Be Happy Nae Sarang # Part 4

Standar

Be Happy Nae Sarang

 

Author : Shin Min Tae

Cast     : Lee Donghae

Kim Hyo Ra

Kim Jong Woon

Park Hye Mi

Lee Hye Sung

Other cast

Genre  : Friendship, Romance, Gaje (?)

Length : 4/?

 

Annyeong~~~ mian kalau FF ini lama dipostingnya…

Author masih ada kerjaan….

Warning! Ceritanya gaje n typo masih bertebaran

 

Happy Reading~~~~

Flashback part 3

“Ya! Memangnya kau siapa?kenapa harus memberitahumu segala?” tanya Chan Mi. Jong Woon menghempaskan tubuhnya di sofa.

“Aku calon namja chingunya Hyo Ra” jawabnya santai dan sangat percaya diri.

“Mwo?” tanya Chan Mi tak percaya.

 

Next part……

 

Author pov

 

“Ya! PD sekali oppa bilang seperti itu? memangnya oppa yakin Hyo Ra menyukaimu?” tanya Chan Mi meremehkan. Jong Woon hanya tersenyum mendengar ucapan Chan Mi.

“Mana mungkin dia tidak menyukai namja tampan dan manis sepertiku?” Jong Woon balik bertanya. Chan Mi hanya berdecak kesal mendengarnya. Baru kali ini dia melihat namja yang terlalu over PD.

“Cih, kalau kenyataannya tidak sama seperti itu, oppa pasti akan sangat kecewa” Chan Mi memperingatkan.

Tiiiiit~~Tiiiiiitttt~~~

Bel apartemen Chan Mi kembali berbunyi.

“Siapa sih hari libur begini kesini? Mimpi apa aku semalam sehingga harus menerima tamu yang tak diundang dan tak diharapkan hadir” Chan Mi menghela napas dan berjalan ke pintu.

“Itu pasti Hyo Ra. dia pasti kembali karena tahu aku ada disini”

PLETAK

Sebuah jitakan melayang dan tepat mengenai kepala Jong Woon.

“Jangan bicara yang macam-macam. Hyo Ra sedang dalam perjalanan ke Jepang. Dia tidak akan kembali. Apalagi ada oppa disini” Chan Mi mencibir.

“Eonni~” seseorang langsung memeluk tubuh Chan Mi saat pintu terbuka. Chan Mi segera melepaskan sepasang tangan yang sejak tadi memeluknya.

“Hye Mi-ah, kenapa kau ada disini? Kau bersama siapa? Kenapa tak memberi kabar kalau akan kesini?” tanya Chan Mi panjang lebar.

“Ya! Eonni tak menyuruhku masuk? Aku kan capek” ucap Hye Mi dan mengembungkan pipinya. Chan Mi terkekeh melihat sepupunya yang bertingkah kekanakan itu.

“Kajja masuk. Kebetulan aku juga ada tamu” Chan Mi mengajak Hye Mi masuk dan menyuruhnya duduk di sofa. Hye Mi melihat ke sekitarnya dan menemukan seorang namja yang tidak asing baginya sedang duduk tepat di depannya. Hye Mi membulatkan matanya karena terkejut. Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih kencang dari biasanya. Namja yang tak lain adalah Jong Woon itu juga merasakan hal yang sama. dia nampak kaget melihat yeoja yang baru saja duduk di depannya itu.

“Aku mandi dulu. kalian kenalan saja dulu” ucap Chan Mi dan meninggalkan mereka berdua. Semenjak Chan Mi pergi, ruangan itu berubah menjadi hening. Tak ada yang bersuara. Semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing yang sangat mengganggu.

1 menit…

5 menit…

30 menit…

Kini Chan Mi telah rapi. Dia tidak lagi memakai piyamanya. Dan dia terlihat lebih segar setelah mandi.

“Ya! Kenapa sejak tadi aku tak mendengar apa-apa? Kalian tidak mengobrol? Ah, pasti kalian malu. Ya sudah, aku perkenal….” belum sempat Chan Mi bicara, Jong Woon terlebih dahulu memotong ucapannya.

“Kami sudah saling mengenal” ucap Jong Woon dingin. Hye Mi yang sejak tadi menunduk mengangkat kepalanya karena Jong Woon berkata seperti itu.

“Jinja? Ah, kalau begitu baguslah. Tadi Jungsoo oppa menghubungiku. Dia mengajakku jalan. Oppa, bagaimana kalau oppa menemani Hye Mi?” tanya Chan Mi. Kedua orang yang sejak tadi diam tiba-tiba sama-sama mengeluarkan suara.

“ANDWE!” ucapnya bersamaan. Chan Mi mengerutkan keningnya karena bingung.

“Aku pergi dulu. aku ada acara” ucap Jong Woon dan pergi meninggalkan Chan Mi yang masih bingung dan Hye Mi yang terlihat sedih.

Chan Mi menghampiri Hye Mi dan duduk di sampingnya.

“Mi-ah, kalau boleh tahu, apa benar kalian saling mengenal? Dan kenapa kalian kompak sekali mengatakan andwe?” tanya Chan Mi. Hye Mi tidak menjawab malah memeluk Chan Mi dan terisak dalam pelukannya. Chan Mi semakin bingung. Dia mengelus punggung Hye Mi untuk menenangkan sepupunya itu.

“Mi-ah, ada apa? Kenapa kau menangis? Ceritakan pada eonni” ucap Chan Mi lembut. Hye Mi melepaskan pelukannya dan menatap Chan Mi dengan tatapan yang menyedihkan.

“Eonni,,,ingat,,,tidak tentang,,namja yang,,,aku ceritakan,,,satu tahun yang lalu?” tanya Hye Mi sambil terisak. Chan Mi mulai berpikir tapi dia menggeleng karena dia tidak ingat. Hye Mi menarik napas panjang dan menghembuskannya.

“Dia adalah Jong Woon oppa” jawab Hye Mi dan kembali menangis. Kali ini tangisan lebih kencang.

“Mak,,sudmu,,,namjachingu dulu itu Jong Woon oppa?” tanya Chan Mi hati-hati. Hye Mi mengangguk pelan. Hye Mi membekap mulutnya tak percaya. Dia tidak tahu harus berkata apa. Dia hanya bisa mengelus punggung Hye Mi yang masih menangis.

“Sudahlah. Dia kan masa lalumu. Jangan terlalu dipikirkan kembali. Dia adalah sepupu Jungsoo oppa. Aku mengenalnya saat menjadi tunangan Jungsoo oppa” ucap Chan Mi. Chan Mi mengambil ponsel dari sakunya dan mengirimkan pesan singkat untuk Jungsoo.

 

To : My Angel

Oppa, mianhae. Aku tidak bisa jalan-jalan denganmu sekarang. Hye Mi ada di apartemen, jadi tidak mungkin aku meninggalkannya sendiri disini.

 

Chan Mi tidak tega jika meninggalkan Hye Mi sendiri di apartemennya. Apalagi keadaannya seperti ini. dia harus menemani Hye Mi agar tidak sedih lagi. Tak lama ponselnya bergetar, ada balasan dari Jungsoo.

 

From : My Angel

Ne. Gwenchana chagi. Kalau kau butuh apa-apa, segera hubungi aku. Sarangahe :*

 

Chan Mi tersenyum membaca balasan dari tunangannya itu. “Nado sarangahae oppa” gumamnya.

“Mi-ah, apa kau sudah makan? Kajja kita makan dulu” Chan Mi menarik tangan Hye Mi ke meja makan. Chan Mi mengambil susu dan menuangkannya ke gelas. Dia mengambil selembar roti,mengolesnya dengan selai cokelat dan memberikannya pada Hye Mi.

“Makanlah. Mianhae, eonni hanya punya ini. eonni masih belum belanja. Bagaimana kalau kau temani eonni belanja setelah ini?” tanya Chan Mi semangat. Hye Mi hanya mengangguk pelan. Sebenarnya Chan Mi hanya ingin Hye Mi melupakan masa lalunya yang sangat menyakitkan itu.

 

Author pov end

 

Jong Woon pov

 

“Aaaaaaarrrrrrrrgggggghhhhhhhhhhhhh………………..” aku berteriak sangat kencang melepas semua kekesalanku selama ini. aku melihatnya, melihatnya lagi. Dia masih sama seperti dulu. ingin rasanya aku menyapa dan memeluknya sebagai tanda pelepas rasa rindu. Tapi sekelebat bayangan buruk itu kembali membayang-bayangiku. Aku harus apa sekarang? kenapa dia datang di saat aku sudah mulai menghapus banyangan dirinya dalam diri ini. di saat hatiku mulai terbuka untuk cinta yang lain. kenapa? Dari mana dia mengenal Chan Mi? Kenapa dia datang di saat Hyo Ra pergi? Apa ini tandanya, aku harus kembali kepadanya dan tak lagi menyukai Hyo Ra? aku mengacak-acak rambutku kesal.

#flashback

“Mianhae oppa, aku harus meninggalkanmu”

“Mwo? Kenapa? Kau tak mencintaiku lagi? Kenapa tiba-tiba begini? Kau tahu kan kalau aku serius padamu?”

“Mianhae oppa, jeongmal mianhae. Aku harus segera pergi”

“Ku harap oppa bisa bahagia dan menemukan yeoja yang lebih baik dariku” aku mematung mendengar kata-katanya. Apa yang baru saja dia katakan? Aku mengeluarkan sebuah kotak merah dari saku celanaku, aku membukanya perlahan. Terlihat sebuah cincin yang sangat indah dengan berlian di tengah-tengahnya.

“Aku baru saja akan melamarku? Tapi kenapa kau malah meninggalkanku?” aku pun jatuh tersungkur ke tanah. Tubuhku sudah tak mampu menopang tubuhku. Aku menangis dalam diam. berharap dia kembali dan membangunkanku.

Flashback end

 

Getar ponselku membuyarkan kenangan masa laluku. Aku masih sangat ingat saat-saat dia meninggalkanku. Tak terasa pipiku basah oleh air mata yang entah sejak kapan membahasahi pipiku. Aku segera merogoh sakuku, mengambil ponsel yang sejak tadi bergetar. ternyata Jungsoo hyung.

“Yeoboseyo” / “Yeoboseyo Hyung, ada apa?”

“Kau ada dimana?” / “Aku ada di luar, wae?”

“Ani. Aku hanya bertanya saja. Apa kau bersama Hyo Ra sekarang?” / “Ani, Hyo Ra ada di Jepang sekarang. Halmeoninya sedang sakit”

“Oh, ya sudah. Annyeong~”

Piip…aku memutuskan sambungan teleponku dengan Jungsoo hyung. Aku menghela napas panjang. Aku tidak boleh sedih lagi, aku tidak boleh terpuruk lagi. Aku harus semangat. Anggap saja aku tidak pernah bertemu kembali dengannya. Ya, dia hanya masa laluku dan tidak akan pernah ada di masa sekarang dan masa depanku. Aku kembali ke mobilku setelah cukup lama duduk memandangi sungai Han. Aku memutuskan kembali ke rumah. Lebih baik aku istirahat saja daripada mengingat hal-hal yang tidak penting bagiku.

***

Tubuhku terasa pegal-pegal setelah bangun tidur. Aku merogoh ponselku dan menelepon seseorang.

“Yeoboseyo”

“…..”

“Kenapa tak pamit akan ke Jepang?”

“…..”

“Apa kau lama disana?”

“….”

“Cepat kembali. Apa kau ingin berhenti sekolah?”

“…..”

“Ne. Annyeong Rara-ya”

Aku baru saja menghubungi Hyo Ra. Ku harap halmeoninya segera sembuh dan dia bisa kembali ke Korea. Hanya Hyo Ra yang bisa membuatku melupakan dirinya. Ku harap, aku benar-benar bisa melupakannya dan menjalani hidupku lebih abik lagi.

 

Jong Woon pov end

 

Hyora pov

 

Kini aku berada di rumah sakit. Halmeoni dirawat disini. Eomma bilang halmeoni sering mengingau dan memanggil namaku. Sampai-sampai halmeoni sakit. Halmeoni terlihat lebih kurus sekarang. wajahnya pucat. Halmeoni baru saja tidur saat aku tiba di rumah sakit. Aku mengambil kursi dan duduk di samping ranjangnya. Ku raih tangannya yang sudah keriput itu, ku ciumi tangannya. Tak terasa air mataku jatuh. Aku segera menghapusnya dengan punggung tanganku. Aku tak ingin halmeoni melihatku menangis.

“Ra-ya, sebaiknya kau pulang. kau kan baru saja tiba. eomma tidak ingin kau juga sakit” ucap eomma yang berdiri di sampingku.

“Aku ingin menemani halmeoni eomma” jawabku.

“Ne, eomma tahu. Eomma hanya ingin kau istirahat sebentar. Nanti kau kesini lagi. Eomma tak ingin kau juga sakit. Nanti siapa yang merawatmu? Eomma kan juga harus merawat halmeoni” ucap eomma. Aku segera berdiri, mencium pipi halmeoni dan pipi eomma sebelum pulang ke rumah.

Aku segera menghempaskan tubuhku ke tempat tidur, ku rasakan ponselku bergetar. aku langsung mengambilnya, ternyata ada telepon dari Jong Woon oppa. Aku mengerutkan keningku bingung. Untuk apa Jong Woon oppa menghubungiku? Apa dia tidak tahu kalau aku sedang di Jepang? Paboya! Aku kan tidak pamit pada siapa-siapa. Hanya Chan Mi eonni yang tahu kalau aku pergi ke Jepang.

“Yeoboseyo” / “Yeoboseyo”

“Kenapa tak pamit akan ke Jepang?” dari mana dia tahu? Pasti dari Chan Mi eonni, siapa lagi.

“Mianhae oppa, aku buru-buru. Setelah mendapat telepon dari appa, aku langsung berangkat”

“Apa kau lama disana?” / “Molla oppa. Aku menunggu halmeoni sembuh seutuhnya”

“Cepat kembali. Apa kau ingin berhenti sekolah?” aku ingin tertawa mendengar ucapannya. Mana mungkin aku ingin berhenti sekolah. Apalagi disana ada namja yang aku sukai.

“Ya! Oppa bercanda? Mana mungkin aku ingin berhenti sekolah. Oppa, sudah dulu ya, aku ingin istirahat. Annyeong oppa~”

“Ne, annyeong Rara-ya” aku kembali meletakkan ponselku di atas meja kecil dekat tempat tidurku. Jong Woon oppa adalah namja yang baik. Aku beruntung bisa mengenalnya. Dia sudah seperti oppa ku sendiri. Dia perhatian padaku seperti Chan Mi eonni. Ku harap halmeoni segera sembuh dan aku bisa kembali ke Korea. Aneh, baru sehari aku meninggalkan Korea, aku sudah merasakan rindu yang sangat dalam. Apa begini rasanya orang yang sedang jatuh cinta? Benar-benar menyusahkan. Lebih baik aku melanjutkan acara tidurku yang sempat terhenti tadi.

***

“Halmeoni~” aku memeluk halmeoni yang masih terbaring di ranjang rumah sakit. Dia mengelus kepalaku dan mengecup puncak kepalaku.

“Halmeoni merindukanmu” ucapnya.

“Nado. Aku juga merindukan halmeoni. Jeongmal bogoshipo” balasku dan mengeratkan pelukanku. Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, akhirnya halmeoni kembali ke rumah.

“Halmeoni cepat sembuh ya! Sudah lama aku tidak masuk sekolah. Aku tidak ingin dikeluarkan karena terlalu lama tidak masuk” ucapku dan mengajak halmeoni duduk di sofa.

“Mwo? Kau akan kembali ke Korea?” aku hanya mengangguk senang. Mendengar nama Korea saja, aku sudah senang setengah mati.

“Andwe! Kau tidak boleh kembali. Kau kan bisa sekolah disini” ucapnya. Aku melongo mendengar ucapan halmeoni. Tinggal di Jepang? Yang benar saja? Shireo! Aku harus kembali.

“Halmeoni kan tahu kalau aku sangat ingin sekolah disana. Setelah aku sekolah disana, aku harus berhenti. Shireo! Aku akan tetap kuliah disana” jawabku tak terima.

“Pokoknya kau sekolah disini. Halmeoni akan menyuruh appamu mengurus sekolahmu disana” balasnya. Aku merasa emosi mendengar ucapan halmeoni. Aku tidak mau tinggal di Jepang. Aku harus kembali.

“SHIREO!” aku segera berlari ke kamarku. Tetapi langkahku terhenti saat ku dengar teriakan eomma.

“Eomma~~~” aku segera berbalik dan ku lihat halmeoni kesakitan sambil memegang dadanya. Aku segera berlari ke arahnya.

“Halmeoni~~~” aku menangis di sampingnya.

“Ra-ya, cepat telepon ambulance. Kita harus membawa halmeoni ke rumah sakit” ucap eomma. Aku mengangguk dan segera menghubungi ambulance. Tak lama ambulance datang dan membawa halmeoni ke rumah sakit. Sedangkan aku dan eomma diantar oleh Kang ajhussi.

“Eomma anda mengalami serangan jantung. Untung tidak terlalu parah. Jangan membuatnya kaget. Tolong jaga kondisinya” ucap dokter begitu keluar dari ruang rawat halmeoni. Eomma hanya mengangguk penjelasan dokter itu dan menghampiriku yang sedang duduk setelah dokter itu pergi.

“Kau dengar sendiri kan apa kata dokter barusan? Eomma harap kau ikuti kemauan halmeoni”

“Tapi eomma,,,” belum selesai aku bicara, eomma telah memotongnya lebih dulu.

“Apa kau tak mendengar kata dokter tadi? Untuk sementara ini, turutilah kemauan halmeoni. Kalau halmeoni sudah sembuh, kau bisa kembali ke Korea”

“Sampai kapan?” kini air mataku telah mengalir. Kenapa seperti ini? Apa itu tandanya aku tidak boleh suka padanya? Baru rasa suka, ujiannya sudah seperti ini. apalagi kalau aku mencintainya? Pasti akan jauh lebih sakit.

“Eomma tidak tahu. Sudahlah, lagipula kau kan baru masuk. Biar appa yang mengurus semuanya di Korea” jawab eomma dan menghapus air mataku.

“Kalau begitu, aku akan ikut appa” ucapku. Eomma menggeleng.

“Ani. Kau tetap disini. Bagaimana jika halmeoni bertanya dirimu dan kau tak ada disini? Kau mau terjadi sesuatu pada halmeoni?” aku menggeleng. Kenapa harus seperti ini? kenapa aku merasa takdir sedang berusaha menjauhkanku darinya? Apa salahnya jika aku dekat dengannya? Kenapa sepertinya dekat dengannya adalah sebuah kesalahan yang sangat besar? Ottokhe?

 

RCL……RCL…..RCL….

Mian bagi yang lama menunggu FF ini….

Jangan lupa RCL yaa readers~~~~

Gomawo^^

 

 Posted by : Ye_Vi^^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s