Saranghaeyo Yeongwonhi #Part 2

Standar

Saranghaeyo Yeongwonhi

Author : DM

Cast     : Cho Kyuhyun

Lee Hae Ra

Choi Young Mi

Lee Donghae

Park Hyun Sang

Shin Tae Mi

Kim Yoo Rin

Other cast

Genre  : Romance, friendship, sad

Length : 2/?

Annyeong~~~~. Author DM kembali lagi….. ada yang nunggu kelanjutan cerita ini ga? Author dan bikin part 2 nya. Mian, kalau ceritanya tambah gaje, kurang menarik dan masih banyak typonya. Jangan lupa RCL ya readers…..

Gomawo~~~

Happy Reading~~~

Mencintaimu adalah sebuah kebahagiaan

Hidup denganmu adalah yang ku harapkan

Berpisah denganmu tak pernah terbayangkan

 

HaeRa’s heart

Sebelumnya,,,,,

“Jadi kau kuliah disini juga yeoja tak tahu diri?” ke empat orang itu pun menoleh. Betapa terkejutnya Haera melihat yeoja yang tengah berdiri di depannya ini. Sedangkan Hyun Sang dan Tae Mi saling pandang tanda tak mengerti.

Haera pov

“Jadi kau kuliah disini juga yeoja tak tahu diri?” aku, Kyu, Hyun Sang, dan Tae Mi menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya aku saat melihat siapa yang sedang berdiri di belakang kami.

“Kau kaget melihatku disini?” tanyanya padaku. Tatapan matanya menyiratkan kebencian yang besar terhadapku.

“Mau apa kau? Jangan ganggu kami” bentak Kyu pada yeoja yang bernama Yoo Rin ini. Kyu pun mengajakku dan dua orang di sampingku untuk segera pergi.

“Aku mau kamu Kyu sayang. Kau membuatku semakin ingin memilikimu” ucapnya. Kata-katanya begitu menjijikkan. Ingin sekali aku membungkam mulutnya itu. Kyu tidak mengubris kata-katanya. Kyu menggenggam tanganku sangat erat dan meninggalkan yeoja genit itu. Kini kami telah duduk di dalam cafe dekat kampus kami.

“Mian, kalau aku boleh tahu, tadi itu siapa?” tanya Tae Mi padaku dan Kyu. Kyu menatapku dan aku mengangguk.

“Dia itu Kim Yoo Rin. Dia sangat menyukai Kyu. Dia tidak bisa terima saat aku menjadi yeoja chingu Kyu. Dia selalu mengganggu kami. Tapi itu tidak pernah bisa membuat kami menyerah. Kami semakin menunjukkan bahwa kami pasangan yang cocok” jelasku panjang lebar. Tae Mi dan Hyun Sang hanya mengangguk mengerti. Sejak aku jadian sama Kyu, Yoo Rin selalu menggangguku. Kadang dia menerorku dengan surat yang ditulis dengan darah dan semacamnya. Aku pikir dia itu sudah gila. Tak ku sangka, kami bisa kuliah di tempat yang sama. Semoga saja dia tak lagi melakukan hal-hal yang aneh padaku.

“Dia benar-benar gila sepertinya. Kalian hebat ya bisa bertahan lama” puji Tae Mi. Aku hanya tersenyum begitupun Kyu.

“Gomawo Mi-ah. Ku harap kami akan selalu bertahan apapun yang terjadi” balasku.

“Ku harap kalian akan segera menikah” ucap Hyun Sang yang membuat Kyu tersedak. Aku mengelus punggung Kyu pelan. Ku dengar Hyun Sang dan Tae Mi terkekeh melihat tingkah laku kami.

“Lihat saja, kalian benar-benar serasi. Aigoo~” ucap Hyun Sang. Ku rasa wajahku sudah merona sekarang. Aku memang berharap bisa merubah margaku menjadi Cho.

“Kyu, Haera, aku pulang duluan” pamit Tae Mi sambil beranjak dari tempat duduknya. Hyun Sang juga berdiri dan menyusul Tae Mi. Kini mereka telah pulang dan tinggal aku dan Kyu berdua. “Chagi” panggilnya.

“Hmm” aku masih sibuk menghabiskan makananku.

“Chagi, kau tak perlu khawatir. Aku tak akan membiarkan dia menyakitimu lagi” ucap Kyu dan menggenggam tanganku kuat. Aku hanya mengangguk. Aku berhenti makan dan menatapnya. Dia benar-benar tulus mengatakan kata-katanya barusan. Terpancar ketulusan dari kedua matanya yang indah itu. Dia adalah guardian angelku.

“Kajja kita pulang. Eomma pasti sudah menunggu kabar dari kita” ucapku pada Kyu. Saat aku ingat aku belum mengabari eomma sejak tadi. Eomma pasti khawatir sekali. Kami pun pulang setelah Kyu membayar makanan yang telah kita makan tadi.

***

“Eomma~” panggilku dan memeluk eomma.

“Bagaimana hasil tesnya?” tanya eomma.

“Aku lulus dan ada di urutan teratas. Begitu juga dengan Kyu” jawabku senang.

“Chukkaeyo. Kalau begitu kita adakan makan malam untuk merayakan kelulusanmu. Kau undang Kyu juga. arra?” ucap eomma.

“Arrasseo. Aku ke kamar dulu eomma. Aku akan menghubungi Kyu” ucapku dan meninggalkan eomma di ruang tamu. Aku duduk di tempat tidur dan langsung menghubungi Kyu.

“Yeoboseyo” sapaku saat teleponku tersambung.

“Yeoboseyo chagi. Waeyo?” tanya Kyu.

“Hhmm,,nanti malam eomma mengajakmu makan malam. Untuk merayakan kelulusan kita” ucapku senang.

“Baiklah. Nanti malam aku akan kesana” jawab Kyu.

“Gomawo chagiya. Saranghae~” ucapku.

“Nado saranghaeyo chagiya~” balas Kyu. Aku langsung memutuskan sambungan teleponku dengan Kyu. Aku benar-benar mencintainya. Mana mungkin aku akan menyerah mempertahankan semua ini dengan Kyu. Apapun yang terjadi, aku tak akan pernah melepaskan Kyu.

Haera pov end

Kyuhyun pov

7.00 PM

“Chagi, kau sudah datang?” tanya Haera yang baru turun dari tangga.

“Kajja! Appa dan eomma pasti sudah menunggu kita” Haera menarik tanganku menuju meja makan. Eomma dan appa Haera telah duduk di meja makan. Aku duduk di sebelah Haera.

“Kyu, chukkae atas keberhasilan kalian berdua. Kami benar-benar bangga” ucap appa Haera. Aku hanya tersenyum begitupun Haera.

“Kalian memang pasangan serasi. Kyu, apa kau mau menikahi Haera?” tanya Lee ajhussi yang sukses membuatku membulatkan mataku. Haera yang mendengar kata-kata appanya langsung tersedak. Tadi siang aku yang tersedak dan sekarang Hae Ra. benar-benar seperti jodoh.

“Chagi, kau tidak apa-apa?” tanyaku pada Haera dan memberikan segelas air untuknya.

“Lihatlah mereka, mereka sudah seperti keluarga. Tidak ada salahnya jika mereka menikah” ucap appa Haera lagi. Kini wajah Haera berubah menjadi merah. Aku tahu, dia pasti malu atas ucapan appanya. Aku dan Haera memilih diam. Setelah makan malam selesai, aku dan keluarga Haera mengobrol di ruang tamu.

“Kyu, bagaimana keadaan appa dan eommamu?” tanya appa Haera.

“Mereka baik-baik saja ajhussi” jawabku.

“Sampaikan salamku pada mereka. Sudah lama sekali tidak bertemu mereka” ucap appa Haera. Dulu appa Haera dan appaku adalah rekan kerja. Tapi sejak appa dan eommaku pindah ke luar negeri, mereka jarang bertemu dan berkomunikasi.

“Ah ne, akan ku sampaikan ajhussi” balasku. Kami mengobrol banyak sampai tak terasa waktu telah cepat berlalu.

“Ajhussi, ajhumma, saya pamit pulang dulu. sudah larut malam” ucapku dan beranjak dari tempat dudukku.

“Hati-hatilah di jalan” ucap appa dan eomma Haera.

“Chagi, aku pulang dulu” ucapku pada Haera. Haera hanya mengangguk. Appa Haera berdiri dan mengantarku ke depan. Tepat di depan pintu rumahnya, Lee ajhussi mengatakan sesuatu yang sangat berat bagiku.

“Kyu, tolong jaga Haera. Dalam waktu dekat ini, aku dan eomma Haera akan pindah ke Jepang. Aku akan mengurusi perusahaanku yang baru berdiri disana. Aku percaya padamu” ucap Lee ajhussi sambil menepuk pelan bahuku.

“Saya akan melakukan yang terbaik sebisa saya” balasku.

“Gomawo Kyu. Sekarang kau pulang dan istirahatlah” ucap Lee ajhussi. Aku hanya mengangguk dan segera pulang. Selama perjalanan, aku memikirkan ucapan ucapan Lee ajhussi. Sebenarnya aku ingin sekali menjaga Haera. Bahkan aku berniat akan menikahinya ketika kami selesai kuliah nanti. Tapi entah mengapa ada yang mengganjal. Tapi ku buang jauh-jauh perasaan yang mengganjal itu. Aku pun langsung tidur begitu sampai di rumah.

Kyuhyun pov end

 

 

Haera pov

 

Kata-kata appa masih terngiang-ngiang di telingaku. Aku benar-benar tak menyangka appa akan mengatakan hal seperti itu pada Kyu. Bagaimana kalau Kyu menjauhiku karena hal ini? sejujurnya aku memang ingin menikah dan mengubah margaku menjadi Cho. Tapi ini terlalu cepat jika dibicarakan sekarang. Apalagi kami baru saja kuliah. Aku akan minta maaf pada Kyu besok pagi. Aku tidak ingin dia salah paham.

@Kyunghee University

Hari ini kami melakukan pendaftaran ulang sebelum kuliah dimulai. Aku mengirim pesan singkat pada Kyu.

 

To : Nae sarang Kyu

Chagi, kau ada dimana? Kita ketemu di kantin. Arra?

Tak lama ponselku bergetar, pasti balasan dari Kyu dan ternyata benar.

From : Nae sarang Kyu

Baiklah. Kau tunggulah disana sebentar. Aku masih ada urusan.

Aku segera pergi ke kantin dan menunggu Kyu dengan secangkir hot chocolate. Tak lama, sosok yang aku tunggu datang dengan senyum yang terlukis di wajahnya.

“Mianhae chagi, membuatmu menunggu. Tadi aku masih berbincang-bincang dengan Hyun Sang dan yang lain” ucapnya.

“Gwenchana. Mianhae chagiya~” ucapku padanya.

“Waeyo?” tanyanya bingung. Aku tahu dia pasti bingung tiba-tiba aku berkata seperti itu.

“Atas ucapan appa tadi malam. Aku tak tahu appa akan berkata seperti itu” jawabku dan menundukkan kepalaku.

“Gwenchana. Appamu benar. Kita memang cocok, kenapa kita tak mencoba untuk membangun sebuah keluarga?” tanyanya yang membuatku membulatkan mata. Apa dia sudah gila? Appa dan eommanya saja belum tahu hubungan kita dan dia mengajakku membangun sebuah rumah tangga? Aish, jinja!

“Apa kau tak mau membangun kehidupan rumah tangga denganku?” tanya Kyu yang membuatku kembali menunduk.

“Ani,,,bukan begitu mak..” belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku, dia telah memotongnya duluan.

“Kalau begitu kau mau kan? Ya. Mana mungkin ada yeoja yang bisa menolak pesona seorang Cho Kyuhyun” ucapnya bangga. Penyakit PD dan narsisnya kambuh.

“Ya! Kenapa penyakit PD dan narsismu kambuh lagi hah?” tanyaku. Dia hanya tertawa.

“Tapi kata-kataku benar kan?” tanyanya genit. Kata-katanya memang benar dan sangat benar.

“Berhenti menggodaku CHO KYUHYUN” ucapku. Tapi dia semakin tertawa. Aish, apa ada yang salah dengan kata-kataku barusan?

“Ya! Kenapa kau malah tertawa? Apa yang lucu?” tanyaku dan mengerucutkan bibirku. Dia mencubit pipiku dan mengacak rambutku. Aish…

“Kau benar-benar lucu chagi. Aku pasti akan awet muda jika menjadi suamimu karena tiap hari kau selalu membuatku tersenyum dan tertawa” jawabnya. Kata-katanya begitu manis. Rasanya aku ingin cepat-cepat menikah denganmu, Kyu. Gumamku.

“Kau pikir aku badut? Yang bisa membuatmu tersenyum dan tertawa?” tanyaku pura-pura kesal.

“Ani, kau adalah bidadari yang Tuhan kirimkan hanya untuk menemani CHO KYUHYUN seorang” dia menekankan CHO KYUHYUN dalam ucapannya. Dia menggodaku lagi. Sejak kapan dia jadi pintar merayu dan gombal seperti ini?

“Chagi~” panggilnya.

“Hmm” jawabku dan menyeruput hot chocolateku.

“Chagi~” panggilnya lagi.

“Wae?” tanyaku dan tetap tak melihatnya.

“Chagi~ lihat aku” dengan sedikit malas aku melihatnya. Dia tampak serius. Omo~ jangan bilang dia akan melamarku. Aku belum siap.

“Aku boleh minta tanda tanganmu?” tanyanya. Aku mengerutkan keningku.

“Nde?” tanyaku tak mengerti.

“Aku boleh minta tanda tanganmu?” tanyanya kembali. Tanda tangan? Untuk apa? Aneh-aneh saja.

“Untuk apa?”

“Untuk buku nikah kita” glek! Aku menelan ludah mendengar kata-katanya. Lagi-lagi dia menggombal.

“Ya! Kau suka sekali menggombal ya sekarang” ucapku dan dia terkekeh. Dasar namja, sukanya hanya menggombali yeoja. Ckckck. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.

“Tapi kau kan senang jika aku gombal seperti itu?” aku hanya tertawa mendengar ucapannya.

Byur~~~ Ku rasakan air mengalir dari atas kepalaku. Ku lihat Kyu membulatkan matanya dan beranjak dari tempat duduknya. Matanya memerah, tangannya mengepal dan rahangnya mengeras. Ku lihat dia sedang menahan emosi. Aku merasa ada yang menyiramku. Aku memberanikan diri melihat siapa yang melakukan ini padaku. Seorang yeoja tengah tersenyum senang di belakangku.

“Apa yang kau lakukan? Cepat minta maaf” bentak Kyu pada yeoja itu. Dia hanya tersenyum dan bergelayut di lengan Kyu. Ku lihat kyu menghempaskan tangan yeoja itu.

“Cepat minta maaf” bentak Kyu lagi.

RCL…..

Mianhae readers,,,terlalu pendek…author janji,,part selanjutnya bakal lebih panjang…

Jangan lupa RCL ok…..   

posted by : Ye_Vi^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s