Be Happy Nae Sarang # Part 5

Standar

Be Happy Nae Sarang

 

Author : Shin Min Tae

Cast     : Lee Donghae

Kim Hyo Ra

Kim Jong Woon

Park Hye Mi

Lee Hye Sung

Other cast

Genre  : Friendship, Romance, Gaje (?)

Length : 5/?

 

Annyeong readers~~~

Author balik lagi nih….

Bawain kelanjutan Be Happy Nae Sarang

Adakah yang menunggu FF ini???

Langsung jaa yaa….

WARNING! Ceritanya gaje dan typo bertebaran dimana-mana

Jangan lupa RCL……

 

Happy Reading~~~~

Flashback part 4

“Ani. Kau tetap disini. Bagaimana jika halmeoni bertanya dirimu dan kau tak ada disini? Kau mau terjadi sesuatu pada halmeoni?” aku menggeleng. Kenapa harus seperti ini? kenapa aku merasa takdir sedang berusaha menjauhkanku darinya? Apa salahnya jika aku dekat dengannya? Kenapa sepertinya dekat dengannya adalah sebuah kesalahan yang sangat besar? Ottokhe?

 

Next Part…..

 

Hyora pov

 

Aku menatap sendu langit cerah dari jendela yang terbuka lebar di kamarku. Angin yang sepoi-sepoi seakan-akan menamparku dengan tamparan yang sangat keras. Perlahan, air mata pun mengalir deras dan tak dapat ku bendung lagi. Sketsa wajah indah ciptaan Tuhan itu selalu melayang-layang di kepalaku, ditransfer ke dalam otakku menjadi sebuah memori yang tak bisa aku musnahkan. Aku harus tertahan disini selamanya. Aku tak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi. Kecuali ada sebuah “miracle” yang Tuhan berikan padaku. Aku tak akan pernah berhenti berharap untuk bisa melihatnya kembali, melihat senyumnya yang hangat dan tatapan matanya yang meneduhkan. Aku pun tak bisa menghubungi siapa-siapa disana. Ponselku terjatuh saat aku buru-buru ke rumah sakit untuk menjenguk halmeoni. Aku bahkan tak memiliki nomornya. Apa aku memang ditakdirkan untuk berpisah dengannya? Ani, takdir itu bisa dirubah. Kenapa aku harus terpuruk di saat seperti ini? seharusnya aku semangat agar bisa berjumpa dengannya lagi. Bukankah semua bisa terjadi? Sebuah keajaiban dari sebuah pengharapan yang besar akan terwujud. Ya, aku yakin itu. semangatku kini tumbuh kembali. Menjadi diriku yang baru, yang penuh dengan semangat, semangat untuk bisa melihatnya kembali.

“Ra-ya, kau sedang apa?” eomma tiba-tiba masuk ke dalam kamarku. Aku segera menghapus air mataku yang sudah agak kering di kedua pipiku dengan punggung tanganku.

“Aku hanya melihat pemandangan di luar eomma” jawabku sopan. Ku dengar derap langkah mendekat kearahku. Sebuah tangan melingkar tepat di bahuku dan seorang yeoja paruh baya, tak lain adalah eomma, pandangannya tertuju pada arah pandangku.

“Eomma tahu kau bersedih. Maafkan eomma, eomma tak bisa membantumu apa-apa. Eomma hanya khawatir akan kesehatan halmeoni” ucap eomma yang terdengar sedikit menyesal.

“Gwenchana eomma. Mungkin aku memang harus tinggal disini” jawabku pelan. Ku rasa air mataku akan kembali tumpah, tapi aku menahannya sekuat tenaga agar tidak tumpah di saat ada eomma di sampingku. Aku tak ingin eomma bertambah sedih karena ku.

“Kau pasti ingin menghubungi temanmu yang di Korea. Eomma baru ingat kalau eomma menyimpan nomor Chan Mi” ucap eomma lagi. Nomor Chan Mi eonni? Jinja? Aku bernapas lega sekarang.

“Jinja? Benarkah eomma? Mana nomornya?” tanyaku bahagia dan memeluk eomma.

“Ne. Kau tunggu disini. Eomma akan membawakan nomor Chan Mi kesini” eomma melepaskan pelukanku dan beranjak pergi dari dalam kamarku. Ternyata keajaiban itu perlahan mulai muncul. Sepertinya aku benar-benar akan bertemu dengannya lagi. Terimakasih Tuhan. Tak lama eomma kembali dan menyodorkan ponselnya padaku.

“Eomma sudah menghubunginya, mungkin sebentar lagi akan tersambung. Eomma keluar dulu” aku tersenyum pada eomma. Semoga saja Chan Mi eonni segera mengangkat teleponnya.

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo, eonni ini aku”

“Hyo Ra? kau kemana saja? Kenapa tidak ada kabar? Kapan kau kembali?”

“Mianhae eonni. Ponselku hilang dan aku tak akan kembali”

“Tak akan kembali? Apa maksudmu?”

“Aku akan tetap tinggal disini. Appa telah mengurus kepindahanku”

“Ya! Jangan bercanda. Hye Mi ada disini. Dia mencarimu. Apa kau tak merindukannya?”

“Aku sangat merindukan kalian semua. Salam saja untuk Hye Mi, Jong Woon oppa dan Donghae oppa. Mian eon, aku tidak bisa berlama-lama. Nanti aku akan kembali menghubungi eonni kalau aku dah punya ponsel lagi. Annyeong~” aku langsung menutup sambungan teleponku dengan Chan Mi eonni. Sebenarnya banyak hal yang ingin aku sampaikan. Tapi aku tak bisa. Aku harus membeli ponsel baru agar aku bisa menghubungi Chan Mi eonni dengan mudah. Eomma akan curiga jika aku menghubungi Chan Mi eonni terus menerus.

 

Hyora pov end

 

 

Author pov

 

Chan Mi terlihat bingung setelah menerima telepon dari Hyora. Hye Mi yang duduk di sebelahnya ikut-ikutan bingung.

“Eon, siapa yang menelepon?” tanya Hyemi penasaran.

“Hyora, dia baru saja menghubungiku” jawab Chan Mi pelan.

“Hyora? Bagaimana kabarnya? Kapan dia akan kembali?” tanya Hyemi senang saat mendengar Hyora menghubungi Chan Mi. Dia sudah rindu sekali dengan sahabatnya itu. sudah lama rasanya mereka tidak bertemu.

“Dia tidak akan kembali” jawab Chan Mi datar. Chan Mi juga merasa sedih mendengarnya. Dia sudah menganggap Hyora seperti yeodeongsaengnya sendiri. Meskipun hanya beberapa bulan tinggal bersama Hyora, dia merasa tidak pernah kesepian. Tapi, mulai hari ini dia tidak akan tinggal bersama Hyora lagi. Dia merasakan suatu kehilangan yang lumayan besar.

“Mwo? Maksud eonni apa? Apa terjadi sesuatu dengan Hyora disana?” tanya Hyemi khawatir. Dia dan Hyora memang sangat dekat. Dan pastinya Hyemi juga merasakan kehilangan sama seperti yang dirasakan Chan Mi.

“Entahlah. Dia hanya memberitahu kalau dia tidak akan kembali lagi. Aku juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ku harap dia baik-baik saja” jawab Chan Mi sedih. Hyemi menghela napas.

“Padahal aku ingin sekali bercerita tentang Jong Woon oppa pada Hyora. Sayangnya dia tidak ada disini” ucap Hyemi. Chan Mi tersentak mendengar ucapan Hyemi.

“Apa kau masih mencintainya?” tanya Chan Mi hati-hati. Hyemi mengangguk dan kembali menghela napas.

“Aku tidak pernah berhenti mencintainya eonni. Aku meninggalkannya karena terpaksa, bukan karena aku tidak mencintainya lagi. Appa sangat tidak setuju aku menjalin hubungan dengannya. Appa mengancam akan melakukan sesuatu padanya jika aku tetap menjalin hubungan dengannya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya. Makanya aku memilih untuk meninggalkannya. Dan kini, appa sudah tak lagi mempermasalahkan itu karena dulu appa salah paham dengan Jong Woon oppa. Rekan bisnis appa yang menipu appa bukanlah appa dari Jong Woon oppa yang aku cintai, rekan bisnisnya mempunyai anak yang namanya persis dengan Jong Woon oppa. Aku bersyukur, appa sudah mengetahui semua itu” papar Hyemi panjang lebar. Chan Mi tahu kalau Jong Woon mulai menyukai Hyora. Dia tidak ingin Hyemi sedih karena itu. Dia ingin membuat Hyemi melupakan Jong Woon, tapi sepertinya percuma karena Hyemi terlihat begitu mencintai Jong Woon. Akhirnya dia punya ide untuk mempersatukan kembali mereka berdua.

“Ya, sudah. Jangan dipikirkan kembali. Semoga kau bisa kembali padanya” balas Chan Mi. Hyemi tersenyum dan memeluk Chan Mi.

“Gomawo eonni. Aku harap juga begitu” Chan Mi mulai memikirkan cara untuk menyatukan mereka berdua.

***

“Yang benar saja? Itu konyol chagiya~” ucap Jungsoo pada Chan Mi.

“Oppa, aku yakin kalau Jong Woon masih ada rasa pada Hyemi. Jebal~ bantu aku” pinta Chan Mi dan memasang muka melas, semelas-melasnya.

“Ya! Jong Woon mulai menyukai Hyora. Aku tidak ingin dia kembali pada Hyemi. Sudah cukup dia menderita selama ini. apa kau tidak tahu kalau dia sangat terpuruk? Dia sangat mencintai Hyemi, tapi Hyemi malah meninggalkannya” balas Jungsoo. Dia tidak ingin sepupunya itu kembali terpuruk dan mengingat kembali masa lalunya. Dia menginginkan Jong Woon kembali ceria dan bahagia. Hanya itu yang dia inginkan. Chan Mi menarik napas panjang dan menghembuskannya.

“Oppa, sebenarnya Hyemi sangat mencintai Jong Woon oppa. Hyemi melakukan semua itu hanya karena ingin melindungi Jong Woon oppa dari appanya……….” Chan Mi menceritakan semua yang dia dengar dari Hyemi. Jungsoo hanya manggut-manggut saja tanda mengerti.

“Ottokhe? Apa oppa mau membantuku?” tanya Chan Mi penuh harap. Jungsoo menghela napas sebelum menjawab pertanyaan Chan Mi.

“Baiklah. Tapi aku tidak bisa menjamin” jawab Jungsoo. Dia merutuki dirinya sendiri karena menyetujui ide konyol Chan Mi.

“Gomawo oppa. Oppa memang baik, tidak salah kalau aku bertunangan dengan oppa” ucap Chan Mi senang.

“Ya! Kalau aku menolak, kau akan bilang menyesal bertunangan denganku?” tanya Jungsoo kesal. Chan Mi hanya terkekeh melihat sikap Jungsoo.

“Maybe” ucap Chan Mi dan berlari menjauhi Jungsoo. Dia takut Jungsoo akan menjitak kepalanya karena bersikap tidak sopan padanya.

“Ya! Jangan lari” ucap Jungsoo dan mengejar Chan Mi yang menjulurkan lidah ke arahnya. mereka main kejar-kejaran seperti anak SD. Mereka terlihat bahagia dan benar-benar pasangan yang serasi.

***

“Kau yakin ini akan berhasil?” tanya Jungsoo pada Chan Mi. Mereka bersembunyi di semak-semak mengamati seorang yeoja yang tengah duduk sendirian di taman kota yang sedang sepi. Tak lama seorang namja dengan baju hitam dan jeans dengan warna senada mendekati yeoja yang sedang duduk itu.

“Neo~” mereka sama-sama terkejut saat mata mereka bertemu. Mereka tidak menyangka akan bertemu kembali disini.

“Kenapa oppa ada disini?” tanya Hyemi gugup. Dia sudah lama tak berbicara dengan Jong Woon. Dia berharap Jong Woon sudah tak lagi marah padanya.

“Jungsoo hyung mneyuruhku kesini. Kau sendiri?” tanya Jongwoon dengan nada dingin. Sepertinya dia masih belum bisa memaafkan Hyemi.

“Tadi Chan Mi eonni menyuruhku kesini. Katanya dia ingin mengajakku jalan” jawab Hyemi masih gugup. Pasti ini kerjaan Chan Mi eonni, aish menyebalkan, batin Hyemi.

“Sepertinya mereka berdua berencana mempertemukan kita” tambah Hyemi. Jongwoon mengerutkan keningnya. Dia tidak mengerti maksud ucapan Hyemi.

“Mworago?” tanya Jong Woon penasaran.

“Ani. Aku pergi dulu oppa” jawab Hyemi dan meninggalkan Jong Woon. Jong Woon hanya menatap kepergian Hyemi sejenak dan kembali pulang.

“Ya! Kau lihat kan, rencana konyolmu tidak berhasil” ucap Jungsoo dan keluar dari persembunyiannya. Chan Mi ikut keluar dan mengambil napas dalam-dalam.

“Aku kan tidak tahu akan seperti ini oppa. Aku kira mereka akan berbicara. Tapi setidaknya mereka berbicara sedikit. Sewaktu di rumahku, mereka tidak berbicara sedikitpun” balas Chan Mi senang karena hubungan Jong Woon dan Hyemi mengalami perkembangan.

“Sudahlah, kita pulang saja. Aku takut Jong Woon mencariku di rumah” ucap Jungsoo dan pergi ke mobilnya. Chan Mi mengikutinya dari belakang sambil mendengus kesal. Dia kembali mencari cara untuk mendekatkan kembali Hyemi dan Jong Woon.

 

Author pov end

 

 

Donghae pov

 

Sudah lumayan lama aku tak melihatnya. Hyesung bilang Hyora tidak masuk sekolah. Apa dia sakit? Entahlah, aku juga jarang bertemu dengan Chan Mi karena sibuk dengan olimpiade yang aku ikuti. Hari ini aku akan menanyakan langsung pada Chan Mi mengenai Hyora. Dia pasti tahu karena dia tinggal bersama Hyora. Tunggu dulu, kenapa tiba-tiba aku ingin sekali tahu kabar tentangnya? Apa ada yang salah denganku? Ani, ini pasti tidak benar. Aku hanya merasa Hyesung kesepian saat Hyora tidak ada.

“Mi-ah” panggilku saat Chan Mi masuk ke kelas. Dia meletakkan tas di bangkunya dan menghampiriku yang duduk di belakangnya.

“Waeyo? Kau sudah pulang? bagaimana olimpiade fisikanya?” tanyanya padaku.

“Aku mendapat emas” jawabku singkat.

“Wah,,,chukkaeyo…kau selalu saja mendapat emas. Mana traktirannya?” tanyanya. Aish, dasar anak sekarang. apa-apa minta ditraktir.

“Aku akan mentraktirmu di kantin, tapi aku mau tanya sesuatu dan kau harus menjawabnya sejujur-jujurnya” ucapku. Dia terlihat bingung saat aku berkata seperti itu.

“Mwo?”

“Hyora,,,dia,,kenapa dia tidak masuk?” tanyaku gugup. Baru kali ini aku menanyakan kabar seorang yeoja padanya setelah aku putus dengan Haera -yeojachinguku- satu tahun yang lalu. Beberapa menit dia diam dan tiba-tiba tawanya meledak.

“Kau menanyakan Hyora? Apa kau menyukainya?” tanyanya dengan suara yang lantang. Semua mata kini tertuju ke arah kami. Ku bekap mulutnya dengan tangan kananku dan menundukkan kepalaku tanda meminta maaf pada semua orang yang berada di kelas.

“Ya! Jangan bicara seperti itu. pelankan suaramu” ucapku dan melepaskan tanganku.

“Ya! Kau hampir saja membunuhku” ucapnya kesal.

“Mianhae, aku tak bermaksud begitu” ucapku penuh penyesalan.

“Ne. Jangan kau ulangi lagi. Tadi, kau bertanya Hyora? Mumpung aku ingat nih, ada salam dari Hyora untukmu” ucapnya. Aku merasa lega dia tidak marah padaku. Dia bilang apa barusan? Salam? Dari Hyora? Apakah benar? Ternyata yeoja itu ingat padaku. Hehehe…. J

“Ya! Kenapa kau senyum-senyum sendiri?” tanya Chan Mi membuatku tersadar.

“Gwenchana. Apa Hyora sakit? Kenapa dia tidak masuk sekolah?” tanyaku lagi yang masih penasaran dengan keadaan Hyora. Chan Mi menarik napas dan menghembuskannya.

“Dia tidak akan kembali” ucapnya datar. Aku bisa melihat matanya berkaca-kaca. Apa maksudnya dia tidak akan kembali? Apa dia pergi untuk selamanya? Ani, aku tidak boleh berpikiran negatif seperti itu. tapi, kenapa dia tidak akan kembali? Dan kenapa Chan Mi sedih seperti itu? sebenarnya apa yang terjadi padanya? Berbagai pertanyaan memenuhi pikiranku. Akhirnya aku kembali bertanya pada Chan Mi.

“Apa maksudmu? Memangnya Hyora kemana?”

“Jepang” jawabnya singkat. aku menghela napas lega. Ternyata dia benar-benar masih hidup. Jepang? Kenapa dia ada disana? Apa dia akan tinggal disana? Kenapa aku jadi merasa kehilangan seperti ini? sejak kami –aku, Hyesung, Hyora dan Jong Woon- jalan-jalan, aku merasa ada yang berbeda. Aku menyukai Hyora saat dia tersenyum bahagia. Dia terlihat manis dan cantik. Mungkin sejak saat itu aku mulai menyukai gadis polos seperti dia.

“Jepang? Dia pindah ke Jepang?” tanyaku penasaran.

“Ceritanya panjang dan aku malas menceritakannya padamu. Kapan-kapan saja aku ceritakan. Sekarang sudah masuk” dia beranjak dari sebelahku dan duduk di tempatnya. Selama pelajaran berlangsung aku selalu memanggilnya agar dia menceritakan semuanya padaku. Tapi dia tidak menanggapiku, aku bahkan diacuhkan. Benar-benar menyebalkan.

“Ya! Mi-ah” panggilku yang mulai kesal dan habis kesabaran.

“Hae-ah, ada apa? Kenapa berisik sekali? Diam atau keluar” tegur Han seonsaengnim. Aku langsung menundukkan kepalaku. Aku tak ingin di keluarkan dari kelas. Aku akan bertanya saat istirahat nanti.

***

“Kau yakin? Dia tidak akan kembali lagi?” tanyaku dengan sedikit mendesak pada Chan Mi yang sedang ku traktir.

“Ya! Apa kau tak mendengar kata-kataku? Jika aku berbicara seperti itu, berarti memang seperti itu” jawabnya dan sibuk menyantap semua makanan yang dipesannya tadi. Kenapa jadi seperti ini? bagaimana caranya agar aku bertemu dengannya?

“Apa dia tidak akan pernah kesini meskipun hanya satu kali?” tanyaku lagi. Chan Mi mendongakkan kepalanya pertanda dia sedang memikirkan sesuatu.

“Sepertinya tidak” jawabnya yang masih terlihat berpikir.

“Jinja? Kapan?” tanyaku semangat. Meskipun hanya sekali, aku berharap bisa melihat wajahnya yang polos itu.

“Saat aku dan Jungsoo oppa menikah” ucapnya dan meninggalkan aku sendiri di kantin.

GUBRAKKK!!!

Yang benar saja, menikah? Tidak mungkin dalam waktu dekat ini. Ya, kalau dia benar-benar datang? kalau tidak? Aish, benar-benar menyebalkan. Apa aku harus ke Jepang menyusulnya???

 

__TBC__

 

Ottokhe???

RCL………RCL……….RCL………..

Jangan lupa RCL yaa readers…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s