnya.

‘Ya hyung! Chamkkan!” tapi dia tetap meninggalkan aku dan masuk ke kamarnya. Sekarang kami sama-sama berbaring di tempat tidur Jungso hyung.

“Kenapa kau senyum-senyum sendiri?” tanya Jungso hyung. Aku menatapnya dan kini dia tertawa kecil.

“Ya hyung! Kau menertawakanku?” tanyaku. Apa benar aku senyum-senyum sendiri tadi?

“Kau sedang jatuh cinta ya? Apa kau tertarik pada yeoja yang tadi bersama Chan Mi? Ah, siapa tadi namanya? Hyo Ra, ya kan?” goda Jungso hyung padaku.

“Ya! Jangan sembarangan hyung” bantahku.

“Haha, kau tidak bisa mengelak. Wajahmu berubah menjadi merah sekarang” ucap Jungso hyung. Akupun memegang wajahku. Apa iya wajahku merah sekarang?

“Kau tidak bisa berbohong padaku Jong Woon-ah. Baru kali ini aku melihatmu senang seperti itu setelah kejadian tahun lalu” ucap Jungso hyung. Benarkah? Setahun belakangan ini aku memang jarang tersenyum karena suatu kejadian.

“Aku harap kau bisa kembali menjadi Jong Woon yang hangat” ucap Jungso hyung menatapku. Aku hanya tersenyum.

“Ku harap juga begitu hyung” batinku. Ku lihat Jungso sudah memejamkan matanya. Pasti dia sudah tidur. Aku pun memejamkan mataku dan berharap besok akan menjadi awal yang indah.

TBC…. Mianhae readers,,cerita gaje…lagi ga da inspirasi ni….

Jangan lupa RCL yaa…..

Semoga part selanjutnya bisa lebih baik….

Gomawo^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s