Be Happy Nae Sarang #Part 3

Standar

Be Happy Nae Sarang

Author : Shin Min Tae

Cast     : Lee Donghae

Kim Hyo Ra

Kim Jong Woon

Park Hye Mi

Lee Hye Sung

Other cast

Genre  : Friendship, Romance, Gaje (?)

Length : 3/?

Annyeong~~~author kembali lagi….

Mian kalau ceritanya tambah gaje….

Author hanya mengikuti suara hati saja….

Jangan lupa RCL my lovely readers….

Gomawo^^

Happy Reading~~~

Author pov

 

Pagi yang cerah secerah wajah seorang yeoja yang kini sedang menyantap sarapannya di meja makan. Wajahnya nampak ceria. Sejak tadi dia terus tersenyum sendiri. Entah apa yang sedang dipikirkannya.

“Cepat habiskan sarapanmu. Aish, kemarin kau seperti orang depresi. Sekarang kau seperti orang gila” ucap salah seorang yeoja yang tengah berdiri di sampingnya.

“Ya eonni! kenapa kau jadi sensitif begini? Aku tahu, pasti karena Jungsoo oppa” ucap yeoja yang tak lain adalah Hyo Ra sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Ya! Kenapa kau bawa-bawa Jungsoo oppa? Semua ini tak ada hubungannya dengan dia. Aku hanya bingung melihatmu yang seperti ini” ucap Chan Mi pada Hyo Ra.

“Entahlah eon. Aku merasa bahagia hari ini” ucapnya yang telah menyelesaikan sarapannya.

“Ra-ya, kenapa rambutmu kau kuncir lagi? Bukankah lebih bagus kalau terurai dan kenapa kau pakai kacamatamu itu? lebih baik kau pakai lensa saja” tegur Chan Mi pada Hyo Ra.

“Biarlah eon. Aku lebih suka seperti ini” balas Hyo Ra. Chan Mi hanya mendengus sedangkan Hyo Ra tersenyum melihat sikap Chan Mi.

“Kajja berangkat” ajak Chan Mi yang mendapat anggukan dari Hyo Ra.

***

“Annyeong Rara-ssi” ucap teman sebangku Hyo Ra. Hyo Ra menoleh padanya dan tersenyum.

“Annyeong Hye Sung-ssi” balas Hyo Ra. Hye Sung juga tersenyum kepadanya.

“Ah iya, apa kau ada acara nanti sepulang sekolah?” tanya Hye Sung pada Hyo Ra. Hyo Ra nampak berpikir.

“Sepertinya tidak ada. Wae?” tanya Hyo Ra penasaran.

“Aku ingin jalan-jalan dengan Donghae oppa. Apa kau mau ikut?” tanyanya. Hyo Ra sedang berpikir keras. Ada rasa campur aduk dalam hatinya.

“Haruskah aku ikut mereka? tapi aku tak mau melihat mereka yang begitu akrab. Ottokhe?” batin Hyo Ra.

“Ya! Kenapa kau malah melamun” ucap Hye Sung sambil melambaikan tangannya di depan wajah Hyo Ra.

“Ah,,,mianhae Hye Sung-ssi. Hhmm,,,sepertinya aku tak bisa ikut. Aku harus membersihkan apartemen Chan Mi eonni” ucap Hyo Ra asal. Dia tidak tahu harus beralasan apa.

“Chan Mi eonni? Park Chan Mi maksudmu?” Hyo Ra hanya mengangguk mengiyakan.

“Dia kan sahabat Donghae oppa. Kita ajak Chan Mi eonni juga. bagaimana?” tanyanya.  Hyo Ra terlihat bingung saat Hye Sung menyebut nama Chan Mi.

“Kau tahu dari mana kalau Chan Mi eonni sahabat Donghae oppa?” tanya Hyo Ra.

“Ah, aku tahu dari Donghae oppa. Aku juga pernah bertemu dengannya” jawab Hye Sung.

“Ternyata dia begitu tahu tentang Donghae oppa” gumam Hyo Ra.

“Kenapa wajahmu jadi sedih begitu?” tanya Hye Sung. Hyo Ra yang menyadari pertanyaan Hye Sung langsung meraba wajahnya.

“Jinja? Ah, aku hanya kurang tidur saja” jawab Hyo Ra asal.

“Ottokhe? Kau mau kan ikut bersama kami?” tanya Hye Sung lagi. Hyo Ra tampak bingung mau jawab apa.

“Aku pikir-pikir dulu ya. Aku akan beritahu Chan Mi eonni dulu” jawab Hyo Ra.

“Ne. Ku harap kau bisa ikut bersama kami Rara-ssi. Ah, sudah masuk” ucap Hye Sung saat mendengar bel masuk berbunyi.

“Ne, kau benar. Sebaiknya kita belajar dengan rajin”ucap Hyo Ra yang dibalas senyuman oleh Hye Sung.

Author pov end

 

 

Hyo Ra pov

 

Ketika bel istirahat berbunyi aku langsung mengirimi Chan Mi eonni sms untuk bertemu denganku. Aku menuju kantin untuk menghampiri Chan Mi eonni yang sudah ada disana. Aku pun mencari sosok Chan Mi eonni dan ku lihat dia sedang duduk dengan memegang ponselnya. Aku segera  menghampirinya.

“Eonni~”panggilku dan dia meletakkan ponselnya.

“Rara-ya. Wae?” tanyanya padaku.

“Apa eonni mau ikut aku jalan-jalan? Chinguku mengajakku jalan-jalan pulang sekolah nanti” ucapku pada Chan Mi eonni.

“Mianhae Rara-ya. Jungsoo oppa mengajakku jalan dan aku sudah berjanji padanya” balas Chan Mi eonni dengan nada menyesal.

“Gwenchana eonni. Kalau begitu aku tidak jadi ikut saja” ucapku sambil tersenyum. Tiba-tiba ponsel Chan Mi eonni bergetar. Chan Mi eonni langsung mengambil ponsel dan mengangkat panggilan yang sepertinya dari Jungsoo oppa.

“Yeoboseyo oppa. Ani, aku tidak lupa”

“Ah ne oppa. Gomawo oppa. Aku akan sampaikan padanya. Ne, jeongmal gomawo oppa”

Chan Mi eonni kembali meletakkan ponselnya di atas meja.

“Mianhae, aku tidak bisa pulang bersamamu. Aku akan langsung ke tempat Jungso oppa nanti” ucap Chan Mi eonni.

“Aku bisa pulang sendiri eonni” jawabku. Bagaimanapun aku harus bisa pulang sendiri dan tak tergantung pada Chan Mi eonni.

“Tadi Jungso oppa bilang kalau Jong Woon oppa akan mengantarmu. Jungso oppa minta maaf karena membuatku tak bisa mengantarmu” ucap Chan Mi eonni. Mwo? Diantar Jong Woon oppa?

“Ani. Aku bisa pulang sendiri eonni. Aku tidak ingin merepotkan Jong Woon oppa” jawabku. Aku kan baru saja mengenalnya. Aku tidak ingin merepotkannya.

“Bagaimana kalau kau ajak Jong Woon oppa saja? Aku akan pulang agak malam. Daripada kau sendirian di apartemen, lebih baik kau jalan-jalan dengan Jong Woon oppa. Dia namja yang baik” usul Chan Mi eonni.

“Ah, aku akan menghubungi Jong Woon oppa dulu” tambahnya dan langsung menghubungi Jong Woon oppa.

“Ya! Ya! Apa yang kau lakukan eonni? Jangan lakukan itu!” cegahku. Tapi percuma saja, dia telah terhubung dengan Jong Woon oppa.

“Yeoboseyo oppa. Jungso oppa sudah memberitahumu? Tolong jaga dia baik-baik oppa. Gomawo” ucapnya dan kembali meletakkan ponselnya.

“Ya! Eonni kenapa kau menghubungi Jong Woon oppa? Aku kan tidak bilang aku mau” ucapku. Dia hanya tersenyum.

“Aku hanya tidak mau kau sendirian di apartemen. Bersenang-senanglah” ucapnya padaku. Chan Mi eonni memang baik padaku. Aku hanya mengangguk karena tidak ingin dia kecewa kalau aku menolak.

“Mi-ah, ternyata kau disini” tiba-tiba seorang namja berdiri di sampingku. Aku mengangkat kepalaku melihat siapa namja itu. Mataku membulat sempurna dan jantungku berdetak sangat cepat. Aku kembali menundukkan kepalaku.

“Ada apa Hae-ah? Duduklah” ucap Chan Mi eonni dan menunjuk tempat duduk di sampingku. Omo~ jangan bilang dia akan duduk disini, batinku. Ternyata dia benar-benar duduk disini.

“Hae-ah, dia Hyo Ra. yeoja yang tinggal bersamaku di apartemen” Donghae oppa menoleh ke arahku, aku pun menoleh ke arahnya dan tersenyum.

“Annyeong oppa” sapaku.

“Annyeong Rara-ssi” balasnya. Omo~ senyumnya sangat manis. Dan jantungku rasanya mau copot.

“Eonni, oppa, aku kembali ke kelas dulu. annyeong~” pamitku dan langsung meninggalkan mereka berdua. Aku tidak ingin jantungku copot. Aku mengatur napasku setelah berlari-lari kecil menjauh dari mereka tadi.

“Kau kenapa? Dan darimana?” tanya Hye Sung yang melihatku mengatur napas beberapa kali.

“Dari kantin. Aku capek karena harus berlari” jawabku. Oopz, kenapa aku memberitahunya? Aish, paboya!

“Berlari? Memangnya ada yang mengejarmu?” tanya Hye Sung.

“Aku hanya olahraga. Hehe” jawabku dan tersenyum gaje. Dia hanya menggeleng-geleng melihat sikapku.

Hyo Ra pov end

 

 

Jong Woon pov

 

“Woonie, nanti aku akan pulang dengan Chan Mi. Jadi kau pulang sendiri” ucap Jungsoo hyung padaku. Aku hanya mengangguk. Kami berangkat bersama karena aku menginap di rumahnya.

“Ah ya, aku lupa. Nanti kau antarkan Hyo Ra pulang. Chan Mi tidak bisa mengantarnya. Jadi kau yang mengantarnya. Arra?” ucapnya lagi. Mengantar Hyo Ra pulang? aku bisa sekali hyung, batinku. Aku tersenyum membayangkan akan bertemu kembali dengan yeoja cantik itu.

“Ya! Kenapa kau malah senyum-senyum? Benarkan kau menyukainya?” tebak Jungsoo hyung yang membuatku malu. Mungkin wajahku telah merah seperti buah tomat sekarang.

“Ya hyung! Berhenti menggodaku” ucapku. Apa benar yang Jungsoo hyung katakan? Apa aku mulai menyukainya?

“Ya sudah. Jangan lupa menjemputnya. Aku pergi dulu. Aku ada kuliah” ucap Jungsoo hyung dan berlalu dari hadapanku. Aku hanya mengangguk dan tersenyum senang. Ku rasakan ponselku bergetar, aku pun langsung mengambilnya dari saku celanaku. Ternyata panggilan dari Chan Mi.

“Yeoboseyo” ucapku.

“Yeoboseyo oppa” balasnya.

“Ada apa Mi-ah?” tanyaku. Tak biasanya dia menghubungiku.

“Jungsoo oppa sudah memberitahumu?” tanyanya.

“Ne. Dia baru saja memberitahuku” jawabku.

“Tolong jaga dia baik-baik oppa” ucapnya. Tentu saja Mi-ah. Tanpa kau mintapun aku akan menjaganya.

“Ne. Aku akan menjaganya. Kau tidak perlu khawatir” jawabku.

“Gomawo oppa” balasnya dan dia langsung memutuskan panggilannya. Aku merasa gugup sekarang. Tapi aku juga sangat senang.

***

Kini aku tengah berada di depan sekolah Hyo Ra. Tak lama sosok yeoja yang aku tunggu keluar dari gerbang sekolahnya. Aku langsung keluar dari mobil dan menghampirinya.

“Hyo Ra-ssi~” panggilku dan dia menoleh. Dia terlihat berbeda. Rambutnya dikuncir dan dia memakai kacamata. Tapi aku tetap bisa mengenalinya.

“Ah oppa. Sudah lama menunggu?” tanya Hyo Ra. aku hanya menggeleng.

“Kajja aku antar kau pulang” ajakku dan berjalan ke mobilku. Dia berjalan di belakangku. Ku bukakan pintu mobil untuknya dan aku pun segera berlari ke arah yang berlawanan setelah Hyo Ra masuk. Aku menarik napas panjang sebelum masuk ke dalam mobil.

“Oppa, nae chingu mengajakku jalan-jalan. Apa oppa bisa menemaniku?” tanyanya. Omo~ jalan-jalan? Bersamanya? Tentu saja aku mau.

“Oppa, oppa tidak bisa ya? Ya sudah, kita pulang saja” ucapnya lagi.

“Ani, oppa bisa. Memangnya kita mau kemana?” tanyaku dan mulai menjalankan mobilku menjauhi sekolahnya.

“Tadi Hye Sung bilang akan ke lotte world. Ya, lotte world. Kita kesana oppa” ucapnya bersemangat. Aku senang melihatnya tersenyum dan bersemangat seperti itu.

“Ok. Kajja kita berangkat” ucapku dan mempercepat laju mobilku. Selama perjalanan, suasananya hening. Tak ada yang berbicara. Aku juga tak tahu harus bicara apa padanya. Aku merasa gugup.

“Temanmu mana?” tanyaku saat kami sudah tiba di lotte world. Dia juga melihat kesekelilingnya.

“Entah lah oppa. Dia bilang kita akan bertemu di pintu masuk” jawabnya tanpa berhenti mencari sosok temannya.

“Itu disana oppa” ucapnya dan menarik tanganku berlari menghampiri temannya. Aku menatap tanganku yang sedang ditariknya. Jantungku berdetak lebih cepat. Aigoo~~~ apa yang terjadi?

“Sungie~” panggilnya. Kini kami telah berdiri di depan seorang yeoja dan seorang namja yang memakai seragam yang sama.

“Sungie, oppa, kenalkan dia Jong Woon oppa” ucapnya mengenalkanku pada kedua temannya.

“Annyeong Jong Woon oppa~. Na Hye Sung imnida” sapa seorang yeoja yang bernama Hye Sung.

“Annyeong Hye Sung-ssi” balasku. Namja yang berdiri di samping Hye Sung melihat tanganku yang masih dipegang Hyo Ra.

“Annyeong. Donghae imnida” sapa namja ini. Namanya Donghae ternyata.

“Annyeong Donghae-ssi” balasku.

“Kajja kita masuk” ajak Hye Sung dan kami pun masuk bersama. Hye Sung dan Hyo Ra berjalan bergandengan. Aku dan Donghae mengawasi mereka dari belakang. Berasa seperti bodyguardnya. Hehe… mereka terlihat senang. Meskipun Hyo Ra terlihat sedikit cupu, tapi dia tetap cantik.

“Oppa, kita naik itu yuk” ajak Hyo Ra dan menunjuk Gyro Swing (ayunan kincir). Mwo? Aku melihatnya saja ngeri apalagi naik.

“Ya oppa, ayo kita naik itu” ajak Hye Sung pada Donghae. Donghae tersenyum sekilas.

“Kajja!” jawab Donghae. Aku pun mengikuti mereka bertiga. Sebenarnya aku takut ketinggian. Tapi demi Hyo Ra, tak apa-apa lah. Selama naik wahana ini aku terus berteriak. Rasanya suaraku habis karena terus berteriak sejak tadi. Ku lihat wajah Hyo Ra sangat bahagia. Berbeda denganku. Mereka masih menikmati wahana yang lain. Aku tidak ikut karena aku masih merasa pusing. Setelah mereka puas, mereka menghampiriku.

“Oppa, kenapa oppa tidak ikut? Kan seru oppa” ucap Hyo Ra aku hanya tersenyum.

“Ya oppa. Rara benar. Tadi benar-benar seru” tambah Hye Sung.

“Aku lapar. Oppa kajja kita makan” ajak Hye Sung pada Donghae. Donghae tersenyum dan mengacak rambut Hye Sung pelan. Aku melihat Hyo Ra yang melihat ke arah mereka. Aku merasa Hyo Ra sedih melihat adegan di depannya ini. Apa dia menyukai Donghae? Ani, aku tidak boleh berpikiran yang tidak-tidak.

“Rara-ya, kajja kita makan juga” ajakku dan beranjak dari tempat dudukku. Kini kami semua makan dengan lahap. Bagaimana tidak, pasti mereka semua lapar termasuk aku. Aku melihat Hyo Ra yang tak begitu semangat. Selesai makan Hyo Ra mengajakku pulang.

“Sungie, oppa, kami pulang duluan. Aku takut Chan Mi eonni mencariku” pamit Hyo Ra pada Donghae dan Hye Sung. Aku kira Hyo Ra masih ingin main-main dengan temannya. Tapi dia malah pamit pulang.

“Kenapa kau pulang begitu cepat? Hati-hati Rara-ya. Oppa, aku titip Rara padamu” ucap Hye Sung. Aku mengangguk dan tersenyum.

“Ya! Kau kira aku ini barang? Dititipkan segala?” ucap Hyo Ra pada Hye Sung. Hye Sung hanya terkekeh. Kami pun pergi dari hadapan mereka berdua.

Jong Woon pov end

Donghae pov

 

Setelah mereka berdua pergi, aku memberanikan diri untuk bertanya pada Hye Sung.

“Sungie, namja itu siapa? Apa dia namja chingu Hyo Ra?” tanyaku hati-hati. Ku harap Hye Sung dapat memberikan informasi tentangnya.

“Molla oppa” jawabnya santai. Aku hanya mendengus kesal mendengar jawaban yang tidak aku harapkan. Kenapa aku jadi memikirkan dia? Apa aku menyukainya? ini pasti tidak mungkin.

“Oppa, kita pulang saja yuk. Aku capek” ajak Hye Sung yang disetujui olehku. Kami pun pulang ke rumah.

“Oppa, apa oppa menyukai Rara?” tanya Hye Sung dalam perjalanan pulang. aku langsung menghentikan mobilku secara mendadak. Suara decitan ban mobil terdengar jelas. Tubuh ku terdorong ke depan dan membentur setir mobil.

“Ya oppa! Kau ingin membunuhku?” bentaknya. Aku mengelus kepalaku yang sepertinya sudah benjol.

“Kau yang ingin membunuhku, hah? Kenapa kau bertanya begitu?” tanyaku. kepalaku sangat sakit.

“Aku kan hanya bertanya baik-baik. Tapi kau malah mengerem mendadak” jawabnya.

“Sudahlah. Jangan tanyakan itu lagi” balasku dan kembali mengemudikan mobil yang sempat terhenti.

***

“Sini aku obati” ucap Hye Sung yang sudah membawa kotak P3K. Aku tak berkutik saat Hye Sung mengobatiku.

“Oppa, apa kau benar menyukainya?” tanya Hye Sung lagi. Aish, kenapa dia bertanya seperti itu? aku memilih untuk diam karena aku tak tahu jawabannya. Aku memutuskan untuk pura-pura tidur agar dia berhenti bertanya yang macam-macam.

“Ya! Kenapa kau malah tidur? Tenang saja oppa, aku akan membantumu dekat dengannya” ucap Hye Sung dan keluar dari kamarku.

Donghae pov end

 

 

Author pov

 

Lima bulan kemudian….

“MWO???” teriak Hyo Ra heboh. Chan Mi langsung keluar dari dapur dan menghampiri Hyo Ra yang duduk di sofa.

“Ya! Kenapa kau berteriak malam-malam begini? Kalau tetangga kita dengar bagaimana?” tanya Chan Mi dan duduk di samping Hyo Ra.

“Aku harus ke Jepang eon” jawab Hyo Ra lirih dengan mata berkaca-kaca. Chan Mi tidak mengerti maksud Hyo Ra.

“Untuk apa?” tanya Chan Mi bingung. Hyo Ra menarik napas panjang dan menghembuskannya.

“Halmeoni sakit dan beliau selalu memanggil namaku” jawab Hyo Ra dengan air mata yang telah mengalir. Chan Mi langsung memeluknya dan mengelus punggungnya pelan.

“Sudah, jangan menangis. Sebaiknya kau segera berangkat. Aku akan mengantarmu ke bandara” ucap Chan Mi.

“Aku akan berangkat besok eon. Tapi bagaimana dengan sekolahku?” tanya Hyo Ra pada Chan Mi. Chan Mi nampak berpikir sejenak.

“Kau kirim surat izin saja. Kau tak akan lama kan disana?” tanya Chan Mi pada Hyo Ra. Hyo Ra hanya menggeleng. Chan Mi melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak Hyo Ra.

“Sebaiknya kita makan dulu. setelah itu kau siapkan barang-barangmu. Aku akan antarkan kau ke bandara” ucap Chan Mi dan kembali ke dapur.

***

“Jaga dirimu baik-baik dan cepat hubungi aku jika sudah sampai” ucap Chan Mi ketika Hyo Ra akan berangkat.

“Ne” jawab Hyo Ra singkat. Suasana di Incheon airport terlihat lengang. Maklum saja,ini sudah hampir tengah malam. Untung saja masih ada pesawat ke Jepang.

“Cepatlah masuk. Sebentar lagi pesawatmu akan berangkat” ucap Chan Mi. Hyo Ra memeluk Chan Mi dan langsung berlalu dari hadapannya.

“Cepat kembali Rara. Aku pasti akan merindukanmu” gumam Chan Mi dan kembali ke apartemennya.

==================

Tiiiittttt~~tiiiiitttttt~~

“Siapa sih pagi-pagi begini bertamu? Di hari libur juga” Chan Mi berjalan menuju pintu sambil menggerutu.

“Oppa, ngapain kesini?” tanya Chan Mi pada seorang namja yang langsung nyelonong (?) masuk.

“Ya! Ada apa?” tanya Chan Mi yang terlihat masih mengantuk.

“Hyo Ra, eodi?” tanyanya dan mencari sosok Hyo Ra.

“Dia pergi ke Jepang. Halmeoninya sakit” jawab Chan Mi dan duduk di sofanya.

“Mwo? Kenapa kau tak memberitahuku?” tanya namja yang bernama Jong Woon itu.

“Ya! Memangnya kau siapa?kenapa harus memberitahumu segala?” tanya Chan Mi. Jong Woon menghempaskan tubuhnya di sofa.

“Aku calon namja chingunya Hyo Ra” jawabnya santai dan sangat percaya diri.

“Mwo?” tanya Chan Mi tak percaya.

RCL…..

Mian, ceritanya gaje abis….

Jangan lupa RCL ya readers,,,agar ceritanya tetap lanjut..hehe

posted by : Ye_Vi^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s