Ms.Tissue and Mr.Antibactery/1 of 2/Romance

Standar

Title  :   Ms.Tissue and Mr.AntiBactery

Cast  : -Yoona

       – Taemin

Genre: Romance

Hai readerzz.. kembali bersama ff hana yang gaje ini.. hahaha

Hana berharap commend an like nya yahh ^^ semoga kalian sukaa..okeeii

 

Yoona POV

 

Aku sangat menyukai Ice Cream.. sangat sangat suka. Bagaimanapun..aku ingin selalu bisa menyantap kesejukkan Ice Cream dan kelembutannya saat aku melahapnya. Jeongmal Saranghae Ice Creammm.. I Love Youuu.. *gilaaakk.. wwkkkwk

Tapi ada satu hal yang membuatku tidak bisa memakan Ice Cream, aku juga sangat suka bernyanyi.. sangat-sangat suka.. jika aku tidak bernyanyi.. rasanya hidup ini sama sekali tidak ada artinya.. aku sangat menyukai music.. mencintai music dan terus ingin bernyanyi jika mendengar music. Aku tak bisa hidup tanpa music dan bernyanyi.. tapi aku juga tidak bisa hidup tanpa Ice Cream.. T^T sungguh menyedihkan.

“Uhukk.. Uhuukk..”

“Uhukk.. uhukkkk”

“UHUUUKKK..UHUUKK”

“SROOOTTT”

“Ughh berisik sekali anak itu” kata seorang siswa

“Ms.Tissue banget sih” kata seorang lagi

Semua orang pasti menatapku sekarang. Bagaimana tidak? Aku sangat berisik. Ini kan sedang ujian. Ottokke?? Aku sangat malu dengan keadaan seperti ini. Aku tak bisa mengangkat kepalaku dan terus menutup hidung dan mulutku dengan tissue. Begitu terus sampai akhir ujian. Aku juga jadi tidak bisa konsentrasi mengerjakan ujianku karena selama ujian aku terus batuk dan pilek.

Aku berjalan keluar ruangan ujian dengan lemas sambil menyangkutkan tas di pundak dan tetap memegang tissue.

Namaku Yoona. Aku seorang Yeoja berusia 17 tahun. Aku sangat suka Ice Cream, suka bernyanyi dan juga suka menari. Tapi karena badanku sangat lemah, aku kesusahan sekali dangan semua kesuka’anku itu. Jika aku makan Ice cream, suara ku akan hilang, batuk pilek mendera, demam dan akhirnya aku tidak  bisa bernyanyi apalagi menari. Jika sudah terserang flu aku akan memegan tissue kemana-mana. Sungguh memalukan dan menyedihkan. Aku benci keadaanku yang seperti ini. Siapa yang akan suka pada yeoja yang batuk tak berhenti-henti dan terus mengeluarkan ingus -_-

Harusnya tadi aku tidak masuk saja..

Tapi aku tidak ingin ujian sendirian.. tapi kalaupun aku masuk jadinya nilaiku akan rendah juga karena tidak konsen.. AAAAA!!! Harusnya aku tidak makan Ice creammm.. tapi aku sangat suka Ice cream!! AAAA!! Sekarang aku tidak bisa bernyanyi dan ikut klub menari gara-gara sakit ini!!

Aku bisa gila memikirkan hal ini.

Yoona asik berkutat dengan pikirannya dan tidak sadar ada namja yang sedang membawa buku hingga menutupi penglihatannya. Namja it uterus berjalan lurus sedangkan Yoona yang sedang asik dengan celotehan-celotehannya sendiri tetap berjalan menghadang Namja itu. And, Finally.. Namja itu jatuh bersama buku-bukunya yang berserakkan di lantai.

Yoona tersadar dari dunia baka (bodoh) nya. Ia terkejut telah menabrak seorang namja yang sekarang berada di lantai bersama buku yang berserakkan.

“Ah.. Mianhae.. Jeongmal Mianhae” kata Yoona sambil tetap memegang tissue di hidungnya.

Namja itu mengangkat wajahnya dan menatap Yoona aneh.

Waa,, keren sekali namja ini… pikir Yoona

“Aa..a..aku akan membantumu.” Kata Yoona gugup sambil mengambil buku-buku yang berserakkan dengan satu tangan.

“Kalau ga ikhlas bantu ga usah. Biar aku saja” kata namja itu ketus.

“Ani..bukan seperti itu.. Aku ikhlas kok” kata Yoona sedih dengan perkata’an namja itu

Namja itu tak menghiraukannya dan mengangkat kembali buku-buku itu lalu pergi kea rah ruang guru.

Yoona tetap mengikutinya dan menunggunya keluar dari ruang guru.

Namja itu keluar dan mendapati Yoona menunggunya di luar.

“Sedang apa kau??” tanya namja itu sinis

“Minggir. Kau mengganggu jalanku.” Katanya lagi masih dengan ketus

“aku hanya ingin menjelaskan kesalahpahaman ini.” Pinta Yoona.

Taemin POV  

       

Seorang yeoja menabrakku. Ia meminta maaf dan ingin membantu mengambilkan buku yang berserakkan akibat ia menabrakku tadi. Tapi kenapa yeoja ini begitu aneh. Ia berbicara sambil menutup hidung dan mulutnya dengan Tissue dan tetap menutupnya ketika mengambil buku. Ia mengambil buku hanya menggunakan satu tangan dan tangannya yang satu lagi tetap memegang tissue dan menutup hidungnya. Menurutku ia sangat tidak sopan. Kalau memang tidak ingin membantu ya ga usah bantu, Huh,,

“Kalau ga ikhlas bantu ga usah. Biar aku saja” kataku ketus.

“Ani..bukan seperti itu.. Aku ikhlas kok” kata Yeoja itu terlihat sedih

Aku  tak menghiraukannya dan mengangkat kembali buku-buku di lantai lalu pergi kearah ruang guru.

Aku keluar dan mendapati Yeoja itu menungguku di luar.

“Sedang apa kau??” tanyaku sinis

“Minggir. Kau mengganggu jalanku.” Kataku lagi masih dengan ketus

“aku hanya ingin menjelaskan kesalahpahaman ini.” Pinta Yeoja itu.

“Aku masih ada urusan” kataku sambil pergi ke gudang belakang.

Yeoja itu terus mengikuti ke gudang belakang dengan batuk-batuknya yang berisik. Ia bisa menulariku virus aneh dan aku sangat benci itu. Aku tidak mau dekat-dekat dengan virus, atau bakteri apapun itu bentuknya.

“aku tau kau pikir aku tidak sopan tadi.. aku minta maaf” katanya sambil terus memegang tissue. Aku muak melihatnya.

“menjauh dariku. Aku tidak mau terserang batuk juga.” Kataku sambil memeriksa gudang belakang. Ya, aku ketua OSIS dan  di tugsakan untuk memeriksa gudang belakang dan memastikan barang-barang di sana masih utuh dan aman.

KLEK.

Pintu gudang tertutup. Seseorang menguncinya dari luar. Astgaa!! Aku segera berlari kea rah pintu.

Ku dorong dengan keras pintu itu berkali-kali. Tetapi tidak bisa. Aku terkurung di gudang, bersama yeoja tissue itu. Ku tolehkan kepalaku melihat yeoja itu yang sekarang mematung sambil te-tapp memegang ti-ssue nya.. kesal aku dibuatnya, Aku duduk di lantai.

Yeoja itu menghampiriku dan duduk di sampingku.

“Yoona imnida. Siapa namamu? Tanya nya sambil mengulurkan tangan dan tersenyum

“Taemin imnida” kataku datar dan tidak meraih tangannya

Dia terus menyodorkan tangannya.

“Udah cuci tangan belum? Tanganmu pasti kotor, banyak virus,kuman dan bakteri” kata Taemin

“Arasoe kalau kau tidak mau salaman denganku.” Kata Yoona menunduk sedih.

DEG..

Setelah ku perhatikan, dia manis juga.. seandainya dia tidak memegang tissue konyolnya itu.

“Ahh aku bosan ..apa yang akan kita lakukan disini” kataku sambil berdiri dan mendekati rak yang berisi kaleng-kaleng cat

“Entahlah” kata Yoona juga ikut berdiri menghampiriku

Tak sengaja aku menyenggol rak kaleng cat itu terlalu keras dan kaleng-kaleng itu pun seperti akan rubuh menimpaku. Aku memejamkan mataku dan serasa ada yang memelukku erat. Aku merasa ada sesuatu yang mengganjal di dadaku. Rasanya sangat nyaman di peluk. Ku buka mataku dan ternyata Yoona yang melindungiku dan memelukku.

“Yoona?” panggilku

“Yoona? Bangun,, aku tak bisa menahan beratmu lebih lama dari ini” kataku mengguncangkan tubuhnya.

 

Tapi nihil. Yoona tidak bangun dan tidak menjawab apapun. Akhirnya ku angkat badan Yoona dan kulihat kepalanya bercucuran darah segar. Aku sangat panic. Tapi aku melihat ia tidak lagi memegang tissuenya. Tissuenya ada di lantai dimana ia berdiri sebelum menolongku.

Sekarang dengan jelas aku melihat wajahnya tanpa tissue. Sungguh cantik.. manis.. aku ingin sekali mencium bibirnya yang berwarna pink dan sangat membuatku bergairah (?) Aku baru sadar ia sangat menggoda dengan rambut coklatnya yang panjang , mata yang indah, bibir yang imut dan seragm tipis yang ia pakai. Otakku mulai berpikir yang tidak-tidak.

Ku tepis pikiran konyolku dan segera menolong Yoona. Ku buka jasku dan ku selimutkan ke seragamnya yang tipis. Aku melepas seragamku dan merobeknya lalu segera ku lilitkan ke kepalanya yang berdarah. Ku angkat kepalanya dan ku letakkan di kepalaku.

***

Sudah 2 jam ia pingsan dan belum sadar. Aku sangat khawatir dengan keada’annya aku juga mulai merasa dingin. Tiba-tiba ada yang memegang tanganku. Tangan Yoona. Yoona sudah sadar. Entah sejak kapan bibirku mulai tersenyum sumrinah ketika tau Yoona sadar.

Yoona POV

 

“Taemin?” tanyaku lirih

Pusing.. itu yang kurasakan. Kepalaku sakit dan bahu serta pinggangku sangat sakit.

“Ya Yoona? Gwenchanayo? Tanya nya dengan nada khawatir

“Appo” kataku lemah

“Dimana yang sakit?” katanya semakin cemas

“Kepala, bahu dan pinggangku sangat sakit” kataku menitikkan air mata

“Di..di sini?” kata Taemin memegang lembut bahuku. Wajahku memerah saat itu juga. Belum ada namja yang menyentuh tubuhku. Mereka semua mana mau karena aku ini Ms.Tissue.

“mmm..di situ” kataku tak ada tenaga

“Mianhae.. gara-gara aku kau jadi seperti ini.” Kata Taemin sambil terus mengelus bahuku lembut. Nyaman rasanya dan aku sangat deg-degan.. semoga Taemin tidak mendengar suara detak jantungku yang semakin kencang ini.

“Aniyo,,Gwenchana.” Kataku tersenyum.

Kruyuukk

Ku dengar suara perut Taemin berbunyi. Aku mengangkat tubuhku dan duduk di damping Taemin mengabil tasku. Ku keluarkan kotak bekal yang belum ku makan istirahat tadi.

“Makanlah.” Kataku

TBC deh..

RCL yaa ^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s