Bitter Sweet #1

Standar

Author : Nolina

Cast : Choi Seung Hyun(BIGBANG`s TOP), Song Rae Byung(Keane Shion Ichimiya), Park Ga In(My Friend), and Ok Tae Cyeon(2Pm`s Taecyeon)

Warning : FF ini terinspirasi dari kisah nyata.

DON`T LIKE, DON`T READ.

_HAPPY READING_

#####

Pembelajaran hidup adalah mengubah ketidakmampuan masa lalu menjadi bentuk kemampuan baru.

__Samuel A. Malone__

#####

Roma, Italia.

Blitzz!

Lagi. Entah sudah berapa kalinya Rae Byung tak dapat menahan untuk tidak mengambil gambar suaminya Seung Hyun, yang sedang terlelap tidur.

Selalu saja begini, dan sepertinya ini sudah lumrah terjadi. Dan file kameranya hampir selalu penuh dengan gambar suaminya.

Rae byung membuka file kameranya dan menelisik hasil bidikannya. Seketika senyum gamang terpacak diwajah saat melihat gambar separuh wajah Seung Hyun terbenam selimut. Lucu sekali, pikirnya.

Blitzz!! Blitzz!! Rae Byung ternyata tak puas dengan hasil bidikan sebelumnya. Sampai pada akhirnya Seung Hyun terjaga, atau lebih tepatnya Seung Hyun merasa terganggu dengan kilatan cahaya yang tercipta oleh kamera Rae Byung.

“kau bangun sayang?” Rae Byung langsung meloncat ke atas tubuh Seung Hyun.

“cepat turun, jangan seperti ini!” suruhnya datar,

Rae Byung memberengut sebal, karena bukan sikap ini yang dia nantikan. “shirreo!”

“ya! Tapi kau membuatku sesak.” protes Seung Hyun karena Rae Byung duduk tepat diperut datarnya.

“augh, jjinja?” Rae Byung tidak berkutik dan memasang wajah polosnya. Lalu sedetik kemudian Rae Byung kembali membidikkan kameranya tepat diwajah Seung Hyun.

Blitzz!!

“YA!!!” sungut Seung Hyung memajukan bibirnya beberapa centi. “mau sampai kapan kau mengambil gambarku seperti ini, eh?” Seung Hyun jengah dengan kebiasaan istrinya yang menurutnya sangat konyol.

“ck, sudah kubilang, kau nampak bagus dikamera. Jadi, sampai kapan pun dan sekeras apapun kau menghindar dari bidikan kameraku, kau tetap objek tunggal manusiaku, sayang..” Rae Byung mengerling nakal ke arah Seung Hyun dengan tangan yang sudah bergrilya di area dada bidang Seung Hyun. Setidaknya ini cukup membuat Seung Hyun takluk.

“touch me” desah Rae Byung ditelinga Seung Hyun.

“wow, alibi. Jadi kau ingin bermain, eh?”Dengan senyum sedikit menyeringai dan sorot mata penuh arti, Seung Hyun berhasil mengubah posisi sebelumnya, dan sekarang Seung Hyun lah yang mengambil alih permainan.

“geurae, kau yang memulai, dan aku yang akan mengakhirinya. Simak ini, sayang..” Seung Hyun perlahan membuka kancing kemeja Rae Byung yang sedikit kebesaran itu.

Rae Byung melenguh saat Seung Hyun mulai intens dileher jenjang Rae Byung tanpa mengalihkan tangannya yang masih sibuk berkutat dengan kemeja Rae Byung. Susah payah akhirnya Seung Hyun berhasil meloloskan kemejanya. Tapi tiba-tiba saja..

“eomma, appa!!!! Andwae!!!”

#####

Choi Seung Hyun merasa hidupnya sudah cukup bahagia bersama seorang istri dan satu orang anak. Ia sukses meraih karier sebagai pengelola sebuah pabrik wine dan menjadi keluarga kaya raya.

2 hari kemudian…”jadiya~ coba kau lihat ini,” Rae Byung menyodorkan surat kabar kepada Seung Hyun yang sedang menikmati coffee espresso nya.

“koran?” Seung Hyun mengernyit bingung sambil membolak-balikkan surat kabarnya.

Rae Byung sontak menggelengkan kepala dan berdecak, “aissh! coba lihat berita ini!” Rae Byung menunjukan telunjuknya ke arah berita yang dimuat tepat dimuka halaman surat kabar tersebut.

Seung Hyun sontak terkejut bukan main saat membaca isi berita surat kabar tersebut.

PENCARIAN SEORANG KULIT HITAM YANG MEMPERKOSA SEORANG PEREMPUAN BERNAMA MARTHA.

Berikutlah judul berita yang dibaca Seung Hyun.

Dan dalam itu disebutkan, Martha membutuhkan bantuan dari lelaki yang menjadi ayah kandung anaknya yang saat ini menderita leukimia. Sebab, sang anak membutuhkan transfer sumsum tulang belakang yang cocok, yaitu dari ayah kandungnya.

Kenapa Seung Hyun terkejut? Karena berita tersebut telah mengingatkanya pada kesalahan masa lalu.

-Flashback On-

“whoaa, neomu yeppoda..” dengan tangan terlentang seorang gadis berteriak antusias didepan fontana de trevi, air mancur terbesar di Roma.

Sekejap para turis lain menyorotkan pandangan aneh ke arah gadis itu.

“ya! Ga In-ah! Jangan membuat diri kita malu!” Seung Hyun menyikut pinggang gadis yang bernama Ga In itu.

Ga In mendelik tajam ke arah Seung Hyun dan tangan sudah terlipat didada, “ck, harusnya kau bisa memaklumiku, bodoh!” rutu Ga In sebal.

“ya! Kau ini!!” Seung Hyun hendak menjitak kepala Ga In, namun Ga In segera menghadangnya.

“apa yang ingin kau lakukan, huh?”

“aniya,” balas Seung Hyun cepat dan mengurungkan niatnya.

Setelah pertikaian silat lidah yang berlangsung sengit, akhirnya Seung Hyun mengakhirinya. Dan kembali ke rencana awal pertama mengapa Seung Hyun membawa Ga In ketempat ini.

“dibalik keindahan air macur ini ada mitos,”

“mitos terkenal, yang dimana kalau kita melemparkan sebuah koin kedalam kolam air mancur ini dengan posisi memunggunginya. Sambil mengucapkan permohonan didalam hati. Mitosnya bilang, permohonan itu akan terkabul. Tsk, aku sudah tahu diluar kepala, tuan. Jadi, jangan memberitahuku lagi.” timpal Ga In cepat.

Seung Hyun mendengus sebal, “nde, arrayo.”

*clupp* Ga In mulai melempar koin dan tangannya bertautan. Lalu Ga In memejamkan mata.

Diikutin dengan Seung Hyun, Seung Hyun pun mulai mengikuti apa yang dilakukan Ga In.

“apa permohonanmu?” tanya Seung Hyun penasaran

“rahasia, Tuhan bilang, aku tidak boleh membocorkan apa permohonaku pada orang lain, termasuk kau. Karena kalau tidak, Tuhan tidak akan mengabulkannya.” jawab Ga In so pintar.

Seung Hyun memberengut.

“lalu kau, apa permohonanmu?” Ga In balik bertanya.

“seperti jawabanmu. Puas?”

-Flashback Off-

Seung Hyun tertegun sejenak, pikirannya bergulat dengan kenangannya bersama Park Ga In, mantan kekasihnya 6 tahun silam.

Surat kabar yang dibacanya tadi pagi sudah berhasil meluluh lantakkan perasaannya.

Sebenarnya apa yang terjadi? Dan jawabannya, hanya Seung Hyun seoranglah yang mengetahui kebenarannya.

“Seung Hyun-ah, sebenarnya kau ini kenapa? Apa yang terjadi?” selidik Rae Byung untuk kesekian kalinya. Rae Byung heran dengan sikap Seung Hyun. Karena sejak tadi pagi Seung Hyun berubah menjadi pendiam, dan tak banyak bicara.

“aniya, aku hanya merasa tidak enak badan.” elak Seung Hyun sambil meninggalkan Rae Byung diruang tamu.

“eomma, sepertinya appa benar-benar sakit.” celetuk Paksi sok tahu.

Paksi Choi adalah anak semata wayang dari hasil pernikahan Seung Hyun dan Rae Byung 5 tahun silam.

“aissh, jjinja..” Rae Byung menjawil gemas pipi chubby Paksi.

Meskipun mereka menjadi warga tetap negara Italia, akan tetapi mereka tidak pernah melupakan kebudayaannya. Contohnya dari segi bahasa, mereka tetap mewajibkan berbahasa hangul. Tidak terkecuali pada anaknya sendiri, Paksi.

#####

Semua warga di Roma, Italia. Saat ini Terlihat tengah sibuk mempersiapkan Almond Blossom Festival. Yang merupakan festival lagu-lagu rakyat, tarian, pakaian tradisional dan juga pesta kembang api pada setiap pertengahan bulan februari.

“kau yakin ingin mengikuti festival itu?” tanya Rae Byung kepada Seung Hyun,

“eo, tentu. Karena selama kita tinggal disini, kita selalu melewatkannya, bukan? Memangnya kau tidak ingin melihat indahnya pesta kembang api pada akhir acara?” Seung Hyun sedang mempersiapkan dirinya,

“tapi Paksi besok harus sekolah, tidak mungkin kita membawanya, sedangkan acara puncaknya dimulai tengah malam.”

“gampang, kita hanya perlu menitipkannya pada ahjumma. Lagipula ini kesempatan kita untuk pergi berdua. Bagaimana? Kau masih menolak?” rayu Seung Hyun nakal sambil membuka satu persatu kancing piyama Rae Byung.

“tsk, geurae. Aku ikut. Tapi lepaskan dulu tangannya!” Rae Byung mengedikkan dagu kearah tangan Seung Hyun yang mulai nakal, memberi isyarat agar Seung Hyun menghentikan aksinya.

#####

__Skip Time__

Letusan-letusan kembang api pada akhir acara festival mampu membuat antusiasme warga setempat juga para turis mancanegara kembali meledak-ledak bersamaan dengan tiap letusan kembang api yang sudah disiapkan.

Disisi lain, tidak berlaku bagi Seung Hyun, karena ia tetap tidak bisa mengontrol perasaannya. Ternyata rencananya mengikuti festival ini tidak mampu membuat perasaannya surut. Pikirannya masih berkecamuk liar pada sosok Park Ga In. Dia hanya memasang topeng kebohongan pada sang istri.

Pada saat Rae Byung membawa Seung Hyun ke kerumunan orang-orang berbeda ras. Seung Hyun masih tetap bersikap sama, wajah tersenyum tapi batin sebaliknya. Dengan mata tetap bergerak riak lincah mengikuti irama letusan kembang api.

Sekilas Seung Hyun mendapati siluet yang dari tadi menemani pikirannya diseberang sana. Seung Hyun sontak mengerjap-ngerjapkan mata, namun, nihil, siluet itu nampak begitu nyata.

“P-park Ga In?” gumam Seung Hyun terbata-bata

Dan alangkah terkejutnya Seung Hyun, saat..

“eommeoni..” seorang anak perempuan nan cantik berlari kecil ke arah Ga In dengan senyum lebar.

Ga In berlutut merentangkan kedua tangannya, menyelaraskan tinggi badan sang anak. Sedetik kemudian anak perempuan itu tenggelam dalam pelukan Ga In.

“curang!” celetuk seorang pria membuyarkan harmonisasi dengan membawa satu buah balon udara berbentuk hati berwarna merah marun.

“appa? Kau datang?” anak perempuan itu melepaskan pelukan Ga In dan langsung menghambur kepangkuan pria itu.

“apa balon ini untukku?” tanya anak perempuan sambil meraih tali balonnya.

“eo, it`s for u, Quiala.” sang pria tersenyum gamang.

“aigoo, Tae Cyeon-ah, aku pikir kau tak jadi datang.” sambar Ga In menautkan tangannya dilengan Tae Cyeon. Dan ternyata Quiala adalah nama dari anak perempuan itu.

Sementara itu, diseberang. Seung Hyun hanya bisa termangu melihat adegan klasik. Dengan mata menatap lurus ke arah mereka.

“ya! Seung Hyun-ah! Kau tidak mendengarku, eh?” Rae Byung memberengut sebal,

“…..” Seung Hyun diam tak menjawab,

“ya! Kau ini kenapa?” Rae Byung menarik-narik ujung kemeja Seung Hyun,

“…..” tidak bergeming, tetap sama, Seung Hyun diam, akan tetapi pandangannya masih tetap lurus pada pemandangan klasik tersebut.

“wae geurae?” Rae Byung mulai jengah, sejurus mata memandang, Rae Byung akhirnya mengikuti apa yang dipandang Seung Hyun sedari tadi.

Rae Byung mengernyit bingung setelah melihat apa yang dilihat sang suami. Sepasang suami istri? Lirih batinnya.

Kembali ke cerita Park Ga In dan Ok Tae Cyeon..

Saat menuju pulang,”sepertinya Quiala lelah,” ujar Tae Cyeon menggendong anak semata wayangnya.

Ga In menyunggingkan senyumannya,

“mana kendaraanmu?” Ga In celingukan mencari mobil suaminya.

“buat apa kau menanyakan mobilku?”

“aissh, kau parkirkan dimana?”

“sengaja aku tinggalkan dikantor,” Tae Cyeon terkekeh

“tsk, jadi sekarang kita pulang dengan berjalan kaki?”

“nde, wae? Kau tidak senang?”

“aniya, hanya saja aku sedikit lelah.” elak Ga In

“jangan seperti anak kecil, semangat!” Tae Cyeon melanjutkan langkahnya dan terkekeh,

Ga In mendengus dan tidak melanjutkan langkahnya, membiarkan Tae cyeon pergi mendahuluinya.

Menyadari sang istri marah, Tae Cyeon menghentikan langkahnya, lalu mundur beberap langkah. “ayolah, aku ingin berjalan berdua seperti ini. Sudah lama kita tidak berjalan berdua, bukan?” Tae Cyeon menautkan tangan kananya ke tangan kiri Ga In.

“semangat!” Tae Cyeon melayangkan tangan kiri Ga In ke udara.

Ga In sontak tersenyum simpul, “thank`s, dear..” gumam Ga In menyambar batin Tae Cyeon.

#####

Beberapa hari kemudian. Malam ini keluarga Choi mengadakan makan malam bersama dikediaman Seung Hyun, anak sulungnya. Dan pada saat itu tiba-tiba topik pembicaraan yang terus bergulir disepanjang jam makan malam terhenti pada kasus yang menjerat Martha. Lalu seluruh keluarga mulai bising mendiskusikannya.

Rae Byung, berkata, “aku sangat mengagumi, Martha. Bila aku diposisinya, aku tak akan memiliki keberanian untuk memelihara anak hasil perkosaan hingga dewasa. Aku lebih mengagumi lagi suami Martha. Ia sungguh pria yang patut dihormati. Tak disangka, ia dapat menerima anak yang demikian.”

Entah mengapa Seung Hyun termenung mendengar pendapat istrinya, dan ia tiba-tiba mengajukan pertanyaan, “kalau begitu, bagaimana kau memandang pelaku pemerkosaan itu?”

“sedikitpun aku tidak akan memaafkannya!!! Waktu itu, ia sudah membuat kesalahan, kali ini juga, hanya dapat meringkuk menyelingkupi dirinya sendiri. Ia benar-benar begitu rendah, begitu egois, begitu pengecut!” demikian Rae Byung menjawab dengan dipenuhi api kemarahan. Seung Hyun yang mendengarnya langsung tunduk dan berkutik.

-Flasback On-

Pada malam itu Seung Hyun mengadakan pesta besar-besaran disebuah club malam bersama beberapa teman dekatnya. Celakanya, ia pulang dengan kondisi mabuk parah. Entah kenapa emosinya meluap di alam bawah sadarnya, ia begitu marah dan memukul beberapa temannya. Tak sampai disitu sebelum ia pulang ia sempat membuat kekacauan diclub tersebut. Dan ternyata semua itu hanya karena masalah perusahaannya yang failed. Ditengah kemarahannya yang masih belum reda,

*byuurssttt* malam itu hujan turun lebat. Tiada pun orang yang lewat. Diparkiran, tak sengaja ia bertemu dengan seorang yeoja yang sudah tak asing lagi baginya. Yeoja yang tak lain adalah Ga In, kekasihnya. Sontak Ga In menopang tubuh Seung Hyun yang sempoyongan akibat pengaruh alkohol. Lalu kemudian Ga In mengantarkan Seung Hyun ke apartemennya.

“kau membutuhkan madu hangat, agar rasa pusingmu reda.” Ga In merebahkan tubuh Seung Hyun diatas tempat tidur.

Ga In beranjak, tapi sebelum benar-benar melangkah Seung Hyun segera menarik lengan Ga In, dan dengan satu kali hentakan Seung Hyun berhasil membuat tubuh Ga In terguling diatas tubuhnya. Dengan tersenyum sedikit menyeringai Seung Hyun berhasil menyapukan bibirnya dibibir tipis Ga In. Seketika Ga In terkejut dan meronta hebat, namun Seung Hyun tak membiarkan itu. Akal sehatnya saat ini hilang seketika, karena yang ada dipikarannya sekarang adalah bagaimana caranya melampiaskan kemarahan atas kegagalannya dalam berbisnis pada yeoja yang selama 2 tahun ini sudah mengisi hari-harinya dengan penuh warna.

“Seung Hyun-ah, jebal!! Jangan lakukan ini padaku!!” Ga In meringis ketakutan, tubuhnya bergetar hebat.

“diam kau!” sentak Seung Hyun kasar sambil merobek kaos yang dipakai Ga In.

“TIDAK!!! JANGAN SEUNG HYUN!!!” teriak Ga In histeris ketika mendapati tubuhnya yang sudah telanjang bulat.

*plakk*

“aku bilang diam! Kau dengan tidak?!” Seung Hyun menampar keras pipi kanan Ga In. Sekaligus menghempaskannya kehamparan lantai dingin.

Ga In meringis menahan sakit. Air mata Ga In mulai berjatuhan. Ia tidak menyangka orang yang selama ini ia percayai, cintai, kasihi, akan melakukan hal sebejad ini.

Seung Hyun akhirnya meloloskan ke inginannya, ia memperkosa perempuan yang tak bukan adalah kekasihnya itu.

2 minggu setelah kejadian itu. Seung Hyun ketakutan akan perbuatannya, lalu ia memilih kabur menuju kota Roma. Meninggalkan semuanya, meninggalkan Ga In juga janin yang tertanam dirahimnya, meninggalkan semua tanggung jawabnya, dan meninggalkan kota Torino untuk selama-lamanya

-Flashback Off-

Masih TBC ya, mohon kritik, saran, komen ato apapun itu yang penting tinggalkan jejak kalian!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s