If You Love Me More #Part 1

Standar

If You Love Me More

Author             : DM

Cast                 : Lee Donghae

Shin Min Ran

Kim Jong Woon

Cho Eun So

Super Junior Member

Genre              : Romance

Length             : 1/?

Annyeong~ author DM balik lagi ni dengan FF baru…

Mianhae kalau ceritanya gaje n ga menarik…

Ga sah banyak cuap2 readers….

Happy reading jaa~~~~~~

***

Matahari bersembunyi dibalik awan. Rintik-rintik hujan mengguyur kota Seoul. Di suatu tempat, tak jauh dari pusat kota, tepatnya di sebuah apartemen terlihat seorang yeoja sedang memandangi hujan dari jendela kamarnya. Sesekali dia melirik ke arah jam yang menempel di dindingnya. Dia mendengus kesal. Dia berdiri dan mondar-mandir di depan tempat tidurnya. Entah apa yang dipikirkannya. Tak lama, dia mengambil tas dan mantel yang tergeletak di meja belajarnya. Dan pergi meninggalkan apartemennya. Dia berjalan menuju ke sebuah halte yang tak jauh dari apartemennya. Bis yang ditunggunya tak juga datang. Tubuhnya sudah menggigil karena kehujanan. Sebuah mobil hyundai hitam berhenti di depannya. Namun yeoja itu tetap menunggu bis. Kaca mobil itu terbuka dan terlihat seorang namja tampan tengah memandang yeoja itu.

“Naiklah! Sepertinya bisnya akan sedikit lama. Wajahmu sudah merah karena kedinginan. Masuklah! Aku akan mengantarmu” ucap namja itu tiba-tiba. Yeoja itu hanya diam menatap namja di dalam mobil. Ada perasaan takut karena dia tidak mengenal namja itu. Dia ragu, haruskah dia ikut namja itu atau menunggu bis yang belum tahu kapan datangnya. Dia melirik jam yang melingkar di tangan kirinya.

“Aish, 30 menit lagi acaranya akan dimulai. Kalau aku menunggu bis itu aku akan terlambat” batin yeoja itu. Tanpa pikir panjang dia langsung berlari dan masuk ke mobil yang parkir di depannya. Ada perasaan canggung ketika dia duduk di sebelah namja yang tampan.

***

Shin Min Ran pov~

 

Hari ini hujan mengguyur kota Seoul. Membuatku malas untuk pergi ke acara reuni di sekolahku. Aish, bagaimana ini? Dari tadi hujannya tidak juga reda. Eun So juga tak bisa menjemputku. Terpaksa aku harus naik bis. Ku lirik jam dindingku. Omo~ satu jam lagi acaranya mulai. Aku langsung berdiri dan mengambil tas juga mantelku yang tergeletak di atas meja belajarku. Aku langsung ke luar menembus rintik-rintik hujan yang terasa menusuk tubuhku. Hanya demi dia, namja yang sudah tiga tahun ini aku sukai dalam diam. Bahkan Eun So, sahabatku, tidak mengetahuinya. Aku sudah menunggu sekitar setengah jam di halte yang tak jauh dari apartemenku. Tapi bis yang aku tunggu tak juga datang. tiba-tiba ada mobil hyundai hitam berhenti di depanku. Tapi aku tidak begitu memperhatikannya. Kaca mobil itu terbuka dan ku lihat seorang namja yang menurutku tampan.

“Naiklah! Sepertinya bisnya akan sedikit lama. Wajahmu sudah merah karena kedinginan. Masuklah! Aku akan mengantarmu” ucapnya. Aku bingung. Aku merasa sedikit takut karena tidak mengenal namja yang tengah duduk di dalam mobilnya itu. Ku lirik jam tanganku. 30 menit lagi acaranya akan mulai. Tanpa pikir panjang, aku langsung masuk ke dalam mobil itu. Berharap namja itu akan mengantarku ke acara sekolahku itu.

“Siapa namamu nona? Kau mau kemana?” tanya namja yang sedang sibuk mengemudikan mobilnya itu. Aku menoleh sejenak ke arah namja yang memandang lurus ke jalanan yang basah karena hujan.

“Shin Min Ran imnida. Aku akan ke sekolahku, Neul Paran High School. Bisakah kau mengantarku? Sebentar lagi acaranya akan mulai. Aku tidak ingin terlambat” ucapku dengan sedikit memohon. Namja itu hanya tersenyum dan mempercepat laju mobilnya.

“Lee Donghae imnida. Apa kau tak mengenalku?” tanyanya dan tertawa kecil. Aish, memangnya dia siapa? Kenapa aku harus mengenalnya? Apa penting mengenal namja yang sedang duduk di sampingku ini?

“Mianhamnida. Aku tidak tahu kamu siapa” jawabku polos. Namja itu semakin terkekeh. Aku mengerutkan alisku tanda tidak mengerti akan sikapnya itu.

“Apa kau tidak mengenal super junior? Boy band Korea yang terkenal dengan ke-13 namja tampan dan memiliki banyak talenta” ucapnya. Aku semakin tidak mengerti arah pembicaraannya.

“Super Junior? Apakah kau salah satu member boy band itu?” tanyaku ragu. Karena jujur, aku tidak mengetahui super junior. Setelah lulus, aku melanjutkan kuliahku di Oxfort.  Aku mendapat beasiswa untuk kuliah disana. Baru sebulan yang lalu aku kembali. Aku sangat merindukan namja yang membuatku tak berhenti memikirkannya. Dia adalah seniorku di Neul Paran High School. Aku harap bisa bertemu dengannya. Karena acara reuni ini tidak hanya untuk angkatanku. Tapi untuk semua angkatan.

“Jinja? Kau benar-benar tidak mengenal super junior? Aku adalah salah satu lead dancer super junior” aku hanya mengangguk pelan dan sedikit tersenyum karena ekspresi terkejut namja itu. Namja itu begitu manis.

“Sepertinya kita sudah sampai” ucapku dan namja itu langsung menepikan mobilnya di depan pintu gerbang sekolahku.

“Gamsahamnida. Annyeong~” pamitku pada namja yang bernama Lee Donghae itu. Aku melepaskan seatbelt dan keluar dari mobilnya.

“Chakkaman~” ucapnya. Aku langsung menoleh ke arahnya. Alisku bertautan seakan bertanya, ada apa?

“Bisakah kita bertemu lagi?” tanyanya. Aku hanya tersenyum mendengar ucapannya.

“Mungkin kita bisa bertemu lagi. Aku harus pergi. Acaranya pasti sudah dimulai” balasku pada namja yang kini sedang menatapku.

***

Disini sangat ramai. Sejak tadi aku mencari Eun So tapi tak ku temukan. Aku menemukan sosok yang ku cari sedang berdua dengan seorang namja. Entahlah siapa, namja itu membelakangiku. Aku menghampiri Eun So yang sedang tertawa dengan namja itu.

“Eun So-ah” panggilku ketika tepat di depannya. Dia menoleh, begitu juga namja yang sedang bersamanya itu. Mataku terbelalak ketika melihat namja yang tengah berdiri tepat di depanku. Dia adalah namja yang selama ini mengusik hati dan juga pikiranku. Namja yang aku sukai tujuh tahun ini berdiri di depanku dan tersenyum ke arahku. Jantungku seakan berdetak 1000 kali lebih cepat dari biasanya.

“Ranie, kau sudah datang. Mian aku tak bisa bersamamu. Karena aku tadi masih menunggu Yesung oppa. Apa kau tahu? Kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih seminggu yang lalu” ucap Eun So malu-malu. Mwo? Kekasih? Tubuhku terasa lemas. Kakiku serasa tak dapat lagi menopang badanku. Air mataku rasanya ingin tumpah begitu saja. Namja yang aku sukai selama tujuh tahun ini telah resmi menjadi namja chingu sahabatku. Namja itu tersenyum kembali ke arahku. Senyum yang membuatku lebih sakit sekarang. Aku membalikkan tubuhku dan berlari melewati segerombolan manusia yang sedang asyik dengan lagu yang dibawakan oleh salah seorang alumni sekolahku. Aku berlari keluar tanpa menghiraukan Eun So yang berteriak memanggilku dari belakang. Aku langsung menghentikan taxi yang tiba-tiba lewat di depanku. Tak peduli hujan menyerangku dengan titik-titiknya yang begitu menusuk tubuhku. Yang jelas, hatiku benar-benar tertusuk sekarang. Hatiku benar-benar sakit. Air mataku tak berhenti mengalir. Aku hanya bisa meratapi kenyataan yang begitu menyakitkan ini.

***

Kim Jong Woon pov~

 

Hari ini aku akan bertemu dengan yeoja yang aku sukai. Entahlah, sejak pertemuanku dengannya pertama kali aku langsung menyukainya. Dia yeoja yang sangat sederhana dan juga pintar. Bagaimana tidak? Sebenarnya dia adalah adik tingkatku, tapi karena kecerdasannya dia hanya menempuh pendidikan disini selama dua tahun. Ya, dia adalah murid akselerasi. Dia juga akselerasi di junior high schoolnya. Aku mendekati sahabatnya yang tak lain adalah adik tingkatku di kampus. Aku mengorek (?) cerita dari sahabatnya. Yang aku tahu, yeoja bernama Shin Min Ran itu mendapat beasiswa ke oxford dan dia akan datang ke acara reuni di sekolah. Entah kenapa aku malah jadian dengan Eun Soo, sahabatnya. Aku tak bisa menolaknya saat dia menyatakan cintanya padaku. Padahal sebenarnya aku menyukai sahabatnya, Min Ra. Aku benar-benar merindukan Min Ran. Saat aku sedang berbicara dengan Eun So, ada seorang yeoja yang memanggil nama Eun So tepat dibelakangku. Sontak aku menoleh padanya.

“Eun So-ah” panggil yeoja itu. Aku menoleh ke belakang. Yeoja yang selama ini aku rindukan tengah berdiri di belakangku. Ingin rasanya aku memeluknya sebatas melepas kerinduanku padanya. Dia bertambah cantik dan terlihat lebih dewasa. Aku benar-benar terpana dibuatnya.

“Ranie, kau sudah datang. Mian aku tak bisa bersamamu. Karena aku tadi masih menunggu Yesung oppa. Apa kau tahu? Kami sudah resmi menjadi sepasang kekasih seminggu yang lalu” ucap Eun So tiba-tiba. Ku lihat Min Ran terkejut mendengar ucapan Eun So. Dia membulatkan matanya. Sebenarnya aku tidak ingin dia mengetahui hubunganku dengan Eun Soo karena aku masih menyukainya. Aku masih menatapnya dan tersenyum ke arahnya. Entahlah, aku merasa menyakitinya sekarang. Dia berlari meninggalkan kami. Eun So memanggilnya, tapi dia tidak menoleh bahkan mempercepat langkahnya.

***

Aku pulang ke dorm setelah mengantar Eun So ke rumahnya. Dorm terlihat sepi. Aku baru ingat bahwa yang lain ada jadwal sekarang. Aku menghempaskan tubuhku di tempat tidurku. Ku rasa perutku sedang berdemo minta makan. Aku baru ingat kalau aku belum makan. Aku beranjak ke dapur untuk membuat ramen. Tak ada wookie yang akan membuatkanku makanan (T.T). Dia sedang siaran di sukira bersama sungmin. Ku dengar suara pintu dibuka. Aku pergi untuk melihat siapa yang datang. Ternyata Donghae.

“Donghae-ah, kau sudah makan?” tanyaku dari pintu dapur. Dia terlihat bahagia. Ku lihat dia senyum-senyum sendiri sejak tadi.

“Ya! Hae-ah,,kau tak mendengarku?” tanyaku lagi. Dia langsung menoleh ke arahku dan tersenyum.

“Hehe,,mian hyung. Ada apa?” tanyanya dengan muka polos. Aku mendengus kesal. Berarti benar, dia tidak mendengarku sejak tadi.

“Apa kau sudah makan? Aku sedang membuat ramen. Apa kau mau?” tanyaku kembali. Dia menatap langit-langit seakan-akan sedang berpikir. Tak lama dia menatapku dan kembali tersenyum. Aish, apa dia masih waras? Tanyaku dalam hati.

“Baiklah hyung. Aku mau. Buatkan aku yaa. Aku mau ke kamar mandi dulu” jawabnya. Aish, dasar ikan mokpo. Aku kembali membuat ramen. Tak lama, ramennya sudah matang. Aku sudah tak sabar memakannya. Aku mengambil tempat di meja makan. Donghae datang dan duduk di depanku. Kami menikmati ramen dengan tenang. Benar-benar enak. Selesai makan aku mencuci mangkuk dan peralatan dapur yang aku gunakan tadi.

“Akhirnya selesai juga” ucapku dan menuju ke depan TV. Ku lihat donghae sedang sibuk mengganti channel TV. Entah apa yang sedang dia cari.

“Ya! Hae-ah, kau sedang cari apa?” tanyaku yang langsung duduk di sampingnya. Dia berhenti dan menatapku. Aku merasa ada sesuatu yang aneh dari tatapannya. Entahlah apa.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?”tanyaku dan menjitak kepalanya agar tak melihatku dengan tatapan yang menyeramkan menurutku (?).

“Hyung, kau alumni Neul Paran High School kan? Apa kau datang ke acara reuni sekolahmu itu tadi?” tanya donghae. Dari mana dia tahu kalau tadi acara reuni di sekolahku?

“Ne, wae?” tanyaku singkat.

“Apa hyung kenal dengan yeoja bernama Shin Min Ran?” tanya donghae lagi. Min Ran? Dari mana dia tahu tentang Min Ran? Yeoja itu kan baru tiba di Seoul satu bulan yang lalu.

“Ne, dia itu teman sekelasku. Waeyo?” tanyaku lagi.

“Dia teman sekelasmu hyung? Tapi aku rasa umurnya jauh lebih muda dariku. Ternyata dia sudah tua yaa? Apa aku harus memanggilnya nuna?” tanyanya. Aku semakin tidak mengerti. Dia kesambet setan apa kenapa jadi aneh begini? Batinku.

“Dia itu adalah murid akselerasi. Jadi dia hanya menempuh pendidikannya selama dua tahun sejak di junior high school. Makanya dia menjadi temanku. Dia yeoja yang cerdas. Kenapa kau bertanya tentangnya? Apa kau mengenalnya?” tanyaku yang dijawab anggukan oleh donghae.

“Apa hyung punya nomor hpnya? Aku minta hyung” rengeknya manja. Aish, apa-apaan ikan mokpo ini. Kenapa dia bertambah aneh seperti ini?

“Aku tak tahu. Dia baru saja tiba di Seoul satu bulan yang lalu. Dia mendapat beasiswa di oxford” jawabku jujur. Aku memang tak mengetahui nomor hpnya.

“Oh,,,pantas saja…..”kata-katanya menggantung. Aku jadi penasaran.

“Ya! Pantas saja kenapa?” tanyaku mencari tahu.

“Ani hyung. Aku ke kamar dulu yaa…aku sudah ngantuk nih” ucapnya dan beranjak dari sofa. Aku memandang tubuhnya yang sudah menghilang dari penglihatanku. Ada apa sebenarnya? Dari mana dia tahu Min Ran? Apa dia senyum-senyum karena Min Ran? Aish, kenapa aku malah memikirkan itu? aku juga beranjak dari sofa setelah mematikan TV yang masih menyala.

RCL…..RCL…..RCL…..

Bagaimana? Terlalu pendekkah? Mianhae,,,lagi belajar nii,,,,harap dimaklumi…jangan lupa RCL yaa…gomawo^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s