Category Archives: FF PART

Saranghaeyo Yeongwonhi # Part 4

Standar

Saranghaeyo Yeongwonhi

 

Author : DM

Cast     : Cho Kyuhyun

Lee Hae Ra

Choi Young Mi

Lee Donghae

Park Hyun Sang

Shin Tae Mi

Kim Yoo Rin

Other cast

Genre  : Romance, friendship, sad

Length : 4/?

 

Annyeong readers~~~

Langsung jaa yaa….

Jangan lupa RCL….

Warning!!! Ceritanya gaje dan typo masih bertebaran….

 

Happy reading~~~

Read the rest of this entry

Iklan

Be Happy Nae Sarang # Part 5

Standar

Be Happy Nae Sarang

 

Author : Shin Min Tae

Cast     : Lee Donghae

Kim Hyo Ra

Kim Jong Woon

Park Hye Mi

Lee Hye Sung

Other cast

Genre  : Friendship, Romance, Gaje (?)

Length : 5/?

 

Annyeong readers~~~

Author balik lagi nih….

Bawain kelanjutan Be Happy Nae Sarang

Adakah yang menunggu FF ini???

Langsung jaa yaa….

WARNING! Ceritanya gaje dan typo bertebaran dimana-mana

Jangan lupa RCL……

 

Happy Reading~~~~

Read the rest of this entry

Be Happy Nae Sarang # Part 4

Standar

Be Happy Nae Sarang

 

Author : Shin Min Tae

Cast     : Lee Donghae

Kim Hyo Ra

Kim Jong Woon

Park Hye Mi

Lee Hye Sung

Other cast

Genre  : Friendship, Romance, Gaje (?)

Length : 4/?

 

Annyeong~~~ mian kalau FF ini lama dipostingnya…

Author masih ada kerjaan….

Warning! Ceritanya gaje n typo masih bertebaran

 

Happy Reading~~~~

Read the rest of this entry

If You Love Me More # Part 7

Standar

If You Love Me More

 

Author             : DM

Cast                 : Lee Donghae

Shin Min Ran

Kim Jong Woon

Cho Eun Soo

Super Junior Member

Genre              : Romance

Length             : 7/?

 

Hhhmmm….dah part 7 nih….

Sudah mulai mendekati ending…..

Jangan lupa RCL yaa…biar Ffnya cepet ending….

 

Happy Reading~~~

Typo masih bertebaran……

Read the rest of this entry

If You Love Me More # Part 6

Standar

If You Love Me More

 

Author             : DM

Cast                 : Lee Donghae

Shin Min Ran

Kim Jong Woon

Cho Eun Soo

Super Junior Member

Genre              : Romance

Length             : 6/?

 

Kyaaa~~~~~tak terasa sudah part 6…..

Sepertinya akan segera mendekati END nih…..

Jangan lupa RCL readers…..

Langsung saja lah yaa….

 

Happy Reading~~~

Read the rest of this entry

If You Love Me More # Part 5

Standar

If You Love Me More

 

Author             : DM

Cast                 : Lee Donghae

Shin Min Ran

Kim Jong Woon

Cho Eun So

Super Junior Member

Genre              : Romance

Length             : 5/?

 

Adakah yang penasaran akan sosok seorang namja di part 4?

Adakah yang tahu,,siapa namja itu??

Dari pada banyak ngomong,,langsung saja temukan jawabannya di part ini…

Jangan lupa RCL….

Hati-hati, typo masih bertebaran…

 

Happy Reading~~~

Read the rest of this entry

If You Love Me More # Part 4

Standar

If You Love Me More

 

Author             : DM

Cast                 : Lee Donghae

Shin Min Ran

Kim Jong Woon

Cho Eun So

Super Junior Member

Genre              : Romance

Length             : 4/?

 

Annyeong readers~~~

Adakah yang menunggu FF ini???

WARNING !!!

Ceritanya tambah gaje n typo masih bertebaran….

Jangan lupa RCL yaa….

 

Happy reading~~~

Read the rest of this entry

LISTEN TO YOU #Part 6

Standar

FanFiction Story: Listen to You (Part 6)

Main Cast            :

Cho Kyu Hyun (Super Junior)

Park Hyu Rin

Ok Taec Yeon (2 PM)

Choi Seung Mi

Support Cast      : Park Jung Soo (Leeteuk Suju), Park Miso and Other

Author                : Rainbow / Gita Anggraini

Don’t copy this story, and don’t paste in anywhere, happy reading 🙂

*

Read the rest of this entry

Bad Love # Part 5

Standar

Author/Twitter : Nolina/@Nolina91

 

Cast : Cha Hye Jin (It`s Me), Shim Jae Hyun (Noeylla J.Yeon), Kwon Ji Yong (BIGBANG`s G-Dragon), Kim Jae Joong (JYJ`s JJ), Choi Seung Hyun (BIGBANG`s T.O.P)

 

Genre : Bad (?)

 

WARNING : NC? Gagal dikarenakan saya bukan author ff nc, feel? Ga dapet, isi cerita? Makin rumit plus makin panjang maklum DRAMA MODE ON, terus beberapa jalan ceritanya ada yang hasil kutipan dari drakor2/sinetron2 yang sering saya ton2 ^o^

 

Don`t Like, Don`t Read.

 

-_Enjoyed With This Fanfiction_-

 

#####

 

 

Aku selayaknya terhipnotis oleh pesonanya. Dan aku membalas setiap pagutannya. Dalam, dalam dan semakin dalam, sambil membiarkan bulir-bulir bening itu mengalir dari pelupuk mata. Rasa salah yang tadinya sempat menohok langsung tepat dijantungku, hilang seketika.

 

“hhh, ini pertanyaan terakhirku. Apa kau yakin ingin melakukannya?” sela Jiyong diantaranya

 

“kalau aku tidak yakin dengan keputusanku sendiri, lantas buat apa aku masih tetap bersamamu dengan keadaan full naked seperti ini?” tegasku di ikuti dengan desahan-desahan kecil yang tak dapat ku tahan lagi. “mungkin aku jahat, tapi, bukankah kau juga menginginkan hal ini dariku, hh?” aku merenggut kasar pagutannya, aku semakin tak bisa mengendalikan diri dan ikut larut dalam permainannya. Jiyong membalasnya dengan bergerak liar ditubuhku.

 

Jiyong terus mengesap, melumat sepasang rona merekah yang menghiasi bibirku. Gerakannya semakin cepat dan intens dibagian tertentu. Aku terbuai, aku terhanyut, aku melayang dan aku telah tergoda, tergoda oleh semua sentuhan-sentuhan nakalnya.

 

Begitu banyak cinta yang teronggok semu seketika membuncah berbaur dengan nafsu yang tak ayal membuatku hancur dalam satu sentuhannya.

 

Setelah berjuta kesalahan yang ku buat, masih dengan niat untuk menumbuhkembangkan cintaku padanya.

 

“seperti apa yang kau inginkan sebelumnya, aku akan meninggalkan benihku didalam rahimmu, Jin-ah~” Jiyong mengecup ringan bibirku.

 

“sebelum kau melakukannya, kau harus berjanji satu hal untukku.”

 

Jiyong sontak mengernyit bingung,

 

“jangan lakukan hal ini pada Jaehyun unnie. Mulai sekarang, kau harus melupakannya. Melupakan semua yang telah terjadi di antara kalian. Lupakan dia, dan tetaplah bersamaku. Hanya bersamaku!!” perintahku dan menatap tajam manik matanya.

 

Jiyong terperanjat sesaat dan berhenti mencumbui. Namun sayang sekali aku tak dapat membuatnya berhenti begitu saja.

 

“kenapa kau terkejut, eh? Kau yang membuatku menjadi seperti ini. Aku hanya ingin melihat dia jatuh terpuruk, dan mati perlahan oleh rasa sakit yang ku buat untuknya. Kau milikku, tapi dia, tetap saja merebutmu dariku.” Dengan satu kali hentakan aku berhasil menariknya hingga jatuh terguling di atasku. Cekatan aku membalikkan posisiku. Kini yang menguasai permainan adalah aku.

 

“kau telah melepaskan seluruh perasaan cintamu padaku, bukan? Begitu pula denganku. Aku telah patah oleh perasaan yang sama denganmu, ahjussi. Hanya padamu aku luruh, meluruhkan seluruh ego terpendam.” lanjutku lirih dan mengesap tiap celah yang ada.

 

Jiyong menahan desahannya, “tapi..”

 

“tapi apa??” sergahku memotong ucapannya, dan melanjutkan, “kau yang menyuruhku untuk tidak berhenti, dan kau lihat apa hasilnya, heh? Sekarang cepat lakukan, kalau tidak lebih baik kita berhenti sampai disini.” ancamku lembut dan kembali memagut mesra rona merekah yang menghiasi bibirnya.

 

Hubungan ini sudah terlanjur jauh, dan oleh karena itu aku harus melakukanya.

 

Jiyong yang sudah membawaku pada perasaan yang amat sangat menyiksa. Sampai pada akhirnya, aku memberanikan diri bermain dengan ketamakan.

 

Benar apa yang dikatakan orang pada umumnya. Cinta itu buta, cinta itu tak ayal membuat kita bermain dengan ketamakan. Dan hanya karena ‘cinta’, kita dapat menepis ketidakmungkinan yang ada. Seperti dengannya, aku kini tak peduli lagi bagaimana nantinya menjalani hubungan dengannya.

 

Jiyong kembali menjamah tubuhku, dan ia mulai bermain dipermukaan tubuhku.

 

“miannata, seharusnya waktu itu aku dapat bersikap tegas dan lebih memikirkan perasaanmu. Tapi apa? Aku bodoh! Ya, aku memang bodoh!” selanya diantara cumbuannya.

 

Aku meraih jemarinya dan menempatkannya didadaku, “perbuatan masa lalu tidak seharusnya kau mengingatnya lagi, ahjussi. Sebagian besar manusia memang rentan pada penyesalan masa lalu. Tapi yang terpenting adalah masa kini. Kau merasa bersalah, ahjussi??” aku mengerlingkan nakal dan meletakkan jemarinya diperutku. “geurae, kau harus menebusnya.” aku menarik tipis bibirku hingga terciptalah seringaian manis, yang selalu terpacak diwajah.

 

“apa ini yang kau maksud dengan “menebus”, hm?” Jiyong mempermainkan perutku. Kemudian jemari-jemarinya menjamah tubuhku. Dan tak cukup sampai disitu. Ia mempermainkanku, mempermainkan kelemahanku. Hingga membuatku, mengerang, dan mendesah. Kemudian Jiyong bergerak lincah memahat tiap lekuk tubuhku, terus kembali menjamah pahaku dengan lembut. Sesekali diringi dengan isapan-isapan kecil di area sensitifku. Dan.. *ttet, ttet, ttet!!! Mian bagi yang yadong, harap melanjutkan NC.a dengan imajenasi kalian masing-masing,kekeke~*

 

“sepertinya kita harus melakukannya lagi, Jin-ah~” bisiknya menggodaku dengan nafas yang masih tersenggal-senggal.

 

Aku mendengus sesaat, kemudian menjitak kepalanya keras-keras. “yaa!!! Dasar maniak!!!”

 

 

Aku benar-benar sudah tak peduli lagi. Karena apa yang aku inginkan tercapai sudah. Walaupun harus mengorbankan perasaan orang lain. Dan aku sama sekali tidak peduli!!

 

Dan yang ku dapat dari pengalaman dipagi hari ini adalah ternyata bercinta di pagi hari sangat menggairahkan dan lebih menyenangkan. Hhahahaha ^o^

 

#####

 

Author`s POV#

 

Hyejin merapal kembali menu yang dipesan oleh langganannya, Jaejoong. Kemudian tenggelam kedalam cafe yang ramai.

 

Selang beberapa waktu, pesanan pun siap disajikan.

 

“selamat menikmati hidangannya, Tuan muda!” ucap Hyejin penuh penekan pada kata terakhir dan beranjak. Tapi sebelum benar-benar pergi dari hadapannya, cekatan Jaejoong menarik lengan Hyejin.

 

“duduklah sebentar, kita perlu berbicara intens.” Jaejoong menarik paksa tubuh Hyejin dan menyuruhnya duduk di depannya.

 

“ada apa lagi, huh?” Hyejin merengut,

 

“untukmu!” Jaejoong memberikan hadiah kepada Hyejin, sebuah kotak kecil berwarna merah marun dihiasi pita yang cantik berwarna gold.

 

“apa ini?” satu alis Hyejin terangkat,

 

“hadiah untukmu, kali ini terimalah! Aku mohon!” Jaejoong mengumbar senyum,

 

“tapi sekarang aku sedang tidak berulang tahun. Sudahlah, aku masih banyak pekerjaan, karena tamuku bukan hanya dirimu, arraseo?!” Hyejin menyerahkan kadonya pada Jaejoong dan kembali beranjak. Namun sepertinya Jaejoong tidak menyerah, dan kembali menarik lengan Hyejin.

 

“kalau kau tidak suka dengan kado ini, sekarang juga aku bisa menggantinya dengan yang lain. Kau hanya perlu menyebutkan apa yang kau inginkan, selama aku bisa dan mampu, pasti aku penuhi.” Jaejoong memohon dengan wajah ditekuk.

 

“yaa!! Cukup!! Apa kau terlalu percaya diri sebagai laki-laki, huh??” tanya Hyejin dan tertawa geli.

 

“apa maksudmu?” Jaejoong mengernyit bingung,

 

“maksudku adalah sekarang bisa ‘kan kau melepaskan tanganmu yang masih bertengger dilenganku ini, oppa?” celetuk Hyejin kembali tertawa.

 

Tak lama setelah itu Jaejoong pun ikut tertawa bersama Hyejin.

 

 

Singkat cerita, setelah insiden tumpahnya mie ramen milik Hyejin di jas Jaejoong beberapa waktu lalu. Membuat hubungan keduanya semakin intim saja. Sudah 3 minggu lamanya Jaejoong selalu mengintai apa yang Hyejin kerjakan. Dan sedikit cerita pada satu kejadian yang hampir merenggut nyawa ayah Jaejoong. Waktu itu ayah Jaejoong mengalami serangan jantung sesaat menempuh perjalanan ke airport Incheon, entah itu suatu kebetulan atau memang takdir yang sudah digariskan Tuhan, Hyejin sedang berada didaerah tersebut, sampai pada akhirnya Hyejinlah yang menolong dan membawanya ke rumah sakit terdekat, serta merta mengurus segala sesuatunya. Dari sanalah hati Jaejoong tergerak dan mulai tertarik dengan segala hal yang menyangkut Cha Hyejin.

 

#####

 

 

“sengaja aku membawamu kerumah, karena abeoji ingin bertemu denganmu, masuklah!” Jaejoong membukakan pintu rumahnya bak pelayan yang melayani sang putri.

 

“aa~ ne oppa,” Hyejin mengikuti langkah Jaejoong, sementara pandangannya langsung bergerak liar kesetiap sudut ruang yang terbilang sangat megah.

 

“abeoji!!” pekik Hyejin seraya mengumbar senyuman,

 

“lihat siapa yang datang?! aigoo~ ternyata anakku.” seru paman Kim menyusuri tangga.

 

“yaa, abeoji! Sejak kapan sikapmu berubah menjadi semanis itu??” sahut Jaejoong terkesan meremehkan,

 

“hei anak bodoh! Aku tidak menyambutmu, melainkan menyambut putriku yang satu ini,” saat ini paman Kim sudah berdiri di antara mereka,kemudian memeluk hangat Hyejin dan mulai mengacuhkan Jaejoong. Selalu saja seperti ini, klasik bukan?==’

 

#####

 

“jeongmalyo?? Kau merindukanku?? Bukankah terakhir kita bertemu itu 1hari yang lalu??” Hyejin bersikap ramah dan sesekali mengesap lattenya.

 

“kau ‘kan putri kesayanganku, Jin-ah~” paman Kim menepuk-nepuk puncak kepala Hyejin,

 

“jjinjayo?? Lalu bagaimana dengan anakmu yang satu ini??” Hyejin menyikut pinggang Jaejoong membuatnya terperangah dari lamunannya.

 

Jaejoong sontak beringsut dengan wajah yang sudah mengusut.

 

“sepertinya aku memang tidak dibutuhkan. Ya, ya, ya!! Terus saja mengacuhkanku!!” dengus Jaejoong. Kemudian dengan satu kali tegukan Jaejoong meneguk black cappuccinonya, “whoaa, PANASS!!!!”

 

Sekejap paman Kim dan Hyejin tertawa terpingkal-pingkal. Sementara Jaejoong kembali mendengus dan sesekali bersungut-sungut. Dengan bibir yang mengerucut.

 

“benar-benar drama yang klasik!” batin Jaejoong berdesis

 

#####

 

 

Sedangkan di apartemen Hyejin. Jaehyun yang tidak ada kerjaan, disamping Jiyong sedang pergi bertugas keluar kota membuatnya jenuh. Jaehyun kini sedang berada di apartemen Hyejin. Sedikit cerita, sudah beberapa minggu ini Hyejin memutuskan tinggal di apartemennya sendiri. Dengan alasan, ingin hidup mandiri.

 

Jaehyun melihat isi apartemen Hyejin yang cukup berantakan. Membuatnya tak bisa berdiam diri begitu saja, akhirnya dia pun memutuskan untuk membersihkan setiap sudut ruang apartemen. Tapi saat Jaehyun memvacum cleaner lantai kamarnya Hyejin, tidak sengaja dia menjatuhkan berkas dan seluruh isinya jatuh berserakan kemana-kemana. Jaehyun sontak membereskan kembali berkas-berkas Hyejin ketempat semula. Dan secara tidak sengaja dia melihat satu amplop berisikan surat yang membuat rasa ingin tahu Jaehyun menggebu-gebu. Kemudian Jaehyun mulai membuka amplopnya.

 

“a-api ini??” Jaehyun mulai bergetar hebat, sekejap wajahnya memerah padam.

 

Ternyata isi amplop yang Jaehyun temui adalah hasil tes lab dokter kandungan, yang menyatakan bahwa ‘Cha Hyeji positive mengandung dengan usia kandungan 2 minggu’

 

Mendapati isi surat itu Jaehyun seperti tersengat ribuan kilo volt. Sedetik kemudian Jaehyun menjatuhkan suratnya, dan dibiarkannya tubuhnya luruh kelantai. Jaehyun mulai berfikir flashback, saat Hyejin menyinggung soal masalah kehamilan beberapa hari yang lalu.

 

“Jin-ah~ kenapa kau berbuat sejauh ini?? Mungkinkah ayah dari anakmu itu adalah~” Jaehyun membiarkan noktah beningnya membasahi tulang belulang kedua pipinya.

 

#####

 

 

Dengan perasaan bahagia Hyejin pulang ke apartemennya. Setelah membuka pintu apartemen, Hyejin melihat siluet yang tertimpa bayang-bayang sorot cahaya seadanya sedang berdiri dibalkon. Beberapa detik kemudian siluet itu berjalan mendekatinya.

 

“unni-ya~ kau disini? Kapan kau datang?” Hyejin menyalakan lampu seraya menaruh tasnya disembarang tempat.

 

Jaehyun tak menggubris, tangannya sudah melayang bebas di udara, dan dengan satu kali hentakan,

 

‘plakk’ satu tamparan mendarat telak dipipi kanan Hyejin.

 

Hyejin tersentak sesaat, tapi kemudian Hyejin berusaha bersikap sewajarnya, dan menanggapi Jaehyun dengan datar.

 

“jelaskan, apa ini?!” kata Jaehyun dengan suara merendah sambil memberikan Hyejin surat yang tadi ia temukan.

 

Sekejap Hyejin mati kutu.

 

“cepat katakan, sebenarnya apa yang terjadi?!” desak Jaehyun setengah berteriak.

 

Hyejin tersenyum kecut, “aku yakin tanpa ku perjelaskan lebih detail pun, kau sudah mengetahui semuanya.” Hyejin melemparkan pandangannya ke arah lain, dan menjatuhkan diri ke atas sofa.

 

Jaehyun mulai geram, ia sudah tak dapat menahan amarahnya yang telah teronggok dibenaknya.

 

“siapa ayah dari calon anakmu itu?” Jaehyun berusaha meredam amarahnya, karena ia tak ingin masalah ini sampai merusak tali persaudaraannya dengan Hyejin. Bagaimana pun juga, Jaehyun amat sangat mencintai Hyejin.

 

Tapi apa balasan Hyejin?? Ia malah bersikap semena-mena dengan kaki yang sudah terselonjor diatas meja. Sesekali Hyejin bersiul dan tertawa meremehkan.

 

“heh! Unnie! Kalau kau terus bersikap seperti ini. Menikmati hidup dalam bayangan penuh dengan kepura-puraan ketidaktahuan, padahal sebenarnya kau tahu. Bahkan sangat tahu. Itu akan membuatmu jauh lebih sakit. Jadi, aku sarankan. Akan lebih baik kalau kau berani mengutarakan isi hatimu sebenarnya,” tutur Hyejin disela siulannya yang semakin nampak menjengkelkan.

 

Sejenak Jaehyun menghela nafas panjang, dan menanggapinya dengan mengelus dada.

 

“Jin-ah..” lirih Jaehyun,

 

“waeyo??” tanggap hyejin acuh tanpa memalingkan pandangannya ke arah Jaehyun.

 

“kau sadar, perbuatanmu itu salah?” Jaehyun bersikap lunak berharap Hyejin tersadar akan kesalahan yang sudah ia perbuat.

 

“sadar?” Hyejin mengumbar tawa merendahkan, “unni-ya~ memangnya dimana titik kesalahanku, huh? Ayo cepat kasih tahu! Karena aku merasa, aku tidak melakukan kesalahan apapun. Jadi kau tak pantas menghukumku seperti ini.” tandas Hyejin membuat Jaehyun tak habis berpikir. ‘Jin-ah~ kau memang berubah’ batinnya bergumam

 

“kalau kau tetap seperti ini, lebih baik kau kembali ke orang tuamu. Dan kalau tidak, akan ku pastikan orang tuamu akan mengetahui hal ini.” ancam Jaehyun tegas sambil menatap tajam kearah manik mata Hyejin.

 

Hyejin melengos, “terserah kau ingin melaporkan hal ini atau tidak. Karena aku sudah tidak peduli. Yang terpenting adalah sekarang aku sudah mengandung anak dari Kwon Jiyong. Kau dengar unnie?? Anak ini, anaknya Kwon Jiyong, suamimu!!” lontar Hyejin semakin memperburuk suasana.

 

‘plakk’ kedua kalinya Jaehyun mendaratkan tamparan telak dipipi Hyejin. Namun tamparan ini membuat Hyejin sedikit terhunyung, karena sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.

 

“Cha Hyejin!! Kau keterlaluan!!” serang Jaehyun menjambak, memukul, menampar dan bahkan sampai meludahi wajahnya.

 

“kau tahu, heh?! Sekarang kelakuanmu tak ada bedanya dengan kelakuan pelacuran diluar sana!!” Jaehyun masih tetap menyerang Hyejin.

 

“…..” Hyejin sendiri hanya bisa diam terpaku dan berusaha menikmati perlakuan Jaehyun yang dihadiahkan untuknya.

 

“seharusnya sebagai wanita kau lebih bisa menghargai perasaanku, terlebih dia itu suamiku, Jin-ah~” Jaehyun ambruk disamping Hyejin, dan menangis sejadi-jadinya. Rasa sakit semakin menohok tiap inci perasaannya.

 

Begitu pula dengan Hyejin sendiri. Rasa penyesalan mulai menghinggapinya. Namun segera ia tepis perasaan tersebut. Dan kembali pada pendiriannya, walaupun ia sendiri juga tahu bahwa kelakuannya memang salah.

 

“unnie-ya~ gomawoyo~” celetuk Hyejin dingin,

 

Jaehyun terkejut, karena yang ia inginkan adalah kata ‘mianhaeyo’ bukan ‘gomawoyo’

 

“sekarang keadaan berpihak padaku. Aku mengandung anaknya, dan mau tidak mau kau harus merelakannya untukku!” tutur Hyejin panjang lebar diiringi seringaian mautnya.

 

Jaehyun sontak berdecak, “aku hanya bertanya satu kali. Kenapa kau melakukan ini padaku?”

 

“kau mengalihkan pembicaraan!”

 

“aku sedang bertanya Cha Hyejin! Kenapa kau melakukan ini padaku?? Salahku apa??”

 

“salahmu adalah kau menikahi laki-laki yang ku cintai.” jawab Hyejin cepat tanpa tedeng aling-aling.

 

“jadi karena ini kau melakukannya padaku? Apa kau senang?” suara Jaehyun merendah. Dan menyeka sisa air mata yang mulai melengket dipipi.

 

“iya, sekarang keinginanku tercapai sudah”

 

“jadi kau senang? Baiklah, selamat malam!”

 

Pembicaraan yang berlangsung sengit selesai sampai disitu. Jaehyun langsung bergegas meninggalkan apartemen Hyejin. Dan Hyejin berdiam diri dengan tangisannya.

 

#####

 

 

2 hari kemudian, Jiyong yang baru saja pulang dari luar kota, langsung mendapat sambutan dingin dari Jaehyun. Jiyong heran dan menerka-nerka sebenarnya apa yang terjadi dengan istrinya itu.

 

“kau kenapa?” Jiyong bersikap ramah sambil mencium ubunnya lembut.

 

Jaehyun memilih tidak menggubris dan segera ia kembali kekamarnya dengan perasaan marah. Jiyong menyusul Jaehyun setelah meletakkan kopernya.

 

“kenapa kau bersikap seperti ini, mm?” tanya Jiyong lembut,

 

“jangan berpura-pura bersikap manis!” ucap Jaehyun penuh kepedihan, dimana selama ini dia sudah bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Dan kali ini sepertinya Jaehyun sudah muak dengan permainan api yang dipercikan oleh kedua orang yang sangat dicintainya.

 

“apa maksudmu? Apa terjadi suatu?” kelihatannya Jiyong masih tetap berusaha menyembunyikan rahasianya. Hoek x((

 

“Yong-ah~ sekarang kau tak perlu bersusah payah menyembunyikannya lagi. Karena aku sudah mengetahui semuanya. Kita sudah bersama selama 3 tahun, bukan? Tapi kenapa hatimu tidak pernah tergerak oleh cinta ini.” ucap Jaehyun penuh amarah.

 

“bahkan selama 3 tahun ini sekalipun kau tak pernah menyentuhku. Namun Hyejin, gadis kecil itu, dengan mudahnya dapat kau sentuh.” lanjut Jaehyun dengan amarah yang membuncah. “kenapa kau berbuat ini padaku, huh?” tanya Jaehyun sambil menatap tajam ke arah Jiyong.

 

Jiyong membalas tatapan Jaehyun, “karena aku sangat mencitainya, sedang kau, kau bukanlah wanita yang kucintai.” jawab Jiyong jujur, yang menjadi pukulan berat bagi Jaehyun. “maafkan aku, istriku! Tapi perasaan ini tidak dapat dibohongi. Aku jatuh cinta. Benar-benar jatuh cinta padanya,”

 

Noktah bening mulai bertumpukan dipelupuk mata Jaehyun, dan sedetik kemudian pertahanannya runtuh. Noktah bening terus mengalir tanpa hentinya. Tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

 

“mianhae, kita harus menunda masalah ini, dan melanjutkannya nanti saja. Sekarang aku lelah, aku ingin istirahat.” ucap Jiyong meninggalkan Jaehyun.

 

*plakk* Jaehyun seperti tertampar ribuan tangan manusia, dia sesak atas sikap Jiyong yang sudah terlewat acuh.

 

-Flashback End-

 

#####

 

-Now-

 

 

Seunghyun dan Jaehyun berjalan beriringan menapaki jalan berkelok ditepian sungai Han. Terlihat Seunghyun sangat menikmati kebersamaannya dengan Jaehyun. Tapi hanya saja langkah Jaehyun terhenti, dia mulai sempoyongan. Dan..

 

*brukk* Jaehyun tersungkur kehamparan tanah dingin.

 

Sekejap Seunghyun panik dengan beberapa orang disekitarnya, “Jaehyun-ah~ gwaenchana??”

 

Jaehyun yang telah tersadar kembali, perlahan pandangannya menatap Seunghyun,

 

“apa kau sakit?” tanya Seunghyun masih dilanda cemas.

 

Namun Jaehyun menjawab sambil tersenyum miris, “nan, gwaenchana.”

 

 

TBC`

If You Love Me More #Part 3

Standar

If You Love Me More

 

Author             : DM

Cast                 : Lee Donghae

Shin Min Ran

Kim Jong Woon

Cho Eun So

Super Junior Member

Genre              : Romance

Length             : 3/?

 

Annyeong my lovely readers~~~~~

Tidak usah banyak ngomong….

Langsung ja yaa…..

Jangan lupa RCL ok….

Gomawo^^

 

Happy Reading~~~~

 

Author pov

 

Yesung tidak jadi pergi ke dapur. Dia memilih untuk kembali ke kamarnya. Dia terus memikirkan apa yang baru saja didengarnya.

“Hyung, kau dari mana? Kau belum tidur?” tanya Wookie yang duduk di ranjangnya. Yesung tak menanggapi pertanyaan Wookie. Dia terus berjalan menuju ranjangnya.

“Ya hyung! Kau kenapa?” tanya Wookie lagi. Yesung pun langsung menoleh ke arah Wookie yang namapak kesal karena merasa diacuhkan Yesung.

“Nde? Waeyo Wookie?” tanya Yesung yang masih berkecamuk dengan pikirannya.

“Kau dari mana? Kau belum tidur?” tanya Wookie lagi. Dia menghembuskan napasnya kasar.

“Aku,,,aku,,,dari dapur. Aku haus. Sudahlah, kita tidur lagi” ucap Yesung kaku. Wookie yang menyadari itu menjadi khawatir dan bingung terhadap couplenya itu. Wookie memutuskan untuk kembali tidur dan menanyakan apa yang terjadi pada Yesung esok harinya. Sedangkan Yesung membalikkan tubuhnya membelakangi Wookie. Matanya masih terbuka sempurna. Susah sekali baginya untuk menutup matanya sejenak.

“Bagaimana jika yang berbicara tadi itu Donghae dan Eunhyuk? Apa benar Donghae menyukai Min Ran? Bagaimana jika mereka menjadi sepasang kekasih? Kenapa aku merasa tidak suka? dadaku terasa sesak saat melihat senyuman Donghae terhadap Min Ran. Ottokhe?” gumam Yesung. Pikirannya tertuju pada Min Ran yang kini kembali merasuki hati kecilnya.

***

Read the rest of this entry