Saranghaeyo Yeongwonhi #Part 1

Standar

Saranghaeyo Yeongwonhi

Author : DM

Cast     : Cho Kyuhyun

Lee Hae Ra

Choi Young Mi

Lee Donghae

Other cast

Genre  : Romance, friendship, sad

Length : 1/?

Annyeong~~~~ (melambai-lambai bareng Yeppa). Author DM kembali lagi dengan FF baru….. mian, kalau ceritanya gaje, kurang menarik dan banyak typonya. Jangan lupa RCL ya readers…..

Gomawo~~~

Happy Reading~~~

Mencintaimu adalah sebuah kebahagiaan

Hidup denganmu adalah yang ku harapkan

Berpisah denganmu tak pernah terbayangkan

 

HaeRa’s heart

 

Hae Ra pov

 

Sinar matahari masuk ke dalam kamarku melalui celah kecil di jendela. Aku pun bangun dan mengerjap-ngerjapkan mataku. Aku menguap beberapa kali. Hari ini aku akan menghadapi tes di Kyunghee University. Tak terasa kini aku akan menjadi mahasiswa. Senang rasanya. Aku pun segera ke kamar mandi dan segera mempersiapkan diriku. Sebentar lagi, namja chinguku pasti datang menjemputku. Setelah semua siap, aku pun keluar dari kamarku menuju meja makan. Eomma dan appa telah duduk disana menungguku untuk sarapan. Aku langsung mengambil tempat di sebelah eomma.

“Hari ini kau diantar Song ajhussi” ucap eomma.

“Ani eomma. Kyu akan menjemputku” ucapku pada eomma.

“Baiklah kalau begitu. Apa kau sudah siap menghadapi tes hari ini?” tanya appa.

“Siap tidak siap aku harus siap appa. Aku akan berusaha semaksimal mungkin. Appa, eomma, doakan aku” ucapku. Aku benar-benar gugup menghadapi tes hari ini. Bagaimanapun aku harus melakukan yang terbaik agar tidak mengecewakan appa dan eomma.

Tiiiiit~~~tiiiiiit~~~~~~~~

Suara klakson mobil menggema di depan rumahku. Itu pasti Kyu.

“Eomma, appa, Haera berangkat dulu. Kyu pasti sudah menunggu” ucapku dan segera menghabiskan sarapanku. Aku pun mencium pipi eomma dan appa sebelum berangkat.

“Ne. Hati-hati. Hwaitting!” ucap eomma dan appa sambil mengepalkan tangannya di udara. Mereka benar-benar orangtua yang luar biasa. Aku juga membalasnya dengan mengepalkan tanganku ke udara. Aku segera berlari menemui Kyu yang mungkin telah menungguku lama.

“Chagi. Mianhae, telah membuatmu menunggu” ucapku pada Kyu begitu masuk ke dalam mobilnya.

“Gwenchana chagi. Apa kau sudah siap? Tak ada yang ketinggalan kan?” tanya Kyu. Aku hanya mengangguk. Dia sangat pengertian dan penuh perhatian padaku. Aku beruntung menjadi yeojachingu dari Cho Kyuhyun. Namja no.1 di sekolah dulu. Banyak sekali yang mengejar Kyu. Tapi dia tidak pernah menanggapi semua yeoja itu. Dia malah menyukaiku, yang jelas-jelas tak ada apa-apanya dibandingkan dengan yeoja di sekolah.

#flashback

“Haera, apa kau ada acara malam ini?” tanya Kyu saat aku membereskan semua bukuku sebelum pulang.

“Ani Kyu. Memangnya ada apa?” tanyaku. Apa dia akan mengajakku kencan? Ah, jangan terlalu berharap Haera, batinku. Aku menyukai Kyu saat kami duduk di kelas satu SMA. Tapi saat itu kami tidak saling kenal. Ani, dia tak mengenalku. Aku mengenalnya karena dia namja no.1 di sekolah. Entah bagaimana caranya, aku dan Kyu saling mengenal dan menjadi dekat.

“Aku ingin mengajakmu jalan. Apa kau bisa?” tanyanya ragu. Tanpa ragu sedikitpun aku mengiyakan ajakannya.

“Hhmmm,,,baiklah Kyu” ucapku. Sebenarnya daritadi jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Tapi aku mencoba bersikap biasa saja agar Kyu tidak curiga padaku.

“Nanti malam aku jemput jam tujuh. Aku pulang dulu” pamit Kyu padaku. Aku hanya mengangguk. Aku langsung melompat-lompat senang saat Kyu telah berlalu dari hadapanku.

Aku tak pernah menyangka malam itu Kyu menyatakan cintanya padaku. Dengan senang hati aku menerimanya. Itulah awal kisah kami (Kyu-Ra). Sejak saat itu hidup kami selalu bahagia.

#flashback end

“Kenapa kau senyum-senyum sendiri chagi?” tanya Kyu yang sontak membuatku tersadar dari lamunanku. Aku menatap Kyu yang sedang menatapku bingung.

“Aku ingat saat kau menyatakan perasaanmu dulu. Aku tak menyangka kau bisa menyukaiku. Padahal aku hanya yeoja biasa” ucapku pada Kyu.

“Apa kau menyesal menerima cintaku?” tanya Kyu. Mana mungkin aku menyesal menerima cintamu Kyu, mencintaimu adalah sebuah kebahagiaan untukku. Aku tidak akan melepaskan kebahagiaanku bagaimanapun keadaannya.

“Aku tidak menyesal. Hanya saja aku merasa tidak pantas untukmu” ucapku sambil menundukkan kepalaku. Banyak yang mengejek hubunganku dengan Kyu. Mereka bilang aku tidak pantas untuk Kyu.

“Kau itu sangat pantas untukku. Kita sudah menjalin hubungan selama dua tahun. Apa kau masih merasa kalau kau tak pantas untukku? Apa kau ragu padaku?” tanyanya. Aku hanya menggeleng. Hubungan yang sudah berjalan dua tahun ini berjalan dengan baik. Jika ada masalah, kami selalu menyelesaikannya baik-baik.

“Sudahlah. Jangan bicarakan itu lagi. Yang penting kita harus menjaga cinta kita” ucap Kyu dan mengelus kepalaku. Bagaimana bisa aku hidup tanpamu Kyu? Aku pasti gila jika kita berpisah. Tak terasa kami sudah sampai di Kyunghee University. Kyu memarkirkan mobilnya. Setelah itu kami masuk dan mencari ruang tes kami.

“Chagi, aku ada di ruang 11. Nanti kita bertemu di parkiran saja. Kau tak perlu menungguku” ucapku pada Kyu.

“Ne. Semangat ya! Semoga kita lulus dan bisa kuliah bersama disini” ucap Kyu dan mencium keningku. Aku benar-benar malu atas sikapnya ini. Dia tidak pernah malu mencium keningku di depan umum.

“Ya! Kau itu tak tahu situasi? Banyak yang memandang ke arah kita. Apa kau tidak malu?” tanyaku pada Kyu pelan.

“Biar semua orang tahu kalau kau adalah yeojachinguku. Jadi tidak akan ada yang mengganggu bahkan mendekatimu” ucap Kyu. Alasan macam apa itu? kenapa dia selalu beralasan yang tidak dapat diterima akal seperti itu? ckckck….

“Arra…arra. cepatlah menuju ke ruanganmu. Tes akan dimulai 15 menit lagi” ucapku pada Kyu. Kyu menuju ke ruangannya, begitupun aku. Begitu aku memasuki ruangan, semua bangku telah terisi. Hanya ada satu bangku yang terletak tepat di depan bangku pengawas. Aku pun segera duduk di bangku itu. Aku begitu deg-degan begitu pengawas masuk dan duduk tepat di depanku. Selama mengerjakan soal tes, aku tidak dapat berkonsentrasi karena gugup. Meskipun aku masuk tiga besar di kelas, tapi tetap saja aku gugup jika menghadapi tes. Tapi begitu aku ingat senyuman eomma, appa, dan Kyu. Kegugupanku hilang dan kini aku penuh semangat mengerjakan soal tes ini. Dua jam pun berlalu. Kini tes telah selesai. Hasilnya akan diumumkan satu minggu lagi. Setelah keluar dari ruang tes aku langsung menuju ke parkiran. Ternyata Kyu tidak ada di mobilnya, aku harus menunggunya. Tak lama dia datang.

“Chagi. Kau sudah lama disini?” tanya Kyu padaku. Aku hanya menggeleng.

“Kajja masuk” ucap Kyu sambil membukakan pintu mobil padaku. Aku pun segera masuk.

“Chagi. Apa kau lapar?” tanya Kyu padaku.

“Ne. Aku sangat lapar. Tes tadi benar-benar menguras energiku” ucapku dan memasang muka sedih di hadapannya.

“Ya! Kenapa kau memasang muka sedih seperti itu? apa kau tidak tahu?” tanya Kyu. Tahu? Tahu apa?

“Apa? Apa yang tidak aku ketahui?” tanyaku pada Kyu.

“Kau sangat jelek kalau seperti itu” ucap Kyu. Aku mengerucutkan bibirku ke depan. Apa dia tidak tahu aku sudah sangat lapar.

“Arra,,,arra..kita makan sekarang. princess jangan cemberut lagi” ucap Kyu dan mencubit pipiku. Dia itu selalu membuatku tidak bisa marah padanya. Kyu pun menjalankan mobilnya menuju restoran yang tak jauh dari Kyunghee University. Aku dan Kyu pun langsung masuk dan memesan makanan. aku memesan ramen begitupun Kyu. Selesai makan, Kyu mengantarku pulang.

“Aku akan menghubungimu nanti malam. Sekarang, istirahatlah chagi” ucap Kyu begitu kami sampai di depan rumah. Aku hanya mengangguk dan keluar dari mobilnya. Aku melambaikan tanganku saat Kyu mulai meninggalkan rumahku. Aku segera masuk ke kamarku dan menghempaskan tubuhku di tempat tidur. Ku dengar pintu kamarku dibuka, ternyata eomma. Eomma menghampiriku dan duduk di tempat tidur.

“Bagaimana tesnya tadi?” tanya eomma. Aku pun mendudukkan badanku dan menghadap eomma.

“Tesnya berjalan lancar walaupun awalnya sempat gugup” ucapku pada eomma. Eomma tersenyum. Semoga aku bisa memberikan yang terbaik untuk eomma dan appa.

“Kau pasti capek. Istirahatlah! Eomma akan keluar” ucap eomma dan keluar dari kamarku. Aku pun mengambil posisi yang enak dan tak lama aku pun tertidur.

Haera pov end

 

 

Kyuhyun pov

 

Akhirnya tes yang selama ini aku tunggu selesai juga. Setelah lulus SMA, aku dan yeoja chinguku memutuskan untuk kuliah di Kyunghee University. Awalnya appa yeojachinguku menginginkan dia kuliah di luar negeri. Tapi yeoja chinguku tidak mau dan malah memilih Kyunghee University agar bisa bersama denganku. Aku tak tahu jika cintanya begitu besar untukku. Aku juga sangat mencintainya. Seperti janjiku pada Haera saat pulang tadi, malam ini setelah makan malam aku menghubunginya. Sudah lama aku tak menghubunginya. Selama ini kami sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi tes masuk Kyunghee University. Jadi jarang sekali berbicara dengannya lewat telepon. Kami hanya kirim pesan saja selama ini. Ku tekan tombol 2, nomornya aku tetapkan sebagai speed dial di ponselku. Untuk memudahkanku menghubunginya.

tuut….tuut….tuut…. tak lama ku dengar suara seorang yeoja.

“Yeoboseyo” sapanya.

“Yeoboseyo chagiya” balasku.

“Ah Kyu, mianhae. Aku baru selesai makan malam. Makanya baru mengangkat panggilanmu” ucapnya.

“Ne. Arrasseo. Bagaimana menurutmu, kau diterima apa tidak?” tanyaku padanya. Kadang dia memiliki feeling yang sangat kuat.

“Entahlah. Aku merasa aku akan diterima. Bagaimana denganmu?” dia balik bertanya padaku.

“Aku merasa kita akan diterima dan kuliah disana bersama” jawabku yakin.

“Tapi kita kan beda jurusan chagi” ucapnya. Kami memang berbeda jurusan. Aku memilih bisnis. Sedangkan dia memilih kedokteran.

“Gwenchana. Aku akan tetap menjemput dan mengantarmu pulang” ucapku. Aku tahu pasti akan sulit untuk bertemu karena kami beda jurusan. Tapi itu tak menjadi penghalang untukku untuk selalu bersamanya.

“Ne. Ku harap kita bisa meluangkan waktu bersama” ucapnya. Itu pasti chagi dan harus, batinku.

“Aku juga berharap begitu. Kau sedang apa?” tanyaku.

“Aku sedang memikirkan pengumuman minggu depan. Aku deg-degan chagi” jawabnya. Dia itu selalu saja merasa takut padahal dia itu pintar. Aku heran dengannya.

“Kenapa harus deg-degan? Kau itu kan pintar chagi. Sudahlah! Jangan terlalu dipikirkan. Arra?” ucapku.

“Arrasseo. Chagi, aku mau tidur dulu. aku sudah ngantuk” ucapnya. Kenapa dia sudah mengantuk? Aku kan masih ingin mendengar suaranya. Lagian masih jam 9 malam.

“Ya! Ya! Aku masih ingin ngobrol denganmu” ucapku. Tapi sudah tak ada jawaban. Pasti dia sudah tidur. Selain suka makan, dia juga suka tidur. Aku pun memutuskan panggilanku.

Kyuhyun pov end

 

Author pov

 

Tak terasa seminggu telah berlalu. Kini semua orang yang mengikuti tes di Kyunghee University merasa harap-harap cemas melihat pengumuman yang terpampang di papan pengumuman di depan aula Kyunghee University. Sebenarnya pengumuman itu bisa dilihat secara online. Tapi banyak dari mereka yang ingin melihat secara langsung. Menurut mereka pengumuman yang ditempel lebih akurat dibandingkan yang secara online. Begitu juga yang terjadi pada pasangan yang sedang naik daun ini (?). Mereka memilih untuk melihat secara langsung meskipun mereka harus berdesak-desakan dengan orang banyak.

“Chagi, kajja kita ke Kyunghee untuk melihat pengumumannya” ajak Haera pada Kyu melalui telepon.

“Kita kan bisa melihatnya secara online chagi” jawab Kyu santai.  Haera mendengus kesal.

“Tapi aku ingin melihat secara langsung. Jebal~” pinta Haera dengan tampang sedih. Padahal Kyu tak bisa melihatnya.

“Kenapa harus jauh-jauh kesana. Kita kan bisa hidupkan laptop dan langsung mengakses internet. Kita bisa mengetahui hasilnya tanpa perlu berdesak-desakan dengan yang lain” jawab Kyu.

“Ya sudah. Aku minta antar Song ajhussi saja” ucap Haera kesal. Dia pun ingin memutuskan panggilannya sebelum Kyu menahannya.

“Ok. Kita kesana sekarang. jangan ngambek chagi. Aku siap-siap dulu. tunggu aku. Arra?” ucap Kyu. Kyu memang selalu menuruti keinginan yeojachingunya. Dia tidak pernah menolak jika Haera meminta sesuatu padanya.

“Ne” balas Haera singkat. Dia pun memutus panggilannya. Haera adalah tipe yeoja yang terkadang suka manja terhadap Kyu. Tapi Kyu tak pernah marah dan dia menyukai sifat manja Haera terhadapnya. Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, akhirnya Kyu datang.

“Annyeong~” sapa Kyu pada eomma Haera.

“Annyeong Kyu. Haera masih di atas. Ajhumma panggil dulu. Kau duduk saja disini” ucap eomma Haera dan mendudukkan Kyu di sofa ruang tamu. Eomma Haera pun segera menghampiri putri satu-satunya di kamarnya.

“Haera-ah, Kyu sudah datang. palli! Jangan buat dia menunggu” ucap eomma Haera. Haera pun segera keluar kamar dan menemui Kyu.

“Chagi, kajja!” ajak Haera. Kyu pun beranjak dari duduknya.

“Eomma, kami berangkat dulu. Doakan kami” pamit Haera pada eommanya.

“Ajhumma, berangkat dulu” pamit Kyu. Orangtua Haera sudah mengenal Kyu sejak hubungan mereka berusia satu tahun. Kyu sudah sangat dekat dengan kedua orangtua Haera, terutama eomma Haera karena mereka sering bertemu. Sedangkan orangtua Kyu tidak pernah tahu mengenai hubungan Kyu dengan Haera. Orangtua Kyu tinggal di luar negeri. Mereka jarang menemui Kyu. Oleh karena itu, Kyu tidak pernah mengenalkan Haera pada orangtuanya.

“Ne. Hati-hati. Jangan lupa cepat hubungi eomma” ucap eomma Haera yang dibalas anggukan oleh Haera dan Kyu.

***

Suasana disini sangat ramai. Banyak yang menangis dan banyak juga yang tersenyum bahkan tertawa lepas. Haera menggenggam tangan Kyu untuk menghilangkan rasa gugupnya. Sedangkan Kyu semakin mempererat genggaman tangannya.

“Kau gugup?” tanya Kyu pada Haera saat mereka berjalan menuju papan pengumuman di depan aula.

“Ne. Aku gugup sekali Kyu” ucap Haera. Kyu menghentikan langkahnya. Haera pun ikut berhenti. Kyu menghadapkan badannya ke arah Haera dan kedua tangannya memegang pipi Haera.

“Kau tak perlu gugup seperti itu. Kita pasti diterima. Jadi, jangan pernah merasa gugup lagi” ucap Kyu menenangkan Haera. Haera hanya mengangguk. Kyu kembali menggenggam tangan Haera. Kini mereka tengah berada di kerumunan orang banyak. Kyu mencoba menembus kerumunan orang itu. Tapi tangannya tetap menggenggam tangan Haera kuat. Ku melihat pengumuman itu dengan seksama dan betapa terkejutnya dia melihat pengumuman itu.

“Chagi,lihat. Kau berada di urutan teratas. Chukkae” ucap Kyu yang membuat Haera membulatkan matanya. Dia pun memandang ke arah pandangan Kyu. Dia semakin membulatkan matanya. Dia tidak menyangka dirinya berada di urutan teratas di tes ini.

“Kau sendiri bagaimana chagi?” tanya Haera pada Kyu. Kyu pun melihat pengumuman yang lain.

“Aku juga berada di urutan teratas” ucap Kyu senang. Mereka langsung keluar dari kerumunan orang itu.

“Chukkae chagi. Kau memang hebat” ucap Haera sambil menganggkat kedua jempolnya.

“Kau juga hebat chagi. Kita benar-benar pasangan yang serasi. Kita sama-sama berada di urutan teratas” ucap Kyu sambil mengelus kepala Haera. Mereka pun berpelukan #teletubbies mode on

“Kyu~” panggil seseorang. Kyu menoleh ke arah sumber suara.

“Hyun Sang-ssi~” balas Kyu dan melepaskan pelukannya dengan Haera serta langsung memeluk namja di depannya ini. Haera hanya menatap mereka dengan tatapan bingung.

“Chagi, kenalkan. Dia temanku saat duduk di bangku SMP. Hyun Sang-ssi, ini yeojachinguku, Haera” ucap Kyu memperkenalkan mereka berdua.

“Lee Haera imnida. bangapsemnida” ucap Haera dan membungkukkan badannya pada Hyun Sang.

“Park Hyun Sang imnida. nado bangapsemnida” balas Hyun Sang yang juga membungkukkan badannya.

“Kau kuliah disini?” tanya Kyu pada Hyun Sang.

“Ne. Aku kuliah disini. Kau juga?” Hyun Sang balik bertanya.

“Ah, ne. Kami kuliah disini” jawab Kyu.

“Kau ambil jurusan apa?” tanya Hyun Sang.

“Jurusan bisnis. Sedangkan Haera jurusan kedokteran” jawab Kyu.

“Ternyata jurusanmu sama denganku Kyu. Yeoja chingumu jurusan kedokteran? Sahabatku juga di kedokteran. Namanya Shin Tae Mi. Dia sedang ada disana. Melihat pengumuman” ucap Hyun Sang sambil menunjuk ke arah kerumunan orang.

“Sangie, aku diterima. Kau tahu, di peringkat pertama bernama Lee Haera. Dia sungguh hebat. Nilainya hampir sempurna. Pasti dia sangat pintar” ucap Tae Mi. Kyu dan Haera saling pandang dan tersenyum.

“Lee Haera? Sepertinya aku tahu” ucap Hyun Sang dan berpikir sejenak.

“Ah ye, dia ada disini. Haera, Kyu, kenalkan dia sahabatku Tae Mi” ucap Hyun Sang memperkenalkan Tae Mi.

“Annyeong~. Shin Tae Mi imnida” ucap Tae Mi. Kyu dan Haera membalas dengan senyuman.

“Lee Haera imnida” ucap Haera.

“Cho Kyuhyun imnida” ucap Kyuhyun.

“Kau Lee Haera dari jurusan kedokteran?” tanya Tae Mi senang. Haera hanya mengangguk.

“Wah, chukkaeyo. Semoga kita bisa menjadi teman baik. Aku juga diterima di kedokteran” ucap Tae Mi. Dia terlihat senang mendapatkan chingu.

“Ne. Kita bisa menjadi teman baik” ucap Haera senang. Kini dia telah menemukan teman yang sejurusan. Sepertinya Tae Mi itu yeoja yang baik, pikir Haera.

“Sebaiknya kita mengobrol di cafe dekat sini saja. Tidak enak mengobrol disini” ucap Kyu tiba-tiba. Mereka semua mengangguk. Saat semuanya berbalik badan dan mulai melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu. Tiba-tiba saja langkah mereka terhenti karena seseorang.

“Jadi kau kuliah disini juga yeoja tak tahu diri?” ke empat orang itu pun menoleh. Betapa terkejutnya Haera melihat yeoja yang tengah berdiri di depannya ini. Hyun Sang dan Tae Mi saling pandang tanda tak mengerti. Sedangkan Kyu menggenggam tangan Haera kuat dan menatap yeoja di depannya dengan tatapan yang tak dapat diartikan.

TBC~~~~

RCL….RCL….RCL yaa chingu~~~

Gomawo^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s