Bitter Sweet #2 END

Standar

Cast : Choi Seung Hyun(BIGBANG`s TOP), Song Rae Byung(Keane Shion Ichimiya), Park Ga In(My Friend), and Ok Tae Cyeon(2Pm`s Taecyeon)

 

Warning : FF ini terinspirasi dari kisah nyata.

 

DON`T LIKE, DON`T READ.

 

_HAPPY READING_

#####

 

Seung Hyun berkali-kali membolak-balik koran. Koran yang mengingatkan pada masa lalunya. Hati nuraninya tetap membuatnya tak melupakan dosa yang pernah diperbuatnya di masa lalu. Ia senantiasa memohon ampunan kepada Tuhan dan berharap Tuhan melindungi Ga In, berharap Ga In selalu hidup damai dan tenteram. Tetapi, ia menyimpan rahasianya rapat-rapat, tak memberi tahu seorang pun.

 

Disatu sisi, ia terus bertanya-tanya. Siapa anak perempuan tempo hari yang dilihatnya bersama Ga In, mungkin anaknya? Atau bukan?

 

Dipagi hari, sesaat Seung Hyun mempersiapkan berkas-berkas kantornya. Tidak seperti biasanya Paksi, anaknya. Begitu rewel tak mau diam, dan untuk pertama kalinya Seung Hyun kehilangan kesabarannya lalu menamparnya.

 

Paksi menangis sejadi-jadinya, “kau appa yang jahat, aku tak ingin kau menjadi appaku lagi. Aku benci appa! Aku sudah tidak peduli pada appa!” katanya diantara sela tangisnya.

 

Hati Seung Hyun terpukul keras mendengarnya. Ia pun memeluk erat Paksi, “mianhae, appa tak akan memukulmu lagi. Appa yang salah, maafkan appa, ya?” sampai disini, Seung Hyun pun tiba-tiba menangis.

 

Paksi terkejut dibuatnya dan segera berkata kepada ayahnya untuk menenangkannya, “baiklah, kumaafkan. Karena ibu guru pernah bilang, anak yang baik adalah anak yang mau memperbaiki kesalahannya. Mianhae, appa! Aku juga salah.” tangis haru pun tak terelakan lagi.

 

Sementara itu, dibalik pintu kamar. Rae Byung yang tak sengaja melihat adegan itu, tanpa ia sadari, ia pun ikut menangis terharu.

 

Malam harinya, sepulang dari kantor. Seung Hyun tak dapat terlelap. Ia merasa dirinya bagaikan terbakar dalam neraka. Dimatanya selalu terbayang kejadian malam berhujan deras itu dan bayangan Ga In. Ia sepertinya dapat mendengar jerit tangis wanita itu.

 

“aku ini sebenarnya orang baik atau orang jahat?” tak henti-hentinya ia bertanya kepada dirinya sendiri..

 

Mendengar bunyi napas istrinya yang teratur, ia pun kehilangan seluruh keberaniannya untuk berdiri.

 

Hari berikutnya, Seung Hyun hampir tak tahan lagi rasanya. Rae Byung mulai merasakan adanya ketidakberesan pada Seung Hyun, sang suami. Rae Byung memberikan perhatian kepadanya dengan menanyakan apakah ada masalah. Dan, jelas Seung Hyun pun mencari alasan tak enak badan untuk meloloskan dirinya.

 

Pagi hari dijam kerja, sang keryawan menyapanya ramah, “selamat pagi, pak direktur!” mendengar itu, wajahnya tiba-tiba menjadi pucat pasi. Dalam hatinya dipenuhi perasaan tak menentu dan rasa malu. Ia merasa dirinya hampir menjadi gila saja rasanya.

 

Setelah berhari-hari memeriksa hati nuraninya, Seung Hyun tak dapat lagi terus diam saja. Ia takut hal yang terjadi pada Martha akan terjadi pula pada Ga In juga anaknya. Walaupun dia sendiri belum mengetahui kebenarannya.

 

Ia pun menghubungi ajudannya dan menyuruhnya untuk mencari tahu tentang semua yang bersangkutan dengan Ga In. Ya, karena ia sangat berkuasa, jadi, apapun itu akan sangat mudah dijangkaunya.

 

Dulu ia kabur menuju Kota Roma. Di Roma, ia bertemu keberuntungan yang jauh lebih baik daripada saat ia tinggal di Kota Torino. Ia mendapatkan pekerjaan dengan lancar disebuah perusahaan Wine milik orang Korea. Akhirnya, ia pun berhasil mencuri hati pemilik perusahaan dan menikahi anaknya, Rae Byung. Bahkan, sang mertua pun mempercayakan kepadanya untuk mengelola perusahaan mereka. Pada saat itu keadaan perusahaan belum semaju sekarang. Tapi berkat kemampuannya, perusahaan maju pesat. Orang-orang pun mengenalnya sebagi orang yang baik, boss yang baik, suami yang baik, anak menantu yang baik, dan ayah yang baik.

 

Tapi hanya dalam waktu singkat, ia kembali terpuruk. Dan itu semua berkat surat kabar tempo hari.

 

Selang beberapa hari ajudan yang diperintahkannya beberapa waktu lalu. Menghubunginya, dan ajudannya berhasil menemukan semua kisah yang bersangkutan dengan Ga In, juga termasuk anaknya yang dilihatnya.

 

“kemungkinan besar, anak yang bernama Quiala Ok itu adalah anakmu, tuan.” kalimat yang terlontar dari ajudannya begitu menyentuh hati Seung Hyun yang paling dalam, suatu perasaan hangat sebagai sang ayah mengalir keluar, bagaimanapun anak itu juga merupakan darah dagingnya sendiri !!!!

 

Seung Hyun pun membulatkan tekad untuk menemui Ga In. Ia telah melakukan kesalahan sekali, tak boleh kembali membiarkan dirinya meneruskan kesalahan ini. Malam hari itu juga, ia pun mengobarkan keberaniannya sendiri untuk memberi tahu Rae Byung tentang segala rahasianya.

 

plakk! Satu tamparan telak dipipi Seung Hyun.

 

Rae Byung sangat terkejut, marah, dan terluka, mendengar semuanya, ia berteriak marah, “kau pembohong!”

 

“maafkan aku, sungguh aku tak bermaksud membohongimu, Rae Byung!” sesal Seung Hyun tulus,

 

“tidak! Bagaimanapun kau sudah tak jujur, Seung Hyun-ah. Bahkan, kepada kedua orang tuaku.” Rae Byung menangis.

 

Seung Hyun ikut menangis, bukan air mata buaya, bukan akting belaka, juga bukan air mata kebohongan, tapi ini air mata penyesalan yang mendalam. Seung Hyun duduk bersimpuh didepan Rae Byung. “demi Tuhan, maafkan aku, Rae Byung. Sungguh aku menyesal, aku tidak bermaksud membohongimu, juga ayah dan ibu. Tapi aku hanya berusaha menutupi kesalahanku, dan menguburnya dalam-dalam. Apa itu salah?”

 

Rae Byung mundur beberapa langkah, “salah, jelas kau salah. Tidak seharusnya kau menutupi kesalahanmu. Karena dengan kau bersikap seperti ini, kau sudah membuktikan, kalau kau adalah pria brengsek, egois, pengecut, dan juga rendah!”

 

Malam itu juga, Rae Byung membawa Paksi, dan lari pulang kerumah orang tuanya.

 

Ketika Rae Byung memberitahu orang tuanya tentang kisah Seung Hyun, kemarahan kedua suami istri tersebut dengan segera mereda. Mereka adalah dua orang tua yang penuh pengalaman hidup.

 

Mereka pun menasehati Rae Byung, “memang benar, kita patut marah terhadap segala tingkah laku Seung Hyun dimasa lalu. Tetapi, pernahkah kau memikirkan, ia dapat mengulurkan dirinya untuk muncul, perlu berapa banyak keberanian besar? Hal ini membuktikan bahwa hati nuraninya belum sepenuhnya terkubur. Apakah kau mengharapkan seorang suami yang pernah selamanya menyimpan kebusukan ini didalamnya?” mendengar nasihat orang tuanya tersebut, Rae Byung terpekur beberapa lama.

 

“pulanglah, mungkin Seung Hyun saat ini sedang membutuhkanmu, nak!” ujar ibu memberi saran,

 

“benar kata ibumu, Rae Byung. Kau harus pulang.” tambah ayah,

 

Rae Byung masih terpekur, namun sedetik kemudian, ia mengangguk pelan dan tersenyum gamang.

 

“nde, besok aku pulang. Tapi, Paksi. Sepertinya aku tidak bisa membawanya pulang untuk beberapa hari kedepan.”

 

Ayah dan ibu mengiyakan keputusan Rae Byung untuk tidak membawa Paksi pulang, sebelum semua masalahnya dengan Seung Hyun selesai.

 

Keesokan harinya, Rae Byung langsung kembali ke sisi Seung Hyun. Seung Hyun bersyukur atas kepulangannya.

 

“gomawoyo” Seung Hyun memeluk erat Rae Byung.

 

“untuk?” Rae Byung datar

 

“kepulanganmu, kesisiku.” Seung Hyun mengecup dalam, dalam dan dalam ubun Rae Byung, dengan penuh kasih.

 

Rae Byung melempaskan pelukan Seung Hyun, ia menatap sang suami yang dipenuhi penderitaan. Sepertinya Rae Byung menetapkan hatinya pada Seung Hyun.

 

“Seung Hyun-ah,” Rae Byung menghela nafas panjang dan menghembuskannya,

 

“waeyo?” Seung Hyun membalas tatapan Rae Byung.

 

“pergilah menemui perempuan itu! Aku akan menemanimu!”

 

Deg! Seung Hyun terperangah, ia tak percaya Rae Byung akan mengambil keputusan yang mungkin membuatnya sakit.

 

“sebelumnya, aku ada pertanyaan, dan kau harus menjawabnya dengan jujur. Perempuan yang telah kau nodai, mungkin perempuan itu yang kau lihat pada saat malam festival almond blossom, benar?”

 

Deg! Sekali lagi, Seung Hyun terperangah.

 

“kau hanya perlu menjawabnya, gampang, bukan?” tambahnya lagi menegaskan.

 

Seung Hyun menatap tajam manik mata Rae Byung dan mengangguk, “benar, yang kau maksud memang dia, Park Ga In.”

 

Rasa sakit langsung menohok hati Rae Byung setelah mendengarnya, tapi segera ia menyembunyikan rasa sakit dan kecewanya.

 

“apakah anak perempuan itu anakmu?”

 

Deg! Seung Hyun tersentak, namun ia langsung dapat bersikap setenang mungkin.

 

“ada kemungkinan besar, dia memang anakku.”

 

#####

 

“siapa?”

 

“C-choi Seung Hyun, i-ingin bertemu dengan kita.”

 

“ya sudah, kita temui saja. Gampang, bukan?”

 

“t-tapi,”

 

“barangkali ia memang pernah melakukan tindak pidana, namun yang kulihat dari keteguhannya ingin tetap menemuimu, jadi aku pikir, lebih baik kita temui saja. Lagipula, ini bagus untukku, bukan?”

 

“maksudmu?”

 

“ya, dengan begini. Aku jadi tahu, siapa sosok ayah Quiala.”

 

“Tae Cyeon-ah,”

 

“dengarkan aku, Ga In! Aku tidak akan marah hanya karena masa lalumu yang kelam, dan aku, tidak akan membecimu. Sampai kapanpun, kau dan Quiala adalah pusat masa depanku. Karena aku amat sangat mencintai kalian.”

 

Pernyataan Tae Cyeon sangat mengejutkan Ga In. Ga In terhenyak sesaat, jantungnya bertabuh sangat cepat.

 

#####

 

Tiga hari kemudian, kedua pasangan Seung Hyun-Rae Byung, dan Ga In-Tae Cyeon bertemu muka langsung di Baverly Hills Italian Restaurant.

 

Saat melihat Ga In, langkah kaki Seung Hyun sangatlah berat, wajahnya juga memucat. Rae Byung menyadari itu dan langsung menenangkannya dengan cara meremas pelan telapak tangannya. Ga In dan Tae Cyeon melangkah maju, dan mereka bersama-sama saling menjabat tangan. Sesaat keempat orang tersebut diam tanpa suara menahan kepedihan, sebelum akhirnya air mata mereka bersama-sama mengalir.

 

Beberapa lama kemudian, dengan suara serak, Seung Hyun berkata, “miahada..mohon maafkan aku! Kalimat ini telah terpedam dalam hatiku selama 7 tahun. Hari ini, akhirnya aku mendapat kesempatan untuk mengatakannya langsung kepadamu.”

 

“terima kasih kau dapat muncul, dan meminta maaf langsung seperti ini, walaupun kasarnya kau telat. Tapi, semoga Tuhan memberkatimu,” jawab Ga In bijak tanpa mengangkat mata dari meja.

 

“ini suatu keajaiban! Dengan jantannya kau bersedia mengakui kesalahanmu, Seung Hyun-ssi.” tambah Tae Cyeon menatap lekat sang istri.

 

Sementara Rae Byung memilih diam tak berkata. Karena ia merasa, bukan haknya untuk ikut campur dalam permasalahan ini.

 

Akhirnya, semua masalah usai dengan bergulirnya waktu.

 

Ga In beserta Tae Cyeon memaafkan Seung Hyun sepenuhnya, dan secara khusus mengundang Seung Hyung dan Rae Byung untuk datang kerumah mereka untuk menemui, Quiala.

 

Sayang sekali, Rae Byung memilih tidak ikut. Dan membiarkan Seung Hyun datang sendiri.

 

#####

 

“eommeoni..” teriak Quiala menuruni tangga.

 

Melihatnya, Seung Hyun tak dapat menahan diri untuk tidak memeluk tubuh mungil Quiala. Seung Hyun berlari kearah Quiala, dan langsung membawanya kedalam pelukan penuh kasih yang tercipta.

 

“ahjussi, kau mengenalku?” Quiala yang tak mengerti apa-apa membalas pelukan Seung Hyun.

 

Seung Hyun menangis sejadi-jadinya. Quiala sontak mengernyit bingung, “Kenapa ahjussi menangis?” tanyanya polos,

 

Seung Hyun menghentikan tangisannya, kemudian melonggarkan pelukannya dan tangannya memegang kedua bahu Quiala.

 

“namamu Quiala Ok, benar?” Seung Hyun menjawil gemas pipi chibby sang anak,

 

“eo, ahjussi mengenalku?”

 

“dia teman eomma, sayang. Namanya Choi Seung Hyun, dan mulai sekarang, hari ini, dia akan menjadi teman baikmu.” timpal Ga In menahan tangis. Sebenarnya Ga In merasa tak rela ia berkata seperti itu, tapi karena ini merupakan permintaan Seung Hyun sendiri, mau tidak mau Ga In harus mengikuti permintaannya, walaupun harus berbohong.

 

“jjinja?? Whoaa, ahjussi, neomu kyeoppta!” reflek Quiala mengecup pipi kanan Seung Hyun.

 

Tae Cyeon, Ga In, juga Seung Hyun terkejut.

 

“aigoo, kau nakal, Quiala!” celetuk Tae Cyeon mencairkan suasana,

 

Sekejap semua tertawa, dan suasana menjadi hangat.

 

Seung Hyun menuntun Quiala untuk duduk dipangkuannya.

 

Ga In dan Tae Cyeon pergi membiarkan mereka berdua untuk saling berbagi cerita satu sama lain.

 

“ahjussi, sepertinya kita ada kemiripan.” celetuk Quiala,

 

“jjinja? Lalu apa yang membuatmu merasa kita ada kemiripan?”

 

“hidungmu,” Quiala menyentuh hidung Seung Hyun, “juga matamu, ahjussi..” kemudian tangannya menyentuh lembut kedua mata Seung Hyun.

 

Seung Hyun tersentuh dan mulai berkaca-kaca.

 

“Quiala,” lirih Seung Hyun tanpa melepaskan pandangannya,

 

“nde?” sahut Quiala

 

“bagaimana kalau kita berteman? Kau bersedia?”

 

“aigoo~ bukankah tadi eomma bilang, kalau ahjussi akan menjadi tman baikku? Tentu saja aku bersedia, ahjussi.” balas Quiala ceria,

 

Seung Hyun`s files

 

Saat ini juga, aku sangat berterima kasih kepada Quiala, anakku. Dari lubuk hati yang terdalam, dialah yang memberiku kesempatan untuk menebus dosa. Dialah yang membuatkudapat memiliki kehidupan yang benar-benar bahagia diseparuh usiaku selanjutnya. Ini adalah hadiah yang ia berikan kepadaku.

 

#####

 

Setelah 12 jam lamanya Seung Hyun berkunjung ke kediaman Ga In. Sekarang waktunya Seung Hyun pulang kerumah. Dirumah Rae Byung sudah menyiapkan makan siang untuk sang suami. Dengan senyum penuh suka cita, Rae Byung menyambut hangat sang suami.

 

“appa!” Paksi langsung menghambur kepelukan Seung Hyun. “kau tahu, setiap waktu eomma menanyakanmu. Dia merindukan appa.” lanjutnya terlewat jujur.

 

Seung Hyun melepaskan pelukan Paksi, dan melangkah kearah Rae Byung.

 

“saranghae!” bisik Seung Hyun mengecup kening Rae Byung, kemudian memeluknya.

 

Rae Byung yang menerimanya tersenyum bahagia, “nado saranghae-yo, Seung Hyun-ah..”

 

 

Saranghaneun Choi Rae Byung..

 

Kau tahu, aku adalah pria yang paling beruntung sedunia memiliki istri sebaik dirimu, Byung-ah..

 

Byung-ah, kau adalah orang yang kuat, karena kau sudah mau memaafkan dan merima semua dosa masa laluku.

 

Byung-ah, aku sangat berterima kasih kepada Tuhan karena Dia telah mengizinkanku untuk memilikimu.

 

Byung-ah, betapa aku sangat menyayangimu, juga mencintamu..

 

Dan untuk Seung Hyun kecilku, Paksi Choi, anakku. Aku berharap kelak kau akan tumbuh seperti ibumu.

 

Seung Hyun..

 

 

End..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s