Stereo Hearts #OneShoot

Standar

Title : Stereo Hearts

 

Cast : Choi Ha In , Kim Jae Joong (JYJ) , + Other Cast..

 

Genre : Romance

 

Length : ONE SHOOT

 

Disclaimer : All characters aren`t mine except OC. I write this fanfiction just for fun,couse writing is my hobby,so not for money.. Arrachi?! ^,~

 

Warnings : Please give your comment, critic, or advice to support me. But if dont like ,dont read oke!!

 

 

#####

 

Author`s POV#

 

 

 

Hiruk pikuk semilir angin,riak tergerak lincah senada dengan langkah tegap cepat. Itu sudah menjadi pemandangan biasa di Myeon-dong,titik pusat perbelanjaan terbesar di Korea.

 

 

Banyaknya toko-toko branded ternama yang disuguhkan dengan harga miring,cukup menarik perhatian para wisatawan asing dari berbagai mancanegara. Tak terkecuali warga setempat.

 

 

Kim jaejoong dan Choi Ha In adalah salah satunya. 2 sejoli dalam ikatan kisah kasih ini terlihat tengah asyik memilah-milih berbagai macam aksesoris/pernak-pernik khas korea di Insadong. Insadong menjadi tempat penjualan barang-barang non-branded,yakni hanya memperjual belikan barang made in korea. Seperti,lukisan aksesoris,kaos dll..

 

 

Selain Insadong, ada tempat lain yaitu Migliore. Migliore menjadi tempat yang sangat tepat untuk dikunjungi. Disana banyak yang menjual dress,rok motif,kaos,aksesoris ala korea. Selain fashion, banyak pula, kedai kopi,dan restoran yang menyajikan makanan khas korea.

 

 

 

“Joong-ah .. Aku lelah”Keluh Ha In

 

 

“Ayolah .. Aku belum mendapatkan apa yang aku inginkan sayang.Lagi pula kita disini baru 3jam”Jaejoong menanggapi keluhan kekasihnya dengan santai tanpa mengalihkan pandangannya dari beberapa aksesoris yang kini ada didepan matanya.

 

 

“3jam bukan waktu yang singkat tahu!! Aku lelah,aku lelah,aku lelah Joong-ah .. Aku mau pulang ..”Rengek Ha In seraya menggelembungkan kedua pipinya.

 

 

Jaejoong menolehkan pandangannya ke arah Ha In,lalu dengan kilat pandangannya kembali ke arah aksesoris. “Jangan seperti anak kecil! Ingat! Usiamu sudah menua”Celetuk Jaejoong

 

 

Bibir Ha In mengerucut “Arra..” Ha In mendengus kesal

 

 

5menit setelah itu . Barang yang Jaejoong inginkan sudah ia dapatkan. Tapi bagaimana dengan Ha In??

 

 

“Sayang .. Kau marah,eh?”Jaejoong mengecup ringan ujung kepala Ha In

 

 

“Joong-ah ppabo!!”Umpat Ha In jengkel

 

 

Jaejoong mengernyit”Jadi kau benar-benar marah?”

 

 

“Sudahlah, aku lelah Joong-ah ..”Keluhnya lagi

 

 

“Mm,arrayo..kkaja!”Dengan lembut Jaejoong menggelungkan tangan Ha In di lengannya.

 

 

“Kali ini kau mau membawaku kemana? Mall? Supermarket? Atau mungkin pasar tradisional?”Ha In mencibir

 

 

“Aigoo!! Otakmu sempit sekali..”Jaejoong menggelengkan kepalanya bak seorang ahjussi.

 

 

“Tsk! Menjengkelkan!”Ha In mendelik

 

 

#####

 

 

Seoul,Korea Selatan. 07.00pm

 

 

 

Jaejoong mengajak Ha In ke sebuah kedai kopi yang terletak didekat kampus Ewha Women`s University dan stasiun kereta api Sinchon. Dan mereka berdua sudah menjadi pelanggan tetap di kedai ini.

 

 

Kedai tersebut bernamakan Namu Are. `Namu` dalam bahasa korea adalah `Pohon`.Dan `Are` berartikan `Dibawah`. Yang maksudnya ialah `Dibawah Pohon`.

 

 

Sulit sekali menemukan kedai ini karna terletak digang kecil. Hanya ada satu penanda kecil didepannya. Bentuk kedai kopi ini seperti sebuah rumah kecil. Begitu masuk,para pengunjung akan disambut dengan sebuah mesin penggerinda kopi.

 

 

Kedai ini menyediakan seperti kedai lainnya. Namu Are menyajikan berbagai kopi hand-drip,kopi reguler,teh,jus buah,serta kue dan cokelat buatan rumahan.

 

 

Sedikit penjelasan mengenai suasana kedai tersebut.

 

 

Suasana kedai ini sangat unik. Walaupun tempatnya sangat kecil. Tapi dengan lantunan musik yang menenangkan kita akan merasa berada dirumah sendiri. Lalu mereka juga punya banyak koleksi buku,board game(Permainan papan),dll …

 

 

Dan dapurnya sendiri adalah dapur terbuka. Sehingga para pengunjung dengan bebas dapat melihat cara pembuatan kopi pesanannya.

 

 

 

“Vanilla Latte,Black Cappucino dan satu porsi waffle toping cokelat.Untuk tuan Kim dan nona Choi.”Pelayan itu sudah terlalu hapal diluar kepala saat Jaejoong memanggilnya dan duduk ditempat yang sama berulang kali.

 

 

Lantunan instrument petikan gitar dari seseorang musisi dadakan,membelah kesunyian dan menyemarakan Namu Are.

 

 

Jaejoong mengusap lembut puncak kepala Ha In. “Terlalu banyak kenangan manis yang tersimpan di tempat ini,bukan begitu sayang?”

 

 

“Mm.. Kau benar.”Ha In menyambut rangkulan tangan kekar Jaejoong ..

 

 

Secepat kilat gejolak rasa haus dikerongkongan,pesanan pun tiba..

 

 

Tak butuh waktu lama Ha In langsung melenyapkan potongan tiap potongan waffle kedalam mulutnya. Hingga pipinya menggembung.

 

 

“Kau kelaparan?”Jaejoong mengernyit

 

 

Ha In menghentikan aktifitas makannya.”Kau tidak lapar?”

 

 

Jaejoong kembali mengernyit”Nae?”

 

 

“Makanlah.. Aa…”Ha In berusaha menyuapi Jaejoong.

 

 

“Geurae..”Jaejoong membuka mulutnya ragu-ragu

 

 

“Enak?”Ha In mengulum senyum

 

 

“Delicious”Jaejoong menyembulkan 2jempol miliknya ke arah wajah Ha In ..

 

 

Selang beberapa waktu .. Dengan di iringi petikan gitar, Jaejoong mempersembahkan satu buah lagu untuk Ha In.

 

 

 

Ooh,and love .. Oo,love..

 

I`ll be that fool

 

For you, im sure

 

You know i don`t mind

 

Oh you know,i don`t mind..

 

 

And, yes..

 

You`ll be the only one

 

`couse no can dany..

 

This love i have inside..

 

And i`ll give it all to you..

 

My love..

 

My love,my love..

 

My endless love..

 

 

 

Lantunan lagu yang dibawakan Jaejoong mampu membuat hati Ha In berdesir lirih. Dan untuk kesekian kalinya Ha In terpukau oleh pesonanya..

 

 

“Whoaa … Tuan suaramu indah sekali ..”Puji beberapa pengunjung

 

 

Lalu Jaejoong menanggapinya dengan se ulas senyum terbaiknya.

 

 

“Choi Ha In ..”Ucap Jaejoong lewat microphone

 

 

DEG! Ha In terkesiap..

 

 

“Will you marry me ..”Seruan lantang Jaejoong menyemarak tiap sudut ruang kedai ..

 

 

DDEG! DDEG!

 

 

“Huhuhuhu ..Terima ..!!! Terima ..!!!”Lolongan para pengunjung kedai mulai terdengar.

 

 

“Joong-ah ..”Tumpukan noktah bening sudah bertengger cantik dibalik kelopak matanya.

 

 

“Jagiya … Menikahlah denganku!”Kali ini Jaejoong sudah berdiri dihadapannya.

 

 

Tidak butuh waktu lama untuk Ha In berfikir. Dia langsung menemukan jawabannya.”Iya! Iya! Iya aku bersedia KIM JAEJOONG!!”Ha In menenggelamkan wajahnya dibalik dada bidang Jaejoong.Tangannya melekat erat menggelung disekitar lehernya.Ha In membiarkan noktah beningnya meluncur cantik memahat setiap inci kedua tulang pipinya.

 

 

Sementara itu..

 

“Whoa..Chukkae!!”Hampir seluruh pengunjung kedai memberi ucapan selamat dengan iringan hingar bingar tepukan tangan yang cukup meriah*abis dapet undian lotre kalee*

 

 

#####

 

 

_Flashback_

 

 

 

November 2007. Seoul,Korea selatan.

 

 

 

“TAPI AKU BUTUH PENJELASANMU!!”

 

 

“Tidak ada yang harus aku jelaskan. Kita akan tetap mengakhiri hubungan ini!”

 

 

“Setidaknya ada satu alasan”

 

 

“Shut off!!! Keputusanku sudah bulat,TIDAK ADA PENJELASAN. TITIK!!! Kkalke!!”

 

 

“Yak!!! DONG YOUNGBAE!!! AKU BELUM SELESAI BICARA!!!”

 

 

 

Choi Ha In,dia lah wanita yang berperan dalam percakapan di atas. Bibirnya mengerucut,matanya membulat,lalu kedua telapak tangannya mengepal. Dan BRAAKKKK!!! Dengan satu kali hempasan dia membanting kasar salah satu kursi yang sebelumnya terletak tepat disamping kiri tubuhnya. Alhasil kondisi kursi pun mengalami cindera berat..

 

 

“Kalau hal ini diketahui oleh Choi Seunghyun seosaengnim,apa jadinya ya?” Suara lembut seorang laki-laki berhasil membuat Ha In terperangah.

 

 

“Nu__nuguseo??”Tanya Ha In ragu

 

 

“Aku penghuni kelas ini .. “Anak laki-laki itu tersenyum kecut

 

 

“Nae?”Ha In mengernyit

 

 

“Kka! Ini bukan kelasmu . Kau tidak ingin Seunghyun Seosaengnim mengetahui hal ini kan?”Ucap datar anak laki-laki itu namun terkesan mengusir

 

 

GLEKK! Ha In melengos “Arrayo! Nan!!! Kkalke!” Ha In menghentakan langkahnya kasar.

 

 

#####

 

 

Ha In`s POV#

 

 

 

“Im Yoon Ah!!! Hari apa ini???”Dengusku kesal

 

 

“Waegeurae?”Yoon Ah acuh,

 

 

“Dong Youngbae mencampakkanku”

 

 

“Jjinja?? Bagus lah..”Responnya lebih acuh lagi.

 

 

“Yak!! Kau tidak lihat kondisiku seperti apa sekarang?”Bibirku mengerucut

 

 

“Mm..”Yoon Ah menatapku lekat”Kondisimu masih tetap sama, tidak ada yang terluka. Neo gwaenchana!”Simpulnya setelah melihat kondisi tubuhku. Geez! Teman macam apa dia ini?

 

 

“Jangan lihat fisikku pabbo!!”KuLayangkan jitakan kecil di kepalanya

 

 

“Kkeuronikka?”Wajahnya datar

 

 

“See my heart!!!”Ucapku setengah berteriak

 

 

“Stupid!!”Yoon Ah membalas jitakanku,

 

 

“Yak! Appo!!” Andwae!! Kenapa Yoon Ah jadi seperti ini? Mana teman baikku?? Huaaa >,

 

 

“Mian! Tidak akan ku ulangi! Mulai sekarang lupakanlah dia , dan nikmatilah hari-harimu seperti biasanya. Arrachi?!”Yoon Ah menarik tubuhku dan memelukku erat dari belakang.

 

 

“Yoon Ah ..”Lirihku

 

 

“Mm..”

 

 

“Gomawo!”Senyum hangat kembali menghiasi rona wajahku. Inilah yang aku butuhkan. Yoon Ah ku .. Bukan yang lain ..

 

 

“Geurae .. Lebih baik kita pergi makan, jam istirahat masih lama. Tsk,aku lapar ..”Yoon Ah menarik lenganku

 

 

Geez! Aku tidak lapar Yoon Ah ..

 

 

#####

 

 

Author`s POV#

 

 

`KIM JAEJOONG!!! AAAA.. SARANGHAE!!!`

 

 

“Aigoo aigoo!!! Ada apa ini??”Batin Ha In bermonolog

 

 

“Yoon Ah .. Nuguya?”Selidiknya

 

 

“Kim Jaejoong . Teman satu kelas mantan kekasihmu. Kau yakin tidak mengenali sosoknya?”Yoon Ah mengernyit

 

 

“Kim Jaejoong??”Kali ini Ha In yang mengernyit.

 

 

“Dia artis?”

 

 

PLETAKK!!

 

 

“Yak!! Kenapa kau memukul kepalaku?”Protes Ha In

 

 

“Dia bukan artis,tapi di…”Yoon Ah menutup mulutnya,

 

 

“Waeyo?”Ha In heran

 

 

“Wonder woman??”Sambung Jaejoong

 

 

“N_neo!!!”Ha In terkejut

 

 

Sementara Yoon Ah tersipu malu saat Jaejoong melemparkan kerlingan matanya ke arah Yoon Ah.”Bisakah kau pergi?”Itulah yang Jaejoong katakan lewat kode khususnya pada Yoon Ah. Dan tak butuh waktu lama Yoon Ah pun menuruti kode perintahnya.

 

 

 

“Hebat! Kau berhasil mengusir temanku”Cetus Ha In kesal

 

 

“Kau terganggu?”Jaejoong mangulum senyum

 

 

“Tentu saja, karna aku tidak mengenalmu.”Ha In sengit

 

 

“Tapi aku sangat mengenalmu. Dan aku tertarik ..”

 

 

“Cih ! Yang benar saja ..”Ha In meremehkan

 

 

Sujurus matanya memandang ke arah Ha In dengan tatapan sendu.”Kau mantan kekasih Youngbae. Choi Ha In,itulah namamu. Dan yang tadi Im Yoon Ah,teman baikmu.”

 

 

Ha In mendesah pelan”Mian! Na kkalke!”Ha In melangkah,namun segera Jaejoong menarik lengan Ha In

 

 

“Kau tidak tertarik?”Tanya Jaejoong ragu-ragu

 

 

“Sama sekali tidak!”

 

 

“Wae?”Jaejoong kembali manatap sendu wajah Ha In

 

 

“Jangan menatapku seperti itu!”Ha In menepis tangan Jaejoong yang masih bertengger dilengannya.

 

 

 

Disisi lain..

 

“Aigoo! Apa istimewanya gadis itu?”

 

 

“Cih! Bahkan dia lebih cantik dariku”

 

 

“Omo! Apa mata Jaejoong katarak?”

 

 

“Choi Ha In!! Rupanya kau cari mati!!”

 

 

Cibiran-cibiran kecil mulai meramaikan suasana kantin yang sebelumnya sudah gaduh.

 

 

“Semua orang disini mulai membicarakanku. Dan itu semua gara-gara kau!”Ha In mendelik seraya melangkah pergi.

 

 

Jaejoong mengabaikan kepergiannya.”Choi Ha In?? Sepertinya ini akan sangat menarik”

 

 

#####

 

 

 

Gugusan-gugusan bintang rasi biduk di langit menyempurnakan indahnya dimalam hari.

 

 

Ha In,, tengah menangkupkan kedua tangannya di atas meja belajar lalu menenggelamkan kedua pipinya dengan lembut. Pikirannya menerawang.Matanya terpejam,namun matanya berkedut-kedut seperti merasakan kegalauan yang tersirat. Dan noktah bening itu seketika meluncur membasahi pipinya. Bibirnya bergetar,meredam isak yang tak ingin bergema.”Youngbae ..”Batinnya

 

 

 

“Ha In sayang .. Turunlah! Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu..”Sahut wanita paruh baya dari balik pintu.

 

 

“Nae..”Jawab Ha In parau

 

 

“Jangan lama-lama!”

 

 

“Nae..”Ha In bergegas keluar dari kamarnya.Dengan langkah kecil ia menelusuri tiap anak tangga.

 

 

DEG!!

 

“EOMMA!!! KENAPA KIM JAEJOONG ADA DIRUMAH KITA???”Ha In menjerit histeris

 

 

“Ada apa sayang?”Suaara wanita paruh baya itu teredam dibalik dapur

 

 

“Dan kau!! Kenapa kau bisa sampai disini??”Mata Ha In membulat

 

 

Jaejoong tersenyum”Karna aku kekasihmu”

 

 

“Mwo???”Ha In tercekat

 

 

“Bukan begitu eommoni?”Tanya Jaejoong saat eommanya Ha In sudah ikut berkumpul

 

 

“Mwo??? Eommoni?? S-sejak kapan??”Ha In semakin bingung dengan situasi ini.

 

 

“Sudah 2 hari ini Jaejoong sering datang kerumah kita,”Eomma menengahi

 

 

“Mwo?? Lantas kenapa aku tidak tahu??”

 

 

“Aku datang saat kau tidak ada dirumah. Bagaimana eommoni,apa aku bisa mendapat restu darimu?”Jaejoong merangkul manja bahu wanita paruh baya itu

 

 

Ha In terbelalak bukan main dibuatnya.”Eomma!!!”

 

 

Eomma memicingkan matanya,lalu melipatkan kedua tangan di dadanya”Tsk .. Ha In .. Eomma menyukainya”

 

 

Seketika bibir Ha In mengerucut”Eomma!!”

 

 

#####

 

 

 

Dengan langkah gontai Ha In menapakkan kaki kedalam kelas. Ia menghembuskan nafas pilu.

 

 

“Ada masalah?”Sambutan tangan hangat menggenggam lembut jemari-jemari Ha In

 

 

DEG!

 

Ha In terperangah”Jaejoong?? Sejak ka..”

 

 

Jaejoong memotong kalimat Ha In dengan menarik lengannya hingga ia terduduk tepat disampingnya”Yang jelas dari tadi .. “Jaejoong mengulum senyum

 

 

Ha In mendelik”Mau sampai kapan kau terus seperti ini?”

 

 

“Sampai kau tertarik padaku”Jawab Jaejoong cepat

 

 

“Tsk ..Tapi kau sudah berhasil membuatku terkucilkan”Ha In mendengus

 

 

Jaejoong bangkit dari duduknya,lalu tangannya sudah terlipat di dada.”Neo! Neo! Neo! Neo!”Jaejoong menunjuk satu persatu teman kelas Ha In yang sedang sibuk memperbincangkan kedekatan mereka berdua.

 

 

“Nae?”Jawab mereka serempak dengan ragu

 

 

“Yak.. Kau mau apa?”Ha In menarik ujung seragam Jaejoong

 

 

Kali ini Jaejoong menghiraukan Ha In”Aku mohon,berhentilah membicarakan Ha In. Kalian mengertikan apa maksud dari ucapanku ini?”

 

 

“Ah.. N-nae..”(lagi) mereka menjawabnya ragu

 

 

“Joong-ah ..”Ha In melunak

 

 

“Chaa .. Semuanya sudah selesai. Setelah ini tidak akan ada yang akan mengusikmu dengan cibiran-cibiran tak berarti lagi. Eotte? Apa sekarang kau senang?”Jaejoong menepuk lembut ujung kepala Ha In.

 

 

DEG!

 

“Joong-ah …”Lirih Ha In

 

 

Jaejoong melebarkan senyuman termanisnya”Na kkalke ..”

 

 

“Mm..”Ha In mengangguk lemah.

 

 

 

Selang beberapa menit

 

“Whoa .. Kalian berdua berpacaran?”Yoon Ah nampak antusias

 

 

“Pabbo!! Jangan harap!!”Ha In mendengus seraya menjitak pelan kepala Yoon Ah

 

 

“Tsk .. Akan jauh lebih baik,kalau kau menjadi kekasihnya,jagi ..”

 

 

“Yak!! Jangan berkhayal!!!”Tukas Ha In

 

 

“Ini bukan khayalan atau fantasi belaka,jagi! Sudah jelas kan kalau dia itu sangat menyukaimu ..”Yoon Ah mengangkat satu alisnya

 

 

“Ketampanan,popularitas,dan uang yang dia miliki . Tidak akan pernah membuat hatiku berdesir.”

 

 

“Mungkin iya kau memang tidak akan pernah tertarik oleh hal-hal semacam itu. Tapi .. Mau tidak mau dan memang harus mau, kau harus menghadapi setiap ketulusan hatinya yang selalu ia persembahkan untukmu”

 

 

Ha In sedikit merengek”Yoon Ah .. Sudahlah jangan membahas soal masalah ini”

 

 

Yoon Ah menghela nafas berat”Cinggu-ya .. Dengarkan aku dulu! Kau tidak bisa menutup mata seperti ini terus. Lupakan dia dan cobalah untuk menyukai pria lain! Pria yang lebih baik,1000X lebih baik. Aku yakin Jaejoong lah orangnya”

 

 

Mulut Ha In terkunci,lidahnya berubah menjadi kelu. Dan tatapan matanya sendu.”Yoon Ah ..”

 

 

#####

 

 

 

Ha In`s POV#

 

 

Hari demi hari tlah ku lewati dengan senyuman dan candaan hangat dari seorang Kim Jaejoong. Ck! Awalnya mungkin aku selalu dan selalu saja menolaknya. Namun pada akhirnya,aku memutuskan untuk mencobanya. Ntah lah ini akan berhasil atau tidak. Tapi yang jelas .. Dia menyukaiku dan aku.. Who know`s ..??

 

 

 

“Namu Are?”Dahiku mengkerut-kerut

 

 

“Kau pasti menyukai tempat itu,percayalah”

 

 

“Tsk, kau yakin sekali”

 

 

 

Tak lama setelah jeda beberapa waktu , kami telah sampai di kedai kopi Namu Are. Ku akui seleranya memang tidak pernah meleset. Walaupun hanya sekedar kedai kopi sederhana namun ini sangat menyenangkan kalau untuk sekedar buat hang out atau mungkin melepas kepenatan yang ada.

 

 

Begitu kami masuk,kami langsung disuguhkan lantunan musik instrument dari petikan gitar musisi dadakan yang ada di kedai ini. Ukuran panggungnya memang sangat supermini,namun… Whoaa, rasanya aku jatuh cinta akan semua yang ada di kedai ini.

 

 

 

“Eotte? Kau suka?”Jaejoong merapatkan rangkulannya.

 

 

“Sepertinya..”Aku memilih tempat duduk yang berdekatan dengan jendela.

 

 

Jaejoong segera memanggil pelayan kedai”black cappucino,vanilla latte dan satu porsi waffle toping coklat”Jaejoong langsung menyebutkan pesanannya.

 

 

Vanilla latte,waffle toping cokelat? Bukankah itu ..

 

 

“Yang ku pesan sesuai selera mu kan?”Timpal Jaejoong se akan mampu membaca pikiranku

 

 

“Bagaimana bisa kau?”

 

 

“Aku tahu , aku tahu semua tentang dirimu Ha In. Dari mulai benci nasi yang berceceran disana sini, tidak suka hal-hal yang bersifat kotor. Dan yang lebih parahnya lagi kau benar-benar belum bisa menempatkanku dihatimu..”Jaejoong menepuk kepalaku

 

 

Aku mendelik sesaat ke arahnya.Kemudian,tanganku terlipat didada “Apa yang membuatmu begitu menginginkanku huh?”

 

 

Dia menatapku sendu(lagi)”Lalu menurutmu apa?”Tanyanya mengabaikan pertanyaanku

 

 

Aku menghela nafas berat”Tsk, aku tidak tahu apa jawaban dari pertanyaanmu itu”

 

 

“Sifat setiamu. Aku jatuh cinta pada sifat setiamu”

 

 

DEG!! Hatiku berdesir”A_apa maksudmu?”

 

 

“Lupakan dia! Dan sambutlah aku dihatimu!”Tatapannya semakin dalam menusuk-nusuk rasa empatiku.

 

 

Hatiku bergemuruh riak lincah bergejolak dalam kalbu”Apa kelebihanku dimata mu? Sifat setia? Hanya itu?”

 

 

“Apa cinta selalu butuh penjelasan yang konkrit?”

 

 

DEG!!

 

 

Pesanan pun datang dengan setangkup waffle cokelat kesukaanku. Omo!! Penampilan latte art nya lucu sekali. Karakter Shinchan!

 

 

“Whoa, it`s so cute dear!”Suasana melankolis seketika berubah haluan menjadi konyol

 

 

“Kau suka?”Jaejoong mengulum senyum

 

 

“Menurutmu?”Aku langsung menyesap latte nya seraya melahap waffle nya.

 

 

Jaejoong terlihat begitu menikmati black cappucino nya. Sesekali tatapannya bergerak liar memperhatikanku. Dan senyumnya yang aku yakini mampu membunuh para wanita,tak urung meredup “Kim Jaejoong.. Cish! Daya tarikmu terlalu kuat. Pantas saja banyak gadis disekolah yang meng elu-elu kan dirimu”Batinku bergumam

 

 

“Berapa banyak wanita yang kau perlakukan seperti ini? 1,4,5, atau lebih. Mungkin?”Aku harap dengan pertanyaan yang menusuk itu,aku mampu membunuh karakternya.

 

 

Senyum tipis tersungging dibibirnya”Baru kali pertama aku memperlakukan wanita seperti ini”

 

 

Sekali lagi aku mendelik dibuatnya “Jangan berbohong!”

 

 

“Apa kau tidak bisa melihat kejujuranku?”

 

 

Ku telusuri manik matanya,dan berharap aku mampu menemukan celah kebohongannya. Tapi nihil.. Tidak ada kebohongan dimatanya.

 

 

“Jigeum .. Kau percayakan?”

 

 

Cih! Apa dia pikir sekarang aku sudah terpesona olehnya? “Entahlah..” aku kembali menyesap latte ku.

 

 

#####

 

 

 

Suasana hening di area lapangan basket ball mencekam perasaanku. Hiruk pikuk dan hingar bingar suasana sekolah sudah hilang ditelan waktu.

 

 

Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore.

 

 

Greppp! Tiba-tiba seseorang membungkam mulutku,lalu dengan kasar ia mendorong tubuhku ke dinding hingga tubuhku terpental.

 

 

“Hmmppt”Erangku tertahan. Dan betapa terkejutnya aku ketika pemilik tangan-tangan kekar itu memperlihatkan wajah sendunya. “Youngbae?!!”Pekikku

 

 

“Nan! Bogoshippoyo!”Youngbae memeluk tubuhku erat

 

 

“Jangan bercanda! Cepat lepaskan!”Rontaku

 

 

Youngbae melepaskan pelukannya,”Kembalilah!”

 

 

Wajah itu lagi . Youngbae dan Jaejoong sama saja , kenapa mereka berdua hobi sekali memperlihatkan wajah sendunya?

 

 

“Aku cemburu”

 

 

“Cemburu?”Alisku menaut

 

 

Youngbae menghembuskan nafas pilu”Sudah jelas aku yang mencampakkanmu,tapi kenapa dia malah mengejarmu?”

 

 

“Kim Jaejoong?”Tebakku

 

 

Youngbae kembali menatapku “Kau menyukainya?”

 

 

“Apa perlu aku memberitahumu? Memangnya kau siapa?”Tanyaku sedikit sengit

 

 

“Kau tidak merindukanku eh?”

 

 

Aku mengernyit”Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan!”

 

 

Greeppt! Youngbae bermain kasar. Dia menghimpit tubuhku. Wajah sendunya sudah bertengger manis dihadapan wajahku. Deru nafasnya menerpa epidermis kulit wajahku. “Miannata!” bisiknya pelan

 

 

“Jangan seperti ini,aku mohon!” Nihil! Youngbae semakin menghimpit tubuhku. Tangannya mulai bergrilya menahan tangan-tanganku yang berusaha melawan

 

 

“Dulu kau sangat menikmati sentuhan-sentuhan bibirku. Benar?”Nafasnya terhembus dileher

 

 

“Youngbae-a .. Aku mohon jangan!”Pelasku

 

 

“Aku akan melepaskanmu asal kau bersedia menerima ciuman terakhirku”

 

 

Mataku membulat “Mwo?! Hmmpptt”Youngbae melumat kasar bibirku.

 

 

 

“DONG YOUNGBAE!! APA YANG KAU LAKUKAN HA?!!” Blugghh!! Nice!! Satu pukulan cantik bola basket berhasil menimpa kepala Youngbae

 

 

Aku terbelalak “Aigoo!! Gwaenchana?”

 

 

“Yakk!! Im Yoon Ah!! Kenapa kau menimpukku dengan bola huh?? Ini SAKIT!!!”Youngbae naik pitam

 

 

“Aku tidak peduli!”Yoon Ah manarik lenganku menjauh dari Youngbae

 

 

“Yoon Ah.. Gomawo!”Lirihku terharu

 

 

Tangan Yoon Ah sudah melayang bebas di udara Pletakk!! Tak puas dengan satu pukulan bola basket,Yoon Ah kembali menghampiri Youngbae lalu menjitak kepalanya dengan sekuat tenaga yang ia miliki

 

 

“YAKK!!”Youngbae geram

 

 

Yoon Ah mendelik ke arah Youngbae”RASAKAN!!”

 

 

Dan aku hanya bisa lengo melihat adegan naas ini. Youngbae dibantai Yoon Ah?? Hahhahaha sepertinya akan menjadi berita yang sangat menggelikkan untuk akhir pekan.

 

 

#####

 

 

 

2,4 minggu berlalu. Semenjak kejadian beberapa saat itu,Youngbae tidak pernah menggangguku lagi. Sementara hubunganku dengan Jaejoong semakin intim saja. Apa aku mulai mencintainya? Dan jawabannya adalah aku masih ragu.

 

 

Eomma,appa,Yoon Ah dan beberapa teman yang dekat denganku. Sama saja semuanya menyebalkan.

 

 

 

Hari ini Jaejoong akan berkunjung kerumahku untuk makan malam bersama. Eomma dan appa sepertinya memang sudah terpikat oleh pesona sang malaikat berwajah pretty boy..

 

 

Menyebalkan!!!

 

 

 

Terdengar suara bel pintu berbunyi berkali-kali. Lalu eomma memaksaku untuk membukakan pintunya. Mau tidak mau aku membukakan pintunya dengan malas-malasan, ya karna aku tahu orang yang ada dibalik pintu pasti Kim Jaejoong. Siapa lagi? Ckckck

 

 

Dan jreengg!! Benar saja itu dia si pretty boy.

 

 

Omo!!! Tampan sekali.

 

 

Mataku membulat dan mulutku menganga.

 

 

“Kau tidak mempersilahkan aku masuk?”Jaejoong membuyarkan pikiranku

 

 

“Ah.. Nae,silahkan!”Ucapku tergagap

 

 

Sial! Kenapa dia tampan sekali?? Potongan rambutnya berubah. Sehingga dia terlihat jauh lebih maskulin. Dan julukan pretty boy nya pun sirna sudah. Aish!! Kenapa ini? Apa aku menyukainya hanya karna potongan rambutnya yang seperti itu?*Bayanginnya potongan rambut JJ yang skarang ya!*

 

 

 

“Ha In,sayang .. Kau tidak masuk eh?”Seru eomma

 

 

“Ah .. Nae ..”Sahutku

 

 

Singkat cerita, suasana makan malam berlangsung dengan sangat membosankan. Eomma dan appa lebih fokus memperhatikan Jaejoong ketimbang aku anaknya sendiri.

 

 

 

Aku mengantarnya sampai motor cagiva nya terparkir didepan rumah.

 

 

“Gomawo”Ucapnya seraya memakaikan helm nya

 

 

“Untuk?”Aku acuh

 

 

Jaejoong menaiki motornya “Kkalke ..” Dia mengabaikan pertanyaanku

 

 

Tsk, menyebalkan! Sikap macam apa itu?

 

 

#####

 

 

 

Mataku bergerak liar menelusuri tiap sudut ruang kantin sekolah, berharap menemukan kehadiran sosoknya. Namun alhasil nihil. Kali ini aku tidak dapat menemukannya.

 

 

Kim Jaejoong yang biasanya sering merecoki hari-hariku dengan buaiannya. Tapi sudah 2hari ini dia absen.

 

 

Kim Jaejoong .. Nan!! Bogoshippoyo!!

 

 

 

Sepulang sekolah Yoon Ah menyarankanku untuk menemuinya di Oakwood Premier Apartement. Yang dimana menjadi tempat tinggal Kim Jaejoong.

 

__________

 

 

 

Aku sudah berdiri didepan pintu apartement. Dengan berat hati ku tekan bel pintu berkali-kali. Nihil! Tak ada jawaban.

 

 

Sekali lagi .. Tetap nihil! Tak ada jawaban.

 

 

Lalu tanganku tak sengaja memegang handle pintu,dan ternyata pintunya tidak terkunci.

 

 

“Aigoo! Ceroboh sekali dia!”Rocosku seraya memasuki apartement nya.

 

 

Dan waww!! Apartement yang cukup mewah untuk ukuran pelajar seperti kami.

 

 

“Every body home..”Seruku lantang

 

 

“…..”Hening

 

 

“Joong-a .. Ini aku Choi Ha In!”Ku edarkan pandanganku keseluruh sudut ruang apartement.

 

 

“Joong-a .. Apa kau didalam?”Tanyaku yang saat ini sudah berdiri di ambang pintu kamar utama.

 

 

“Bahkan pintunya tidak tertutup”Batinku bermonolog

 

 

Akhirnya ku beranikan diri untuk memasuki kamarnya. Kudapati dia terkulai lemas di atas ranjang. Wajahnya nampak pucat pasi,tak berdaya. Lalu ku tempelkan punggung telapak tanganku di dahinya. Untuk memastikan ke adaannya.

 

 

“Aigoo!! Kau demam?” Aku langsung bergegas untuk mengompresnya(?) dengan air dingin.

 

 

Selang beberapa waktu,suhu badannya sudah mulai menurun. Ku tatap lekat wajahnya yang nampak polos. Lalu jemariku ikut bermain di tiap lekuk wajahnya. Dan sepertinya kali ini aku terpesona”Tampan”Gumamku

 

 

“Joong-a .. Kali ini kau berhasil”Aku tersenyum

 

 

 

Membosankan!! Jaejoong tak kunjung bangun dari tidurnya. Dan pada akhirnya mata ku pun tidak bisa di ajak untuk berkompromi. Tak butuh waktu lama untuk befikir, aku langsung merebahkan tubuhku disamping tubuhnya. SATU RANJANG DENGANNYA. DENGAN SEORANG KIM JAEJOONG!! Arrrggt, What ever! Toh ranjangnya memang sangat nyaman. Kkkkk

 

 

#####

 

 

 

Author`s POV#

 

 

 

Jaejoong terjaga dari tidurnya. Tak lama setelah semua nyawanya terkumpul,Jaejoong mengulum senyum. Dia tak dapat menyembunyikan rasa senangnya. “Kau datang?” Jaejoong menepuk pelan ujung kepala Ha In.

 

 

Sementara Ha In masih tertidur pulas.

 

 

Selang beberapa waktu,giliran Ha In yang terjaga dari mimpinya. Matanya mengerjap,berusaha mengumpulkan daya tubuhnya untuk bangun.

 

 

“Jaejoong??!!”Ha In tercekat setelah mendapati Jaejoong sedang mengamati dirinya dengan jarak sedekat itu.

 

 

Pandangannya saling beradu satu sama lain. Ha In mulai kelimpungan, dan langsung bangkit dari posisi sebelumnya.

 

 

Jaejoong tertawa kecil”Annyeong..”Goda Jaejoong

 

 

Ha In tersipu “Aishh! Ini sangat memalukan!”Ha In berdesis pelan

 

 

“Apanya yang memalukan?”Jaejoong menghentikan tawanya.

 

 

Ha In menggelembungkan kedua pipinya,bibirnya pun sudah mengerucut “Aku mau pulang”

 

 

“Ini sudah malam. Aku tidak bisa mengantarmu,kondisiku belum benar-benar pulih. Lagi pula aku sudah memberitahu kedua orang tuamu. Kalau kau sedang bersamaku.”Jelas Jaejoong panjang lebar

 

 

“Mwo??!” Ekspresi Ha In berlebihan

 

 

“Eommoni bilang, aku harus menjagamu.”Lanjutnya

 

 

“Mwo?!!”Ha In menganga tidak percaya akan sikap eommanya yang seperti itu.

 

 

#####

 

 

 

Kkrekkk! Kkrekkk!

 

Berulang kali Ha In membolak balikan posisi tidurnya . Kanan,kiri,tengkurap,terlentang dsb.

 

 

“Yak!!”Teriak Ha In pada Jaejoong

 

 

Jaejoong mengernyit”Waeyo?”

 

 

“Aku bukan anak kecil lagi, kalau kau tetap disini seperti ini. Tidurku tidak akan pernah pulas. Arraseo?!”

 

 

Jaejoong tersenyum tipis,”Lagu apa yang harus aku lantunkan untuk menghantar tidurmu,eh?”

 

 

“Nae?”Ha In kurang memahami ucapan Jaejoong

 

 

“Jigeum..”Jaejoong menggantungkan kalimatnya

 

 

“Jigeum?Mwoga?”Ha In kembali menenggelamkan tubuhnya dibalik selimut. Lalu memposisikan arah tubuhnya ke samping kanan,hingga membelakangi posisi Jaejoong yang sedang terduduk ditepi ranjang.

 

 

“Kau hanya perlu diam dan dengarkan laguku,arrachi?!”Jaejoong membetulkan selimutnya

 

 

Lalu Ha In membenamkan wajahnya dibalik selimut untuk menutupi wajahnya yang sudah bersemu merah. “Nae,arraseo!” Suara Ha In teredam

 

 

 

There`s a song that inside in my soul.

 

It`s the one that i`ve tried to write over dan over again.

 

 

I`m a wake in the infinite cold,but you sing to me over.

 

And over and over again

 

 

So I lay my head back down.

 

And i lift my hands and pray to be only yours,i pray to be only yours,

 

I know now you`re my only hope.

 

 

Sing to me the song of the stars.

 

Of you galaxy dancing and laughing and laughing again.

 

When it feels like my dreams are.

 

So far,sing to me of the plans that you have for me over again.

 

 

I give you my destiny, im giving you all of me. I want your symphony. Singing in all that i`am.

 

At the top of my lungs. Im giving it back..

 

 

Batin Ha In tercengang setelah mendengar lantunan indah yang Jaejoong persembahkan untuknya.

 

 

“Tidurlah! Aku akan menemanimu sampai kau terlelap”Jaejoong menyapukan kecupan hangat di dahi Ha In.

 

 

DEG!!

 

Batin Ha In berlirih “Gomawoyo .. Joong-a..”

 

 

 

-Flashback End-

 

 

#####

 

 

 

11 November 2011

 

 

Jaejoong`s POV#

 

 

 

Takdir terkadang memang senang untuk mempermainkan kita. Apa yang sudah direncanakan tak selamanya dapat terwujud dengan sempurna. Ada tangan-tangan fiktif lain yang mengatur semuanya sedemikian rupa. Sehingga terjadi dengan apa yang dinamakan cinta sejati.

 

 

Takdir dan cinta sejati..

 

 

Inilahh cinta. Cinta tak pernah meminta, tapi ia senantiasa memberi. Karena cinta adalah anugerah yang harus dimaknai. Karena cinta adalah cinta. Tak ada jawaban lain.

 

 

Terima kasih. Karna cinta tlah mempertemukan diriku dengannya.

 

 

Choi Ha In.

 

 

 

Semburat cahaya pagi melintas menembus gereja. Mengindahkan kebahagiaan dari diriku.

 

 

Dengan balutan stelan jas yang nampak sudah terlampau licin dan rapi. Kemudian rambutku sudah tertata sedemikian rupa hingga menampilkan pesona simple namun trendy. Penampilan sempurna di hari yang istimewa. Aku Kim Jaejoong tlah siap meminang Choi Ha In.

 

 

 

Ha In datang dari kejauhan sana. Dengan gaun yang sederhana,putih bersih dan nampak sangat anggun. Menyempurnakan dirinya yang sudah tumbuh sebagai wanita dewasa. Hal yang membuatku semakin menyukainya. Wajahnya tertutupi surai tipis dan transparan,aku tertegun. Karna aku masih dapat melihat kecantikannya dari balik surai tipis itu.

 

 

Pria paruh baya yang tak lain adalah calon mertuaku sudah menempatkan Ha In dihadapanku ketika sudah mencapai altar. Di depan sang pastor, aku dan Ha In mengucap janji sehidup semati,dalam suka maupun duka. Janji untuk bersedia menjadi sepasang suami istri.

 

 

Hatiku tlah terkuasai oleh rasa bahagia yang tak terlampakan.

 

 

Choi Ha In, kau lah takdir dan cinta sejatiku.

 

 

 

“Gamsahabnida,Kim Ha In”Bisikku ditelingannya

 

 

“Eh?”Jawabnya lamban

 

 

Geez!

 

 

######

 

 

1minggu kemudian. @Praha, Ceko. 03.00pm

 

 

 

Jika mesir mendapatkan julukan negeri seribu menara, Praha adalah kota ratusan menara. Juga dikenal sebagai kota emas.

 

 

Ke indahan Praha sudah lama aku dengar sebelumnya. Nah, berkat rekomendasi kedua orang tua kami. Aku dan Ha In

 

memutuskan untuk bulan madu di kota Praha ini.

 

 

Begitu banyak tempat yang kami habiskan waktu bersama. Seperti, kami dapat menikmati pemandangan lewat kereta jalur Dresden-Decin (Republik Ceko) melalui Erzgebirge, pegunungan diperbatasan Jerman-Ceko. Selama beberapa waktu kami disuguhi pemandangan berupa sungai dengan lereng-lereng batu hasil pahatan alam berwarna gelap. Juga lembah-lembah dan bukit-bukit menakjubkan.

 

 

Dan pilihan terakhir kami adalah menikmati. Sungai Vitava dengan menggunakan sebuah kapal,Jazz Boat. Yang akan menyusuri sungai Vitava yang disisi kanan kirinya berbaris bangunan tua yang cantik.

 

 

Lalu kami mengakhiri perjalan ini dengan makan malam di restoran Daffofils. Restoran yang terletak disungai.

 

 

 

“Whoa .. Neomu yeppoda ..”Ha In merentangkan kedua tangannya.

 

 

Aku tersenyum tipis melihat tingkahnya,lalu ku rangkul bahunya”Kkaja, ini sudah waktunya kita pulang ke hotel”

 

 

“Ah,nae.” Jawabnya pasrah ..

 

 

 

Hotel yang kami booking adalah Hotel Charles Bridge. Karna hanya hotel inilah yang dapat menjangkau setiap tempat wisata yang wajib dikunjungi dengan mudahnya.

 

 

 

Sesampainya di hotel,Ha In langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang berukuran king size “Aaa .. Hari ini aku lelah sekali”keluhnya.

 

 

Lagi dan lagi,aku hanya bisa tersenyum tipis dibuatnya. Hingga muncul lah ide gila di benakku.

 

 

Perlahan aku hampiri dirinya yang sedang rileks merebahkan tubuhnya. Aku sempat melemparkan kerlingan jahil ke arahnya. Namun alhasil dia mendelik hebat ke arahku dengan wajah beringsut andalannya. Tapi tak cukup sampai disitu. Karna aku tidak dapat menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Perlahan ku raih wajahnya dan ku dekatkan wajahku. Lalu kusapukan bibirku dengan manis di daratan bibir tipisnya. Dia tak dapat memungkiri,kalau sebenarnya dia pun sudah terhanyut dalam kecupan yang ku berikan ini. Bukan kecupan penuh nafsu birahi tapi kecupan hangat,lembut dan penuh kasih sayang yang tercurahkan didalamnya.

 

 

Entah siapa yang memulai siapa. Tapi saat ini aku sudah melepaskan pakaiannya. “Kau mau apa?”Tanyanya polos seraya menahan tanganku yang membuatku tertegun. Oh please,god! Ini memang kesempatan malam pertamaku bersamanya. Jadi sekali lagi aku mohon,jangan rusak momment ini!

 

 

Sengaja aku tidak menjawab pertanyaannya. Kemudian aku kembali meraih wajahnya dengan lembut. Lalu mencium,menyesap,melumat bibirnya dengan penuh kasih. Tanganku tak tinggal diam, mereka dengan lihainya ikut bergrilya memahat setiap lekuk tubuhnya.

 

 

“Jagiya ..”Bisikku ditelinganya,tanganku mengusap lembut pipinya.

 

 

“Do it!”Perintahnya tulus

 

 

 

Maka terjadilah,apa yang terjadi. Walaupun Ha In sempat menolaknya secara lembut. Tapi… Dikota inilah, kota Praha. Tlah menjadi saksi aku dan Ha In,istriku. Dua menjadi satu.

 

 

 

End..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s