If You Love Me More # Part 7

Standar

If You Love Me More

 

Author             : DM

Cast                 : Lee Donghae

Shin Min Ran

Kim Jong Woon

Cho Eun Soo

Super Junior Member

Genre              : Romance

Length             : 7/?

 

Hhhmmm….dah part 7 nih….

Sudah mulai mendekati ending…..

Jangan lupa RCL yaa…biar Ffnya cepet ending….

 

Happy Reading~~~

Typo masih bertebaran……

Flashback part 6

“Mianata, aku tak ingin membuatmu sakit lebih dalam. Aku akan mengatakan yang sebenarnya pada waktu yang tepat. Ku harap, kau bisa menerima kenyataan seperti aku yang berusaha menerima kenyataan yang pahit ini” gumamku pelan.

 

Next part………

 

Kesempatan itu tidak datang sewaktu-waktu….

Tapi datang terus menerus….

Hanya bagaimana kita mengartikan bahwa itu adalah kesempatan….

 

Donghae’s heart~~~

 

Bukan cinta yang membuat kita egois,,,

Tapi kita yang membuat cinta itu egois…..

 

-Minran’s heart-

 

Author pov

 

Seorang namja dan seorang yeoja tengah duduk di sebuah kursi menikmati indahnya sungai Han di malam hari. Yeoja yang bernama Min Ran itu menggosok-gosokkan tangannya untuk mendapatkan sedikit kehangatan. Namja yang duduk di sampingnya membuka jas yang dipakainya dan memakaikan jasnya pada Min Ran.

“Oppa~”  Min Ran melihat wajah namja itu saat mendapat perlakuan namja di sampingnya yang terasa aneh baginya.

“Pakailah. Kau bisa sakit jika kedinginan seperti ini” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari sungai Han.

“Gomawo” balas Min Ran pelan. Dia kembali menikmati indahnya sungai Han di depannya.

“Sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu” ucap namja yang tak lain adalah Donghae Super Junior. Min Ran kembali menatapnya dengan seksama.

“Apa oppa?” tanya Min Ran. Donghae menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan.

“Saranghae…saranghaeyo  Ranie,,,maukah kau menjadi yeoja chinguku?” Min Ran membulatkan matanya, mengerjap-ngerjapkannya beberapa kali. Apa benar namja tampan dan manis di depannya ini menyatakan cinta padanya? Min Ran masih diam dan tak menjawab apa-apa. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Rasanya lidahnya kelu, tak mampu berkata apa-apa.

“Kau tak perlu menjawab sekarang. aku akan menunggumu hingga kau benar-benar siap” tambah Donghae dan menggenggam kedua tangan Min Ran. Tanpa terasa air mata Min Ran jatuh begitu saja. Dia tidak menyangka bahwa ada seorang namja yang begitu tulus mencintainya tapi dia tidak bisa menyadari itu. dia telah dibutakan oleh cintanya pada Yesung yang ternyata hanya membuatnya sakit dan menderita.

“Ya! Kenapa kau menangis seperti itu? ada apa? Apa oppa salah?” tanya Donghae panik. Min Ran langsung memeluk Donghae. Donghae tak percaya atas apa yang baru saja Min Ran lakukan. Dia pun membalas pelukan Min Ran dan mengelus punggung Min Ran pelan.

“Oppa, mianhae” ucap Min Ran sambil terisak. Donghae mengerutkan keningnya karena bingung. Tiba-tiba yeoja yang baru saja kembali dari Taiwan meminta maaf padanya. Dia tidak pernah merasa Min Ran melakukan sebuah kesalahan padanya.

“Untuk apa?” tanya Donghae yang masih diliputi kebingungan.

“Mianhae karena aku tidak bisa melihat tulusnya cintamu padaku. Mianhae karena aku hanya memandangmu dengan sebelah mataku. Mianhae karena aku tidak bisa mencintaimu. Mianhae” Min Ran semakin terisak. Donghae shock mendengar pengakuan Min Ran barusan. Dia tidak pernah menemui yeoja yang jujur seperti Min Ran. Meskipun hal itu menyakitkan, tapi Min Ran berani jujur padanya. Sedetik kemudian dia tersenyum dan melepaskan pelukan Min Ran. Kedua tangannya memegang erat kedua bahu Min Ran. Ditatapnya lekat-lekat mata Min Ran yang merah dan basah karena menangis itu.

“Gwenchana. Oppa tahu, kau pasti punya alasan mengapa seperti itu. tapi oppa tidak akan menanyakan apa alasanmu. Entah, ini salah apa tidak. Tapi, apakah kau akan memberikan kesempatan buat oppa? Oppa akan membuatmu belajar mencintai oppa. Mungkin oppa adalah namja egois. Tidak ada salahnya kan kita belajar? Kalau pada akhirnya, kau tetap tidak bisa menerima oppa, tidak apa-apa. Kau mau belajar mencintai oppa saja, oppa sudah sangat senang” ucap Donghae. Dia tidak bisa melepas Min Ran begitu saja, yeoja yang dia sukai sejak pertama bertemu. Sulit menghilangkan perasaan yang sudah mengakar kuat di dalam hati. Meskipun perasaan itu ditumbang, dikikis habis, tapi sisanya yang hanya sedikit itu bisa kembali tumbuh. Baginya sekalipun itu hanya 0,00001 % harapan untuk mendapatkan Min Ran, bukanlah hal yang susah. Sekali ada harapan, kenapa dia tidak mencoba? Dia akan membuat 0,00001 itu menjadi 100. Dia yakin bisa melakukannya.

“Oppa~” ucap Min Ran tak percaya mendengar apa yang didengarnya barusan. Dia tidak mengira kalau Donghae memiliki hati yang begitu tulus. Mungkin ini adalah jalan yang diberikan Tuhan untuk mendapatkan kebahagiaan. Tuhan mengirimkan Donghae untuk menjadi orang yang peduli padanya, ada di saat senang dan susahnya. Dia merasa ucapan Donghae benar. Kenapa dia tidak memberikan Donghae kesempatan? Bukankah dia tidak sedang menjalin hubungan dengan siapapun? Jadi tidak ada salahnya jika dia mencoba.

“Ajari aku mencintaimu” ucap Min Ran yang sontak membuat Donghae terkejut.

“Mwo?” tanya Donghae tak percaya bahwa Min Ran memberinya kesempatan untuk membuatnya mencintai dirinya.

“Ya! Oppa ini kenapa? Tadi meminta seperti itu. sekarang malah seperti ini. ya sudah, aku tidak akan menuruti keinginanmu tadi” jawab Min Ran kesal. Donghae terkekeh melihat sifat Min Ran yang terlihat seperti anak kecil itu. Entah ada dorongan dari mana, tangannya mencubit hidung Min Ran yang mancung itu.

“Ya! Appo oppa” keluh Min Ran. Lagi-lagi Donghae terkekeh melihat sikap Min Ran.

“Kau itu menggemaskan sekali. Aku jadi tambah menyukaimu” ucap Donghae dan masih terkekeh. Min Ran hanya melongo mendengarnya dan menundukkan kepalanya karena malu.

“Gomawo, jeongmal gomawo telah memberiku kesempatan. Aku tidak akan menyia-nyiakan semua ini. Aku akan membuatmu bahagia” seru Donghae. Min Ran merasa senang saat Donghae berkata seperti itu. dia merasa ini adalah awal dari segalanya. Dia akan menjalani hidup barunya tanpa bayang-bayang masa lalu. Dia berharap, semua masa lalunya dapat terkubur dalam dan dia bisa memberikan cinta pada namja di sampingnya itu.

“Seharusnya aku yang berterimakasih pada oppa. Selama ini oppa sangat baik kepadaku. Oppa seperti malaikat. Selalu mendatangkan kebahagiaan dan kebaikan. Gomawo oppa” balas Min Ran. Donghae langsung merangkul Min Ran. Min Ran agak bingung saat tangan kekar Donghae sudah melingkar di bahunya. Donghae senyum-senyum sendiri, sebenarnya dia juga merasakan apa yang Min Ran rasakan. Tapi dia menyembunyikannya agar dia dan Min Ran semakin dekat.

“Oppa, sepertinya kita harus pulang. aku sudah kedinginan dan oppa harus istirahat” ucap Min Ran sedikit gugup. Donghae melepaskan rangkulannya dan berdiri.

“Kajja” ajak Donghae dengan mengulurkan tangannya kepada Min Ran. Dengan senang hati, Min Ran membalas uluran tangan Donghae dan berdiri mensejajarkan dirinya dengan Donghae. Mereka berdua berjalan ke mobil Donghae yang diparkir tak jauh dari tempat mereka duduk dengan tetap berpegangan tangan.

 

Author pov end

 

 

Min Ran pov

 

Aku datang ke pesta pertunangan Yesung oppa dan Eun Soo. Jujur saja, aku merasa sangat sakit saat Yesung oppa memasangkan cincin pertunangan ke jari manis Eunsoo. Ingin rasanya air mataku tumpah saat itu juga, tapi aku menahannya sekuat mungkin. Untung saja aku tak menerima Yesung oppa. Kalau tidak, aku akan menjadi orang yang sangat jahat. Aku akan melukai sahabatku sendiri. Aku harap mereka bisa bahagia dan aku juga akan menemukan kebahagiaanku sendiri.  Aku mengucapkan selamat untuk mereka berdua. Aku melihat raut sedih dari wajah Yesung oppa. Apa dia tidak senang dengan pertunangan ini? kalau memang iya, kenapa dia melaksanakan apa yang tidak disukainya? Apa dia tak punya pendirian? Entahlah. Apapun alasan itu, aku akan selalu mendoakan mereka berdua. Bukankah cinta itu tidak harus memiliki? Dan bukankah lebih baik kita membiarkan orang yang kita cintai bahagia dengan caranya sendiri dibandingkan tersiksa dengan diri kita. Karena sesungguhnya cinta itu membawa kebahagiaan bukan penderitaan.

Baru saja aku melepaskan cintaku, aku mendapat cinta yang lebih besar dari seorang namja yang sangat baik, bahkan terlalu baik menurutku. Namja yang ternyata mencintaiku secara diam dan baru sekarang mengungkapkannya padaku. Pada awalnya aku sempat ragu. Tapi melihat ketulusannya, aku sedikit berani untuk menerimanya. Menjalani hidupku dengannya. Memberikan sedikit ruang dalam hatiku untuknya dan membuatku belajar mencintainya. Mungkin hanya itu yang bisa aku lakukan. Aku harap bisa membahagiakannya. Harapan kecilku yang akan membawa perubahan besar dalam kehidupan kami.

Dddrrrttt…..dddrrrttt….

Ponselku bergetar. aku segera mengambilnya dan ternyata ada pesan masuk dari Donghae oppa. Aku mengerutkan keningku bingung, ada apa Donghae oppa mengirimiku pesan. Baru saja dia kembali ke dorm setelah mengantarku. Apa ada sesuatu? Atau ada yang ketinggalan? Berbagai pertanyaan melintas di otakku. Daripada aku tambah bingung, mending aku langsung buka saja pesannya. Aku mengklik tombol baca dan tulisan singkat terpampang di layar ponselku.

 

From : Donghae oppa

 

Jaljayo chagiya^^

 

Mwo? Chagiya? Apa aku tak salah baca? Aku kembali membaca pesan itu berulang-ulang, tapi tetap saja sama. tulisannya tak berubah. Tak terasa aku tersenyum. Dia benar-benar namja yang romantis. Kyaaaa~~~ aku melompat saking senangnya. Apa mungkin aku benar-benar menyukainya? kenapa secepat itu? ah, entahlah. Aku bersyukur jika aku benar-benar melupakan Yesung oppa. Aku tidak ingin menyakiti siapapun dengan cinta ini karena aku akan memberikan kebahagiaan dengan cinta ini.

***

Lantunan lagu skyline -yui- mengalun dengan indah di ponselku. aku masih menikmati alam mimpiku tanpa berkeinginan untuk bangun. Tapi suara khas yui dan gitarnya itu terus saja mengalun indah hingga membuatku benar-benar terjaga. Aku mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja kecil di samping tempat tidurku. dengan malas aku menekan tombol “ok” agar tersambung dengan orang yang sudah berani mengganggu tidurku pagi ini tanpa membuka mataku yang terasa sangat berat untuk terbuka.

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo, kenapa baru diangkat? Kau baru bangun?” sepertinya aku kenal suara namja yang sedang berbicara denganku ini. tapi siapa? Diriku belum sepenuhnya sadar, jadi sedikit lama memikirkan hal-hal semacam itu.

“Nugu?” tanyaku yang masih bingung dengan mata tertutup.

“Ya! Kau sudah melupakan namja chingumu? Yeoja seperti apa dirimu?” tanyanya. Namja chingu? Namja chingu siapa? Aku kan single. Jangan-jangan orang ini salah nomor.

“Mianhae, sepertinya agasshi salah nomor” ucapku. Seenaknya saja dia menggangguku dan mengaku sebagai namja chinguku. Ada-ada saja, pikirku.

“Ya! Shin Min Ran. Kau lupa kalau kau sudah resmi menjadi yeoja chingu Lee Donghae Super Junior hah?” Lee Donghae Super Junior? Aku terlonjak kaget dan melihat layar ponselku. ternyata Donghae oppa menghubungiku. Aku segera duduk menyandar di kepala tempat ranjang.

“Mianhae oppa. Aku baru bangun dan aku masih mengantuk” ucapku dengan nada menyesal. Kenapa dia jadi marah-marah ya? Apa dia sedang datang bulan? Tadi malam dia manis sekali. Sekarang jadi seperti ini. apa dia punya kepribadian ganda? Aish, Ranie, berhentilah berpikiran yang tidak-tidak, batinku. Dan menggeleng-gelengkan kepalaku.

“Cepat bukakan pintu. Aku sudah berdiri sejak 30 menit yang lalu disini” serunya. Pintu? Disini? Dia ada di depan apartemenku? Aku melirik jam dinding yang menempel setia di dinding hijau kamarku. Ternyata sudah jam 8. Kenapa dia datang sepagi ini?

“Ne oppa. Aku akan segera membukakan pintu” ucapku dan langsung memutuskan sambungan telepon kami. Aku berlari ke depan kaca dan membenarkan rambutku yang sedikit berantakan. Aku berjalan ke arah pintu. Aku menarik napas panjang, menghembuskannya dan segera membukakan pintu untuk Donghae oppa. Senyum manis seorang member asal Mokpo itu terlihat sangat jelas di depanku. Tatapan teduhnya benar-benar bisa memikat hati yeoja yang memandangnya. Aku merasa beruntung bisa mengenalnya dan dekat dengan dirinya.

“Kenapa kau menatapku seperti itu? Apa aku sangat menawan?” tanyanya yang membuyarkan lamunanku. Aish, apa namja selalu seperti itu? Selalu merasa dirinya tampan dan menawan.

“Jangan kePDan oppa. Aku hanya heran saja. Tadi oppa marah-marah, sekarang malah tersenyum seperti itu” jawabku sekenanya. Untunglah yang aku ucapkan masuk akal hingga aku tak perlu mencari berbagai macam jawaban jika dia bertanya macam-macam.

“Kau tak mau menyuruhku masuk? Aku sudah berdiri disini dari tadi. Apa kau mau dimarahi elfishy karena telah membuat pangerannya tidak bisa lagi ngedance karena kakinya sakit akibat berdiri di depan pintu apartemen seorang yeoja?” hah? Pangeran? Benar-benar penyakit PD dan narsisnya stadium 4. Aku pun mempersilakan dia masuk dengan isyarat tanganku.

“Ya! Kau terlalu berlebihan oppa. Kalau aku dimarahi elfishy, otomatis oppa akan melindungiku dan bukan salahku kalau oppa berdiri di depan pintu. Aku kan tidak pernah menyuruh oppa berdiri disana” jawabku. Dia duduk di sofa dan menepuk tempat kosong di sebelahnya, menyuruhku duduk disana. Aku segera menghampirinya yang masih tersenyum manis.

“Kau benar. Aku akan selalu melindungimu, aku akan melakukannya hingga akhir hidupku” ucapnya serius. Kenapa menjadi seperti ini? Aish, kenapa aku jadi gugup begini? Napasku tidak teratur dan jantungku berdetak lebih cepat. Omo~ada apa ini Tuhan? Tenang Ranie, tenang~~~ aku mensugesti diriku sendiri agar tetap tenang. Setelah merasa tenang aku pun bertanya maksudnya apa.

“Maksud oppa?” tanyaku dengan nada yang dibuat-buat tenang. Dia menarik napas cukup panjang, menghembuskannya dan menatapku.

“Kau akan tahu maksudku setelah ini. Cepat bersihkan dirimu dan ikut aku pergi” ucapnya. Pergi? Kemana? Aku hanya mengangguk dan meninggalkannya sendiri di ruang tamu. Aku segera masuk ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi dengan Donghae oppa.

 

Min Ran pov end

 

 

Donghae pov

 

Hari ini aku akan mengajak Min Ran ke Mokpo menemui eomma dan Donghwa hyung. Mungkin terlalu cepat mengenalkan dirinya pada eomma. Tapi aku ingin Min Ran tahu kalau aku benar-benar serius padanya. Dan aku benar-benar akan membuatnya bahagia. Setelah menunggu cukup lama di depan pintu apartemennya, aku pun masuk. Aku menyuruhnya siap-siap terlebih dahulu karena dia baru saja bangun tidur. Omo~ kenapa yeoja itu tidak bisa bangun lebih pagi? Min Ran meninggalkanku sendiri di ruang tamunya. Aku merasa ada yang mengganjal. Sepertinya aku sedang menduduki sebuah buku. Aku berdiri dan mengambil buku yang sempat ku duduki tadi. Dari covernya sepertinya ini buku harian. Tapi entahlah. Karena rasa penasaranku yang tinggi, akhirnya aku membuka buku itu dengan hati-hati. Di lembar pertama ada foto Min Ran, sepertinya ini foto waktu dia sekolah SMA karena bisa dilihat dari seragamnya. Aku menjadi semakin penasaran isi buku ini. Aku  membuka lembar selanjutnya.

 

Dia sangat tampan dan juga manis. Sepertinya aku menyukainya dari pandangan pertama. Siapa ya namanya? Aku ingin sekali mengenalnya. ^^

 

Ternyata dia menyukai seorang namja. Aku penasaran siapa namja yang dia sukai. Aku kembali membuka lembar berikutnya.

 

Ternyata dia adalah kakak tingkatku, namanya *tiiiiiit*, rahasia. Hehe. Aku akan terus mencari tahu tentangnya. Hwaitting^^

 

Aku pun semakin penasaran dengan namja yang dimaksud Min Ran dalam bukunya ini. hingga aku terhenti pada lembar yang sepertinya mengungkap siapa namja yang dia maksud.

 

Hari ini ada acara reuni di sekolah. Aku sangat berharap bertemu dengannya. Tapi aku tak menyangka semua seperti ini. dia telah menjadi milik orang lain, orang yang sudah ku anggap saudaraku sendiri, sahabat terbaikku. Aku tidak tahu harus bagaimana, haruskah aku melepaskannya? Tapi, aku sudah menunggu terlalu lama dan rasa ini sudah tertahan cukup lama. Ottokhe? T.T

 

Aku kembali membuka lembaran selanjutnya. Tapi, aku mendengar pintu kamar Min Ran terbuka. Aku segera menutup buku itu dan meletakkannya di belakang bantal sofa. Min Ran keluar dari kamarnya dan menghampiriku.

“Oppa~ kita mau kemana?” tanyanya padaku. Rencanaku untuk mempertemukannya dengan eomma menjadi musnah. Aku tidak yakin akan mempertemukan dia dengan eomma setelah membaca buku hariannya. Aku takut dia tidak bisa mencintaiku karena sepertinya hatinya telah menjadi milik orang lain. milik seseorang yang sudah ku anggap hyungku sendiri. Pantas saja, dia bersikap seolah menghindar saat ada Yesung hyung dan Eun Soo. Jadi ini alasannya. Apa aku terlalu egois ingin memilikinya? Apa aku harus melepaskannya seperti dia melepas Yesung hyung untuk Eun Soo?

 

If you truly love someone, then the only thing you want for them is to be happy…even if its not with you…..

 

___TBC___

RCL…….RCL…….RCL……

Don’t be a silent reader~~~~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s