Saranghaeyo Yeongwonhi # Part 4

Standar

Saranghaeyo Yeongwonhi

 

Author : DM

Cast     : Cho Kyuhyun

Lee Hae Ra

Choi Young Mi

Lee Donghae

Park Hyun Sang

Shin Tae Mi

Kim Yoo Rin

Other cast

Genre  : Romance, friendship, sad

Length : 4/?

 

Annyeong readers~~~

Langsung jaa yaa….

Jangan lupa RCL….

Warning!!! Ceritanya gaje dan typo masih bertebaran….

 

Happy reading~~~

Flashback part 3

Mianhae chagiya, aku tidak tahu kalau kenyataannya seperti ini. aku akan membicarakan semua ini dengan appa dan eomma. Ku harap mereka bisa mengerti dan menerimamu sebagai orang yang ku cinta.

 

Next part……

 

Author pov

 

Seorang yeoja berlari meninggalkan sebuah acara yang sangat menyakitkan untuknya. Sebuah acara yang awalnya akan menjadi awal yang baru bagi hubungannya dengan namja chingunya kini menjadi sebuah akhir yang sangat menyakitkan. Dia berlari tanpa menghiraukan keadaan sekitarnya. Mukanya pucat dan sesekali dia memegangi kepalanya yang terasa sakit. Tapi tak sebanding dengan sakit yang menusuk hatinya. Sakit yang tak akan pernah diketahui orang lain, sakit yang abstrak tapi bisa membuat seseorang kehilangan hidupnya. Penyakit yang sangat ganas dan dokter pun tidak tahu bagaimana cara menyembuhkannya. Apoteker pun tidak bisa membuat obat untuk menyembuhkan sakit itu, sakit hati, sakit yang akan dialami seseorang yang sedang dilanda cinta. Sakit yang sebagian besar orang pernah mengalaminya dan itu yang dirasakannya sekarang. Dia berjalan keluar dari hotel, tempat namja chingunya melangsungkan pesta ulang tahunnya, atau lebih tepat pesta pertunangannya. Dia duduk menyender di sebuah pohon yang lumayan besar. Dia menekuk lututnya dan membenamkan kepalanya disana. Air matanya mengalir seperti aliran sungai, dia merasakan sesak dan sulit untuk bernapas. Dadanya terasa sakit tapi dia berusaha mengatur napasnya sebaik mungkin. Sementara itu, seorang namja dan yeoja sibuk mencari seseorang yang sejak 30 menit yang lalu pergi. Mereka hampir saja putus asa sebelum melihat seorang yeoja duduk menyender pada pohon yang lumayan besar di seberang jalan.

“Mi-ah, bukankah itu Haera?” tunjuk seorang namja yang tak lain adalah Hyun Sang pada Tae Mi. Tae Mi memutar arah pandangnya ke arah yang ditunjuk Hyun Sang.

“Sepertinya kau benar. Sebaiknya kita kesana” ucap Tae Mi dan menatap Hyun Sang. Hyun Sang mengangguk dan sedetik kemudian langsung berlari ke arah Haera.

“Ra-ya~” panggil Tae Mi. Haera mengangkat sedikit kepalanya saat mendengar namanya dipanggil. Matanya merah, pipinya basah dan air mata masih mengalir deras dari kedua matanya. Tae Mi menjongkokkan badannya dan memeluk Haera. Tangis Haera semakin pecah, isakannya semakin terdengar jelas.

“Kyu akan membicarakan masalah itu pada appa dan eommanya. Kau tidak perlu khawatir, aku yakin Kyu tidak akan meninggalkanmu. Dia begitu mencintaimu. Jadi berhentilah menangis” ucap Tae Mi menenangkan Haera. Haera melepaskan pelukannya, menatap mata Tae Mi untuk mencari kebenaran atas ucapannya barusan. Dia tidak menemukan kebohongan atas ucapan Tae Mi.

“Tae Mi benar Ra-ya, Kyu memang sangat mencintaimu. Dia meminta tolong kami untuk mencarimu karena dia ingin menyelesaikan masalah itu dengan appa dan eommanya. Lihatlah, wajahmu sangat pucat. Sebaiknya kau istirahat di rumah” ucap Hyun Sang pada Haera. Tapi Haera hanya diam dan tak berniat membalas ucapan kedua temannya itu. Dia menutup matanya dan menggigit bibir bawahnya saat kepalanya kembali sakit. Tangannya refleks memegangi kepalanya yang sakit.

“Aaaarrrrggghhhh….” Haera mengerang kesakitan. Hyun Sang dan Tae Mi langsung panik. Hyun Sang yang sejak tadi berdiri kini menjongkokkan badannya.

“Ra-ya, waeyo?” tanya Tae Mi khawatir. Hyun Sang juga cemas melihat Haera yang kesakitan.

“Sangie, cepat bawa mobilmu kesini. Kita harus membawa Haera ke rumah sakit” Hyun Sang pun berniat beranjak sebelum tangan Haera menahannya.

“Antarkan aku pulang” ucap Haera lemah.

“Ya! Kau itu sakit. Kau harus ke rumah sakit” ucap Tae Mi sedikit membentak Haera.

“Jebal~ antarkan aku pulang ke rumah” Haera memohon pada kedua temannya itu. Tae Mi menghela napas melihat Haera yang sedikit keras kepala. Sedangkan Hyun Sang segera keparkiran untuk mengambil mobilnya. 10 menit kemudian Hyun Sang datang. Dia membantu Tae Mi yang kesusahan memapah Haera. Haera duduk di belakang, sedangkan Tae Mi duduk di samping Hyun Sang.

“Kau yakin akan membawanya pulang?” tanya Tae Mi. Dia sangat khawatir akan kesehatan Haera. Dia takut Haera kenapa-kenapa.

“Aku tak ingin membuatnya marah. Sebaiknya kita turuti saja keinginannya” balas Hyun Sang dan mengemudikan mobilnya menuju rumah Haera.

***

“Kenapa disini sepi? Apa orang tua Haera tidak ada di rumah?” tanya Hyun Sang setelah membaringkan Haera di kamarnya. Rumah Haera yang lumayan besar itu memang terlihat sepi. Hanya ada beberapa pelayan disana.

“Appa dan Eomma Haera pindah ke Jepang karena ahjusshi mengurus bisnisnya yang baru berkembang disana” jelas Tae Mi pada Hyun Sang. Hyun Sang manggut-manggut tanda mengerti.

“Kau pulang saja, aku akan menginap disini. Kebetulan besok aku tidak ada kuliah dan praktik” ucap Tae Mi.

“Baiklah, jaga Haera baik-baik. Kau kan calon dokter. Aku pulang dulu. kalau ada apa-apa, hubungi aku” ucap Hyun Sang dan meninggalkan Tae Mi yang berdiri di depan kamar Haera. Setelah Hyun Sang benar-benar lenyap dari pandangannya, dia kembali ke kamar Haera. Tae Mi terlihat sedih melihat teman yang sudah menjadi sahabat baiknya itu.

“Kau pasti sangat terluka. Mianhae, aku tak bisa melakukan apa-apa untuk membantumu” gumam Tae Mi. Dia mengambil tempat di sebelah Haera dan memejamkan matanya. Semenit kemudian, dia masuk ke alam mimpi.

 

Author pov end

 

 

Cho Kyuhyun pov

 

Setelah semua undangan dan keluarga Choi pulang, aku, appa dan eomma duduk di ruang tamu. Aku yang meminta karena aku ingin membahas masalah pertunangan yang tiba-tiba itu. aku tidak bisa menyakiti Haera seperti ini. aku tahu, dia pasti sangat terluka.

“Chagi, mianhae, aku tak bisa membuatmu bahagia. Aku membuatmu terluka seperti ini” gumamku. Beberapa menit berada di ruang tamu ini, aku masih belum mengeluarkan suara. Aku meyiapkan diriku untuk menerima kemungkinan yang akan terjadi.

“Appa, eomma, aku mau pertunangan ini dibatalkan. Aku sudah memiliki yeoja chingu dan aku sangat mencintainya” ucapku mantap. Aku harap eomma dan appa benar-benar bisa mengerti perasaanku.

“Kau gila! Appa tidak akan pernah membatalkan semua ini. keluarga Choi itu sangat baik dan Young Mi itu yeoja yang baik. Kau tidak akan menyesal memiliki tunangan sepertinya” jawab appa. Aku menarik napas panjang menahan emosi yang sudah memuncak.

“Pokoknya aku tidak mau. Aku sudah memiliki yeoja chingu dan aku akan menikahinya” ucapku lagi. Ku lihat muka appa memerah karena emosi. Appa berjalan ke arahku dan eomma hanya diam saja.

PLAKKK!!!

Tangan appa berhasil mendarat di pipi kananku, ku pegangi pipiku yang terasa panas. Eomma berteriak saat appa berhasil menaparku. Aku hanya tersenyum kecut pada appa.

“Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah setuju atas pertunangan ini. SAMPAI KAPANPUN” ucapku penuh penekanan dan berlalu ke kamarku. Eomma memanggilku tapi aku tetap melangkahkan kakiku ke kamar. Rasa sakit yang aku rasakan sekarang tidak sebanding dengan apa yang Haera rasakan. Aku merogoh sakuku dan mengambil ponsel yang sejak tadi berdiam diri disana. Ternyata ada panggilan tak terjawab dari Ahra noona. Aku segera menekan tombol call dan tak berapa lama tersambung dengan Ahra noona.

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo, noona….” Ahra noona langsung memotong ucapanku.

“Saengil chukkae saengi~” ucapnya senang. Untuk beberapa saat aku terdiam. Aku tak tahu harus menceritakan ini padanya apa tidak.

“Kyuhyun-ah, kenapa diam saja? Apa kau terlalu senang?” tanyanya.

“Noona, aku bertunangan” ucapku datar. Akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan ini pada Ahra noona.

“Wah,,chukkaeyo~ pasti kau sangat senang karena bisa bertunangan dengan Haera. Dan pastinya Haera sangat senang juga. Sayang, noona tidak…..” aku memotong pembicaraan noona.

“Bukan Haera” ucapku pelan. Tak terasa air mataku menetes. Seharusnya aku bertunangan dengan Haera. Bukan dengannya.

“Mwo?” aku tahu, noona pasti kaget mendengarnya.

“Appa menjodohkanku dengan putri rekan bisinisnya. Namanya Choi Young Mi” jawabku. Sedetik kemudian tangisku pecah. Aku memang seorang namja, tapi aku tidak pernah malu untuk menangis.

“Kau dan Haera, gwenchanayo?” tanya Ahra noona. Aku tak tahu harus menjawab apa. Aku harap hubungan kita akan tetap berjalan seperti biasa.

“Aku harap tidak akan terjadi apa-apa dengan hubungan kita,noona. Aku sangat mencintainya. Aku tidak mungkin meninggalkannya. Aku berjanji akan mempertahankannya. Noona, bantu aku meyakinkan appa dan eomma untuk membatalkan perjodohan ini. jebal~” aku memohon dan berharap penuh pada Ahra noona karena hanya dia yang bisa membantuku.

“Ne. Aku akan mengusahakannya. Sebaiknya kau istirahat sekarang, besok kau jelaskan semuanya pada Haera. Dia pasti sangat sedih dan terluka. Dia yeoja yang baik, noona yakin dia akan mengerti” ucapnya. Ahra noona benar, aku akan menjelaskan semuanya pada Haera besok. Ku harap dia mau bertemu denganku.

“Ne noona. Aku istirahat dulu. annyeong~” aku langsung memutuskan sambungan teleponku dengan Ahra noona. Ahra noona tidak bisa datang karena sibuk dengan butik barunya yang dia buka beberapa hari yang lalu. Aku meletakkan ponselku dan merebahkan tubuhku di tempat tidur. Berharap semuanya akan baik-baik saja.

***

Aku menunggu Haera di depan kampusnya. Tapi sejak tadi aku tak melihatnya, aku juga tak melihat Tae Mi. Apa mereka tidak masuk? Aku menghubungi Haera tapi nomornya tidak aktif. Aku pun menghubungi Tae Mi.

“Yeoboseyo”

“Yeoboseyo Mi-ah. Apa kau bersama Haera sekarang?” tanyaku. ku harap Tae Mi sedang bersama Haera sekarang.

“Ne Kyu” jawabnya singkat. aku bernapas lega karena Haera bersama Tae Mi, setidaknya dia tidak sendiri karena ada yang menemaninya.

“Kalian dimana? Sejak tadi aku menunggu Haera di depan kampusnya, tapi aku tak melihatnya” tanyaku. hening. Tae Mi tidak menjawab pertanyaanku.

“Kami ada di rumah Haera. Sepertinya Haera masuk angin. Sejak tadi dia muntah-muntah dan kepalanya sakit. Aku sudah membuatkannya bubur dan memberinya obat. Sekarang dia sedang tidur” ucap Tae Mi. Dari nada suara, terdengar kalau dia sedang khawatir pada Haera. Pasti dia sangat terpukul dan terluka atas kejadian tadi malam. Aku akan menjenguknya dan membawakan beberapa buah untuknya. Aku meninggalkan kampusnya dan membeli buah untuknya serta langsung menuju rumahnya. Aku berdiri di depan pintu rumahnya cukup lama. Aku merasa gugup bertemu dengannya. Aku merasa sangat bersalah padanya. Tapi aku tetap memberanikan diri untuk menemuinya. Ku pencet bel rumah besar ini dan tak lama pintu dibuka oleh salah satu pelayan di rumah ini.

“Annyeong ajhumma” sapaku. Semua penghuni disini mengenalku karena aku sering kesini.

“Annyeong tuan. Nona Haera ada di kamarnya. Pasti tuan mencarinya” aku hanya tersenyum, membungkukkan badanku dan pergi ke kamar Haera. Ku rasa rumah ini cukup sepi. Aku baru ingat kalau appa dan eomma Haera pindah ke Jepang. Berarti Haera sendiri disini. Syukurlah Tae Mi ada disini.

Aku membuka kamar Haera perlahan. Ku lihat Tae Mi duduk di meja belajar Haera. Dia sedang membaca buku yang lumayan tebal. Sepertinya buku kedokteran. Entahlah, aku juga tidak tahu.

“Mi-ah, bagaimana keadaan Haera?” tanyaku. ku lihat dia kaget melihatku yang sudah berdiri di sampingnya. Dia mengelus dadanya beberapa kali. Ingin rasanya aku tertawa melihat ekspresi kagetnya itu.

“Ya! Kau mau membuatku jantungan, hah?” ucapnya kesal. Aku memutar kepalaku melihat Haera yang sedang tertidur pulas di tempat tidurnya.

“Dia sedang tertidur. Sebaiknya kau jangan membangunkannya. Suhu badannya sudah turun. Ku harap dia segera sembuh” ucap Tae Mi. Ku harap juga begitu, batinku.

“Bagaimana masalah pertunanganmu? Sebaiknya kita bicara di luar saja. Aku tajut Haera terbangun” ucapnya dan mendorongku agar keluar dari kamar Haera.

“Oh ya, bagaimana masalah pertunanganmu tadi malam?” tanyanya lagi. Aku menghela napas sebelum menjawab pertanyaannya.

“Aku bertengkar dengan appa. Appa tetap ingin melanjutkan perjodohan itu. tapi aku akan tetap mempertahankan Haera” jawabku. Tae Mi hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Aku harap kau bisa menjaga Haera. Sepertinya kondisinya akhir-akhirnya lemah” ucapnya sedih. Aku tahu kalau Haera sedang lemah karena dia kelelahan sampai sakit seperti ini. ku dengar suara ponsel, ternyata ponsel Tae Mi. Dia mengambil ponselnya dan berbicara dengan seseorang yang tak aku tahu.

“Yeoboseyo”

“…….”

“Ah ne, aku akan kesana”

“…….”

“Ne. Annyeong”

Dia kembali memasukkan ponselnya ke dalam roknya. Sepertinya itu rok Haera. Pasti dia menginap disini tadi malam.

“Kyu, mianhae, aku harus pergi. Aku harus ke kampus karena ada tugas. Aku tinggal dulu. tolong jaga Haera” ucapnya dan pergi begitu saja. Aku memutuskan untuk kembali ke kamar Haera. Siapa tahu dia sudah bangun. Aku melihat Haera tengah berdiri menatap ke arah luar jendela. Aku mendekatinya dan memeluknya dari belakang. Aku dapat merasakan suhu tubuhnya yang panas. Ku rasakan sesuatu menetes di tanganku. Apa dia menangis? Tuhan, aku tak sanggup melihatnya menangis seperti ini.

 

Cho Kyuhyun pov end

 

Haera pov

 

Aku membuka mataku dan memegangi kepalaku yang terasa sakit. Aku beranjak dari tempat tidur menuju jendela. Ku pandangi awan dan langit yang terlihat begitu indah. Ciptaan Tuhan yang tidak ada tandingannya. Aku menutup mataku, menghirup napas panjang, merasakan indahnya dunia ini. tapi pikiranku melayang pada kejadian tadi malam. Tak terasa air mataku kembali menetes. Aku segera menghilangkan ingatanku tentang kejadian tadi malam. Tiba-tiba aku merasakan seseorang sedang memelukku dari belakang. Persis seperti pelukan Kyuhyun. Air mataku kembali menetes. Aku tak akan bisa lagi merasakan hangatnya pelukannya, tak bisa lagi melihat indahnya senyumnya, tak bisa lagi menghabiskan waktuku bersamanya, tak bisa lagi menggenggam erat tangannya, tak bisa lagi melangkah bersamanya, dan tak bisa lagi menorehkan cerita cinta dengannya. Dia sudah menjadi milik orang lain. tapi aku yakin kalau hatinya masih milikku.

“Chagiya, kau pasti marah padaku. Mianhae, aku tidak tahu kalau akan terjadi seperti itu” ucapnya penuh penyesalan. Sangat senang dapat mendengar suaranya. Air mataku kembali menetes. Aku tidak akan mendengar suara lembutnya lagi. Aku pasti akan sangat merindukannya, semua tentang dirinya. Dia melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuhku menghadapnya. Aku menunduk karena tidak ingin melihat wajahnya. Aku tidak ingin semakin terluka karena aku tahu, aku tidak akan melihat lagi wajah tampannya itu.

“Lihat aku! Jebal~ lihat aku” pintanya. Aku pun memutuskan untuk melihatnya. Matanya berkaca-kaca. Pipinya terlihat merah. Seperti bekas tamparan. Apa yang terjadi? Aku mengulurkan tanganku menyentuh pipinya yang merah dan mengelusnya pelan.

“Ini kenapa? Ini pasti sakit” ucapku khawatir.

“Appa menamparku karena aku menolak perjodohan itu” ucapnya lemah. Jadi ini karena aku? Dia melakukan semua itu untukku? Kenapa kau menyakiti dirimu sendir? Dasar namja pabo.

“Kau tak perlu melakukan semua itu” ucapku. Dia memegang kedua bahuku dan menatapku lekat-lekat.

“Apa kau tak mencintaiku? Apa kau ingin aku bertunangan dengannya?” tanyanya serius. Aku hanya tersenyum padanya dan mengelus pipinya lembut.

“Aku sangat mencintaimu. Tapi aku tidak ingin kau menyakiti dirimu seperti ini. cinta itu selalu memberikan kebahagiaan. Bukan membuatmu menjadi orang menyakiti dirinya sendiri” ucapku. Dia kembali memelukku.

“Kau memang yang terbaik. Tunggulah beberapa waktu. Aku akan menyelesaikan semua ini. bersabarlah” ucapnya. Aku hanya mengangguk. Dia mengelus rambutku pelan. Aku sangat merindukan saat-saat seperti ini. aku memang sedih, tapi aku akan berjuang mempertahankan cintaku. Aku yakin, aku akan mendapatkan cintaku kembali. Ku rasakan kepalaku kembali sakit. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku. Aku mencoba menahan rasa sakitku karena tak ingin Kyu khawatir. Aku merasa tidak bisa menahan rasa sakitku. Semua terlihat gelap dan aku tak ingat apa yang terjadi.

 

__TBC__

RCL…….RCL……….RCL………

Ottokhe??ceritanya tambah gaje yaa readers???

Jangan lupa RCL……

Don’t be a silent reader……

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s