If You Love Me More #Part 3

Standar

If You Love Me More

 

Author             : DM

Cast                 : Lee Donghae

Shin Min Ran

Kim Jong Woon

Cho Eun So

Super Junior Member

Genre              : Romance

Length             : 3/?

 

Annyeong my lovely readers~~~~~

Tidak usah banyak ngomong….

Langsung ja yaa…..

Jangan lupa RCL ok….

Gomawo^^

 

Happy Reading~~~~

 

Author pov

 

Yesung tidak jadi pergi ke dapur. Dia memilih untuk kembali ke kamarnya. Dia terus memikirkan apa yang baru saja didengarnya.

“Hyung, kau dari mana? Kau belum tidur?” tanya Wookie yang duduk di ranjangnya. Yesung tak menanggapi pertanyaan Wookie. Dia terus berjalan menuju ranjangnya.

“Ya hyung! Kau kenapa?” tanya Wookie lagi. Yesung pun langsung menoleh ke arah Wookie yang namapak kesal karena merasa diacuhkan Yesung.

“Nde? Waeyo Wookie?” tanya Yesung yang masih berkecamuk dengan pikirannya.

“Kau dari mana? Kau belum tidur?” tanya Wookie lagi. Dia menghembuskan napasnya kasar.

“Aku,,,aku,,,dari dapur. Aku haus. Sudahlah, kita tidur lagi” ucap Yesung kaku. Wookie yang menyadari itu menjadi khawatir dan bingung terhadap couplenya itu. Wookie memutuskan untuk kembali tidur dan menanyakan apa yang terjadi pada Yesung esok harinya. Sedangkan Yesung membalikkan tubuhnya membelakangi Wookie. Matanya masih terbuka sempurna. Susah sekali baginya untuk menutup matanya sejenak.

“Bagaimana jika yang berbicara tadi itu Donghae dan Eunhyuk? Apa benar Donghae menyukai Min Ran? Bagaimana jika mereka menjadi sepasang kekasih? Kenapa aku merasa tidak suka? dadaku terasa sesak saat melihat senyuman Donghae terhadap Min Ran. Ottokhe?” gumam Yesung. Pikirannya tertuju pada Min Ran yang kini kembali merasuki hati kecilnya.

***

 

“Omo~~~ hyung, matamu kenapa? Kenapa ada lingkaran hitam di bawah matamu?” tanya Wookie saat Yesung terbangun dari tidurnya.

“Aku pasti kurang tidur. Aku kan baru tidur jam empat tadi” gumam Yesung. Dia memang baru tidur jam empat karena memikirkan hal yang tak diketahui orang lain.

“Jinja? Ah, pasti aku kurang tidur Wookie-ah” jawabnya pada Wookie. Wajahnya terlihat sedikit pucat. Dia terlihat lemas dan kurang bersemangat.

“Sebaiknya kau istirahat hyung. Wajahmu terlihat pucat. Aku akan memberitahu manager hyung agar memberimu izin hari ini. Aku akan membuatkanmu bubur. Kau istirahatlah disini” ucap Wookie pada Yesung. Yesung hanya mengangguk dan kembali merebahkan tubuhnya di ranjang. Wookie pergi ke dapur dan membuatkan bubur untuk Yesung.

“Kau sedang apa Wookie-ah?” tanya Shindong yang masuk ke dapur.

“Aku sedang membuatkan bubur untuk Yesung hyung” jawabnya tanpa mengalihkan dirinya dari bahan-bahan yang akan dimasak.

“Memangnya Yesung hyung sakit?” tanya Sungmin yang juga masuk dapur dan kini tengah duduk di meja makan.

“Sepertinya ya. Wajahnya terlihat pucat dan ada lingkaran hitam di bawah matanya” jawab Wookie sambil meracik bahan-bahan itu menjadi bubur.

“Akhirnya masak juga” ucap Wookie senang. Dia langsung mengambil mangkuk dan meletakkan bubur yang sudah masak itu ke dalam mangkuk. Dia pun membawa mangkuk yang berisi bubur itu ke kamarnya.

“Hyung, makanlah” ucap Wookie dan menyodorkan mangkuk itu pada Yesung. Yesung bangkit dan duduk menyender pada kepala ranjang.

“Gomawo Wookie-ah” ucap Yesung dan tersenyum. Yesung merasa beruntung memiliki dongsaeng yang baik hati seperti Wookie.

“Cheonma hyung. Sebaiknya kau makan bubur itu mumpung masih hangat” perintah Wookie. Yesung pun memasukkan sesendok demi sesendok bubur buatan Wookie yang dibuat sepenuh hati itu.

“Aku ambilkan obat dulu hyung” ucap Wookie dan meninggalkan Yesung yang masih makan bubur buatannya. Tak lama Wookie kembali dengan obat dan air putih.

“Hyung, minumlah agar kau cepat sembuh” ucap Wookie pada Yesung. Yesung langsung mengambil obat itu dan meminumnya. Yesung kembali tidur setelah meminum obat. Dia merasakan kantuk yang sangat. Mungkin efek dari obat yang diminumnya tadi.

 

Author pov end

 

Min Ran pov

 

Hari ini aku hanya malas-malasan di apartemen. Sejak bangun tadi aku hanya menonton TV yang selalu aku ganti-ganti channelnya karena tak ada yang menarik.

~I don’t care who you are, where you’re from, what you did….~

Lagu as long as you love me Backstreet boy mengalun indah di ponselku yang menandakan ada panggilan masuk. Aku beranjak dari sofa ke kamarku dan mengambil ponselku yang terletak di meja dekat ranjangku. Ternyata ada panggilan dari Eunsoo.

“Yeoboseyo” ucapku saat aku telah tersambung dengannya.

“Yeoboseyo Ranie. Apa kau ada acara siang ini?” tanyanya. Aku hanya menggeleng. Aish, paboya! Eunsoo kan tidak bisa melihat.

“Ani. Aku tak ada acara. Waeyo?” tanyaku. Apa dia akan mengajakku bertemu dengan Yesung oppa serta teman-temannya lagi? Entahlah.

“Bisakah kau membantuku?” tanyanya. Aku mengerutkan keningku. Kira-kira dia mau minta tolong apa ya?

“Membantu apa?” tanyaku.

“Yesung oppa sedang sakit. Apa kau bisa menemaninya di dorm?” tanyanya. Mwo? Yesung oppa sakit? Dia sakit apa? Apa tak ada yang menemaninya di dorm? Kenapa Eunsoo meminta tolong padaku? Berbagai pertanyaan melayang-layang dalam pikiranku.

“Mwo? Memangnya tidak ada member yang bisa menjaganya?” tanyaku pada Eunsoo. Sebenarnya aku mau sekali menjaga Yesung oppa. Terlebih aku ingin merawatnya yang sedang sakit seperti saat ini.

“Mereka sedang ada jadwal hari ini dan kemungkinan akan kembali malam hari. Hari ini aku ada ujian. Kau bisa kan menemaninya? Aku benar-benar khawatir padanya” pinta Eunsoo padaku. Tentu saja aku akan menemaninya Eunsoo. Tanpa kau minta pun aku akan tetap menemani dan merawatnya.

“Hhhmm,,,baiklah” ucapku pelan. Padahal aku ingin sekali berteriak senang karena akan bertemu dengannya.

“Gomawo Ranie-ah. Kau memang sahabat yang baik” ucap Eunsoo lega. Aku jadi tidak enak padanya karena aku juga menyukai namja chingunya. Ku harap rasa ini akan terkubur dalam di hatiku.

“Ne. Cheonma” jawabku dan langsung memutuskan panggilan kami. Aku segera bersiap-siap dan tak lupa aku membuatkan bubur untuk Yesung oppa. Ku yakin dia belum makan siang ini.

***

Kini aku telah berdiri di depan dorm super junior. Jantungku berdetak lebih cepat. Aku merasa gugup. Telapak tanganku basah oleh keringat dan beberapa kali aku mengambil napas panjang dan menghembuskannya. Aku tekan beberapa tombol untuk membuka pintu apartemen ini. Tadi Eunsoo memberitahuku password apartemen ini. Pintu pun terbuka dan aku mulai mencari kamar Yesung oppa. Aku mulai mencari dan menemukan dirinya tengah tertidur pulas di kamarnya. Aku masuk ke dalam kamar itu dan menatap dirinya yang begitu polos saat tertidur.

“Kau semakin manis saja oppa” gumamku. Dia terlihat sangat manis saat tidur. Ku lihat dia mengerjap-ngerjapkan matanya. Dan kini matanya telah terbuka. Dia menatapku sejenak dan mengucek-ngucek matanya.

“Ranie?” tanyanya yang seakan tak percaya bahwa yang sedang duduk di depannya adalah aku.

“Ne oppa” jawabku. Aku benar-benar gugup sekarang. Aku memegang erat mantelku agar tak terlihat gugup di depannya.

“Kenapa kau ada disini?” tanyanya padaku. Pasti dia tak mengharapkanku berada disini.

“Tadi Eunsoo menghubungiku. Dia bilang kau sendirian di dorm. Member yang lain ada jadwal dan Eunsoo masih ada ujian. Jadi aku yang datang kesini untuk menemanimu oppa. Aku juga bawa bubur untukmu. Aku ke dapur dulu. Mau ambil sendok dan air” ucapku dan beranjak dari hadapannya. Ku rasakan ada yang menahan langkahku. Aku melihat ke belakang, ternyata Yesung oppa sedang menarik tanganku. Aku menatap tanganku yang sedang dipegangnya dan menatap dirinya yang masih terbaring lemah di ranjangnya.

“Gomawo” ucapnya dan aku hanya tersenyum. Dia melepaskan tangannya dan aku langsung pergi ke dapur. Tak lama aku kembali dengan segelas air putih dan juga sendok. Aku membuka bungkus bubur yang tadi aku bawa dan memberikannya pada Yesung oppa.

“Makanlah oppa. Kau pasti belum makan. Setelah itu kau harus minum obat” ucapku yang masih gugup. Dia mengambil bubur dari tanganku dan mulai memakannya dengan lahap.

“Kau yang membuat bubur ini?” tanyanya dengan mulut yang penuh dengan  bubur.

“Ya oppa. Kalau makan jangan bicara. Kalau kau tersedak bagaimana hah?” ucapku khawatir. Dia pun mengangguk dan mulai melahap bubur yang aku buat sampai habis.

“Benar kau yang membuat bubur ini?” tanyanya. Aku hanya mengangguk pelan.

“Buburmu enak sekali. Aku suka” ucapnya dan tersenyum padaku. Omo~ senyumnya benar-benar manis. Tuhan, tolonglah aku. Jangan biarkan aku tertarik lagi padanya. “Gomawo oppa telah menyukai bubur buatanku” ucapku kaku. Suasana jadi hening. Tak ada yang bicara diantara kami. Aku masih gugup dan masih belum percaya bahwa aku kini tengah berdua dengannya. Dia juga diam. Entah dia suka atau tidak aku berada disini. Pasti dia kecewa karena bukan Eunsoo yang ada di sampingnya.

“Ranie, apa kau akan tinggal disini selamanya?” tanyanya membuka percakapan. Aku tak mengerti pertanyaannya.

“Mworago?” tanyaku yang bingung.

“Maksudku, apa kau akan menetap di Korea?” tanyanya. Kenapa dia menanyakan itu? apa dia ingin aku menetap disini? Ani, aku tidak boleh berharap seperti itu. ingat Ranie, dia itu namja chingu sahabatmu, batinku.

“Sepertinya begitu oppa. Waeyo?” tanyaku. ku lihat dia tersenyum dan kemudian menatapku.

“Ani. Aku hanya bertanya saja. Syukurlah kalau begitu. Berarti eunsoo tidak akan kesepian lagi” ucapnya senang. Jadi dia benar-benar mengkhawatirkan Eunsoo? Jadi dia benar-benar mencintai Eunsoo?

“Oh” balasku. Aku tak tahu harus menjawab apa. Aku merasa kecewa saat dia begitu memperhatikan Eunsoo seperti itu. Suasana kembali hening. Jujur, aku bosan dengan keadaan seperti ini.

 

Min Ran pov end

 

 

Yesung pov end

 

Hari ini aku merasa tidak enak badan. Kepalaku terasa pusing. Mungkin karena aku kurang tidur. Aku memutuskan untuk istirahat saja di dorm. Padahal hari ini super junior sedang ada jadwal dan kemungkinan kembalinya malam hari. Aku kembali tidur setelah makan bubur buatan Wookie dan minum obat. Wookie telah meminta izin untukku pada manager hyung.

Aku membuka mataku perlahan. Aku melihat sesosok yeoja tengah menatapku. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku dan ku lihat Min Ran berada di depanku. Aku pasti salah lihat. Tidak mungkin Min Ran ada disini. Aish, kenapa wajahnya terlihat begitu jelas di depanku? Aku mengucek-ngucek mataku untuk memastikan bahwa aku tak salah lihat. Dan ternyata aku memang tak salah lihat. Yeoja yang berada di depanku benar-benar Min Ran.

“Ranie?” tanyaku untuk memastikan kalau aku tidak sedang bermimpi.

“Ne oppa” jawabnya. Aku benar-benar senang karena dia ada disini. Aku bertanya mengapa dia ada disini. Ternyata Eunsoo menyuruhnya untuk kesini. Tapi aku beruntung karena Eunsoo menyuruhnya kesini. Rasa sakitku bisa terobati hanya karena melihat senyumnya. Dia juga membawakan bubur yang sangat enak. Ternyata dia membuatnya untukku. Aku sangat senang dia perhatian dan mengkhawatirkan aku seperti ini. Rasanya aku ingin sakit setiap hari asal bisa berduaan dengannya. Mungkin aku akan dibilang play boy atau apa. Tapi aku memang menyukainya dan aku akan memberitahu Eunsoo akan perasaanku padanya bahwa aku hanya menganggapnya sebagai yeodongsaengku saja.

“Ranie, apa kau akan tinggal disini selamanya?” tanyaku. Aku tak ingin dia meninggalkan Korea lagi. Ku lihat dia mengerutkan keningnya. Mungkin dia tidak mengerti maksud pertanyaanku tadi.

“Mworago?” tanyanya. Pasti dia benar-benar tidak mengerti maksud pertanyaanku.

“Maksudku, apa kau akan menetap di Korea?” tanyaku. Ku harap dia akan mengatakan iya.

“Sepertinya begitu oppa. Waeyo?” tanyanya. Aku tersenyum mendengar jawabannya. Aku langsung menjawab pertanyaannya agar dia tidak curiga melihatku yang tersenyum sendiri. “Ani. Aku hanya bertanya saja. Syukurlah kalau begitu. Berarti eunsoo tidak akan kesepian lagi” ucapku. Aish, paboya! Kenapa aku menjawa seperti itu? pasti sekarang dia merasa aku sangat mengkhawatirkan Eunsoo. Kenapa aku tak bilang yang sebenarnya saja padanya? Kenapa aku harus membohongi perasaanku sendiri? Sesalku.

“Oh” balasnya. Suasana kembali menjadi hening. Aku tak tahu harus bicara apa lagi dengannya. Sebenarnya aku ingin sekali bicara dengannya. Entah mengapa lidahku terasa kelu. Tak ada satu kata pun yang bisa ku ucapkan.

“Bagaimana kuliahmu disana?” tanyaku basa-basi. Sebenarnya aku bertanya begitu agar tidak canggung di dekatnya. Aku tahu dia pasti merasa tak nyaman dalam keadaan hening seperti ini.

“Kuliahku berjalan baik oppa. Aku bisa menyelesaikannya dalam waktu 3,5 tahun” jawabnya senang dan bangga. Aku tersenyum melihat dirinya yang senang seperti itu.

“Jinja? Wah, chukkaeyo Ranie. Kau benar-benar cerdas” ucapku dan menunjukkan dua jempolku padanya. Dia hanya tersenyum. Aku mendengar beberapa derap langkah orang menuju ke kamarku.

“Hyung, kau….” ucap seorang namja yang terhenti saat melihat Min Ran yang duduk di ranjang Wookie.

“Ranie, kau ada disini? Untuk apa?” tanya namja yang terkenal dengan gummy smilenya itu.

“Eh, oppa. Aku disini untuk menemani Yesung oppa. Tadi Eunsoo memintaku untuk kesini. Dia bilang tidak ada yang menjaga Yesung oppa dan Eunsoo masih ada ujian tadi” jawab Min Ran panjang lebar. Namja yang tak lain adalah Eunhyuk itu hanya manggut-manggut dan duduk di samping Min Ran.

“Kau sudah pulang?bukankah jadwal kita full hari ini?” tanyaku pada Eunhyuk. Apa dia bolos? Mana mungkin? Kenapa dia pulang? banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan pada manusia yadong ini #dilempar sandal ma Jewels.

“Manager hyung bilang jadwal kita di KBS akan diganti besok. Jadi kita boleh pulang untuk menjagamu hyung” jawab Eunhyuk.

“Hyung, kau baik-baik saja kan? Min Ran?” tiba-tiba saja Donghae nongol begitu saja. Dimana ada Eunhyuk, disitu pasti ada Donghae. Kenapa aku tak menyadarinya dari tadi? Kini Donghae berjalan ke arah Eunhyuk dan Min Ran. Dia duduk di sebelah kiri Min Ran.

“Ne oppa ini aku” jawab Min Ran dengan senyuman yang mengembang. Kenapa kedua makhluk ini datang di saat waktu aku dan Min Ran berduaan? Ku harap, makhluk yang lain tidak akan datang. kalau tidak, mereka akan berkumpul semua di kamarku karena ada Min Ran. Dan pastinya kamarku akan berubah menjadi pasar yang sangat ramai.

“Oppa~” panggil seseorang dan masuk ke dalam kamarku. Kini Eunsoo datang. ketiga makhluk di kamarku langsung memandang Eunsoo.

“Eunsoo-ah, kau sudah datang?” tanya Min Ran pada Eunsoo. Eunsoo menatapku sekilas dan duduk di sampingku.

“Ranie, gomawo telah membantuku menjaga Yesung oppa. Oppa, bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Eunsoo sambil menggenggam tanganku. Dari ekor mataku, ku bisa lihat Min Ran menunduk.

“Aku pulang dulu. Eunsoo sudah datang. tugasku sudah selesai. Eunsoo-ah, oppa. Aku pulang dulu. annyeong~” pamitnya pada Eunsoo, aku dan kedua dongsaengku ini. Dia pergi meninggalkan kamarku.

“Chankkam Ranie. Biar aku antar” cegah Donghae. Donghae bangkit dan berjalan ke arah Min Ran yang masih berdiri di depan pintu.

“Tidak usah oppa. Aku bisa pulang sendiri. Aku tidak ingin merepotkanmu. Lagipula oppa harus istirahat” tolak Min Ran dengan halus.

“Gwenchana. Kajja!” balas Donghae dan menarik tangan Min Ran keluar dari kamarku.

“Ya! Hae-ah, jangan tinggalkan aku. Aku ikut” teriak Eunhyuk dan keluar mengejar couplenya itu. Kini tinggal aku dan Eunsoo berdua di kamarku. Aku hanya diam saja. Pikiranku tertuju pada Min Ran yang kini tengah bersama Donghae.

“Oppa, apa kau sudah makan?” tanya Eunsoo.

“Nde?” tanyaku yang tak mendengar perkataan Eunsoo. Ku lihat dia menghembuskan napasnya.

“Apa oppa sudah makan?” tanyanya lagi. Aku hanya mengangguk.

“Eunsoo-ah, aku ingin istirahat” ucapku dan Eunsoo tersenyum padaku.

“Ne oppa. Kalau begitu aku pulang dulu. besok aku akan kembali kesini” ucapnya padaku. Aku mengangguk mengiyakan.

“Cepat sembuh oppa. Annyeong~” ucapnya dan mencium pipiku. Aku membulatkan mataku menyadari perlakuannya ini. Dia tersenyum malu dan meninggalkan aku sendiri di kamarku. Lebih baik aku tidur. Kepalaku terasa pusing. Tak lama pun mataku terpejam dan aku mulai memasuki alam mimpi, wonderland.

 

Yesung pov end

 

 

Donghae pov

 

Manager hyung menyuruhku dan Eunhyuk pulang karena Yesung hyung sendirian di dorm. Untunglah jadwal hari ini tidak terlalu full. Sedangkan yang lain masih ada jadwal lain. Sesampainya di dorm Eunhyuk langsung ke kamar Yesung hyung, sementara aku masih ke dapur karena aku merasa sangat haus. Aku menyusul Eunhyuk yang sudah berada di kamar Yesung oppa. Ku lihat Min Ran ada disana. Apa Min Ran datang kesini untuk menemani Yesung hyung? Tahu darimana kalau Yesung hyung sakit? Lagi pula apa hubungannya Min Ran dengan Yesung hyung? Bukankah Yesung hyung punya yeojachingu? Berbagai pertanyaan memenuhi otakku.

“Oppa~” panggil seorang yeoja yang masuk ke kamar Yesung hyung. Ternyata Eunsoo, yeojachingu Yesung hyung. Kenapa dia baru datang?

“Eunsoo-ah, kau sudah datang?” sapa Min Ran. Eunsoo langsung menghampiri Yesung hyung dan duduk di sebelahnya. Ku lihat Min Ran menundukkan kepalanya. Eunsoo berterimakasih pada Min Ran karena telah membantunya menjaga Yesung hyung.

“Aku pulang dulu. Eunsoo sudah datang. tugasku sudah selesai. Eunsoo-ah, oppa. Aku pulang dulu. annyeong~” pamit Min Ran. Aku pun ikut beranjak dari dudukku dan menyusul Eunsoo. Awalnya Eunsoo menolak untuk ku antar. Tapi akhirnya dia mau juga. mana mungkin ada seorang yeoja yang menolak jika diantar namja manis dan tampan sepertiku? #Donghae terjangkit virus narsis.

“Ya hyuk. Kenapa kau ikut?” tanyaku pada Eunhyuk yang sudah duduk di kursi belakang.

“Aku hanya ingin memastikan kalau tidak akan terjadi apa-apa dengan kalian” jawabnya santai. Dasar otak yadong. Pasti pikirannya selalu dipenuhi oleh hal-hal yang berbau yadong.

“Ya! Apa maksudmu?” tanyaku membentaknya. Dia pikir aku akan melakukan apa dengan Min Ran?

“Aku hanya ingin menjaga Min Ran. Bukankah tadi malam kau bilang…” aku cepat memotong ucapannya.

“Ya! Apa yang kau katakan hah?” bentakku. Aku kini merasa gugup. Aku takut makhluk yadong ini membuka rahasiaku tadi malam. Ku harap dia bisa menjaga rahasiaku.

“Memangnya tadi malam Donghae oppa mengatakan apa?” tanya Min Ran. Bagus! Sekarang Min Ran mulai penasaran. Aku berdoa semoga Eunhyuk tidak mengatakan yang macam-macam.

“Tadi malam Donghae mengatakan kalau dia ingin mampir ke apartemenmu” ucapnya. Aku bernapas lega. Untung dia tidak mengatakan kalau aku menyukai Min Ran. Tapi, apa yang dia katakan? Benar-benar membuatku malu. Ku dengar Min Ran terkekeh. Pasti mukaku sekarang berubah merah seperti kepiting rebus. Ku menoleh ke belakang. Ku lihat Eunhyuk dengan tatapan membunuh. Dia malah tersenyum yang membuatku jijik.

“Ayo hidupkan mobilnya oppa. Apa kau mau berdiam diri disini terus?” perintah Min Ran. Aku baru sadar kalau sejak tadi kami mengoceh (?) di dalam mobil. Aku mendengar Eunhyuk tertawa. Puas kau melihatku malu seperti ini? awas saja kau Lee Hyukjae.

“Baiklah. Kajja kita berangkat” ucapku dan mulai menjalankan mobilku. Selama perjalanan Eunhyuk bercanda dengan Min Ran. Ternyata Min Ran sosok yeoja yang menyenangkan. Aku jadi tambah menyukainya.

“Oppa, di persimpangan depan kita belok ke kiri. Apartemenku disana” ucap Min Ran dan aku hanya mengangguk. Kini kami telah sampai di depan gedung yang berlantai 18.

“Oppa, ayo mampir dulu. bukankah tadi kau bilang ingin mampir ke apartemenku?” tanyanya. Aku menoleh ke Eunhyuk, dia hanya mengangguk mengiyakan.

“Apa tidak apa-apa?” tanyaku padanya. Sebenarnya aku ingin sekali mempir. Tapi aku malu.

“Tidak apa-apa oppa. Kajja” ajaknya dan kini kami bertiga berjalan menuju apartemen Min Ran.

“Apartemenmu luas sekali Ranie. Bersih dan juga indah” puji Eunhyuk sampai-sampai mulutnya ternganga mengamati setiap inci ruangan di apartemen ini.

“Biasa saja oppa. Menurutku             ini terlihat berantakan. Duduklah. Aku akan mengambil minuman dan juga makanan ringan” ucapnya dan pergi ke dapur. aku dan Eunhyuk duduk di sofa merah marun. Tak lama Min Ran kembali dengan nampan yang berisi tiga gelas orange juice dan setoples makanan ringan.

“Tak usah repot-repot begitu Ranie. Kalau ada, keluarkan saja semuanya” ucap Eunhyuk sambil cengengesan. Dasar tukang makan. Min Ran hanya tersenyum.

“Apa kau mempunyai namjachingu?” tanya Eunhyuk yang tak terdengar jelas karena mulutnya penuh dengan makanan. Aku tersentak saat Eunhyuk menanyakan itu. untuk apa dia bertanya seperti itu?

“Nde?” tanya Min Ran karena tak mendengar ucapan Eunhyuk. Eunhyuk cepat-cepat menelan makanannya. Aku harap Eunhyuk tidak mengulangi pertanyaan bodohnya itu.

“Apa kau punya namjachingu?” tanyanya lagi. Min Ran terlihat kikuk. Aku menunduk dan berusaha agar tak mendengar jawabannya.

 

TBC

 

RCL….RCL….RCL…..

Mianhae chingu~~~ ceritanya semakin gaje…..

Tiba-tiba author kehilangan inspirasi nih…..

Jangan lupa RCL yaa…..

Biar FF ini tetep lanjut…..

Gomawo^^

 

 

 

 

 

 posted by : Ye_Vi^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s