Bad Love # Part 4

Standar

Author/Twitter : Nolina/@Nolina91Cast : Cha Hyejin, Shim Jaehyun, Kwon Jiyong (GD BigBang), Kim Jaejoong (JYJ), Choi Seunghyun (TOP BigBang)Genre : Gaga usah pake genre deh ya, sayanya juga ga yakin ni ff genre apaan,==’

DONT LIKE, DONT READ.

#####

*click*

“Jasku?” dengan wajah muram Jaejoong kembali membuka pintu apartemennya.

“Eo, ini aku kembalikan.” Hyejin menyodorkan jasnya ketangan Jaejoong, kemudian memilih berlalu tanpa menggubris racauan yang terlontar dari mulut Jaejoong.

“Dasar bocah kitten!! Aku kan sudah membuang jas ini,”Gerutu Jaejoong,

#####

30 menit sudah, Hyejin membenamkan tubuhnya dalam bathub, air yang tadinya hangat sudah mulai mendingin,”Aigoo~ tanganku sudah mengisut rupanya,” Gumam Hyejin sambil beranjak dari bathub. Dan segera ia membersihkan diri,

Beberapa saat kemudian, Hyejin terlihat tengah mengeringkan rambutnya, namun hanya saja ..

“Manis sekali,” Jiyong yang baru pulang dari kantornya langsung memeluknya dari belakang, dan menghirup dalam aroma segar yang menguar dari rambutnya.

“Kau sudah pulang,?” senyum simpul langsung menghiasi wajahnya,

“Mm,” Jiyong mengecup lembut tengkuknya,

“Bagaimana dengan Jaehyun unnie? Kapan dia datang?” dia mengusap lembut pangkal kepala Jiyong.

“3jam, kita hanya punya waktu 3jam dari sekarang. Dan setelah 3jam berlalu..”

“Arraseo, kau tidak perlu memberitahuku, ahjussi..” timpalnya memotong kalimat Jiyong,

#####

“Kau yakin mentraktirku ditempat semewah ini??” tanya Jiyong ragu saat Hyejin mengajaknya kesebuah restoran dihotel berbintang.

“Waeyo?? Kau tidak percaya dengan uangku, ahjussi??” bibir Hyejin mengerucut,

“Bukan begitu jagi~” Jiyong tertawa nyaring,

“Tsk, lalu apa?? Aissh! Sudahlah lebih baik sekarang kau pesankan makanan untukku, aku lapar.”

“Kau mau pesan apa?”

“Terserah, yang penting enak.”

“Geurae..” Jiyong memanggil pelayan restoran untuk menjamunya.

Sementara itu, Jaehyun baru saja tiba di Seoul.

“Gomawo kau sudah mengantarku, oppa.” kata Jaehyun sambil membungkukkan badan.

“Mm,” Seunghyun menepuk pelan kepala Jaehyun,

“Kalau begitu aku masuk dulu, maaf oppa! Terpaksa aku harus menyuruhmu pulang begitu saja,” Jaehyun terkesan menyesal,

“Gwaenchana, arraseo. Jigeum, nan, kkalke.” Seunghyun kembali menaiki mobil SUV hitamnya.

Setelah Seunghyun pergi, Jaehyun kini diam terpaku menatap nanar gedung apartemennya.

*tin, tin, tin* tiba-tiba suara klakson mobil membuyarkan lamunan Jaehyun. Seorang pria melongokkan kepalanya dari kaca jendela depan.”Yaa!! Noona!! Kenapa kau berdiri disana?? Ayo cepat masuk, udara diluar semakin dingin.” serunya lantang sambil menggedikkan kepala, menyuruhnya ikut masuk kedalam mobil.

Seketika senyuman manis kembali terukir dibibir Jaehyun, “Joong-ah??”

“Bagaimana kabarmu noona? Lama tidak bertemu,” tanya Jaejoong saat dilift,

“Baik, kau sendiri? Oh iya, Bagaimana dengan pekerjaanmu?? Lancar??” Jaehyun berusaha ramah.

“Heh, sama saja noona. Hari-hariku tidak ada yang baik. Dan kalau tentang pekerjaanku?? Tsk, sama saja tidak ada yang berjalan dengan lancar.” keluh Jaejoong,

*Ting* saatnya pintu lift terbuka,

“Aissh! Ternyata kau tidak berubah. Sudah seharusnya kau mempunyai calon pendamping hidup, Joong-ah. Agar hidupmu tidak seburuk seperti sekarang ini,” sambil berjalan menyusuri korisor apartemen Jaehyun bercanda dibarengi gelak tawa murni tanpa keterpaksaan sedikit pun.

“Huh, noona ini. Ya sudah kalau begitu tinggalkan saja Jiyong hyeong dan datanglah padaku. Eotteo?? Lagi pula aku lebih baik dari pada dia,” celetuk Jaejoong ikut tertawa,

“Mwo??” Jaehyun melayangkan pukulan ringan di lengan Jaejoong, “Jangan harap!!” mereka pun kembali tertawa,

“Oh ya, aku baru ingat. Yeoja itu saudaramu bukan?” tanya Jaejoong sebelum memasuki apartemennya.

Jaehyun sontak menoleh, “Apa maksudmu Cha Hyejin??”

Jaejoong mengangkat kedua bahunya, “Entahlah, tapi sepertinya dia.”

“Eo, dia memang saudaraku. Ada apa memangnya??kau tertarik??”selidik Jaehyun dengan puppy eyes nya,

“Yaa!! Bukan!! Aku hanya.. Aissh!! Lupakan saja!!”

Jaejoong memilih berlalu memasuki kamar apartemennya,

Tapi apa yang Jaehyun dapat, sebelum benar-benar memasuki apartemennya. Jaehyun menangkap suara gelak tawa ringan dari arah berlawanan. Tentu saja Jaehyun sangat mengenal pemilik suara-suara itu. Kemudian tanpa berfikir lama Jaehyun pergi dari kamar apartemennya, dan mencari tempat persembunyian yang disinyalir tidak akan diketahui.

“Jin-ah, tunggu!!” Jiyong menarik lengan Hyejin dan merengkuhnya dalam pelukan hangat, “Saranghae!” bisiknya dan melumat lembut bibir Hyejin, Hyejin sontak terkejut dan sempat menolak ciuman Jiyong, tapi apa daya Hyejin sendiri tak dapat menolak hasrat inginnya.

“Jiyong-ah, apa maksudmu melakukan ini??” lirih Jaehyun dengan tangan yang sudah mengepal keras, emosinya membuncah.

Selang beberapa saat, dengan kondisi badan yang masih bergetar hebat, Jaehyun memberanikan diri memencet bel pintu apartemennya.

*click*

Jaehyun sontak memeluk Jiyong saat pintu terbuka, “Jiyong-ah.. Nan! Bogoshippo~”

Jiyong terpaku, namun sedetik kemudian ia kembali tersadar, “Nado bogoshippo yeobo~ masuklah, kau pasti sangat lelah.” Jiyong memaksakan untuk tersenyum seperti biasanya.

Jaehyun mengikuti langkah Jiyong dari belakang, “Yong-ah, walaupun sesuatu telah terjadi antara kau dengan Hyejin, tapi itu tidak akan merubah apapun. Karena sampai kapan pun, bahkan sampai ajal menjemput pun, kau, akan tetap menjadi milikku.” teguh Jaehyun dalam hati,

“Mana Hyejin??” tanya Jaehyun kemudian,

“Mungkin di kamarnya,” jiyong melangkah ke arah dapur,

“Jin-ah.. Aku datang jagi~, kau tidak menyambut kedatanganku, huh?” teriak Jaehyun didepan kamar Hyejin,

“Unnie??” batin Hyejin sambil menanggalkan aktifitas di kamarnya, kemudian dengan langkah tergesa-gesa Hyejin menyambut Jaehyun.

“Unnie-ya~ kapan kau datang??” sebelum memeluk Jaehyun, Hyejin menyempatkan melirik jam dinding terlebih dahulu, “Ini sudah jam 11, larut sekali.” Hyejin memeluk Jaehyun, erat.

Disisi lain,”Jaehyun-ah~ miannata!” batin Jiyong dan Hyejin bersamaan.

#####

Hyejin`s POV#

5 hari, 7 hari, 1 minggu, 3 minggu berlalu dengan sangat cepatnya.

‘Sudah terlalu lama duduk saatnya aku berdiri. Walaupun suatu saat aku duduk kembali dan berdiri. Lihat langit sejauh mata memandang, aku begitu kecil dan selalu terkurung dalam labirin..

Mungkin aku terlalu mudah menyimpulkan kenapa Tuhan selalu ada dalam genting seperti pahlawan siang bolong.

Jika aku berdiri jangan paksakan aku duduk, Tuhan. Aku hanya menikmati hidup yang Kau berikan. Hidup yang penuh kepahitan, hidup yang penuh ke egoisan dan ketamakan.

Sebagaimana banyak orang bilang, cerita hidup bukan berarti sedih dan bahagia, tapi bagaimana mengalami fase demi waktu’

Aku menutup organizer berwarna biru tua, dan menyimpannya baik-baik dilaci meja riasku.

“kau bangun??” sepasang lengan milik Jiyong telah menggelung erat dipinggangku. Dan membawaku dalam pelukan penuh hasrat.

“eo,” jawabku se adanya dan tersenyum.

“apa yang kau lakukan di pagi buta seperti ini, hm?” Jiyong mengecup lembut tengkukku.

“aku sedang berfikir,” aku melepaskan lengannya, dan beranjak dari dudukku.

“tentang?” Jiyong mengikuti langkahku, dan kembali mendekap mesra tubuhku. Padahal setidaknya dia harus tahu, aku sedang menghindarinya.

Seketika aku merengut mengingat hubunganku dengannya sudah terlampau jauh. “tentang bagaimana caranya mengakhiri hubungan kita, ahjussi..” aku menatapnya ragu. Aku menerka-nerka, apa yang akan terjadi setelah ini. Dan benar dugaanku, Jiyong geram. Dia menyeret tubuhku ketepi ranjang, kemudian menghempaskanku sampai aku terjatuh dan menghimpit tubuhku dengan posisi, dia berada di atasku.

“berikan aku alasan, kenapa kau ingin mengakhirinya” ucapnya dengan menatapku tajam,

“buat apa aku memberitahukan alasanku apa, sementara kau sudah mengetahui apa alasannya. Keputusanku sekarang, dan apa yang aku lakukan sekarang, memang sudah seharusnya yang dilakukan. Tak ada lagi alasan bagiku untuk tetap mempertahankan hubungan ini” aku mengucapkan secara tegas, namun aku dapat merasakan getar dalam pengucapanku.

“itu hanya bagian dari pikiranmu saja, bukan? Tidak dengan pikiranku. Aku sudah tidak peduli dengan apa yang akan terjadi setelah ini, aku akan tetap mempertahankanmu untuk berada disampingku. Bukankah kau pernah mengatakan ini, “selama aku tidak menyuruhmu untuk berhenti, apapun yang terjadi, dan sampai kapanpun itu, kau akan tetap berdiri didampingku”. Kau ingat??” desisnya tajam tepat didepan wajahku dan menekan kalimat terakhir saat hidung kami nyaris bersentuhan.

Aku hanya terdiam, menatap ke arah lain. Merapatkan diriku dibawah naungan bayang-bayangnya.

“aku tahu, kau begini karena Jaejoong,” simpulnya tanpa menatap mataku.

“kalau aku bilang “iya”, tetap tidak akan merubah semuanya, bukan?” aku tercenung sesaat, “kalau kau tetap pada pendirianmu, untuk tetap mempertahankan hubungan ini. Setidaknya kau harus melakukan sesuatu hal untukku, agar aku tidak dapat mengakhiri hubungan ini.” ucapku tegas serta merta perasaanku berkecamuk liar dalam benakku. Im going crazy!

Persetan dengan cinta! Apa yang aku takutkan, semuanya telah terjadi. Aku salah, dan aku telah patah. Cinta yang membuatku seperti ini, bertekuk lutut pada ketamakan, meraung-raung bergulat dengan ego yang mencoba menolak kenyataan bahwa hati dan jiwaku seolah berserah diri serta ikut menikmati.

“baiklah, apa yang harus aku lakukan?” Jiyong sudah menatap intens tepat dimanik mataku.

“aku ingin mengandung anakmu, ahjussi..”

‘jdeeerrr’ rasanya aku ingin melompat ke pusaran angin puting beliung saat mengatakan hal konyol itu. Tapi seketika semua yang aku inginkan terjawab sudah. Aku bisa merasakan hembusan napasnya mengalir diwajahku. Tangannya merenggut daguku. Membawanya semakin dekat. Dekat dan saling bersentuhan satu sama lain..

Ttet, ttet, ttet.. Sudah dulu yaww, mian ceritanya makin gaje, terus makin ga waras juga*SINETRON MODE ON*. Seperti biasong yang udah baca,comment+likenya please!! ^o^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s