You and I # Part 2

Standar

Author                  : Dizah Y. Chafnnie/Autumn

Main cast            :  Lee Junho (2PM)     

                             Jang Wooyoung (2PM)                            

         Han Yara                                

 Kim Hyunji           Sunye (Wonder Girls)  Ahn  Sohee (Wonder Girls)                       

 (All Member of 2PM and Other)

Support by : 2AM-Now There’s No More

You and I

Part 2 : “Jang Wooyoung Imnida..”

mian jika banyak kesalahan dalam penulisan ^^

Happy reading 🙂

+++

Kelas belum dimulai. Karena tahun ini tahun penerimaan siswa baru dan hari-hari pertama masih belum aktif belajar kini murid-murid Seoul High School menyibukkan dirinya dengan berjalan-jalan mengamati setiap ruangan sekolah ini, mengunjungi ruang perpustakaan, ruangan music dan duduk-duduk ditaman. Mereka masih belum diizinkan pulang karena sebentar lagi akan diumumkan pembagian kelas yang akan ditempelkan disetiap masing-masing ruangan kelas.

Kini Han Yara dan Kim Hyunji berdiri didepan loker yang telah disediakan, loker itu masih kosong sama sekali belum terisi. Han Yara hanya menyandarkan punggungnya disana sementara Kim Hyunji sibuk melihat kedalamnya, membayangkan barang apa saja yang ingin dia masukkan nantinya.

“Hyunji-ah..”Yara memecah keheningan diantara mereka, namun terdengar juga hiruk pikuk siswa yang lalu lalang didekatnya.

“ne?..”Hyunji menoleh sebentar kearah Yara lalu kembali mengamati lokernya. Hyunji bergumam tentang apa saja yang akan disimpan olehnya yang tak terdengar oleh Yara.

“Ishh..”Yara menggerutu, kedua tangannya terlipat didepan dada sembari menatap Hyunji yang entah kenapa sangat asyik dengan lokernya itu “Hyak.Hyunji-ah, bisakah kita pergi ketempat lain? Apa kau sudah selesai dengan loker kosongmu itu hah?..”

Pelan-pelan dengan wajah yang cemberut namun menurut Hyunji menutup lokernya, pipinya menggembung dan ia berjalan kesal kearah Yara dengan langkah yang diseret-seret.

“ne, sudah-sudah. Tapi aku malas ingin keperpustakaan seperti yang Kau inginkan Yara-ah..bagaimana kalau kita melihat-lihat ruangan musik..”Hyunji memberi saran. Hyunji, dia memang suka belajar tapi kurang tertarik berdiam diri diperpustakaan dan menghabiskan waktunya dengan membaca buku lebih menyukai mendengarkan musik dan memetik gitar sambil bernyanyi-nyanyi kecil.

Namun berbeda dengan Han Yara. Tidak menyukai musik, suaranya sangat –hmmm—kurang enak didengar dan lebih menyukai buku-buku juga ruang perpustakaan.

“Aku malas..”Jawab Yara singkat, dia masih menatap lurus kedepan namun beberapa detik menatap Hyunji “Sudah, pengumuman masih lama lagi. Bagaimana kalau kita duduk ditaman saja?..”

Hyunji mengusap dagunya sembari mengangguk “Ne, boleh juga. Daripada aku harus mengikuti permintaanmu yang ingin keperpustakaan itu..” Hyunji tersenyum dengan wajah yang sama sekali tak bersalah.Nyengir lebar.

Han Yara memasang wajah datar “Dan lebih baik karena aku tak harus menemanimu keruangan musik. Kajja..”

Yara bangkit dan menarik tangan Hyunji. Jujur, sedari tadi –semenjak mereka mengunjungi loker—ia terus memikirkan hal yang seharusnya tidak ia fikirkan, tentang kejadian tadi. Keenam namja tadi, terutama yang sempat adu mulut dengannya dan seorangnya lagi yang mengenalkan diri kepada mereka. Wooyoung.

“Hyunji-ah..”Ucap Yara disela-sela langkah mereka, dia menoleh kepada Hyunji yang mengangguk menatapnya.

“Ah.Entah kenapa aku tiba-tiba terfikir tentang enam namja tadi, terutama yang paling sombong itu..”

“Hyak.Aku juga, tiba-tiba teringat namja yang berkenalaan dengan  kita tadi. Kau tahu? Dia manis sekali yara-ah..”Hyunji menutup wajah dengan kedua tangannya, seperti tak sanggup membayangkan kejadian tadi : Namja yang menepuk pundaknya dan berdiri tepat dihadapannya.

Yara menoleh datar kearah Hyunji “Ya, dia memang manis..”Yara memberi komentar seadanya, namun dia mengakui didalam hati bahwa namja bernama Wooyoung itu memang sangat manis…dan baik.

“Ahh, aku berdebar-debar saat mengucap dan mengingatkan namanya..”Ujar Hyunji berlebihan, dia menekan dadanya dengan sebelah tangan menahan nafas karena bisa ia rasakan jantungnya yang berdebar kencang “Hyak.Aku takut jika menyukainya,aku sama sekali tak pantas apapun memilikinya..”

“hyak.jangan sampai kau menyukainya, mereka enam namja yang sombong-sombong dan tak bisa meminta maaf, mereka hanya orang yang..A-www”Yara berteriak, meringis kesakitan karena Hyunji yang menjitak kepalanya. Yeoja itu melotot kearahnya meskipun masih sangat ragu dan dibuat-buat, Yara tahu bahwa Hyunji tidak akan bisa marah padanya.

“Tidak semuanya Yara-ah, tidak semuanya diantara mereka..”Tegur Hyunji, dia bersikeras membela bahwa enam namja itu tidak semuanya jahat. Yara berjalan dengan wajah masam sambil mengelus kepalanya yang masih terasa sakit.

“kau sudah pandai menjitakku sekarang Hyunji-ah..”Gumam Yara,menggumam tak jelas.

Hyunji menatapnya “hyak.Karena apa yang kau ucapkan itu belum tentu benar, mereka pasti orang yang memiliki sisi baik..”

“Tapi lebih kesisi jahat Hyunji-ah..”Yara memotong ucapan Hyunji seraya menghentikan langkahnya, menatap Hyunji untik beberapa saat yang mengerjapkan matanya dengan gerakan cepat karena Yara yang melotot menatapnya, seolah mata sipit itu ingin ikut serta keluar dan melahap Hyunji “Aish~sudahlah..”Yara mengibaskan tangannya dan lanjut berjalan, malas ambil pusing. Kakinya yang lincah melangakh dengan cepat tanpa menunggu Hyunji yang masih terdiam dibelakangnya.

“Hish~..”Hyunji menghentakkan kakinya kelantai bermarmer ini, tak perduli teman-teman lain memperhatikannya dengan sangat aneh. Kedua alisnya bertaut dan keningnya ikut serta berkerut, masih dengan tatapan mata yang tertuju pada Yara yang masih saja tetap berjalan dengan langkah yang cepat “Apa kau tak mau membantuku mencari tahu tentang namja bernama wooyoung itu yara-ah? Haish.. yara paboya! Kau memang keras jika masalah cinta dan laki-laki, tidak mudah tersentuh. Hhhh~..”Hyunji menggerutu dan dengan bersungut-sungut ia melangkah, bermaksud untuk menyusul Yara yang mungkin mendadak amnesia karena melupakan dirinya.

Hyunji menyembunyikan kedua tangannya dibalik saku kemeja seragamnya, sesekali tersenyum dan mengangguk menyapa teman-teman atau mungkin kakak senior di Seoul High School ini.

Oh ya, Sekolah ini bukan hanya Sekolah Menengah Atas saja, tetapi juga merupakan sekolah Seni dimana saat tahun kedua kita bisa memilih kelas seni,kelas manajemen ataupun kelas lainnya. Sangat banyak yang bisa kita pilih disekolah idaman ini. Mengingat bahwa Hyunji pernah membaca kata-kata itu dipapan pengumuman saat pagi tadi ia tersenyum

Ia sangat suka bernyanyi.

“Aih~kenapa rasanya aku tak sabar menanti tahun kedua? Aku ingin sekali memilih kelas seni..”Ucap Hyunji pelan, membayangkan apa yang ia impikan selama ini. Hyunji yang semula menunduk dengan malu sembari berjalan kini mengangkat wajah, langsung ia mengerucutkan bibirnya karena Yara kini semakin jauh dari pandangan matanya.

“Yar..”

Tiba-tiba Hyunji mengurungkan niatnya untuk memanggil Yara dan berhenti tepat didepan sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka, terdengar sebuah alunan didalamnya. Hyunji mendongak dan ternyata benar ini ruangan musik, ia tersenyum.

Satu langkah…

Hyunji kini berdiri lebih dekat dari pintu itu, memegang kenopnya dan berdiam disana untuk beberapa detik. Mulai terdengar sebuah suara yang beriringan dengan alunan piano yang merdu. Kini senyuman diwajah Kim Hyunji semakin terkembang , suaranya sangat amat merdu dan entah darimana ia seperti mengenal suara itu.

Langkah kedua.. Hyunji semakin dekat bahkan ia hampir memutuskan untuk membuka pintu yang menjulang tinggi didekatnya ini. Suara itu masih terdengar, semakin terdengar jelas.

Hyunji memejamkan matanya seraya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan pelan, menikmati apa yang ia dengar saat ini.

Suara seorang namja yang sangat indah diiringi dengan iringan piano yang sangat merdu.

Eejen andoel geot gattaneun kkeunnaeneun ge mattaneun

Geu malee nae gaseumeul chinda Ddeolrineun ne moksoriga

heongkeureojin neunbichi Ddo hanbeon nae gaseumeul chinda

Hyunji tersenyum, semakin lembar namun senyum itu bersamaan dengan rasa kagumnya. Ia tahu lagu ini, ia sangat mengenal dan menyukai lagu ini. Entah dorongan dari mana rasa mantap dan yakin merasuk jiwa Hyunji, ia membuka pintu itu dengan gerakan pelan dan seketika didapatnya pemandangan ruangan music yang sangat luas dan mewah, berbagai macam alat music dapat ia lihat ketika ia menyapukan pandangannya. Lalu pandangannya terhenti dipojok ruangan, pada sebuah piano dan seseorang tengah duduk sambil memainkannya. Tatap mata Hyunji menyipit, mengamati siapa namja itu, namja yang berada dalam balutan seragam yang sama dengannya.

Entah bagaimana mendeskripsikannya, Hyunji terus tersenyum dan ia memaknai senyuman itu. Dia, Namja bernama Wooyoung yang tengah memainkan piano dan menyanyikan lagu yang sangat Hyunji sukai. Hyunji menoleh kebelakang, sama sekali ia tak dapati sosok Han Yara yang mungkin sudah berjalan jauh meninggalkannya dan tak menghiraukan Hyunji.

“Aish~dasar Yara..”gerutu Hyunji,sedetik kemudian wajahnya bersinar senang dan kembali fokus menghadap kedepan. Ia celingukan, apakah boleh memasuki ruangan ini? Hm,entahlah.

Dan ia memasukinya. Hyunji melangkah perlahan dan mengendap-ngendap bak seorang pencuri, matanya hanya tertuju pada satu titik fokus yaitu namja yang bernama Wooyoung yang entah kenapa tampak indah digelapnya ruangan ini, duduk memainkan piano dengan wajah yang menunduk, seolah sosoknya sangat misterius dan tak bisa diketahui.

AH, kenapa rasanya jantung Hyunji berdebar sangat keras?

Oh wae amu malddo motago

Oh wae babogachi seoeesseo

Setiap suara namja itu terdengar dan menyanyikan bait demi batinya Hyunji memejamkan mata, merasakan ketenangan dan keindahan dari suara yang amat merdu itu. Sekarang, langkahnya semakin dekat bahkan namja bernama Wooyoung itu mungkin sama sekali tak menyadari keberadaannya.

“Omo~,apakah jantungku akan keluar?..”Batin Hyunji,jemari Wooyoung masih terus bergerak menekan tuts hitam putih piano yang ada dihadapannya. Diamatinya setiap lekuk wajah Wooyoung yang tampan…Dan hatinya bergetar. Hyunji menghentakkan kakinya pelan sesuai dengan irama, bersamaan dengan ia mengangguk-anggukkan kepala karena ia mengetahui lagu ini akan memasuki bagian reffrainnya.

Neoreul baraboda utta ulda eebyeorul handa

Dasi mot bol saram anado bonda

 

Neoui nunmuljaguk ddaragada meomchwoseo beoryeosseo

Naega hal su itneun ge eejen eopta

Bersamaan dengan suaranya yang entah kenapa tiba-tiba ingin ikut bernyanyi ia melangkah lebih dekat, menumpukan tangannya pada piano itu,masih dengan terus bernyanyi. Tiba-tiba suara piano terhenti, Hyunji yang tengah menikmati tersentak begitupun dengan namja yang sudah ada didekatnya. Wooyoung.

Hyunji geragapan, menunduk dan melangkah mundur ketika Wooyoung berdiri dan menatapnya dengan ekspresi terkejut.

“Siapa kau?..”Tanya Wooyoung, suaranya terdengar terbata-bata dan ia juga mundur beberapa langkah.

Hyunji masih enggan mengangkat wajah,semakin ia tundukkan kepalanya dalam-dalam sembari ia mengepalkan tangannya yang berkeringat.

“Siapa kau?..”ulang Wooyoung sekali lagi, bisa Hyunji rasakan namja itu mendekat dan sekarang tepat dihadapannya.

“Yara-ah, tolong aku..”Batin Hyunji dengan mata yang terpejam. Ia takut, ia takut dibilang tak sopan. Ia sangat takut.

“A..Aku..”Ucap Hyunji tersendat, sekarang ia rasakan namja itu mengangkat dagunya dengan sebelah tangan, memaksa Hyunji untuk mengangkat wajahnya.

Dan tatapan serta wajah tampan itu… Ah, entah bagaimana mendeskripsikannya.

“Kau?..”Seru Wooyoung, wajahnya tampak mengingat-ingat.

Ah, apakah dia mengingatku? Batin Hyunji. Ah, Anni, kenapa harus?

“Mianhae…Mianhae jika aku kurang sopan..”Hyunji membungkuk dalam-dalam setelah tangan Wooyoung terlepas dari dagunya.

Wooyoung terus memperhatikan Yeoja yang ada dihadapannya. Yeoja yang tadi pagi bersama temannya sempat cek-cok dengan dia dan Junho. Yeoja itu.

“Kau.. Kau yang tadi pagi kan?..”Tanya Wooyoung lagi.

Dengan ragu Hyunji mengangguk “Ne,Wooyoung-ssi..”Ucapnya terbata,sementara tangannya semakin basah akan keringat.

Mata Wooyoung membulat begitu Hyunji menyebutkan namanya. Ah, apa tadi pagi ia sempat mengenalkan diri? Hm, sepertinya iya.

Wooyoung memperpendek jaraknya dengan Hyunji, perlahan-lahan ia mulai tersenyum mengingat suara merdu yang mengiri nyanyian dan permainan pianonya tadi.

“Mianhae…Mianhae..Aku tidak bermaksud untuk tidak sopan, aku minta maaf atas diriku yang tidak sopan Mianhae..”Hyunji merasa bersalah, jantungnya berdegup keras dan rasanya ia ingin menangis.

“Anniya~…”

Pelan-pelan Hyunji mengangkat wajah begitu Wooyoung menyentuh bahunya, menatapnya dengan senyuman yang sangat manis.

“Anni, tidak masalah.Kau tak perlu minta maaf, bukannya temanmu itu mengatakan jika kita tidak bersalah tidak perlu meminta maaf kan?..”

Hyunji mengangguk.Ah, seperti yang dikatakan Yara tadi pagi.

Hyunji memantapkan dirinya, ia kembali mengangkat wajah dan menatap Wooyoung sambil tersenyum, sama dengan namja dihadapannya.

“Tapi aku merasa bersalah…Mian..”Tutur Hyunji, membungkuk dalam setelah ia mengucapkan kata maaf.

“Aish~tidak usah, tidak masalah..”Wooyoung melepaskan tangannya yang bertumpu dipundak Hyunji, lalu tersenyum lebar “Siapa namamu?..”

Meski sempat ragu dan gugup sejenak akhirnya Hyunji menjawabnya”Kim Hyunji imnida..Annyeong..”Hyunji kembali membungkuk dalam-dalam.

“Hyunji..Hyunji-ah?..”Wooyoung mengangguk-anggukkan kepalanya sembari mengusap dagu dengan sebelah telapak tangan ketika mendengar Hyunji menyebutkan namanya.

“Ne, Hyunji, Kim Hyunji. Dan temanku yang tadi pagi, Namanya Han Yara..”Jelas Hyunji

“Ohh..”Wooyoung membulatkan bibirnya membentuk huruf O “Hyunji dan Yara..”Ia mengulangi nama mereka sekali lagi “Dan kau pasti tau siapa namaku kan?..”Sebelah alis Wooyoung terangkat.

“Ne..”jawab Hyuni terbata “Wooyoung-ssi?..”

Wooyoung tersenyum, mengulurkan tangannya kepada Hyunji yang beberapa detik kemudian setelah sempat ragu disambut oleh Hyunji. Merek bersalaman “Jang Wooyoung Imnida..”Dan mereka berdua sama-sama tersenyum saat Wooyoung selesai mengucapkan namanya.

“Apa kau murid baru?..”Wooyoung memulai pembicaraan, sejenak secara tak langusng diamatinya setiap wajah Hyunji yang sangat manis namun dalam sisi lainnya ia memikirkan satu nama yang disebutkan oleh Hyunji tadi… Han Yara.

“Ne..Apakah Wooyoung-ssi murid baru disini juga?..”

Wooyoung menggeleng “Anni, aku murid tingkat kedua…Mengambil kelas seni..”

Mata Hyunji membelalak “Kelas seni? Berarti aku memanggilmu Oppa?..”

“ya terserah kau..”Sahut Wooyoung, memasang wajah coolnya sembari menyembunyikan kedua tangan dibalik saku jas seragamnya.

Hyunji tertawa kecil “Aku kira kau murid baru..Mm, maksud ku aku kira oppa murid baru. Ah, aku juga ditahun kedua nanti ingin mengambil kelas seni..”Ungkap Hyunji dengan wajah berbinar. Bahagia atas dua hal. Benar dugaannya bahwa namja ini namja yang sangat baik, baik sekali.

Wooyoung diam, ia terduduk pada bangku yang ada didekat piano namun menyamping menghadap Hyunji.

“Aku..Aku sangat suka bernyanyi..”Hyunji kembali mengungkapkannya dengan ragu-ragu. Ah, memang kenapa harus menungkapkannya? Berharap merasakan yang sama?

“Suaramu tadi sangat bagus..”Terdengar suara Wooyoung, Hyunji menatapnya dengan raut wajah tersipu malu “Suaramu sangat bagus, aku menyukainya.Walaupun hanya menyanyikan satu bait, tadi itu indah sekali Hyunji-ah..”

Hyunji semakin dibuat tersipu malu. Aih~ dimana Han Yara? Ia harus membuktikan  bahwa namja ini sangat baik hati seperti malaikat…bagi Hyunji. Ah, dan bagaimana harus mengatur detakan jantungnya yang tak karuan ini?

“Gomawo Wooyoung oppa..”

Wooyoung mendesah lalu tersenyum “Apa kau menyukai lagu itu?..”

Seperti biasa, sebelum menjawab Hyunji selalu ragu dan mengangguk dengan canggung “Aku sangat menyukainya, Now There’s No More dari 2AM..”

“Benar..”Woyoung tersenyum menatap Hyunji, mendapati wajah manis itu kini tersipu malu dan sedikit canggung

“mm, oppa. Apa kau sendiri disini? DImana kelima temanmu yang lain? Aku..Aku sebenarnya ingin meminta maaf atas kejadian tadi pagi oppa, Aku dan Yara…”Ungkap Hyunji,mengingat kejadian tadi pagi karena ia masih merasa takut sampai sekarang. Ia tak mau terjadi apa-apa karena hal itu, ia tak mau mendapat masalah. Tapi seketika ucapannya dipotong oleh Wooyoung.

Wooyoung seperti malas mengingat kelima temannya dan kejadian tadi pagi memotong ucapan Hyunji “Mau kah kau menyanyikannya lagi? Tak akan terjadi apa-apa karena masalah itu..”Wooyoung mengambil posisi dan mulai menekankan jemarinya di tuts piano itu. Membiarkan Hyunji bingung dan canggung dengan suasana ini.

“Kajja..Kau yang memulai. Kau menyukai lagu ini kan? Cepat nyanyikan..”

Hyunji geragapan, buru-buru ia menarik nafas dan mulai bernanyi dengan diiringin alunan piano yang merdu oleh Wooyoung.

Jigeum mak doraseon neoreul magaseojil motago

Yeogieh geudaero seoitda Majimak baeryeoraneun

ge neol buljabji mutage Kkeutkkaji nal makgo seoitda

 

Oh wae amu malddo motago

Oh wae babogachi seoeesseo

 

Neoreul baraboda utta ulda eebyeorul handa

Dasi mot bol saram anado bonda

 

Neoui nunmuljaguk ddaragada meomchwoseo beoryeosseo

Naega hal su itneun ge eejen eopta

Wooyoung bernyanyi bersamanya sambil memainkan piano. Hyunji mengamati wajah itu dengan segala perasaan senang dan ia memaknainya. Ada yang berbeda dari Wooyoung, ada yang berbeda.

++++

“Hyunji-ah cepat sedi…”

Yara terhenti seketika, ia menoleh kebelakang dan sama sekali tidak ada Kim Hyunji disana. Aish~dimana yeoja itu sih? Yara membatin kesal. Ia celingukan, berharap bisa menemukan sosok Hyunji dikerumunan yang tidak terlalu ramai ini. Namun nihil. Tidak ada.

“Ah~, tersangkut dimana yeoja cengeng itu?..”Yara dibuat kesal karenanya, ia berbalik menuju tempat dimana tadi mereka sempat terhenti sesaat. Kaki Yara melangkah cepat dan wajahnya fokus bahkan seakan ia ingin melahap seseorang untuk saat ini juga, karena ia tak mau berpisah dari Hyunji dan takut jika terjadi apa-apa. Apalagi jika mengingat kejadian tadi pagi, entah namja itu ada disini atau tidak yang jelas ia sedikit khawatir jika mereka mendapatkan masalah.

Langkah cepat Han Yara terhenti tepat didepan sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka, terdengar sebuah suara dari dalam sana, suara dua orang yang tengah bernyanyi.

Kening Han Yara berkerut samar, ia melangkahkan kaki dan membuka pintu yang menjulang dihadapannya.

Yara langsung melengos kesal. Haish~ini ruangan musik dan ia paling tak suka ini. Yara mendengus kesal namun melangkah juga kedalamnya karena tidak perlu berfikir panjang lagi, ia yakin bahwa yeoja didalam sana yang tengah bernyanyi adalah sahabatnya Hyunji. Yara begitu mengenal suara Hyunji yang selalu bernyanyi sebelum tidur saat menginap dirumahnya, bernyanyi ketika sedang manid, bernyanyi ketika sedang mengemasi rumah. Yeoja itu memang suka bernyanyi. Dengan santai langkah Han Yara sudah sampai didekat Hyunji yang masih terus bernyanyi dengan diiringi oleh Wooyoung.

“Aish~namja itu..”Ucap Yara pelan, tetapi nada kesal tersirat jelas disana. Yara hanya memperhatikan beberapa saat. Hm, mungkin benar apa kata Hyunji bahwa dari mereka semua pasti ada yang baik hati atau semuanya memang baik hati? Tetapi Yara sudah terlanjur kesal dengan namja bernama Junho meskipun dalam hatinya-jauh didalam sana ia mengakui bahwa Junho sempat menjadi buah fikirnya beberapa jam yang terpakai hanya untuk bersantai ini.

Ahh..yara menggeleng kuat, membuang jauh-jauh fikirannya tentang namja menyebalkan yang tiba-tiba pingsan tadi pagi. Cihh, mengapa harus mengingatnya?

“Hyak.hyunji-ah..”Seru Yara dengan keras,sontak membuat Hyunji dan Wooyoung terhenti dan menoleh kearah Yara yang memasang wajah datar. Hyunji dibuat bingung, secara bergantian ia menatap Wooyoung dan Yara lalu tersenyum.

“hyak!..”Yara berteriak ketika Hyunji mendekat kearahnya, Hyunji mengerucutkan bibir dan mencubit lengan Yara dengan keras “Aish~ bagaimana kau bisa tersangkut disini Hyunji-ah? Bernyanyi dan hyak! Mengapa kau bersama namja itu hah?..”Yara menunjuk Wooyoung yang baru saja berdiri dengan sorot matanya yang tajam, Wooyoung hanya membalasnya dengan tersenyum dan menatap Hyunji.

“hyak.Yara-ah sopan lah sedikit, tadi saat kita berhenti dan mulai melangkah aku mendengar suara piano dari dalam sini dan ternyata Wooyoung Oppa tengah memainkannya lagu yang sangat kusukai, kau tahu? Lagu yang sangat sering aku nyanyikan..”Ungkap Hyunji dengan gembira, panjang lebar ia mengungkapkan namun wajah Yara masih saja datar.

“Mwo? Kau memanggilnya oppa? “Tanya Yara, suaranya datar.

“Ne, dia satu tingkat diatas kita Yara-ah, dia mengambil kelas seni. Tadi kami bernyanyi bersama, Suara Wooyoung oppa sangat bagus sekali..”jelas Hyunji, ia tertawa kecil menatap Wooyoung yang hanya tertawa sambil geleng-geleng kepala.

“Suaramu juga bagus Hyunji-ah..”Puji Wooyoung.

Yara masih menyaksikannya dengan wajah datar, seolah tak ingin ambil pusing tapi sebenarnya ingin “Hyunji-ah sudah kubilang kita tidak perlu dekat-dekat dengan mereka, mereka orang yang tidak bisa meminta maaf..”yara mendongak, menatap Wooyoung dengan wajah menantang. Aih~ padahal namja ini bukannya sudah meminta maaf tadi?Ah,Yara masih kesal dibuat mereka tanpa terkecuali.’

“Hyak..”hyunji memukul kepala Yara “Kau tidak ingat kalau Wooyoung oppa sudah meminta maaf? Haih~ kenapa kau susah sekali sih memaafkan kejadian itu? Kan tidak terjadi apa-apa dengan kita ..”Hyunji geram karena sifat Yara, bisakah Yara bersikap sopan sedikit kepada Wooyoung yang baik hati ini? Itulah yang ada difikiran Hyunji.

“Ne, aku atas nama kelima temanku minta maaf atas kejadian tadi, Aku minta maaf atas Junho yang sempat

membentakmu tadi..”Wooyoung angkat bicara, berdiri tepat dihadapan Yara dan memasang wajah tulus nan bersahabat

Hyunji dibuat berbunga-bunga dengan tatapan itu. Ia menyikut Yara, berharap Yara memberikan respon baik.

“Aih~sudahlah..”Ucap Yara malas,dia meraih tangan Hyunji dan lekas menariknya keluar. Hyunji melotot kearah Yara namun Yeoja yang tak peka itu tetap menarik tangannya, meninggalkan Wooyoung yang menahan tawa melihat mereka berdua.

“hyak!Yara babo..”Hyunji berontak, menyentak tangannya dan seketika mereka terhenti. Hyunji berkacak pinggang, mengusahakan tatapannya seolah-olah ingin melahap Yara.Sementara dengan Yara, wajahnya sangat datar.

“Paboya!..”Ucap Hyunji keras, ia mencibir kepada Yara yang benar-benar tak peka ini.

“hyak!sebentar lagi pengumuman kelas apa kau masih mau tetap disini hah?..”Tanya Yara dingin, sekilas ia menoleh kearah Wooyoung yang masih menyaksikan mereka berdua, namja itu menahan tawa. Cihh, apanya yang lucu memang? Batin Yara.

“Itu kan bisa nanti, kita disini saja dulu bersama Wooyoung oppa. Aku masih ingin menyaksikan dia bernyanyi dan bermain piano. Kau dasarnya tidak menyukai musik Yara-ah, setelah mendengar suara Wooyoung oppa kau pasti akan jatuh cinta dengan lagu-lagu yang selama ini kau anggap tak penting itu..”Hyunji masih meyakinkan Yara, ia menggoyang-goyangkan tangan Yara yang sama sekali tak bergeming. Setelah itu Yara pasrah dan rela tangannya ditarik oleh Hyunji menuju arah Wooyoung.

“Oppa, apa kami masih boleh disini?..”Setelah membungkuk dalam-dalam Hyunji bertanya, yang dijawab dengan sebuah senyuman oleh Wooyoung.

“Ne,boleh..”Wooyoung duduk dikursinya kembali, menggerakkan jemari-jemarinya kembali di tuts hitam putih ini. Memainkan sebuah intro lagu tanpa menyanyikan baitnya.

Hyunji yang mendengar alunan indah itu tersenyum puas, dia menggerakkan badan kekiri dan kekanan, mengikuti irama.

“Cant let you go even if I die..”Ucap Hyunji ketika mendengar refrain lagu yang Wooyoung nyanyikan. Keduanya sama tersenyum, bahkan Hyunji memaknainya dengan sangat dalam. Dihatinya, jauh didalam hatinya ia merapalkan doa  berharap agar ini bisa ia rasakan selamanya dan wajah itu bisa ia tatap selamanya.

Yara menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.

“Aish~lagu apa itu, tidak enak!”Ucap yara pelan, takut Hyunji mendengar dan jujur ia malas mendengar ungkapan Hyunji tentang lagu-lagu yang ia sukai.

Yara menyandarkan tubuhnya disalah satu sisi dinding diruangan ini, menatap kearah mana saja selain Hyunji,namja bernama Wooyoung dan piano itu. Hh~ rasanya ia malas sekali. Namun sesekali ditatapnya mereka berdua, apakah Hyunji menyukai namja itu? Hh~ jangan sampai. Namja seperti itu kan bisanya menyakiti saja, batin Yara. Ia tiba-tiba mengerjap cepat, ketika didapatinya Wooyoung melihat kearah dirinya. Buru-buru Yara membuang muka, menatap kearahy pintu. Ah~ ini lebih aman.

“Ahhh~aku tidak suka mendengar orang benyanyi..”Gerutu Yara kesal, lebih baik ia menghabiskan waktu berjam-jam diperpustakaan daripada mendengarkan bunyi alunan music dan suara Hyunji yang sebenarnya merdu ini. Entah kemasukan apa sejak remaja ia tidak menyukai musik.Hhh~

“Mwo?..”Lirih Yara, hanya Ia sendiri yang bisa menangkap suaranya ketika sosok seorang lelaki dan dua perempuan terlihat disana. Mata Yara menyipit, mengamati siapakah orang itu yang sepertinya ingin memasuki ruangan ini.

Satu Namja dan dua Yeoja berparas cantik serta manis, salah satu dari Yeoja itu menggandeng tangan namja disebelahnya dan yang satunya lagi berjalan dibelakang mereka, celingukan seperti mencari seseorang.

“MWO?!!”teriak Yara, mengejutkan Hyunji dan Wooyoung juga tiga orang yang baru ingin memasuki ruangan musik ini. Mata Yara melebar, tiba-tiba kekesalan dan kemarah tersirat disana. Segera ia berjalan kearah Hyunji dan meraih tangannya. Kau tahu? Namja itu ialah namja yang adu mulut dengannya tadi pagi. Junho babo!!!!!

“Wooyoung-ssi..ternyata kau ada disini..”Hyunji dan Wooyoung baru menyadari jika ada beberapa orang yang sudah berada didalam ruangan ini, Wooyoung terkesiap menatap Hyunji dan Yara bergantian yang sepertinya ingin cepat-cepat pergi dari sini namun Hyunji sepertinya enggan.

“Kajja kita pergi..”Ajak Yara dengan keras.

“Ada apa?..”Hyunji heran, begitu dilihatnya ada tiga orang yang ingin mendekat kearah mereka ia terdiam. Matanya membulat sepenuhnya.

“Cihh~ namja itu!..”Dengus Yara. Benar, namja diantara kedua yeoja itu adalah Lee Junho, berjalan dengan langkahnya yang sombong dan menatap tajam Yara. Yeoja disebelahnya yang entah siapa bergelayut manja dilengannya, matanya menatap Hyunji dan Yara secara bergantian, seolah mereka berdua makhluk yang paling menjijikkan.

Hyunji menatap Wooyoung dengan ragu, namun tak lama ia memperpendek jarak yang terbentang antara dia dengan Yara. Menggenggam lengan Yara dengan kuat.

“Uyoungie, kau disini rupanya. Aku dari tadi mencarimu kau tahu~..”Yeoja yang sedari tadi terlihat celingukan berjalan kearah Wooyoung dengan kedua tangan yang terbuka, secara langsung ia memeluk Wooyoung, mendekapnya dengan erat.

Seketika Hyunji merasa bahwa sama sekali tidak ada udara diruangan ini. Siapa Yeoja itu? Batin Hyunji cemas.

“Sohee sedari tadi mencarimu Wooyoung-ssi, dan ternyata kau disini..”Jelas Junho,ia berbicara pada Wooyoung tetapi matanya memperhatikan Yara dengan sorot mata yang tajam.

“Kenapa kau bisa bersama Yeoja babo ini disini?..”Lanjut Junho, dingin dan menusuk.

Wooyoung yang bersusah payah melepaskan pelukan Sohee darinya berhasil, ia kebingungan dan geragapan. Matanya tertuju langsung pada Hyunji yang tengah menggigit bibirnya, entah kenapa.

“Apa kami tak boleh disini hah? Kau fikir kau saja yang bersekolah disini.”Tantang Yara, menjawab pertanyaan yang sebenarnya Junho tujukan untuk Wooyoung.

“Kau!..”Bentak Junho kepada Yara, keras dan tajam  namun sama sekali tak mempunyai efek apapun untuk Yara.

“Ya aku, ada apa orang yang paling berkuasa? Apa ucapanku salah?..”Jawab Yara,masih dengan suara yang lantang dan tegas.

“hyak!Jaga ucapanmu yeoja babo. Junho-ya, siapa yeoja bodoh ini?..”Yeoha yang bergelayut manja dilengan Junho kini menatap Yara dengan tajam juga, dan lagi-lagi tak menimbulkan efek apapun untuk Yara melainkan dengan Hyunji,. Kini sahabatnya itu benar-benar merasa bingung, siapa Yeoja yang terus bergelayut manja dilengan Wooyoung itu?

“Sudah Sunye-ah, dia orang yang tak penting untuk aku tahu siapa namanya..”Ucap Junho dengan sinis, dia meninggalkan Yara dan Hyunji dengan melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan ini “Ayo, kita kembali keruangan..berbicara dengannya membuang-buang waktu kita”Ajak Junho, merangkul Sunye dengan sangat mesra.

Tangan Han Yara terkepal entah kenapa, buru-buru diraihnya tangan Hyunji yang tadi terlepas dan segera ia menarik sahabatnya itu keluar.

“uyoungi, kau mau menyanyikanku sebuah lagu kan? Ayo mainkan untukku..”

Hyunji menundukkan kepalanya dalam begitu menyaksikan apa yang ada dihadapannya. Apa itu pacar Wooyoung oppa? Itulah yang menjadi buah fikirnya sekarang.

Sebelum ditarik Yara dengan keras Hyunji menyempatkan diri membungkukkan badan kearah Wooyoung “Mianhae oppa..”

Lalu belum sempat mendengar jawaban Wooyoung yang baru berniat ingin menjawab, mereka berdua melangkah cepat keluar dari ruangan ini. Dengan perasaan masing-masing yang tiba-tiba membebani mereka.

TBC

Mianhaeyo sebelumnya karena ngaret. Mianhaeyo jika part ini ancur amburadul dan gaje, mian =(((

Yang baca harap RCL ya please~ buatl;ah author” disini semangat dengan komentar kalian. Mian juga disini baru ngebahas Wooyoung sm Hyunji, Nextnya mungkin baru bahas yang lain. Dan buat yang minta di tag mian gak ditag, mimin lagi buru-buru ini mau pergi sekolah. Sekali lagi maaf kalau gaje ya =( ditinggu kritik dan saran berupa komentarnya gomawo^^ -autumn

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s