If You Love Me More #Part 2

Standar

If You Love Me More

Author             : DM

Cast                 : Lee Donghae

Shin Min Ran

Kim Jong Woon aka Yesung

Cho Eun So

Super Junior Member

Genre              : Romance

Length             : 2/?

Annyeong~~~~ author balik lagi ni bawain next partnya if you love me more… Adakah yang menunggu next partnya ini???? sebelumnya author minta maaf kalau part sebelumnya terlalu pendek… part ini sudah author panjangin……. mian kalau ceritanya gaje dan masih banyak typonya…. jangan lupa RCL readers~~~~~~

Happy Reading jaa~~~~~

Min Ran pov

 

Cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah kecil di kamarku membuatku harus bangun dari alam mimpi. Kepalaku terasa berat untuk diangkat. Perlahan ku buka mataku. Mataku juga terasa berat untuk terbuka. Mungkin ini efek dari nangis semalaman. Aku pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukaku. Aku pun menatap mukaku di cermin. Mataku bengkak dan terlihat lebih sipit sekarang. Semalaman aku menangisi namja itu. paboya! Untuk apa juga aku menangisi dia? Menyiksa diriku sendiri saja.

“Mulai sekarang, aku akan berhenti menyukaimu oppa. Kau sudah punya kebahagiaan sendiri. Semoga kau bahagia dengannya” ucapku pada diriku sendiri. Aku tidak boleh lemah seperti ini. Aku harus bangkit.

Tiiiiitttttttt…tttttiiiiiiittttttt~~~~~~~

Bel apartemenku berbunyi. Aish, siapa sih pagi-pagi begini sudah bertamu? Apa tidak ada waktu lain? kesalku. Dengan malas aku keluar dari kamar mandi dan membukakan pintu untuk tamu yang tak diundang dan tak diharapkan itu.

Clek~~~ pintu telah ku buka. Seorang yeoja dengan memamerkan senyumnya tengah berdiri di depan apartemenku.

“Kau kenapa Ranie? Kenapa matamu bengkak seperti itu?” tanyanya khawatir. Aish, kenapa aku bisa lupa kalau mataku bengkak. Bisa-bisa dia mengira yang tidak-tidak.

“Gwenchana” ucapku. Aku meninggalkannya yang masih berdiri di depan pintu. Aku langsung duduk di sofa.

“Ya! Kau mau menyuruhku berdiri disini? Kenapa kau tidak menyuruhku masuk?” tanyanya. Baiklah, masalah pagi sudah datang.

“Ya! Sejak kapan kau menunggu aku menyuruhmu untuk masuk? Biasanya kau kan langsung masuk seenakmu” balasku. Dulu sewaktu kami masih sekolah, dia dengan seenaknya masuk ke kamarku.

“Aku kan sudah berubah sekarang Ranie. Aku sudah tahu sopan santun” ucapnya yang masih setia berdiri di depan pintu. Kenapa dia jadi berubah begini? Pasti karena dia. Argh,,,benar-benar bisa gila kalau aku ingat mereka.

“Masuklah” ucapku malas. Dia menghampiriku dan duduk di sampingku.

“Katakan padaku apa yang terjadi” ucapnya tiba-tiba. Tidak mungkin aku menceritakan semuanya padamu, Eun Soo-ah. Mianhae.

“Nde?” tanggapku pura-pura tak mengerti maksud pertanyaannya.

“Apa yang terjadi sampai matamu bengkak seperi itu?” tanyanya. Aku memikirkan kata-kata apa yang harus ku ucapkan padanya.

“Tadi malam aku tidak bisa tidur. Makanya jadi seperti ini” jawabku. Semoga saja dia percaya apa yang aku katakan.

“Kau bohong Ranie. Kau pasti menangis. Dulu matamu bengkak seperti itu karena menangis. Iya kan?” tanyanya. Matilah aku! Aku harus jawab apa sekarang? kenapa dia harus datang di saat seperti ini?

“Ne. Kau benar. Aku menangis” jawabku. Mengelakpun dia akan tahu. Lebih baik jujur saja.

“Wae? Apa yang terjadi?” kenapa dia terus bertanya? Apa dia tidak tahu kalau aku menangis karenanya? Aku menarik napas dan menghembuskannya pelan.

“Ada yang mengkhianati sahabatnya sendiri” ucapku. Dia membulatkan matanya. Sekarang apa lagi yang akan dia tanyakan?

“Nugu?” tanyanya polos.

“Di film yang aku tonton tadi malam” jawabku bohong. Tak mungkin aku mengatakan yang sebenarnya. Bisa-bisa aku kehilangan sahabatku ini.

“Owh…jadi kau menangis gara-gara film. Aku kira…” kata-katanya menggantung. Apa dia tahu apa yang aku rasakan?

“Ya! Kau kira apa hah?” tanyaku. Aku benar-benar tak ingin dia mengetahui kalau aku menyukai namja chingunya.

“Aku kira karena kau tak mempunyai namja chingu” ucapnya. Gubrak! Aku akui, aku memang tak memiliki namja chingu karena aku menjaga perasaanku untuk Yesung oppa. Yang ternyata tak ada gunanya aku menjaga perasaanku ini.

“Ya! Kau mengejekku karena kau punya namja chingu hah?” tanyaku. Kalau saja kau bukan sahabatku, sudah ku rebut Yesung oppa darimu, batinku. Tapi aku juga tak sekejam itu merebut namja chingu orang lain.

“Kau cemburu ya?” candanya. Cemburu? Ya, aku memang cemburu. Sangat, sangat cemburu.

“Ya. Wae?” tanyaku. Dia menatapku dengan mata yang membulat. Jangan-jangan dia akan memarahiku karena bilang seperti itu.

“Kau tidak perlu cemburu. Aku akan selalu ada untukmu. Kau dan Yesung oppa benar-benar berarti untukku” ucapnya. Aku memang cemburu bukan karena itu tapi karena aku menyukai Yesung oppa. Aku hanya mendengus kesal.

“Ya! Ada perlu apa kau kesini pagi-pagi?” tanyaku. Aku tak ingin melanjutkan pembicaraannya tadi. Aku benar-benar bisa gila jika dia terus membicarakan Yesung oppa.

“Kenapa kemarin kau pergi begitu saja?” tanyanya. Deg! Kenapa dia malah bertanya sesuatu yang selalu berhubungan dengan Yesung oppa.

“A,,,itu,,itu,,kemarin aku ada urusan mendadak. Ya, aku ada urusan mendadak” ucapku menyakinkan. Aku memang ada urusan mendadak, yaitu menangis. Hehe…

“Owh…” tanggapnya.

“Jadi kau kesini hanya untuk bertanya itu padaku?” tanyaku. Dia hanya mengangguk pelan. Aish, apa dia tidak bisa sms atau menghubungiku saja? Benar-benar mengganggu.

“Kenapa kau tidak sms atau menghubungiku saja? Kan tidak perlu kesini” tanyaku.

“Aku hanya ingin main-main kesini saja. Oya, aku ingin mengajakmu makan malam. Nanti malam aku jemput kau jam tujuh. Arra?” ucapnya dan beranjak pergi dari apartemenku.

“Kau mau kemana?” tanyaku.

“Aku mau siap-siap untuk nanti malam. Kau juga harus siap-siap. Ingat, kau harus tampil cantik. Dan buatlah matamu itu normal kembali” ucapnya dan hendak keluar tapi aku mencegahnya.

“Ini kan masih pagi. Kenapa kau siap-siap sekarang? bagaimana bisa mataku kembali normal? Kau kan lihat sendiri mataku ini sangat bengkak” ucapku. Lagian kita mau makan malam dimana. Kenapa harus dandan segala.

“Ya! Ini sudah jam satu siang. Kau kan bisa pakai kacamata untuk menutupi matamu yang bengkak itu” ucapnya dan pergi dari apartemenku.

“Jam satu siang?” gumamku.

“Mwo???jam satu siang?” aku langsung melirik jam  yang menempel di dinding. Sekarang benar-benar jam satu. Tadi aku bangun jam berapa? Aku pikir masih pagi. Aku menutup pintu apartemenku dan kembali ke kamar.

Min Ran pov end

 

 

Yesung pov

Hari ini super junior tidak ada jadwal. Semua member sedang berkumpul di dorm. Tiba-tiba ide cemerlang muncul begitu saja.

“Semuanya, nanti malam ke Handel n Gretel ya! Aku ingin mengenalkan yeojachinguku pada kalian. Kita kan juga tak ada jadwal” ucapku.

“Jam berapa hyung?” tanya Wookie. Aku berpikir sejenak.

“Jam tujuh saja. Bagaimana?” tanyaku.

“Kenapa tidak di dorm saja hyung? Aku malas yang mau keluar” ucap Eunhyuk.

“Ya! Apa kau mau yeojachingunya Yesung melihat kapal pecah?” tanya Heechul hyung.

“Nde?” tanya Eunhyuk. Aku juga tidak mengerti maksud Heechul hyung.

“Kau lihat saja sekelilingmu” ucap Heechul hyung. Sontak semua member melihat ke arah yang ditunjuk Heechul hyung. Heechul hyung benar, dorm kami seperti kapal pecah sekarang. tak ada yang mau membersihkan.

“Hehe,,mian hyung. Aku lupa kalau dorm kita masih berantakan” ucap Eunhyuk cengengesan (?). Kembali ke rencana awal. Aku akan menyuruh Eun Soo untuk mengajak Min Ran. Kemarin aku hanya melihatnya sekilas. Ku harap kali ini aku bisa melihatnya secara jelas dan lama.

“Ya hyung! Kenapa kau malah senyum-senyum sendiri?” tanya Kyu yang membuatku menatap tajam ke arahnya.

“Nanti malam kita kesana. Kau tidak perlu khawatir Yesungie” ucap Teukie hyung. Dia hyung yang sangat baik.

“Gomawo hyung” ucapku. Dia hanya membalas dengan senyuman yang bisa membuat yeoja meleleh (?).

“Hitung-hitung makan gratis” ucap Eunhyuk tiba-tiba.

“Kau benar hyung. Aku kan tidak perlu memasak malam ini” timpal Wookie.

“Aku bisa makan sepuasnya” tambah Shindong. Aku mendengus kesal. Apa dipikiran dongsaengku ini hanya makanan saja? Pantas saja mereka tidak mempunyai yeoja chingu. Pikirannya hanya makan, makan dan makan.

***

Aku dan semua member kini sedang dalam perjalanan menuju ke Handel n Gretel.

“Hyung, kau tak menjemput yeojachingumu? Kenapa kau malah bersama kami?” tanya Donghae.

“Ya hyung. Namja chingu macam apa kau hyung” ucap Kyu dan langsung mendapat jiatakan dariku.

“Ya hyung! Appo” ucap Kyu sedih. Sungmin yang duduk di samping Kyu langsung mengelus kepala couplenya itu. Benar-benar couple yang aneh menurutku. #ditabok Kyumin

“Ani, dia akan membawa temannya” jawabku. Semuanya hanya ber-OH ria.

“Hyung, apa temannya sudah punya namja chingu? Apa temannya cantik hyung?” tanya Eunhyuk antusias. Min Ran memang sangat cantik. Kalau masalah namja chingu aku tidak tahu pasti.

“Molla” jawabku dan ku lihat Eunhyuk mendengus mendengar jawabanku.

Kini kami telah sampai di Handel n Gretel. Semua member termasuk aku langsung masuk melalui pintu samping dan masuk ke ruangan tertentu. Ruangan khusus super junior agar tidak terganggu oleh ELF yang datang kesini. Semua sudah duduk dengan teratur (?) dan ada dua tempat kosong disampingku, untuk Min Ran dan Eun Soo.

Yesung pov end

 

Min Ran pov

 

Ttttttttiiiiiiiiiittttttt~~~~~~~tttttttttiiiiiitttttt~~~~~ Bel apartemenku kembali berbunyi dan begitu mengusik tidurku. Aish, siapa lagi yang datang bertamu? Aku yang masih belum sadar sepenuhnya berjalan dengan gontai.

“Ya! Aku sudah berdiri disini 30 menit yang lalu dan ya ampun Min Ran…..kau belum siap? Ini sudah jam berapa?” teriak seorang yeoja saat pintu terbuka. Aku mengucek (?) kedua mataku dan yang ku lihat adalah seorang yeoja dengan wajah penuh emosi.

“Eun Soo-ah, ada apa?” tanyaku santai.

“Ada apa? Kita ada makan malam. Tadi aku sudah mengingatkanmu. Kenapa kau belum siap?” tanya Eun Soo.

“Aku baru bangun tidur” jawabku santai.

“Hobby tidurmu itu belum hilang ya? Cepat mandi dan ganti baju. Jangan lupa dandan yang cantik” ucapnya sambil mendorongku ke kamar mandi. Aku menghentikan langkahku dan berbalik menatapnya.

“Memangnya sekarang jam berapa?” tanyaku.

“Sekarang sudah jam 6.30. 30 menit waktu yang tersisa. Cepat mandi” ucap Eun Soo dan kembali mendorongku. Hampir saja aku menabrak tembok. Aku langsung mandi dan siap-siap.

“Ranie!!! Cepatlah. Sudah jam tujuh” teriaknya dari depan kamarku.

“Chakkamman. Sebentar lagi selesai” ucapku. Aku memakai dress selutut berwarna ungu, sebenarnya aku malas memakai dress, tapi karena sahabatku itu, aku menurut saja. Untunglah aku punya dress ini. satu-satunya dress yang aku miliki. Hehe. Aku membuka pintu kamar dan terlihat Eun Soo melipat kedua tangannya di depan dada dan menatapku dengan tatapan garang.

“Ya! Kenapa menatapku seperti itu? kajja berangkat. Bukankah kau teriak-teriak dari tadi agar cepat berangkat?” tanyaku. Dia tidak menjawab dan langsung berjalan mendahuluiku. “Ya! Chakkamman” ucapku yang masih mengunci pintu apartemenku. Aku segera berlari ke arahnya yang kini telah masuk ke dalam lift. Hhh,,,,hosh,,,hosh…aku mengatur napasku.

“Kau,,,,mau,,,membu,,,nuhku..hah?” tanyaku putus-putus. Dulu aku pernah pingsan karena berlari. Aneh bukan? Karena aku kesulitan mengatur napasku dan jantungku juga sedikit lemah.

“Mianhae Ranie. Aku benar-benar tidak enak jika terlambat” ucapnya. Aku ingin menanyakan sebenarnya kita mau kemana. Tapi pintu lift keburu terbuka. Aku urungkan niatku untuk bertanya.

Selama perjalanan aku hanya diam karena Eun Soo menyetir dengan serius dan juga dengan kecepatan tinggi. Aku tak ingin dia terganggu. Kalau dia menabrak gimana? Aku kan belum menikah, aku belum mau mati muda (?). Kini mobil Eun Soo berhenti di salah satu tempat. Aku tak tahu, ini restoran atau apa. Namanya Handel n Gretel. Aku dan Eun Soo langsung masuk ke dalam.

“Kau masuk saja kesana. Aku ke kamar mandi dulu” ucap Eun Soo sambil menunjuk salah satu ruangan yang terletak di pojok. Aku hanya mengangguk dan langsung berjalan ke arah ruangan itu tanpa melihat sekitarku.

Min Ran pov end

 

 

Yesung pov

 

Sudah 15 menit, tapi Eun Soo dan Min Ran belum juga datang. Perasaanku kini menjadi tidak tenang. Semoga tidak terjadi apa-apa dengan mereka.

“Hyung, yeojachingumu mana?” tanya Shindong. Aku hanya menggeleng.

“Ya hyung, sudah lebih 15 menit tapi yeoja chingumu belum datang” tambah Sungmin.

“Tadi dia bilang akan terlambat karena menunggu temannya” jawabku. Tak lama pintu ruangan terbuka.

“Annyeong~ mianhae telat” ucap seorang yeoja yang tengah membungkuk di hadapanku dan para member.

“Ah, gwenchana. Silakan duduk” ucap Teuki hyung. Kini dia menegakkan badannya dan betapa kagetnya aku. Ternyata dia Min Ran, bukan Eun Soo. Eun Soo kemana? Ku lihat dia membulatkan matanya ketika melihat kami. Mungkin dia kaget melihat namja sebanyak ini. Dia melihat salah satu dari kami dan kini pandangannya terarah pada Donghae. Ku lihat Donghae tersenyum padanya. Ku alihkan pandanganku pada Min Ran, dia membalas senyuman Donghae. Aku merasa sesak. Aku menyukai Min Ran, tapi aku sudah mencoba untuk menghapus perasaanku ini karena tidak ingin menyakiti perasaan Eun Soo yang begitu tulus mencintaiku.

“Hyung, yeojachingumu cantik sekali” ucap Wookie dan ku lihat semua member mengangguk setuju.

“Mwo? Yeoja chingu?” Min Ran kaget. Ku lihat semua member juga kaget dan saling pandang dengan ekspresi bingung.

“Bukankah kau yeoja chingu Yesung hyung?” tanya Siwon dan kini ku lihat Donghae sangat terkejut mendengar pertanyaan Siwon.

“Ani, na Park Min Ran imnida, sahabat Eun Soo, yeoja chingu Yesung oppa” jawabnya. Entah  mengapa aku tidak suka mendengarnya.

“Oh….” ucap semua member. Kini Donghae kembali senyum-senyum. Apa Donghae menyukai Min Ran?

“Mianhae, saya terlambat” ucap seorang yeoja yang baru masuk. Dia tak lain dan tak bukan adalah yeoja chinguku, Eun Soo. Dia langsung duduk diantara aku dan Min Ran.

“Kau yeoja chingu Yesung hyung?” tanya Eunhyuk. Dia hanya mengangguk dan tersipu malu.

“Kita ngobrolnya nanti saja. Sekarang kita makan. Kajja” ucap Shindong. Semua member mengangguk setuju dan mulai makan dengan lahap. Apa mereka telah mengosongkan perutnya? sampai-sampai makannya seperti orang yang tidak makan 3hari 3malam. *lebay

Aku melirik ke arah Min Ran yang sedang makan dan ku lihat Donghae memperhatikan Min Ran sejak tadi. Sesekali dia menatap Min Ran dan tersenyum. Aku yang melihat itu merasa tidak suka.

“Oppa, apa kau mau tambah ini?” tanya Eun Soo yang membuatku berhenti melirik Min Ran.

“Ani, sudah cukup Eun Soo-ah. Kau makanlah yang banyak” jawabku. Tak berapa lama makanan yang begitu banyaknya telah habis. Ku lihat semua dongsaeng dan hyungku terlihat kekeyangan. Setelah makan, kami masih mengobrol.

“Ranie, apa kau kenal kami?” tanya Eunhyuk atunsias. Min Ran hanya menggeleng pelan. Aku tersenyum melihat Eunhyuk yang nampak kecewa.

“Jinja?” tanya Teuki hyung yang kaget melihat Min Ran menggelengkan kepalanya.

“Ani, aku hanya kenal dua diantara kalian” ucap Min Ran.

“Nugu?” tanya Wookie. Apa dongsaengku ini tidak pernah bertemu yeoja cantik sampai-sampai atunsias seperti itu saat bertemu Min Ran.

“Hhhmmm…..” gumam Min Ran. Semua member menatap Min Ran dengan penuh harap.

“Yesung oppa dan Donghae oppa” ku lihat hyung dan dongsaengku menatap Donghae dengan penuh tanya.

“Wae?” tanya Donghae saat menyadari bahwa semua mata kini menatapnya dengan penuh tanya.

“Kemarin aku tak sengaja bertemu Min Ran dan mengantarnya ke sekolahnya karena ada acara disana” ucap Donghae yang membuat semua member mengangguk tanda mengerti.

“Kalau begitu, aku akan memperkenalkan namaku. Na Lee Hyukjae imnida. kau bisa memanggilku Eunhyuk oppa” ucap Eunhyuk.

“Min Ran imnida oppa” ucap Min Ran dan tersenyum. Senyum yang ku rindukan. Semua member memperkenalkan dirinya masing-masing. Tak terasa waktu sudah berlalu begitu cepat.

“Sudah malam, kami pulang dulu oppa. Besok aku ada kuliah” ucap Eun Soo. Eun Soo masih kuliah, beda dengan Min Ran yang telah lulus.

“Ne. Hati-hati. Apa perlu ku antar?” tanyaku.

“Ani, tidak usah oppa” jawabnya. Lagian aku mau mengatar dia pakai apa? Aku kan tidak bawa mobil (#gubrak). Eun Soo dan Min Ran kini telah berdiri dan hendak keluar dari ruangan yang dipenuhi oleh makhluk unik ini (?).

“Chakkamman” ucap Donghae yang membuat Min Ran dan Eun Soo menoleh ke arahnya. Donghae berdiri dan menarik tangan Min Ran keluar. Kini mereka keluar berdua. Entah apa yang dilakukannya. Semua member juga bingung melihat tingkah laku Donghae. Tak berapa lama Dongahe kembali dengan senyuman yang terlukis dengan indah di wajahnya.

“Mianhae Eun Soo-ah, menghambat kepulanganmu sebentar” ucap Donghae pada Eun Soo.

“Gwenchana oppa. Kami pamit dulu” ucap Eun Soo. Sedangkan Min Ran sepertinya menunggu di luar ruangan. Setelah Eun Soo keluar, ruangan menjadi ramai.

“Hae-ah, tadi kau ngapain?” tanya semua member.

“Ada deh pokonya. Mau tahu ja” ucap Donghae yang masih senyum-senyum gaje. Semua member mendengus kesal.

“Hyung, gomawo karena telah mempertemukanku kembali dengannya” ucap Donghae padaku. Aku hanya membalas dengan senyum yang ku paksakan.

“Sebaiknya kita kembali ke dorm. Aku sudah ngantuk” ucap Shindong. Semua member melihat Shindong yang sudah tak sadarkan diri (?).

“Kajja! Kau jangan tidur disini. Kau mau kami tinggal?” tanya Teuki hyung pada Shindong yang ternyata sudah tertidur. Dia langsung bangun dan kami semua kembali ke dorm.

***

Aku masih belum bisa tidur. Aku merasa tenggorokanku kering. Aku bangkit dari tempat tidurku dan menuju ke dapur. samar-samar ku dengar percakapan seseorang. Aku pun mencari sumber suara itu yang ternyata berasal dari kamar Eunhyuk.

“Kau benar-benar menyukainya?” tanya seseorang dari dalam. Kedengarannya itu suara Eunhyuk. Siapa yang sedang mengobrol dengannya malam-malam begini? Menyukai siapa?

TBC……. Bagaimana readers???jangan lupa RCL ok…..

Gomawo^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s